4th ANNIVERSARY CAKRA BHAYANGKARA NEWS ** Media Cetak dan Online

Headlines!

Kementerian LHK Gerebek Galian C Ilegal Seluas 44 Hektar di Cileungsi -Bogor

Posted by: On November 07, 2019



Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Cakra Bhayangkara News - Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan operasi penegakan hukum bekerja sama dengan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Badan Reserse Kriminal Polri, Brimob Polda Jabar, dan Denpom III/1 Bogor. Tim berhasil mengamankan kawasan galian C ilegal seluas 44 hektare di Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Rabu (6/11).


Galian C ilegal yang beroperasi telah melanggar Pasal 98 Undang undang No. 32/2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman pidana paling singkat 3 tahun penjara dan paling lama 10 tahun penjara dan denda paling sedikit 3 milyar rupiah dan paling banyak 10 milyar rupiah.

Tim berhasil mengamankan aktor utama lapangan berinisial BS dengan barang bukti berupa 44 unit dump truck, tiga unit excavator, dan satu unit buldoser.

Dirjen Gakkum LHK, Rasio Ridho Sani, menegaskan bahwa terungkapnya kasus ini merupakan keberhasilan kolaborasi dan sinergitas KLHK bersama dengan Polri dan TNI serta masyarakat dalam penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan.

"(Ini juga) merupakan peringatan terhadap kegiatan ilegal yang lainnya," kata Dirjen Gakkum LHK.

Menurut Ridho, operasi ini dilakukan guna melindungi hak-hak konstitusi masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat.

"Kita tidak boleh membiarkan kerusakan lingkungan mengancam kesehatan dan berdampak terhadap kehidupan masyarakat kita. Pelanggaran seperti ini harus kita tegakkan. Agar ada efek jera," tegas dia.

“Kami akan terus meningkatkan upaya pemantauan aktivitas penggalian tanah yang dilakukan tanpa izin karena tidak sesuai dengan peruntukannya dan merusak lingkungan, serta akan mengungkap jaringan hingga ke akarnya,” ungkap Direktur PPH Ditjen Gakkum LHK. ( BILLY )

Dua Belas Pelaku Penyalah Gunaan Narkoba Di ringkus Polres Kotabaru Dalam Operasi Antik2019

Posted by: On November 07, 2019



Kotabaru, Kalimantan Selatan, Cakra Bhayangkara News - Puluhan tersangka Kasus Penyalah gunaan barang terlarang Narkoba, terjaring Anggota Polres Kotabaru dalam Operasi Antik Intan, yang dimulai dari Tanggal 14 Oktober sampai dengan 27 Oktober 2019.

Terkait hal itu, Kapolres Kotabaru AKBP Andi Adnan Syafruddin SIK. Kamis 7/11/2019 mengelar Konfrensi Pers diruangan rapat kapolres Kotabaru Kalimantan Selatan.

Hadir puluhan wartawan Lokal dan Nasional, Media online, Cetak, elektronik dan anggota Polres Kotabaru.

" Dari 12 orang tersangka terdiri dari pemain lama dan pemakai, " ucap Kapolres .

Operasi Antik Intan dilaksanakan  dari  tanggal 14 oktober sampai tanggal 27 Oktober 2019 ( 14 ) hari, 12 orang tersangka semuanya terlibat penggunaan barang terlarang ( Narkoba).


Semua tersangka 4 kasus Target Operasi ( TO) 8 Kasus Non Target Operasi ( Non TO ).

Lanjut Andanan Syafruddin, Pencegahan Pengguna atau pemakai barang terlarang ini dan hasilnya pun baik dan Positif. 

" Pencegahan untuk menghentikan  kegiatan bisnis barang terlarang ini harus adanya kekompakan orang tua, para Pendidikan ( guru sekolah ), tokoh atau pimpinan agama, Tokoh Masyarakat, ucap Kapolres Kotabaru.


Kapolres melanjutkan lagi, Pencegahan yang tepadu, kompak dan terjalin kerjasama yang baik dari ke 4 unsur tokoh tersebut, maka kegiatan Bisnis terlarang bisa berhenti, tapi pencegahan melalui jalur Hukum hasilnya tidak maksimal.

"Bisnis seperti ini, ada pembeli dan ada penjual atau ada pemakai dan ada Suplair (pengedar). 

Jadi kalu pemakai dapat dihentikan dengan berhasilnya upaya  pencegahan dari ke 4 unsur tokoh diatas, maka pasti bisnis tersebut tidak akan terjadi lagi Transaksi, trang Kapolres Kotabaru, " jelas Andi Adnan.

"Suriyanata ditangkap di pelabuhan Feery Tarjun dengan barang bukti 2 paket sabu dengan berat 0, 52 Grm..Nursalim ditangkap di Simpang Kematan disimpang 4 
Batulicin Kabupaten Tanah Bumb, " Terang Kapolres. ( Syafruddin ).

Anggota Unit Sabhara Patko Regu A Bersama Anggota Pos Sub sektor Polsek Cipayung Gelar Protap Gatur Lalin Pagi

Posted by: On November 07, 2019



Cipayung, Jakarta Timur, Cakra Bhayangkara News - Unit Sabhara Patko Regu *"A"* serta anggota pos sub sektor  Polsek Cipayung, melaksankan kegiatan Protap Gatur Lalin pagi, yang digelar di Wilayah hukum Polsek Cipayung, Jakarta Timur, Jumat, 008/11-2019. 


Adapun Ploting Anggota yang menempati area diantaranya Pertigaan Malaka Patko 51001 Aiptu  Abd Mukti dan Aiptu Sukir, Per. Lama Cipayung Patko 51002 Aipda Sanusi dan Bripka Heru A, Tl. Depan Mps Lubang Buaya Patko 51003 Aiptu  Durokhim dan Bripda Irlan A, Tl. Wakil alif Pos sub Pondok Ranggon. 
 
    
Kegiatan Protap Gatur Lalin tersebut di Pimpin Kanit Sabhara Iptu Dwi Prasetyo N bersama Panit 1 Sabhara Aiptu Abd Mukti. 

Pelaksanaan Protap gatur lalin berjalan dengan baik dan arus lalu lintas lancar dan terkendali. (Romi Marantika/Humas) 

*#JagaJaktimRumahkita#*

Iqbal : Polri Sesuaikan Keinginan Milenial Yang Lagi Tren

Posted by: On November 07, 2019



Jakarta, Cakra Bhayangkara News - Aktor Chicco Jerikho, artis Prilly Latuconsina, hingga sutradara Monty Tiwa menjadi dewan juri dalam ajang Police Movie Festival yang ke-6. Ajang tersebut merupakan program yang diselenggarakan oleh Divisi Humas Mabes Polri.


Kadiv Humas Polri, Irjen Pol M Iqbal mengatakan bahwa program yang digagas sejak tahun 2014 tersebut merupakan bentuk 'pemolisian' masyarakat. Acara tersebut juga telah digelar rutin setiap tahun.

"Sebenarnya ini adalah bentuk pemolisian masyarakat yang kita sesuaikan dengan tren kita saat ini," ucap M Iqbal di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (7/11).

Menurut Iqbal, di era digital dan (industri) 4.0, anak-anak muda saat ini sangat menyukai dunia yang berhubungan dengan audio visual. Sehingga, polri pun menyesuaikan keinginan milenial tersebut dengan sejumlah acara.

"Kita menginisiasi kegiatan ini lewat film-film pendek animasi untuk menyampaikan pesan-pesan yang baik. Intinya, kita mengajak semua masyarakat untuk membantu polri menjaga keamanan," terang Iqbal.

Tema 'Together We Are Strong' diambil karena masyarakat Indonesia baru saja melewati kontestasi politik yang menyebabkan banyak terjadi polarisasi. Sehingga, dengan usainya kontestasi politik tersebut, diharapkan masyarakat dapat kembali bersatu agar tetap kuat.

"Pemilu sudah selesai dan pelantikan Presiden sudah paripurna, lancar aman kondusif. Insyaallah, negara kita menjadi negara baldatun toyyibatun warabbun ghafur, kita sembari melakukan kebersamaan, yaitu bersama kita kuat. Temanya itu yang kami lakukan," ujar Iqbal.

Nantinya, dalam ajang tersebut, akan dipilih tiga peserta terbaik dari kategori film animasi dan film pendek. Hingga saat ini, jumlah peserta yang ikut dalam ajang tersebut sebanyak 386 dari seluruh penjuru Tanah Air.

"Mohon dukungan agar acara ini terus kita lakukan tiap tahunnya karena sangat positif. Insyaallah, tahun depan target kita bisa 500, semakin banyak dan Alhamdulillah, peserta yang nanti mendapatkan reward akan disekolahkan di luar negeri dan akan masuk kontestasi tingkat dunia," pungkas Iqbal.


Dalam acara Police Movie Festival tersebut, hadir juga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto, Kabaintelkam Polri Irjen Pol Agung Budi Maryoto, CEO MD Pictures Manoj Punjabi, hingga Chicco Jerikho. (Monti)

Pengawak Patroli Bakamla RI Siap Amankan Terorisme, Pembajakan dan Pelanggaran Wilayah  Perbatasan

Posted by: On November 07, 2019




Jakarta, Cakra Bhayangkara News -- Kewaspadaan akan bahaya terorisme, pembajakan dan pelanggaran wilayah perbatasan menjadi perhatian bersama. Sehingga upaya penanganannya tidak dapat dilaksankan secara sendiri, perlu sinergi antar penegak hukum di laut.

Hal ini disampaikan oleh Kasubdit Perencanaan dan Evaluasi Operasi Laut Kolonel Bakamla Asep Budiman saat memberikan pengarahan untuk pelaksanaan gladi studi kasus bagi peserta Briefing dan Gladi Posko Keamanan dan Keselamatan Laut di Aula Mabes Bakamla RI, Jl. Proklamasi No. 56, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/19).

Sehari sebelumnya, para peserta telah menerima materi paparan Kebijakan Gaklat dan Gakkum di laut Natuna Utara oleh Diplomat Muda Direktorat Hukum dan Perjanjian Kewilayahan DR. Gulardi Nurbintoro dan materi paparan Penanggulangan Kejahatan Terorisme di Wilayah Perbatasan Maritim Indonesia dan Filipina oleh Sestama BNPT Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi.


Pelaksanaan studi kasus ini, para peserta  dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama di ketuai oleh Kepala Pangkalan Kamla Batam Kolonel Ade P, S. Kel., M.Si(Han)., M.Tr. Hanla dengan anggota yang terdiri dari Bakamla, KKP dan Bea Cukai. Adapun skenario yang harus dikerjakan adalah kasus situasi laut Natuna Utara yang diketahui terdapat satu kapal pengawas perikanan Vietnam berpatroli digaris batas landas kontinen, diduga ada 1 kapal KIA membawa narkoba yang ditransfer dari kapal kargo yang melintas dan pada saat yang sama terdapat 1 KRI, 1 KN, 1 KP beroperasi di wilayah tersebut.

Kemudian, kelompok dua diketuai oleh Kabid Ops Kamla Zona Maritim Tengah Kolonel Bakamla Ahmad Muharam dengan anggota yang terdiri dari Bakamla, TNI AL, BNPT, KPLP,  Ditpolair Baharkam Polri, BNN dan Imigrasi. Adapun skenario yang harus dikerjakan adalah kasus situasi laut Sulawesi yang diketahui terdapat kapal kargo berbendera Panama MV. Global Ambision yang dibajak oleh kelompok bersenjata pada TW. 1103.2100 WITA di laut Sulu, pada TW 1105.1700 WITA kapal tersebut terdeteksi berada di laut Sulawesi dengan kecepatan 12 knots, berdasarkan info dari interpol, kelompok tersebut juga membawa senjata dan hendak diselundupkan ke Sulteng melalui Tinakareng di Sulut. Senjata tersebut akan digunakan kelompok teroris di Sulteng untuk melaksanakan aksinya. Pada saat yang sama terdapat 1 KRI dan 1 KN Bakamla sedang beroperasi di wilayah tersebut dalam rangka Patkor Indomalphi. Sedangkan 2 KRI, 1 KN, 2 KP Polisi dan 1 BC berada di pangkalan masing-masing. Terdapat juga 1 Patmar TNI AL standby di Lanudal Manado.

Skenario yang telah dibuat kemudian dipaparkan dihadapan jajaran pejabat Bakamla dan seluruh peserta sebagai hasil diskusi kelompoknya.

"Saya berharap pelaksanaan Latihan Gladi Studi Kasus ini, benar-benar dipedomani dan dijadikan acuan, kemudian ditindaklanjuti agar dapat menciptakan kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi situasi yang sebenarnya dilapangan," ujar Kolonel Asep.*red/Humas Bakamla

Autentikasi : Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono.

Film Hanya Manusia, Kapolres Serang Ajak Nobar Ormas dan Mahasiswa

Posted by: On November 07, 2019



Kabupaten Serang, Banten, Cakra Bhayangkara News - Kali ini Divisi Humas Polri membuat film berjudul Hanya Manusia, sebelumnya  sukses menggarap film berjudul Pohon Terkenal. Film Hanya Manusia serentak diputar di bioskop-bioskop kesayangan Anda, pada tanggal 07 November 2019. 

Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan bersama Staff dan  Bhayangkari Cabang Serang,  melakukan nonton bersama di salah satu bioskop di Kota Serang. Turut mengundang beberapa perwakilan organisasi masyarakat dan beberapa mahasiswa, Kamis (07/11/2019).

AKBP Indra Gunawan, mengatakan, film Hanya Manusia, layak ditonton masyarakat karena mengangkat tema human traficking atau perdagangan manusia. Film Hanya Manusia disutradarai Tepan Cobain dan skenarionya ditulis Monty Tiwa, yang juga dikenal sebagai sutradara. Lewat film Hanya Manusia, masyarakat umum dapat dikenalkan salah satu tugas Polri.

"Dan khususnya untuk para pemuda, semoga dengan menonton film Hanya Manusia, dapat memberikan motivasi untuk menjunjung cita-cita yang dinginkan dengan peduli terhadap negara Republik Indonesia," ucap Kapolres Serang AKBP  Indra Gunawan.(red/Agus) 

Ciptakan situasi kamtibmas, Personel Direktorat Samapta Polda Banten rutin patroli R4

Posted by: On November 07, 2019



Serang, Banten, Cakra Bhayangkara News - Personel Direktorat Samapta Polda Banten rutin melaksanakan kegiatan Patroli dengan menggunakan Roda Empat. Kamis, (07/11/2019), Pukul 06.00 WIB

Kapolda Banten Irjen Pol Drs Tomsi Tohir, Msi melalui Dirsamapta Polda Banten Kombes Pol Jondrial Sik mengatakan bahwa kegiatan Patroli R4 menggunakan kijang 1431 - XXIII sebagai wujud untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kejahatan jalanan serta dapat mewujudkan Kambtibmas yang kondusif di wilayah hukum Banten. 


"Kami menyisir daerah rawan kejahatan dimulai dari rute keberangkatan Polda Banten hingga Warunggunung, patroli ini sebagai wujud kehadiran Polri di masyarakat dengan tujuan untuk Memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, sehingga situasi keamanan di wilayah banten menjadi kondusif, " Katanya. 


Selain untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat lanjut jondrial menjelaskan bahwa kegiatan patroli  ini person dan berkoordinasi dengan dengan piket Polsek Warunggunung mengenai wilayah yang rawan terjadi tindak pidana curas, curat, dan curanmor, setelah melakukan kordinasi personel berpatroli ketempat rawan tersebut

"Dalam patroli personel mengingatkan warga di desa  pasir tangkil, warga di desa selaraja  untuk mengecek selalu keadaan wilayah sekitar, dan memperhatikan kendaraan yang datang dan pergi serta melaporkan ke kepolisian terdekat jika terjadi hal yang mencurigakan , " Ujarnya. 


Sementara itu Kabid humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata, S.I.K, M.H mengatakan bahwa personel Ditsamapta  Polda Banten Berdialog  dan selalu mengingatkan kepada masyarakat   agar selalu berhati-hati dalam bertugas, selalu waspada karena kejahatan bisa datang tiba-tiba 

"Pesonel dit samapta Polda Banten Mengunjungi piket Polsek Warunggunung mengenai wilayah yang rawan terjadi tindak kejahatan curat, curas, dan curanmor di wilayah polsek warunggunung, Melaksanakan dan Menghimbau agar tetap waspada terhadap tindak pidana curas, curanmor, dan curat, Berdialog dengan warga di desa  pasir tangkil, warga di desa selaraja  menghimbau untuk selalu waspada terhadap tindak kejahatan di malam hari dan jangan lupa memeriksa aliran listrik dan memeriksa kunci toko memastikan toko sudah terkunci ketika toko sudah tutup."kata kabid humas Polda Banten

Selama pelaksanaan patroli R4 dini hari Situasi Lokasi dan jalur yang di lalui regu Patroli Aman terkendali dan tidak ditemukan adanya kriminalitas atau kejahatan jalanan.(red/Bidhumas) 

Tangkal Berkembangnya Paham Radikal, Polda Banten Intens Patroli Dialogis

Posted by: On November 07, 2019



Pandeglang, Banten, Cakra Bhayangkara News - Kepolisian Daerah Banten meningkatkan kegiatan patroli dialogis dalam upaya menciptakan rasa aman masyarakat dan mencegah berkembangnya paham radikalisme. 

Seperti halnya yang dilakukan Direktorat Samapta Polda Banten melaksanakan patroli sampai ke daerah-daerah pelosok pedesaan, salah satunya di Kampung Pasir, Kelurahan Bayan, Kabupaten Pandeglang, Kamis (7/11/2019).

Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Tomsi Tohir M.Si melalui Ditsamapta Kombes Pol Jondrial mengatakan bahwa kegiatan patroli tersebut dilakukan agar warga merasa aman dengan kehadiran anggota Polri di tengah-tengah masyarakat.

"Kegiatan patroli ini mengedepankan penyampaian himbauan kamtibmas dengan menyentuh masyarakat secara langsung," kata Kombes Pol Jondrial.

Dengan begitu, lanjutnya, himbauan kamtibmas kepada masyarakat dapat tersampaikan lebih efektif. Kegiatan ini dilakukan diberbagai lokasi dimana warga beraktifitas, seperti tempat ibadah, pos ronda/keamanan warga dan lainnya.

"Lebih efektif dilaksanakan, patroli dengan memberikan himbauan sekaligus dapat menyerap informasi serta situasi dilokasi yang dijadikan sasaran kegiatan berlangsung," terangnya.

Senada dengan hal tersebut, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi S.IK MH menerangkan bahwa hal tersebut merupakan salah satu upaya Kepolisian dalam mencegah berkembangnya paham radikal berkembang di masyarakat. 

"Ini salah satu upaya Kepolisian khususnya Polda Banten dalam upaya pencegahan isu dan paham radikalisme tumbuh di masyarakat," ujar Kombes Pol Edy Sumardi.(red/Bidhumas) 

Prajurit TNI di Perbatasan Manfaatkan Lahan Kosong Jadi Kebun Sayur

Posted by: On November 07, 2019



 

Merauke, Cakra Bhayangkara News --Dalam mengisi waktu luangnya sekaligus mewujudkan misi ketahanan pangan nasional, prajurit TNI Batalyon Infanteri Mekanis Raider (Yonif MR) 411/Pandawa Kostrad yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) memanfaatkan lahan kosong untuk cocok tanam.

 

Berbagai macam jenis sayur-sayuran seperti kacang panjang, sawi, kangkung dan tomat ditanam di lahan kosong yang berada di sekitar Pos Kaliwanggo Satgas Yonif MR 411/Pandawa Kostrad, Distrik Sota, Merauke, Papua.

 

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pandawa Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., Kamis (7/11/2019) menuturkan bahwa pemanfaatan lahan kosong oleh personel Pos Kaliwanggo yang disulap menjadi kebun sayur-sayuran merupakan hal positif yang terus dikembangkan oleh personel pos jajaran Satgas, baik itu di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan prajurit sendiri.

 

Hal tersebut juga sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman antara TNI dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. “Prajurit penjaga perbatasanpun mengimplementasikannya dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada supaya lebih produktif dan bermanfaat,” kata Mayor Inf Rizky Aditya.

 

“Kegiatan ketahanan pangan juga dilakukan bersama masyarakat yang ada disekitar pos Satgas, hal tersebut bertujuan untuk membantu meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan masyarakat di perbatasan,” tambahnya.

 

Dansatgas juga menegaskan bahwa sesuai dengan tekad Satgas Yonif MR 411/Pandawa Kostrad sejak awal bertugas adalah membawa perubahan baik dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

 

Sementara itu, Komandan Pos Kaliwanggo Kapten Inf Adik Sunarto mengatakan bahwa kegiatan berkebun dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada di sekitar pos adalah untuk mengisi waktu luang disamping tugas pokok sebagai pasukan penjaga perbatasan yang kita emban sekarang.

 

“Hasil panennya lumayan bisa untuk dikonsumsi sendiri guna memenuhi kebutuhan sehari-hari dapur pos, sehingga waktu luang dimedan tugaspun bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif dan bermanfaat,” katanya.*red/Puspen TNI

 

Autentikasi :

Pasi Intel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 411 Kostrad, Lettu Inf Asep Saepudin

Ex-Combatant Kongo Kembali Serahkan Senjata dan Radio ke Satgas TNI

Posted by: On November 07, 2019



Republik Demokratik Kongo, Cakra Bhayangkara News -- Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO menggelar Operasi Sadar-02, yang menitikberatkan pada pencarian informasi tentang keberadaan senjata dan perlengkapan vital lainnya milik Batalion Benin yang pernah dirampas oleh kelompok bersenjata.

 

Tim Operasi Sadar-02 menerima penyerahan 2 pucuk senjata jenis AK-47, 1 pucuk RPG dan 1 unit radio komunikasi SSB dari kelompok bersenjata atau Mai-Mai Apa Na Pale. Demikian dikatakan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Konga XXXIX-A Rapid Deployable Battalion (RDB) Mission de L’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo (MONUSCO) Kolonel Inf Dwi Sasongko saat menerima Tim Operasi Sadar-02 yang dipimpin oleh Kapten Inf Agung Sedayu, bertempat di Markas Indo RDB, Kalemie, Provinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo, Rabu (6/11/2019).

 

Dikatakan Kolonel Inf Dwi Sasongko bahwa berkat dedikasi, loyalitas dan semangat prajurit Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO selama pelaksanaan Operasi Sadar-02 telah membuahkan hasil. Keberhasilan itu dicapai karena adanya komunikasi aktif antara personel satgas dengan kepala desa maupun tokoh adat serta masyarakat di berbagai wilayah teritori bendera,” ucapnya.

 

Sesuai dengan ketentuan, selanjutnya senjata dan alat komunikasi tersebut diserahkan kembali kepada staf Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration And Resettelement (DDR/RR) untuk proses lanjut,” ujar Dansatgas.

 

Sementara itu, Mr. Mayaya selaku pimpinan dari Mai-Mai Apa Na Pale mengatakan bahwa 3 pucuk senjata dan alat komunikasi tersebut memang benar berasal dari Batalion Benin dirampas pada tahun 2018 lalu. Penyerahan senjata dan alat komunikasi tersebut merupakan niat baik kami untuk mengembalikan kepada pihak MONUSCO yang diterima oleh Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO,” katanya.


 

Hingga saat ini, Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO telah berhasil menerima penyerahan senjata dari Ex-Combatant sebanyak 61 pucuk senjata terdiri dari 52 pucuk AK-47, 1 pucuk pistol FN-45, 2 pucuk Machine Gun, 3 pucuk RPG, 2 pucuk Arquebus, 1 pucuk mortir, 1 buah granat, ratusan munisi, puluhan senjata tajam, ratusan busur dan ribuan anak panah.*red/Puspen TNI

 

Autentikasi:

Papen Satgas TNI Konga XXXIX-A/RDB, Kapten Laut (KH) Oni Susilo W.

Panglima TNI :  Operasi TNI Tidak Hanya Mengandalkan Metode Peperangan Konvensional

Posted by: On November 07, 2019



 

Bandung, Cakra Bhayangkara News -- Konsep operasi masa kini yang sedang dikembangkan adalah operasi multi dimensi, yang berbasis teknologi Network Centric Warfare.  Operasi TNI tidak hanya mengandalkan metode peperangan konvensional semata, tetapi pada saat yang sama dibarengi dengan pelibatan Siber TNI, Puspen TNI, Intelijen, Teritorial, Satgas Dukungan, dan upaya diplomasi.

 

Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. di hadapan 566 Perwira Siswa Seskoad, Seskoal dan Seskoau tahun 2019, bertempat di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, Jl. Gatot Subroto No. 96 Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/11/2019).

 

Panglima TNI mengatakan bahwa Network Centric Warfare adalah metode peperangan yang berbasis pada konektivitas jaringan komunikasi dan data secara real time dari markas ke unit-unit tempur dan sebaliknya, untuk mempercepat proses pengambilan keputusan komando, didasarkan pada data-data dan informasi terkini.

 

“Oleh karenanya dibutuhkan dukungan teknologi tinggi untuk memiliki kemampuan Network Centric Warfare, salah satunya adalah melalui program Interoperability Kodal yang sudah diajukan ke Kemhan melalui mekanisme pengadaan alutsista luar negeri,” ujarnya.

 

Panglima TNI menegaskan bahwa dalam konteks kekinian, Puspen TNI tidak lagi hanya sebagai institusi penerangan masyarakat tetapi sudah harus berubah menjadi media warrior yang melaksanakan media warfare untuk memenangkan opini publik. Demikian juga dengan Siber TNI, Psikologi TNI, dan Koopssus TNI yang melaksanakan operasi-operasi khusus.  “Upaya mencapai keberhasilan operasi TNI harus dicapai melalui segala lini, dan dilaksanakan secara terintegrasi, dengan tujuan akhir adalah untuk keberhasilan pelaksanaan tugas pokok,” terangnya.

 

Panglima TNI juga menyampaikan bahwa spektrum ancaman yang sangat kompleks membutuhkan organisasi yang adaptif.  Organisasi yang tidak responsive atau tidak adaptif dengan tantangan dan ancaman yang baru akan tenggelam dan digilas perubahan. “Untuk menjadi organisasi yang adaptif, TNI membutuhkan perwira-perwira yang adaptif pula. Perwira yang tidak alergi dengan perubahan, mampu melihat trend, bersinergi, dan tidak berpikiran sempit,” tegasnya.

 

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, perlu ada perubahan mind set para perwira bahwa situasi saat ini sangat dinamis, cepat berubah dan membutuhkan respon tinggi. “Tidak ada lagi jamannya para komandan santai-santai dan berleha-leha di kursi komandan. Komandan harus turun ke lapangan, melihat fenomena dan trend perubahan ancaman, kondisi masyarakat, anak buah, dan berpikir antisipatif,” tuturnya.

 

“Terlebih dengan dunia gadget dewasa ini. Jangan kemudian komandan hanya sibuk dengan gadgetnya, abai terhadap perkembangan anak buah. Pembinaan anggota tidak dapat dilepaskan dari tugas dan tanggung jawab setiap Dansat,” tambahnya.

 

Diakhir pembekalannya, Panglima TNI mengingatkan bahwa pendidikan semacam Sesko TNI dan Sesko Angkatan harus dapat mencetak sumber daya manusia unggulan berupa perwira-perwira yang berkualitas.  “Pembinaan para personel tersebut harus berdasar pada merit system, the right man on the right place, serta memperhatikan kemampuan dan prestasi,” katanya.*red/Puspen TNI

 

Autentikasi:

Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman

FPII Sulteng Anggap KIP Berjalan Lambat

Posted by: On November 07, 2019



Sulteng, Cakra Bhayangkara News - Sekertaris FPII Sulawesi Tengah, Jemmy Tehardjo menghadiri acara 'Implementasi UU KIP dalam konteks kekinian' di salah satu Coffee Hall, Kamis (07/11). Ia menilai bahwa kehadiran KIP sejak tahun 2012 lalu ternyata belum menunjukkan taringnya, justru terkesan berjalan lambat bagai 'kura-kura'.

Menurut Sekretaris FPII Sulteng, JeMmy Tehardjo, hal ini penting untuk keterbukaan informasi publik, karena merupakan aspek yang tidak terpisahkan dari demokrasi yang menjujung kebebasan dan hak asasi manusia.

“Keterbukaan informasi publik menjadi aspek penting demokrasi dalam pemenuhan hak individu atas informasi publik,” kata Jem panggilan akrabnya.

Di Indonesia sendiri pengakuan atas akses memperoleh informasi sebagai salah satu hak asasi manusia tercantum dalam konstitusi UUD 1945 pada Pasal 28F dan Undan-Undang lainnya, seperti UU No.39 Tahun 1999 tentang HAM, kemudian UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers Pasal 4 dan UU No.28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas KKN pada Pasal 9 Ayat (1).

“Pengakuan akses terhadap informasi sebagai hak asasi manusia
tersebut juga tercantum dalam Pasal 19 Kovenan Internasional Hak-hak Sipil dan Politik” terangnya.

Oleh karenanya, sambung sumber yang sama, dengan adanya beberapa Undang-Undang tersebut, memperlihatkan bahwa hak atas informasi menjadi aspek penting dalam menciptakan serta menumbuhkan demokrasi yang mapan, proses pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak kepada rakyat serta pemberantasan korupsi.

“Untuk mendorong keterbukaan informasi publik maka lahirlah Undang-Undang
No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publlik (UU KIP) yang disahkan DPR RI pada 3 April 2008,” pungkas Jem mengakhiri perbincangan dengan wartawan.


Acara ini juga dihadiri oleh Anggota DPRD Sulteng Komisi A, Maimuna dan beberapa Ormas yang ada di Sulteng. (red) 

Sumber : Setwil Sulteng