4th ANNIVERSARY CAKRA BHAYANGKARA NEWS ** Media Cetak dan Online

Headlines!

Desa Pakam Sukses Gelar Kegiatan Pemilihan Ketua LPM Masa Bakti 2020 - 2026

Posted by: On Maret 23, 2020



Batubara, Sumut, Cakra Bhayangkara News - Desa pakam sukses adakan pemilihan ketua lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) pada hari senin 23/03/2020. acara di gelar mulai pukul 09.00 wib dan berakhir pukul 11.00 wib, yang mengambil lokasi kegiatan di ruangan Aula Desa Pakam Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, Sumatra Utara.


Turut dihadiri dalam kegiatan tersebut, dianratanya Kepala Desa Pakam rojali pandiangan, Serketaris Desa, Ketua BPD, Ketua PKK, Kadus, dan Masyarakat Desa Pakam.

Berdasarkan kesepakatan masyarakat pakam, hadir di ruangan AULA, salah satu kandidat SUKATMAN  untuk menjadi ketua LPM yang baru 2020/2026 dan sukses terpilih.

Selanjut nya kepala desa pakam berharap agar ketua LPM yang terpilih,dapat menjali suatu kerja sama yang dengan masyarakat dan tentu nya berbangsa dan bernegara mandiri dan dinamis dalam era di gitalisasi,berperan aktif dalam membina persatuan bangsa, berjuang dalam potensi masyarakat pakam khusus nya.ujar, Rojali Pandiangan Kepala Desa Pakam.


Dalam sambutannya ketua LPM terpilih menyampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan masyarakat desa pakam,.yang telah memilihnya sebagai ketua LPM yang baru.

" Terima kasih saya sampaikan kepada s3luruh masyarakat Desa Pakam yang telah memilih saya, insya allah saya akan menjalan kan amanah  ini dengan baik dan akan lebih baik lagi pungkas ketua LPM Sukatman.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Pakam, Rojali Pandiangan menyampaikan beberapa hal yang perlu di ketahui masyarakat desa pakam, serta antisipasi virus Covid 19 (virus corana) yang sementara menjadi peratian dunia.

" saya selaku kepala desa pakam, ingin agar masyarakat Desa Pakam jangan terlalu panik dengan adanya virus Corona tersebut, lakukan saja antisipasi dengan cara membersihkan lingkungan, Cuci tangan dengan bersih, gunakan lah masker karena virus tersebut salah satu nya dapat terjangkit melalui kontak fisik"

Lanjut Rojali menginggatkan juga agar masyarakat harus tetap waspada pada orang asing yang masuk atau pun bertamu, jika perlu bawa dulu ke klinik terdekat agar di cek kesehatan nya.

Untuk itu mari kita sama sama bangun desa yang bersih terhindar dari covid 19 virus corona, ujar Rojali.

Selain masalah virus corona, disini juga saya ingin menyampaikan tentang petaturan baru yang telah ditetapkan oleh bupati batubara ir.H.zahir.M.AP. BPD akan Di PJ kan pungkas kades desa pakam rojali pandiangan.

Acara pemilihan LPM di desa pakam kecamatan medang deras berlangsung dan berakhir kondusif.(RudyNST)

Cegah Covid-19 di Perbatasan, TNI-Polri dan CIQ PLBN Sota Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Posted by: On Maret 23, 2020



Merauke, Cakra Bhayangkara News -- Mengantisipasi penyebaran Virus Corona atau Covid-19, TNI-Polri, CIQ (Custom, Immigration, Quarantine) PLBN Sota, Puskesmas Sota dan Pemerintah Distrik Sota bersatu padu melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah perbatasan RI-PNG tepatnya di Kampung Sota, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua, Senin (23/3/2020).


Sinergitas lintas sektoral tersebut diikuti oleh Satgas Pamtas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Pos Kout Sota, Koramil 1707-16/Sota, Polsek Sota, Puskesmas Sota, Pemerintah Distrik Sota, Bea Cukai Sota, Kantor Imigrasi Sota, Stasiun Karantina Ikan Sota, Stasiun Karantina Pertanian Sota dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Wilker Sota.


Kegiatan diawali dengan apel pagi bersama di halaman Puskesmas Sota yang dipimpin Danramil 1707-16/Sota, Mayor Inf Daniel Ngilawane. Dilanjutkan membuat cairan disinfektan dari Bayclin, kemudian secara bersama-sama berkeliling melakukan penyemprotan disinfektan di Puskesmas, kantor-kantor instansi pemerintah, Koramil, Polsek, Pos Satgas Pamtas, Tugu Titik Nol Km Merauke-Sabang dan tempat lainnya.


Ditempat terpisah, Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., mengatakan, kegiatan Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Pos Kout Sota, bersama dengan lintas sektoral Distrik Sota merupakan wujud sinergitas dalam rangka bersama-sama mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di wilayah perbatasan.

“Kita ketahui Virus Corona telah menjadi pandemi dunia, selain itu sejak Minggu (22/3/2020) Bupati Merauke Frederikus Gebze telah menetapkan daerahnya menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) Virus Corona. Melalui kegiatan ini kita bersama-sama mengantisipasi penyebaran Covid-19, agar tidak mewabah di perbatasan khususnya di wilayah Distrik Sota,” terangnya.

Dansatgas mengimbau agar tetap tenang dan laksanakan gerakan menjaga kebersihan yang dimulai dari diri sendiri, dengan mencuci tangan yang baik dan benar, lebih baik di rumah, selalu menjaga pola hidup sehat dan menjaga jarak dengan orang lain.

Sementara itu, Danramil 1707-16/Sota Mayor Inf Daniel Ngilawane, yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan bahwa selama kurang lebih 3 jam, petugas gabungan dari TNI-Polri, unsur CIQ PLBN Sota, Puskesmas Sota dan Pemerintah Distrik Sota berkeliling bersama  menyemprotkan disinfektan ditempat-tempat umum dan kantor-kantor instansi.

“Rencananya besok kita akan bersama-sama melanjutkan berkeliling melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat di perbatasan RI-PNG, khususnya di kampung-kampung wilayah Distrik Sota mengenai cara pencegahan Virus Corona,” ujarnya.

Autentikasi :
Pasi Intel Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad, Lettu Inf Asep Saepudin, S.T. Han.

Dr. H. Syuaib Djafar, M.Si : Ibukota RI Pindah Berkah Bagi Sulteng

Posted by: On Maret 23, 2020



PALU, Cakra Bhayangkara News - Rencana pemindahan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim),  bisa menjadi berkah bagi Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Pindahnya ibukota,  juga dapat dianalogikan sebagai sebuah perjalanan panjang dan akan memasuki gerbang tol. 

Kepindahan ibukota,  bukan saja akan membuka peluang beragam bisnis. Dia akan menstimulasi daerah sekitar,  termasuk Sulteng. 

Demikian gambaran Dirut PT.  Pembangunan Sulawesi Tengah PT. PS Dr. H. Syuaib Djafar M.Si saat ditemui di  Palu baru-baru ini. 

Menurut H. Syuaib Djafar, Palu sebagai ibukota Provinsi Sulteng, adalah kota yang secara geografis,  posisinya cukup simetris dengan Kaltim. Letak yang  sangat  strategis  itu, tentulah,  akan mendorong pertumbuhan ekonomi kedepan lebih  cepat lagi dan menjadi berkah bagi Sulteng.

Dalam menyongsong perpindahan Ibukota Negara ke  Kaltim kata Syuaib, PT. PS sudah menyiapkan antisipasi. Selain itu,  untuk tahun 2020 ini sejumlah program PT.  PS sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terkait kor bisnisnya. meliputi pertambangan dan jasa-jasa lainnya. 

Seiring berpindahnya Ibukota, potensi galian C yang baru, terus dikembangkan sebagai,  salah satu sayap usaha PT.  PS,  selain yang sudah ada di Kota Palu  dan Kabupaten Donggala. Galian C dimaksud yakni yang  berada di  Kabupaten Buol. 

Terhadap jasa usaha lainnya kata H. Syuaib,  PT.  PS  telah bermitra dengan petani dalam self society kapacity untuk pemberdayaan petani. 

Bagaimana agar masyarakat petani bisa merencanakan, melaksanakan dan melakukan evaluasi sendiri usahanya. 

Jagung misalnya,  sudah ada permintaan sebanyak 5.000 ke Java Convice, Karkil Surabaya, juga ke PT. Segar. 

Terkait itu sebut Syuaib, daerah -daerah potensial untuk penanaman jagung seperti Kabupaten Buol,  Parigi Moutong, Tojo Una-una serta Kabupaten Sigi oleh PT. PS,  akan dijadikan basis tanaman pangan khusus jagung. Kepada para petani di daerah tersebut oleh PT. PS,  akan diberikan bibit yang sudah diatur planingnya. 

Caranya?  PT.  PS menyiapkan segala yang dibutuhkan para petani. Benihnya misalnya. Juga penyiapan lahannya, demi menunjang kepentingan daerah. 

"Kalau untuk Parigi Moutong -- tepatnya di  Desa  Tomini  -- sudah dibuka 400 Ha lokasi penanaman jagung. Diawali di lahan 100 Ha dulu," jelas  mantan  Kadis Pariwisata  Sulteng. 

Yang menggembirakan hati tambah Suaib, ditengah upaya pengembangan komoditi jagung Sulteng, PT. PS ditunjuk menjadi distributor Pupuk Kaltim. Baik untuk pupuk subsidi maupun non subsidi. Dan PT.  PS  diberi kesempatan untuk menggarap daerah pertanian subur Toili dan Kecamatan Luwuk  Timur, Kabupaten Banggai. 

Dalam penyaluran pupuk bersubsidi, PT.  PS memfasilitasi dengan memberi kesempatan Bumdes (Badan  Udaha Milik  Desa) untuk pengelolaannya kepada para petani dan kelompok-kelompik tani (Poktan) terkait penyediaan pupuk bagi jagung dan tanaman pangan  lainnya. Dengan  begitu para  petani tidak akan kesulitan mendapatkan pupuk karena sudah disiapkan Bumdes. Pola ini  diharapkan sekaligus membuka lapangan kerja baru yang otomatis ikut nengentaskan kemiskinan di pedesaan. 

"Jika Itu sukses,  maka program selanjutnya akan merambah ke lain  wilayah  di Sulteng," imbuh Syuaib Djafar.(jay)

H. Muchtar Deluma, SH, MH: Siap Maju di Pilbub Toli-toli

Posted by: On Maret 23, 2020



TOLI-TOLI, Cakra Bhayangkara News - Salah satu daerah yang akan menggelar Pilkadabub (Pemilihan Kepala Daerah Bupati)  tahun ini, adalah Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). 

Terkait kontestasi di wilayah yang pernah menjadi penghasil cengkeh terbesar kedua setelah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), sudah banyak figur bermunculan. Satu diantaranya adalah H. Muchtar Deluma, SH,  MH. 

Putra Tolitoli low  profil ini disebut-sebut punya peluang cukup besar untuk memimpin Kabupaten Tolitoli kedepan.  Muchtar sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk maju,  lantaran sebuah keterpanggilan moral. Dia melihat, masih banyak "PR" yang harus dituntaskan dan itu menjadi sebuah tanggung jawab besar anak bangsa.

Bicaral integritas, lelaki sederhana ini sudah teruji, sehingga tak perlu diragukan lagi. Rekam jejaknya juga cukup baik dan bersih selama  berkarir pada sejumlah jabatan di lingkup Pertanahan. Baik di Sulteng sendiri maupun  luar daerah.

Muchtar Deluma termasuk salah satu pejabat dari daerah  yang  cukup cemerlang dalam meniti karir. Jabatan saat ini, sebagai Kakanwil Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) . Sebelumnya selama kurang lebih dua tahun menegang posisi Kakanwil Pertanahan Jawa  Timur (Jatim), usai dipercayakan menjadi salah  satu direktur di Kementrian BPN Pusat.

Inilah ungkapan H. Muchtar Deluma tentang keinginanannya mengikuti Pilkadabub Tolti-toli. 

Kepada NJI baru-baru ini, H. Muchtar Deluma mengatakan, ikut bertarung di Toli-toli lantaran murni ingin membangun tanah leluhurnya, agar lebih baik lagi. Toli-toli yang maju,  berdaya saing  dan masyarakatnya  bisa sejahtera. 

Kedepan katanya,  salah satu peluang besar Toli-toli, yakni menyambut pindahnya ibukota negara ke Kalimantan Timur (Kaltim) .  Toli-toli yang secara geografis dekat dengan Kaltim akan banyak diperhitungkan.

 "Saudara Tua" Kabupaten Buol ini  akan menjadi salah satu penyuplai kebutuhan ibukota RI yang baru. Galian C  -- contoh -- salah satunya. Juga ada  sejumlah komoditi lain yang bisa dipasarkan ke Kaltim, sehingga akan mendongkrak ekonomi masyarakatnya. Misalnya, hasil perkebunan, ternak,  unggas, serta sayur-sayuran segar. 

Muchtar berencana akan membuka pintu untuk kemudahan masuknya investor ke  Tolitoli. Sumber-sumber penyebab banjir ditata kelola kembali, sehingga Toli-toli bisa terbebas dari banjir. 

Beberapa wilatah akan menjadi sentra pengembangan  produk unggulan daerah. Seperti  Kecamatan Galang sebagai sentra pertanian.  Ogotua untuk pengembangan peternakan dan perikanan proyeksi antar pulau.

Bagi Muchtar,  masih banyak yang butuh pembenahan serta perhatian serius, agar Tolitoli lebih maju lagi. Untuk itu perlu "pemolesan paripurna". "Kota Toli-toli sebagai "pintu gerbang " kabupaten, harus tampil lebih baik lagi dari sekarang, agar dapat disejajarkan dengan daerah lain," ujar H.  Muchtar. 

Kata Muchtar lagi, Tolitoli harus ditata, perlu rehabilitasi dan percantikan. Potensinya digali,  masyarakatnya disejahterakan, listrikya harus mampu menyuplai kebutuhan industri, serta sumber daya aparaturnya diperbaiki  menjadi penyelenggara negara yang clean government

Dari dulu  Tolitoli tidak memiliki zoning-zoning. Sehingga bila masyarakat memberinya kepercayaan, Muchtar berjanji akan meelakukan reformasi menyeluruh. Ia juga akan  membagi pemwilayahan yang tidak jelas menjadi lebih teratur. Serta membuka lapangan kerja seluas-luasnya. "Pemukiman,  perkantoran, daerah hinterland (penyanggah -red) pertanian yang belum ditata harus diatur dengan mengacu pada RTRW (Rencana Tata  Ruang Wilayah dan RDTK (Rencana Detil Tata Ruang  Kota)," tegasnya. 

Toli-toli butuh tata letak ruang dan  wilayah sehingga pengaturan zona akan lebih mudah mengintegrasikannya. 

Menurut Muchtar,  putra -putri Toli-toli tidak sedikit yang sukses di luar. Maka kini  saatnya "back to  home" untuk bersama-sama membagun daerah. "Apalagi human resources atau sumber daya manusianya rata -rata  baik. Punya latar belakang pendidikan mumpuni.  Potensi inilah diharapkan mampu mengelola natural resources atau sumber daya alam Tolitoli yang melimpah. Tolii-toli kaya komodoti pertanian,  perkebunan, peternakan serta perikanannya yang belum terkelola maksimal.

Kini Toli-toli membutuhkan pemimpin yang bisa membawa daerah ke gerbang kemakmuran. Tugas bupatnya nanti, bsgaimana menciptakan kesejahteraan, menata pemerintahan yang berwibawa dan bersih, guna memajukan pembangunan berkesinambungan. (Jay)

41 Kasus Hoax Corona Ditangani, Polri : Saring Sebelum Sharing

Posted by: On Maret 23, 2020



JAKARTA, Cakra Bhayangkara News - Polri tengah menangani 41 Kasus pemberitaan bohong atau hoax yang beredar di tengah masyarakat berkaitan dengan merebaknya Virus Corona atau Covid-19. Patroli Siber akan terus digencarkan selama 24 jam non stop

"Kita 24 jam melakukan patroli siber, bergerak semua, dan sudah 41 kasus hoax tentang virus Corona ini kita proses," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal, Senin (23/3/2020).

Irjen Iqbal menghimbau agar masyarakat tidak begitu cepat percaya dengan informasi yang diterima, apalagi menyebarkannya. Polri meminta masyarakat untuk teliti terlebih dahulu sebelum disebar.

"Kami melakukan imbauan, kontra narasi, hingga terwujud edukasi pada masyarakat, khususnya netizen," ucapnya.

Polri sebelumnya mengungkapkan ada 22 kasus hoax ysng tengah ditangani pada 17 Maret 2020. Dari 22 Kasus itu 1 tersangka ditahan karena tak kooperatif saat diperiksa.

22 kasus itu terdiri dari Polda Kalimantan Timur mengamankan 2 tersangka, Polres Bandara Soekarno Hatta mengamankan 1 tersangka dan Polda Kalimantan Barat mengamankan 4 tersangka. Kemudian, Polda Sulawesi Selatan mengamankan 2 tersangka, Polda Jawa Barat 3 tersangka dan Polda Jawa Tengah 1 tersangka.

"Polda Jawa Timur 1 tersangka, Polda Lampung 2 tersangka dan Polda Sultra 1 tersangka. Polda Sumatera Selatan 1 tersangka, Polda Sumatera Utara 1 tersangka dan bareskrim 3 tersangka," paparnya.(Romi/PemasPolri)

Polri: Ada Sanksi Pidana Jika Masyarakat Membandel Tetap Berkumpul Di Luar Rumah

Posted by: On Maret 23, 2020



JAKARTA, Cakra Bhayangkara News - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Idham Azis secara resmi mengeluarkan maklumat 
tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus corona baru alias Covid-19. 

Dalam maklumat yang dikeluarkan pada Kamis (19/3) itu, secara tegas melarang agar tidak membuat kegiatan-kegiatan yang menjadi tempat berkumpulnya massa dalam jumlah banyak di tempat-tempat umum maupun di lingkungan sendiri. 

“Ini sebagai langkah konkrit secara baik cepat dan tepat agar penyebaran virus ini tidak meluas dan berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Kaidv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Senin (24/3). 

Iqbal menekankan, kebijakan dalam maklumat Kapolri tersebut untuk memberikan pengayoman dan perlindungan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang senantiasa mengacu pada asas keselamatan rakyat. 

“Saya ulangi asas keselamatan rakyat yang menjadi hukum tertinggi nya,” tekan Iqbal. 

Untuk itu Polri, kata Iqbal, akan melalukan pembubaran terhadap masyarakat yang masih berkerumun terlebih hanya kongkow-kongkow di jalan yang dikhawatirkan dapat menyumbang penyebaran virus corona baru alias Covid-19. 

Iqbal menekankan, ada sanksi pidana jika pembubaran oleh petugas yang mengedepankan persuasif dan humanis tak diindahkan oleh masyarakat. 

“Kami akan proses hukum. Pasal 212 KUHP barang siapa yang tidak mengindahkan petuga yang berwenang yang saat ini melaksanakan tugas dapat dipidana, kemudian pasal 214, dan 216 intinya bisa dipidana,” pungkas Iqbal. 

Adapun pasal 216 ayat (1): Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana; demikian pula barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.

Dan pasal  212 KUHP berisi tentang "Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat, dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Lalu dalam pasal 214 KUHP (1) Paksaan dan perlawanan berdasarkan pasal 211 dan 212 jika dilakukan oleh dua orang atau lehih dengan bersekutu, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. (2) Yang bersalah dikenakan: 1. pidana penjara paling lama delapan tahun enam bulan, jika kejahatan atau perbuatan lainnya ketika itu mengakibatkan luka-luka; 2. pidana penjara paling lama dua belas tahun, jika mengakibatkan luka berat; 3. pidana penjara paling lama lima belas tahun, jika mengakibatkan orang mati. 

Kaitannya dengan pasal 214 KUHP, jika hal tersebut dilakukan oleh dua orang atau lebih maka ancaman pidananya maksimal tujuh tahun penjara.(Romi/PenmasPolri)

Polri : Pembubaran kerumunan Massa Kedepankan Upaya Persuasif dan Humanis

Posted by: On Maret 23, 2020



JAKARTA, Cakra Bhayangkara News  - Kapolri Jenderal Idham Azis telah mengeluarkan maklumat pelarangan berupa larangan menggelar acara yang sifatnya mengumpulkan orang atau keramaian. Maklumat ini dikeluarkan mengikuti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menerapkan sosial distancing (menjaga jarak sosial).

Maklumat itu dikeluarkan Kapolri dengan nomor Mak/2/lll/2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Virus Corona (Covid-19) pada tanggal 19 Maret 2020.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal menjelaskan maklumat ini sifatnya adalah himbau. Polri tidak segan untuk membubarkan bila masyarakat menggelar acara yang sifatnya mengumpulkan massa. Namun, pembubaran ini tetap mengedepankan asas persuasif dan Humanis.

"Kami melakukan tindakan-tindakan kemanusiaan mengedepankan upaya persuasif dan humanis untuk menyampaikan kalimat-kalimat menyampaikan himbauan-himbauan kepada seluruh lapisan masyarakat yang masih terlihat berkumpul," kata Irjen Pol Mohammad Iqbal, Senin (23/3/2020).

Irjen Iqbal mengatakan kerumunan Massa seperti yang sudah dijelaskan dalam maklumat Kapolri, mulai dari kegiatan festival, bazar, resepsi pernikahan atau bahkan nongkrong di cafe dengan jumlah banyak.

"Kerumunan massa walau hanya sekedar ngopi di cafe, duduk-duduk nongkrong-nongkrong di persimoangan dan sebagainya ini bahaya penyebaran virus Covid-19 sudah sangat berkembang," ujarnya.

Lebih lanjut, Iqbal memastikan bahwa seluruh personel Polri mengerahkan seluruh kemampuan untuk menjalankan instruksi Kapolri. Tidak hanya Polri, demi mencegah penyebaran Virus Corona makin masif, TNI dan stakeholder lain juga dilibatkan.

"Pada prinsipnya, Bapak Kapolri ingin keselamatan publik itu terwujud. Kami seluruh personel Polri 465.000 seluruh Indonesia dan ditambah dengan rekan TNI dan seluruh stakeholder yang saya sebutkan tadi bergerak tanpa henti untuk menghimbau, membubarkan bila diperlukan dengan tegas demi keselamatan publik," pungkasnya.

Berikut 6 poin maklumat Kapolri dalam upaya mengawal kebijakan Pemerintah untuk pencegahan penularan Covid-19:

Bahwa untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, Polri senantiasa mengacu asas keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto) dengan ini Kepala Kepolisian Republik Indonesia mengeluarkan maklumat :

1. Tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik ditempat umum maupun di lingkungan sendiri, yaitu : 
a. Pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, dan kegiatan lainnya yang sejenis ;

b. Kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran dan resepsi keluarga 

c. Kegiatan olah raga, kesenian dan jasa hiburan

d. Unjuk rasa, pawai dan karnaval, serta 

e. Kegiatan lainnya yang sifatnya berkumpulnya massa

2. Tetap tenang dan tidak panik serta lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing dengan selalu mengikuti informasi dan himbauan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah 

3. Apabila dalam keadaan mendesak dan tidak dapat dihindari, kegiatan yang melibatkan banyak orang dilaksanakan dengan tetap menjaga jarak dan wajib mengikuti prosedur pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19 

4. Tidak melakukan pembelian dan/atau menimbun kebutuhan bahan pokok maupun kebutuhan masyarakat lainnya secara berlebihan.

5. Tidak terpengaruh dan menyebarkan berita-berita dengan sumber tidak jelas yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, dan

6. Apabila ada informasi yang tidak jelas sumbernya dapat menghubungi kepolisian setempat. (Romi / PenmasPolri)

Penyemprotan Desinfektan di Jalan Raya Ciruas - Kragilan, Upaya Polres Serang Cegah Penyebaran Virus Covid-19

Posted by: On Maret 23, 2020



Kabupaten Serang, Banten, Cakra Bhayangkara News  - Dalam upaya mencegah penyebaran virus Covid-19 (Corona), Kepolisian Resor Serang melakukan kegiatan bakti sosial seperti penyemprotan disinfektan di jalan raya dan fasilitas umum, Senin (23/03/2020). 

Kegiatan penyemprotan desinfektan tersebut bertempat di sepanjang jalan Ciruas - Kragilan Kabupaten Serang.


"Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya Polres Serang dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 (Corona)," terang Kapolres Serang AKBP Mariyono.

Kepada anggota, kata Kapolres Serang, agar anggota melaksanakan kegiatan dengan ikhlas dan tetap menjaga keselamatan dan kewaspadaan, 
dengan semaksimal mungkin.


"Selain melakukan penyemprotan di jalan raya Ciruas - Kragilan, kami juga melakukan sosialisasi dan  edukasi kepada masyarakat, untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Penyebaran virus Covid-19 dapat dicegah dengan gerakan bersama menjaga kebersihan fasilitas umum dan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masyarakat," kata AKBP Mariyono.

Rute penyemprotan dengan menggunakan mobil AWC Samapta Polres Serang yang dimulai dari, jalan raya depan SMA N 1 Ciruas - Pasar Ciruas - depan RS. Hermina Ciruas - putar balik Kantor Kecamatan Ciruas - Mako Polres Serang.(Red/Agus)

Tangkal Covid - 19, Polda Kepri Beri Nutrisi Tambahan Kepada Personil

Posted by: On Maret 23, 2020



Batam, Cakra Bhayangkara News – Dalam rangka menjaga stamina tubuh dan antisipasi penyebaran Covid-19, Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto S.IK melakukan penguatan kesehatan Personel, dengan memberikan tambahan asupan makanan dan vitamin sebagai upaya meningkatkan Imun Personel Polda Kepri. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (23/3/20) selesai pelaksanaan Apel Pagi di Mapolda Kepri.


Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si. mengatakan Kegiatan yang dilaksanakan pada pagi ini adalah untuk menindaklanjuti Instruksi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis M.Si dalam upaya meningkatkan daya tahan tubuh anggota Polri untuk menangkal Covid-19.


Nutrisi atau vitamin tambahan yang diberikan kepada anggota Polda Kepri berupa, bubur kacang hijau, telur,  serta multi vitamin. "Pemberian nutrisi atau vitamin tambahan ini sebagai upaya Polda Kepri untuk menangkal Covid-19, Sehingga kami tetap mampu memberikan layanan kepolisian yang maksimal kepada masyarakat" tutur Kabid Humas Polda Kepri.


Dalam arahan Apel Pagi, Kapolda Kepri tidak henti-hentinya berpesan kepada seluruh anggota untuk terus memperhatikan kesehatan, kebersihan lingkungan sekitar, mulai membiasakan diri dengan budaya mencuci tangan, bersalaman tanpa sentuh tangan, rutin berolahraga, pembatasan sosial serta berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.(Romi)

Sumber : Bidhumas Polda Kepri


Prajurit TNI Satgas TMMD ke-107 Mengajar di SD Inpres Kampung Epem Papua

Posted by: On Maret 22, 2020




Merauke, Cakra Bhayangkara News -- Prajurit TNI dari Kodim 1707/Merauke yang tergabung dalam Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-107 tidak hanya melakukan pembangunan fisik tetapi juga nonfisik, salah satunya dengan ikut serta membantu mengajar di Sekolah Dasar (SD) Inpres, Kampung Epem, Distrik Citak Mitak, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua, Senin (23/3/2020).


Prajurit TNI Satgas TMMD Ke-107 Sertu Taufik Rahman Saleh memberikan materi pelajaran kepada siswa-siswi SD Inpres Kampung Epem. Kegiatan belajar mengajar tersebut diikuti oleh 25 siswa-siswi yang terdiri dari kelas 3, 4 dan 5.

“Mata pelajaran yang saya berikan kali ini yaitu cara menghitung baik penjumlahan, perkalian maupun pengurangan dan mereka pun dengan antusias mengikuti pelajaran yang saya sampaikan,” kata Sertu Taufik.

Komandan Kodim 1707/Merauke Letkol Inf Eka Ganta Chandra, S.I.P. selaku Dansatgas TMMD Ke-107 melalui Danki Satgas TMMD Ke-107 Lettu Inf Antonius Kalambia mengatakan bahwa kegiatan mengajar yang disampaikan oleh Sertu Taufik Rahman Saleh merupakan salah satu kegiatan non fisik Satgas TMMD Ke-107 Kodim 1707/Merauke di Kampung Epem.

“Kegiatan mengajar yang dilakukan tersebut bertujuan selain untuk membantu meringankan tenaga pengajar SD Inpres Epem juga ikut serta mencerdaskan siswa-siswi SD Inpres Kampung Epem,” jelasnya.

Selain pembangunan fisik berupa 20 unit rumah masyarakat, kegiatan non fisik setiap harinya juga terus dilakukan oleh personel Satgas TMMD Ke-107 Kodim 1707/Merauke.

Autentikasi :
Kapenrem 174/ATW Mayor Inf Suko Raharjo

Polda Kepri Himbau Masyarakat Untuk Bersama Mencegah Penyebaran Covid 19

Posted by: On Maret 22, 2020




Batam, Cakra Bhayangkara News – Dalam rangka Operasi Terpusat Aman Nusa II Penanganan Covid-19 Seligi-2020, Personel Polda Kepri yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa II melaksanakan Patroli dan memberikan Himbauan kepada Masyarakat yang sedang berkumpul pada Minggu Malam (22/3/2020). 


Hadir dalam kegiatan tersebut Dir Sabhara Polda Kepri, Dir Rekrimsus Polda Kepri, Dir Narkoba Polda Kepri, Kabid Propam Polda Kepri, Wadirreskrimum Polda Kepri dan Personel Polda Kepri Operasi Aman Nusa II Penanganan Covid-19 Seligi-2020.


Kegiatan diawali dengan Apel pelaksanaan tugas dan penyampaian arahan oleh Dir Sabhara Polda Kepri Kombes Pol  Sarif Rahman, S.I.K. selesai pelaksanaan Apel selanjutnya tim bergerak menuju tempat keramaian Welcome To Batam, di lokasi tersebut tim memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak berkumpul dan segera membubarkan diri.


Selesai pelaksanaan di lokasi Welcome To Batam selanjutnya tim bergerak menuju ke Pasar Malam Mega Legenda, dilokasi yang ramai dikunjungi oleh masyarakat ini Satgas Operasi Aman Nusa II Penanganan Covid-19 Seligi-2020 kembali memberikan himbauan yang sama, diharapkan masyarakat untuk membubarkan diri dan kembali kerumahnya masing-masing. Tidak hanya di dua lokasi tersebut tim yang tergabung dalam Satgas Operasi Aman Nusa II terus melaksanakan patroli dan himbauan di daerah keramaian seperti di Batu Aji hingga sampai di kawasan Nagoya.


Dir Sabhara Polda Kepri mengatakan Operasi ini adalah operasi kemanusiaan yang dilaksanakan untuk membantu masyarakat menghindari berkembang dan menularnya virus corona, untuk itu dimohon kepada masyarakat semua  agar segera kembali ke rumahnya masing-masing guna mencegah semakin berkembangan virus corona, Ingat jaga keluarga anda dari virus ini ,putuskan mata rantai penyebaran virus covid-19 ,agar himbauan ini dilaksanakan demi kita bersama, demi keluarga kita di rumah, demi kota Batam dan Demi indonesia, patuhi aturan dari Pemerintah dan Personel keamanan, Himbau Kombes Pol  Sarif Rahman, S.I.K.(Romi)

Sumber : Bidhumas Polda Kepri


Dinsos Provinsi Kalimantan Selatan Berikan Kesempatan Bagi Remaja Putus Sekolah Mengikuti Diklat Ketrampilan Program PSBR Selama 6 Bulan

Posted by: On Maret 22, 2020




Kota Banjar Baru, Kalsel, Cakra  Bhayangkara News - Kantor Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, terima Remaja putus Sekolah, anak terlantar, ekonomi orang tua calon siswa(i) tidak mampu, orang tuanya tidak mampu, remaja ini diberi kesempatan mengkuti Pendidikan dan Latihan Keterampilan.

Keterampilan, Pendidikan dan latihan yg diprogramkan melalui PANTI SOSIAL BINA REMAJA di Kota Banjar Baru Provinsi Kalimantan Selatan.

Kasi Penyelenggara Bidang Pembinaan Pendidikan dan Latihan Keterampilan Panti Sosial Bina Remaja ( PSBR ), ÀDITTIA DINTA, Jum'at 20/03/2020, memaparkan secara rinci  berkaitan dengan Program Diklat Keterampilan bagi Siswa Penerima manfaat, " Ucap Kasi PABR.

Menjawab beberapa pertanyaan melalui wawancara wantawan Media ini, Kasi bina dan diklat menjelaskan secara rinci ada beberapa  poin yang dianggap penting disampaikan, diantaranya, Waktu pendaftaran, Usia Siswa(i) yg.mengikuti diklat, Keretaria siswa (i) yg di prioritaskan, jumlah siswa setiap angkatan dimasing masing jurusan keterampilan. 
 
Tempat pendaftaran, hasil tes, Lulus sleksi, prifekasi, wawancara dan survei ketempat tinggal calon siswa(i) yg bisa mengikuti diklat, lamanya pendidikan dan tempat pendidikan, jaminan Dinas sosial Kabupaten/ Kota dan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan selama siswa diklat.

Bimbingan setelah Selesai siswa (i ) mengikuti diklat dan keterampilan.

Kasi Pembinaan dan pendidikan keterampilan melanjutkan, dikatakannya,  dari keterangan diatas ada beberapa poin pula yang sangat perlu di diketahui oleh calon siswa(i), orang tua calon siswa (i) dan masyarakat kabupaten/ Kota se Kalimantan Selatan,  " Ucap Kasi.

Dari keterangan berkaitan dgn Diklat dan Keterampilan diatas, hanya 5 ( lima) poin yang dianggap penting untuk diketahui calon peserta diklat Program PSBR dan masyarakat, selebihnya bisa ditanyakan di Kantor Dinas Sosial Kabupaten/ Kota masing masing se Kalimantan Selatan.

Kasi bina dan pendidkan melanjutkan, (1).Pendaftaran, utk.Mengikuti Diklat dan keterampilan Program Panti Sosial Bina Remaja ( PSBR ) di kantor Dinas Sosial Kabupaten/ Kota masing, Diklat dilaksankan 2 kali angkatan dalam 1 tahun, setiap angkatan diklat dan kegitan keterampilan selama 6 bulan.

(2).Persyaratan yg harus dipenuhi, Usia maksimal dari  15 sampai 20 tahun.

(3).Calon siswa diterima setiap jurusan berjumlah 16 orang, Lulus tes, Lulus Sleksi, wawancara, perifekasi ketempat tinggal calon siswa(i).

(4).Di prioritaskan bagi siswa (i) yang orang tuanya tidak mampu, atau pekerjaan dan penghasilan orang tuanya yang ekonominya sangat sangat minim ( miskin), dan calon siswa (i) berkemauan tinggi utk.mengikuti Diklat dan Keterampilan yang di Programkan olh dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan yaitu Program PSBR.

(5).Pasilitas atau jaminan yang diberikan olh Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota kepada Siswa(i) selama Pendidikan dan latihan adalah, (a).Biaya transportasi PP dari Kabupaten/ Kota dijamin olh dinas Sosial. (b). Tinggal di Asramakan/ Miss Panti, (c). Makan dll.selama 6 bln
(d) Siswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan, Latihan dan Keterampilan selama 6 bulan, akan diberikan paket modal usaha/ modal kerja.

Additia Kasi Pembinaan dan Diklat PSBR sempat menjelaskan sebelum meng akhir wawancaranya, menjawab lagi pertanyaan wartawan media ini, bila diketemukan calon siswa yang Usianya lbh dari 20 tahun, disarankan ada 3 solusi yg bisa ditempuh, yaitu :

(1). Sebagai bahan pertimbangan tim sleksi dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kota, adalah dapat memprioritas kan bagi calon siswa yang org.tuanya tidak mampu, dan penghasilannya  pekerjaan org tuanya tidak mencukupi ( katagori miskin).

(2). Kemauan calon siswa sangat tinggi utk mengikuti Program PSBR. yang dia yakin ilmu dan keterampilan yg dia proleh akan menjamin kemendirian hidupnya pada masa depan .

(3).Hasil Sleksi, wawancara, dan prifekasi tim, baik dgn Calon siswa itu sendiri atau kepada orang tua calon siswa itu secara langsung.

Inilah saran untuk solusi mengatasi calon siswa yg usianya diatas ketentuan yang berlaku  ( diatas 20 tahun), keputusan, pertimbangan dan.kebijaksanaanya adalah pada tim sleksi peserta dikalat Program PSBR dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten /Kota, " ujar Kasi Bina dan diklat. ( Syafruddin ).