4th ANNIVERSARY CAKRA BHAYANGKARA NEWS ** Media Cetak dan Online

Headlines!

Panglima TNI :  Kemampuan Menembak Menunjukkan Profesionalisme Prajurit

Posted by: On Desember 01, 2019



Depok, Cakra Bhayangkara News -- Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. diwakili oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto bertindak selaku Inspektur Upacara pada Pembukaan Lomba Tembak Piala Panglima TNI Tahun 2019 di GOR Kartika TNI AD Cilodong, Depok, Jawa Barat, Senin (2/12/2019).

 

Panglima TNI dalam amanatnya yang dibacakan Letjen TNI Joni Supriyanto menyampaikan bahwa kemampuan menembak bagi prajurit TNI merupakan suatu tuntutan. Oleh karena itu, kemampuan menembak setiap prajurit TNI harus terus dipelihara dan ditingkatkan melalui berbagai latihan dan ajang lomba, sehingga lebih memotivasi prajurit untuk mencapai prestasi terbaik.

 

“Kemampuan menembak menjadi sangat penting dalam rangka mendukung tugas pokok TNI dan menunjukkan profesionalisme prajurit TNI sebagai alat pertahanan negara,” tegasnya.

 

Kegiatan Lomba Tembak Piala Panglima TNI merupakan program agenda tahunan Mabes TNI, dimana penyelenggaraannya dilaksanakan secara bergiliran oleh tiap-tiap angkatan. “Tahun ini, TNI Angkatan Darat bertindak selaku penyelenggara lomba dan  dilaksanakan di Lapangan Tembak Kartika Cilodong,” kata Panglima TNI.

 

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, kegiatan ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana hasil pembinaan dan kaderisasi para atlet menembak maupun petembak eksekutif perwira tinggi yang dilakukan oleh tiap-tiap angkatan. “Yang tidak kalah pentingnya adalah untuk meningkatkan soliditas, memupuk jiwa kompetisi yang sehat serta menggali dan meningkatkan potensi para atlet menembak TNI untuk dapat mengikuti berbagai ajang perlombaan di tingkat nasional maupun internasional seperti SEA Games, Asian Games, CISM World Military Games dan Olimpiade,” jelasnya.

 

Diakhir amanatnya, Panglima TNI memberikan penekanan dan harapan. Pertama, laksanakan lomba dengan sikap sportif, jujur dan penuh semangat guna mencapai tujuan penyelenggaraan lomba ini. Kedua, jaga nama baik masing-masing kontingen dan raih prestasi terbaik. Ketiga, manfaatkan ajang lomba tembak ini sebagai wahana memupuk jiwa korsa, kebersamaan dan soliditas sesama prajurit. Keempat: Laksanakan penilaian dengan jujur dan objektif, sehingga lomba tembak berjalan dengan lancar, tertib, aman dan sukses. Kelima, perhatikan faktor keamanan personel dan materiil selama kegiatan berlangsung.

 

Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2019 yang bertemakan “Dengan Semangat Kompetisi Yang Sehat Dilandasi Sportivitas dan Soliditas Yang Tinggi Demi Meraih Prestasi, Kita Wujudkan Profesionalisme Atlet Menembak TNI Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI”, dilaksanakan mulai tanggal 2 s/d 6 Desember 2019 di Lapangan Tembak Kartika Cilodong.

 

Adapun materi lomba tembak meliputi 10 M Air Pistol Kaliber 4,5 MM individual putra dan putri, 10 M Air Rifle Kaliber 4,5 MM individual putra dan putri, 25 M Pistol (Kaliber 32 MM dan 22 MM) individual dan tim putra, 50 M Rifle Kaliber 22 MM (Prone putra dan putri) individual dan tim, 300 M Rifle Kaliber 7,62 MM individual dan tim putra, Air Pistol Silhoutte Kaliber 4,5 MM putra, Air Rifle Silhoutte Kaliber 4,5 MM putra,  PPC WA 1500 Course Of Fire Kaliber 9 MM putra dan Eksekutif Pati Kaliber 9 MM terdiri dari Pistol individual dan tim Slow Rapid Fire serta Pistol Falling Plate.*red/Puspen TNI

 

Autentikasi:

Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman

Keluhan Keluarga Pasien dengan Pelayanan IGD RSUD Kota Depok

Posted by: On November 29, 2019




Jakarta, Cakra Bhayangkara News -- Merasa ditelantarkan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, keluarga pasien bernama Hais (45) yang mengurus orang tua nya (sakit) salah satu pasien di RSUD Kota Depok tersebut mengeluhkan, Selasa (19/11) malam.

Keluhan keluarga pasien yang merupakan warga Kota Depok Kecamatan Sawangan, dipicu lambatnya penanganan pasien di RSUD Kota Depok.

Berdasarkan informasi yang disampaikan ke awak media, keluarga pasien Hais mengatakan, Pembangunan RSUD saat ini belum memenuhi kebutuhan pasien. Pasien yang datang hanya diberikan kursi roda dan oksigen. Itupun harus keluarga pasien yang rajin menanyakan pada petugas medis IGD RSUD Depok.

Antrinya penempatan kamar bagi pasien IGD yang di rawat membuat pasien baru tidak kebagian tempat tidur. Jam sibuk IGD antara malam hari hingga pagi hari merupakan PR buat managemen RSUD Depok.

Beberapa pasien yang tidak bisa duduk, diharus mencari IGD lain oleh petugas IGD sungguh ironis.

Seharusnya dengan menjalankan misinya sebagai institusi pelayanan sosial, dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat banyak dan harus selalu memperhatikan etika pelayanan.

Dengan berbicara tentang kualitas pelayanan, rumah sakit pada dasarnya bertujuan memberikan kepuasan bagi pasiennya. Kepuasan pasien merupakan adalah kunci penting meningkatkan pelayanan kesehatan, karena keuntungan utama sistem pelayanan kesehatan adalah pasien. Pasien yang puas akan selalu nyaman di rumah sakit dalam waktu lama, selalu kembali dan merekomendasikan kepada orang lain.(Tim)