4th ANNIVERSARY CAKRA BHAYANGKARA NEWS ** Media Cetak dan Online

Headlines!

Panglima TNI : Gunakan Filosofi “Ala Bisa Karena Biasa”

Posted by: On Desember 06, 2019



 

Depok, Cakra Bhayangkara News --  Gunakan filosofi “ala bisa karena biasa” yang berorientasi pada azas tujuan dalam pembinaan, dengan pengembangan sistem dan metoda latihan yang berkelanjutan serta evaluasi dari setiap tahapan latihan. Karena untuk mencapai prestasi terbaik dan membanggakan, diperlukan proses latihan secara bertahap, berlanjut dan berkesinambungan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang akan dicapai.

 

Demikian disampaikan Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. pada upacara penutupan Lomba Tembak Piala Panglima TNI Tahun 2019 di Lapangan Tembak Kartika Cilodong, Depok, Jawa Barat, Jumat (6/12/2019).

 

“Untuk itu perlu kiranya bagi tiap-tiap angkatan menyelenggarakan event kejuaraan menembak sebagai outcome  dari  pembinaan  dan  latihan di satuan. Jadikan event tersebut sebagai pemacu motivasi, sehingga menjadi tolok ukur keberhasilan para atlet menembak TNI,” kata Panglima TNI.

 

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa atas nama komando mengucapkan selamat kepada para atlet yang meraih predikat juara dalam rangka Lomba Tembak Piala Panglima TNI tahun 2019 yang  diselenggarakan  selama 5 (lima) hari, dan telah berjuang menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk menjadi yang terbaik dan kepada para atlet yang meraih prestasi meningkat dari event sebelumnya.

 

“Kepada yang belum berhasil bahkan mengalami penurunan dari sebelumnya, saya mengingatkan bahwa hasil hari ini merupakan tantangan untuk tampil lebih baik di hari esok, sekaligus menjadi bahan evaluasi masing-masing angkatan dalam pembinaan petembak  selama ini,” ucapnya.

 

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, apapun hasil dari lomba tahun ini, harus di apresiasi dan dijadikan potret dari tiap-tiap kontingen, guna mengambil langkah dalam pembinaan prestasi secara professional, searah dengan kemajuan sport management yang berkembang, baik terkait dengan rekrutmen atlet maupun sistem dan metoda latihan.

 

“Atas nama pribadi saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia penyelenggara dan pendukung, secara khusus kepada Panglima Divisi 1/Kostrad selaku tuan rumah dan ketua penyelenggara atas  terlaksananya  Lomba Tembak Piala Panglima TNI tahun 2019 dengan tertib, aman dan lancar,” katanya.

 

Kepada para Kepala Staf Angkatan, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengucapkan terima kasih atas kesediaan dan partisipasinya dalam menyiapkan dan mengikutsertakan para petembak terbaiknya untuk turut ambil bagian dalam lomba tembak ini. “Sekali lagi saya menyampaikan apresiasi terhadap segala upaya yang telah dilakukan,” ungkapnya.

 

Selanjutnya Panglima TNI mengatakan bahwa guna meningkatkan profesionalisme prajurit, khususnya dalam kemampuan menembak sekaligus sebagai upaya membangun soliditas antar angkatan, saya tetapkan sebagai penyelenggara Lomba Tembak Piala Panglima TNI tahun 2020 adalah TNI Angkatan Laut.  “Saya minta agar disiapkan sarana dan prasarana  yang  dibutuhkan  sesuai  standar  ketentuan yang berlaku pada kegiatan lomba tembak,” tutupnya.

 

Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2019 yang bertemakan “Dengan Semangat Kompetisi Yang Sehat Dilandasi Sportivitas dan Soliditas Yang Tinggi Demi Meraih Prestasi, Kita Wujudkan Profesionalisme Atlet Menembak TNI Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI”, dilaksanakan mulai tanggal 2 s/d 6 Desember 2019, diikuti oleh 4 (empat) kontingen yaitu Kontingen Mabes TNI, TNI AD, TNI AL dan TNI AU.

 

Hasil yang dicapai yaitu Lomba Tembak Eksekutif Pati : Kontingen TNI AD – A dengan catatan waktu 08,07 detik ; Kontingen TNI AD – B dengan catatan waktu 08,15 detik dan Kontingen Mabes TNI – A dengan catatan waktu 10,47 detik. Berdasarkan hasil tersebut, Kontingen TNI AD – A meraih Trophy Eksekutif Pati.

 

Sementara itu, perolehan medali kelompok prestasi yaitu Kontingen TNI AD (27 Emas, 15 Perak, 8 Perunggu), Kontingen TNI AU (5 Emas, 18 Perak, 9 Perunggu), Kontingen TNI AL (2 Emas, 8 Perunggu) dan Kontingen Mabes TNI (1 Perak, 9 Perunggu).*red/Puspen TNI

 

Autentikasi:

Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman

Posted by: On Desember 05, 2019



Merauke, Cakra Bhayangkara News --Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad, Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.A.P., M.Si., M.Tr.(Han), didampingi Asops Kasdivif 2 Kostrad Kolonel Inf Septa Viandi Dwi dan Danbrigif Mekanis Raider 6/2 Kostrad Kolonel Inf Ade David Siregar mengunjungi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Batalyon Infanteri Mekanis Raider (Yonif MR) 411/PDW Kostrad sektor selatan, Kab. Merauke dibawah Kolakops Korem 174/ATW.

 

Kunjungan Pangdivif 2 Kostrad, yang dilaksanakan selama dua hari yakni tanggal 4 dan 5 Desember 2019 dalam rangka Pengawasan dan Pengendalian Operasi (Dalwasops) Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/PDW Kostrad sekaligus juga untuk melihat secara langsung kondisi para prajurit yang sedang bertugas menjaga keamanan perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG).

 

Dalam kunjungannya, Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.A.P., M.Si., M.Tr.(Han) beserta rombongan disambut oleh Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/PDW Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., beserta seluruh prajurit, pelajar dan masyarakat di Pos Kotis, Bupul 1, Kampung Sipias, Distrik Eligobel, Merauke, Papua, Kamis (5/12/2019).

 

Sebelumnya pada Rabu 4 Desember 2019, Pangdivif 2 Kostrad beserta rombongan mengunjungi Pos Kuler yang berada di Kampung Kuler, Distrik Naukenjerai Merauke, guna melihat langsung kondisi pos, prajurit dan bertatap muka dengan masyarakat sekitar pos. Dihari kedua ini, selain mengunjungi Pos Kotis dan Pos Kout juga meninjau langsung prajurit yang berada di Pos-pos jajaran Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad di sepanjang jalan Trans Papua Merauke - Boven Digoel.

 

Pada kunjungan hari terakhirnya, Jenderal Bintang Dua ini juga bertatap muka langsung dengan masyarakat Kampung Sipias, Distrik Eligobel dan Kampung Sota, Distrik Sota. Sambutan dengan Tarian Khas dari Suku Kanum dan Suku Yeinan dipersembahkan sebagai simbol atas keharmonisan antara Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad dengan masyarakat dimedan tugasnya.

 

Sedangkan arahan dan motivasi yang diberikan kepada prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/PDW Kostrad, agar melaksanakan tugas di perbatasan dengan baik dan profesional, selalu dekat dengan rakyat dengan tetap memperhatikan faktor keamanan, jauhi pelanggaran, selalu jaga kesehatan dan ibadah sesuai dengan agama masing-masing.

 

“Tugas adalah kehormatan bagi setiap prajurit. Melaksanakan tugas dengan baik dan maksimal berarti menjaga kehormatan kalian sebagai seorang prajurit, selalu semangat dalam melaksanakan tugas, saya bangga dengan Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad karena telah memberikan kesan baik selama bertugas 5 bulan ini,” ucap Mayjen TNI Tri Yuniarto.

 

Orang nomor satu di Divif 2 Kostrad tersebut berpesan, disisa masa tugas selama 4 bulan kedepan untuk terus berbuat yang terbaik, selalu berkordinasi dengan semua instansi terkait untuk melaksanakan kegiatan teritorial dan inovasi-inovasi yang bermanfaat serta dapat membawa perubahan positif bagi seluruh masyarakat demi mendukung keberhasilan tugas.

 

Dansatgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., mengatakan, suatu kebanggaan dan kehormatan bagi kami (satgas) bisa menerima kunjungan Pangdivif 2 Kostrad. Motivasi dan arahan yang diberikan tentunya akan menjadi amunisi dan semangat baru bagi anggota Satgas untuk menunjukkan prestasi sebagai prajurit Kostrad sejati.  “Pangdivif 2 Kostrad menyakinkan bahwa Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad tetap dalam kondisi yang optimal di dalam melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI- PNG,” imbuhnya.

 

Turut menyambut kedatangan Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad di Merauke Bapak Bupati Merauke Frederikus Gebze, Kasrem 174 ATW, Kasi Intel Korem 174/ATW, Kasi Pers Korem 174/ATW, Kapolres Merauke, Wadanlanud Merauke, Danyonif 755/Yalet Kostrad, Dansatgas Yonif Mekanis Raider 411 Kostrad dan Para Pasi Satgas Yonif Mekanis Raider 411 Kostrad.*red/Puspen TNI

 

Autentikasi :

Pasi Intel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/PDW Kostrad, Lettu Inf Asep Saepudin

KODIM 0508 Depok adakan Sosialisasi UU ITE

Posted by: On Desember 05, 2019



Depok,Jabar, Cakra Bhayangkara News - Kodim 0508/Depok menyelenggarakan acara Sosialisasi tentang Undang Undang Informasi dan transaksi elektronik atau yang disingkat dengan UU ITE.


Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ibu Happy Agus Isrok Mikroj, Ibu Wakil Ketua, Pengurus Persit Cabang, para Danramil dan Perwira Staf Kodim, Anggota, PNS serta Ibu ibu Persit Kartika Candra Kirana Cabang XXII Kodim 0508/Depok Koorcab Rem 051/PD JAYA yang bertempat di Aula Makodim 0508/Depok, Kamis (05/12/2019)


Dalam sambutannya yang diwakili oleh Danramil Cimanggis Mayor Imam, Dandim 0508/Depok, Kolonel Inf Agus Istok Mikroj menyampaikan bahwa sosialisasi tentang UU ITE dan bahaya paham radikalisme ini sangat penting dan perlu disampaikan kepada para  anggota TNI, PNS beserta keluarganya, terutama Ibu Persit. Karena seiring dengan perkembangan tehnologi , kita harus mewaspadai adanya pengaruh negatif dampak daripada penggunaan medsos yang tidak baik. Maka beliau berharap kepada seluruh Anggota dan keluarga besar Kodim 0508/Depok agar lebih berhati hati dan bijak dalam bermedsos. 


Adapun penjelasan lebih lanjut kemudian dipaparkan oleh Danramil 04/Bojonggede Kapten CHK Edy Sugiyarto, SH. Beliau memaparkan tentang pasal pasal yang bisa menjerat pelaku pelanggaran UU ITE. Bagaimana hukuman dan sanksi yang dijatuhkan apabila pelanggaran yang menyangkut Informasi dan Transaksi Elektronik ini dilakukan oleh TNI maupun keluarganya. Karena bagaimanapun, Persit adalah bagian dari pada TNI AD, yang mana tugas tanggung jawab nya di atur dalam AD ART, tegasnya.(Teguh) 

Lantamal VIII Peringati Hari Armada RI Tahun 2019

Posted by: On Desember 05, 2019



Manado, Sulut, Cakra Bhayangkara News - Danlantamal VIII diwakili oleh Wadan Lantamal VIII Kolonel Laut (P) Johanes Djanarko Wibowo bertindak selaku Inspektur Upacara dan Komandan Upacara (Danup) Mayor Laut (KH) M. Samuel Pontoh, S.I.P. dalam rangka Upacara memperingati Hari Armada RI Tahun 2019 yang bertempat di Lapangan Mako Lantamal VIII, Kamis, 05 Desember 2019. 

Kegiatan diawali dengan Pembacaan Sejarah Singkat Armada Republik Indonesia dan di lanjutkan Upacara Hari Armada RI tahun 2019 dengan Tema "Armada Sebagai Pengawal Samudera Siap Mewujudkan Prajurit Pejuang, Profesional, Bermoral dan Militan".


Dalam amanat Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E. M.M. yang dibacakan Irup Kolonel Laut Johanes Djanarko Wibowo menyampaikan bahwa "Peringatan Hari Armada RI yang dilaksanakan setiap tahun tentunya tidak dimaknai hanya sekedar sebagai sebuah kegiatan seremonial semata, karena hari Armada RI memiliki banyak arti penting bagi segenap prajurit Komando Armada RI dimanapun bertugas"pungkasnya.

Selanjutnya dengan pembangunan postur kekuatan Angkatan Laut maka diperlukan suatu konsep operasi dan gelar kekuatan Angkatan Laut yang optimal disertai oleh tingkat kesiapan operasional yang tinggi. ucap Johanes

Selain itu Untuk pemenuhan kekuatan pokok minimum pada Renstra berikutnya diarahkan pada perencanaan pembangunan kekuatan yang berbasis pada perpaduan antara perencanaan yang berdasarkan kemampuan (Capability Based Plan) dan berdasarkan ancaman (Threat Based Plan) dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran pertahanan Negara (Budget Based Plan). tutur johanes.

Johanes juga "mengatakan tentang kesiapan operasional, tentunya dalam pembangunan kekuatan Angkatan Laut harus selaras dengan peningkatan profesionalisme yang diikuti dengan kesejahteraan prajurit". Ucapnya

Sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul maka peningkatan profesionalisme prajurit juga menjadi prioritas utama TNI Angkatan Laut dalam Renstra kedepan. 

Pada acara syukuran tersebut di lanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang diberikan kepada prajurit Lantamal VIII termuda. 

Nampak Hadir dalam kegiatan, Wadan Lantamal VIII Kolonel Laut (P) Johanes Djanarko Wibowo, Para Asisten Danlantamal VIII, Kadis/Kasatker Lantamal VIII, Prajurit Lantamal VIII, Yonmarhanlan VIII, Satrol Lantamal VIII, Lanudal Manado dan PNS Lantamal VIII.

Agusfiandy

Satgas Pamrahwan Maluku Yonif RK 136/TS Gelar Pengobatan Gratis

Posted by: On Desember 05, 2019



Maluku, Cakra Bhayangkara News -- Satuan Tugas Operasi Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Ops Pamrahwan) Maluku Batalyon Infanteri Raider Khusus (Yonif RK) 136/Tuah Sakti (TS) dibawah pimpinan Letkol Inf Hasbul Hasyiek Lubis sebagai Dansatgas, menggelar pengobatan gratis yang dilaksanakan secara berkeliling ke desa-desa.

 

Ratusan warga sangat antusias menyambut pengobatan gratis Satgas Yonif RK 136/TS di Desa Morela dan Desa Waai Kota Ambon, Dusun Siompu dan Dusun Kelapa Dua Kec. Kairatu Kab. Seram Bagian Barat hingga ke Desa Hulaliu Kec. Pulau Haruku Kab. Maluku Tengah.

 

Pengobatan gratis yang digelar secara berkeliling tersebut dilaksanakan dalam kurun waktu lima hari sejak tanggal 30 November 2019 hingga 4 Desember 2019, dengan mengangkat tema “Senyum Ale Senyum Katong Jua”.

 

Dokter Satgas Lettu Ckm dr. Edvan Henry mengungkapkan bahwa mayoritas warga yang mendatangi pengobatan tersebut didominasi oleh orang tua atau lansia dan anak-anak.

 

“Jenis penyakit yang paling banyak diderita para pasien diantaranya alergi atau penyakit kulit, gatal-gatal, diare, Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA), penyakit degeneratif seperti dibetes melitus, hipertensi, dislipidemia dan osteoatritis,” terangnya.

 

Lebih lanjut Dokter Satgas mengatakan bahwa bukan hanya memberikan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga, namun kegiatan bakti sosial seperti ini bisa memberikan pemahaman bagi warga tentang pentingnya menjaga kesehatan terutama bagi anak-anak dan para lansia.*red/Puspen TNI

 

Autentikasi :

Papen Satgas Yonif RK 136/TS, Lettu Chk Alep Priambodo

Bakamla RI Berbagi Strategi di Global MDA, Singapura

Posted by: On Desember 04, 2019



Singapura, Cakra Bhayangkara News —- Strategi dan tantangan yang dihadapi Bakamla RI selaku Indonesian Coast Guard (IDNCG), dipaparkan dalam 16th Annual Global MDA: Maritime Security and Coastal Surveillance 2019 di Singapura, kemarin.

Acara yang  digagas  oleh International Quality and Productivity Conference (IQPC) itu merupakan pertemuan tahunan yang melibatkan beberapa instansi yang terkait keamanan laut dari manca negara. 


Tujuan digelarnya acara tersebut untuk saling berdiskusi dan memaparkan prespektif masing-masing negara terhadap permasalahan dan perkembangan terbaru mengenai keamanan maritim di kawasan.

Pembicaraan mengenai trend ancaman di laut yang saat ini sedang marak terjadi, hingga strategi yang dilakukaan dalam menghadapi trend tersebut, menjadi topik hangat dalam kegiatan ini.


Pada dasarnya, para pemangku kepentingan dalam pengamanan maritim di seluruh dunia sedang menghadapi tantangan dan permasalahan yang sama. Dengan demikian, Bakamla RI/IDNCG menjabarkan strategi-strategi yang telah dilakukan dalam pengamanan perairan Indonesia. Di sisi lain, Bakamla RI/IDNCG dan seluruh peserta yang mewakili instansi kemaritiman di negaranya masing-masing, saling menyerap ilmu yang dipaparkan dalam kegiatan ini.

Tidak dipungkiri, untuk mengamankan perairan dan yurisdiksi masing-masing negara di dunia, perlu adanya kerja sama yang kondusif dan berkesinambungan dari negara-negara terkait.

Delegasi Bakamla RI yang hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari Kasubdit Jaringan Letkol Bakamla Tuti Ida Halida, S.T., M.I.T.M., Plt. Kabidops Zona Maritim Barat Letkol Bakamla David Hastiadi, Kasi Evaluasi Operasi Laut Letkol Bakamla Abriadi, dan Kasi Kerja Sama Bilateral dan Regional Mayor Bakamla Fenny Sefhirany, S.S

Selain Bakamla RI/IDNCG, turut hadir pula perwakilan dari TNI AL sebagai bagian dari delegasi Indonesia. Selain itu, perwakilan dari Angkatan Laut Kerajaan Malaysia, Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), Coast Guard Filipina, Angkatan Laut dan Coast Guard Bangladesh, Angkatan Laut Amerika Serikat, Angkatan Laut Kerajaan New Zealand, Angkatan Laut Kerajaan Thailand, Royal Naval Reserve, dan Angkatan Laut Pakistan. *red/Humas Bakamla


Autentikasi: Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono

Bakamla RI Gelar Diskusi  Kebijakan Pengamanan Laut Indonesia

Posted by: On Desember 04, 2019



Kamis, Cakra Bhayangkara News ---   Bakamla RI menggelar kegiatan Round Table Discussion Group (RTDG) guna membahas Naskah Akademik Blueprint Kebijakan Pengamanan Laut Indonesia di Aula Mabes Bakamla RI, Jl. Proklamasi No. 56, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.


Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A. Taufiq R membuka langsung acara Round Table Discussion Group dalam rangka pembahasan Naskah Akademik Blueprint Kebijakan Pengamanan Laut Indonesia.

Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A. Taufiq R dalam sambutannya mengatakan, Pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) merupakan konsekuensi Indonesia sebagai negara kepulauan yang telah meratifikasi United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) tahun 1982. Merupakan tanggungjawab atau kewajiban Indonesia untuk mengamankan pelayaran internasional yang telah ditentukan, sekaligus mengandung potensi ancaman keamanan dan kedaulatan. "Laut tidak bisa di duduki, laut tidak bisa dipagari tapi bisa dikendalikan dengan data intelijen yang akurat," jelas Laksdya Taufiq.



Kepala Bakamla RI melanjutkan, dalam menjawab permasalahan keamanan laut tersebut, Bakamla RI memiliki tanggung jawab dalam menyusun Kebijakan Pengamanan Laut Indonesia. Hal ini sesuai dengan salah satu Fungsi Bakamla RI Berdasarkan Pasal 62 Huruf A Undang–undang 32 Tahun 2014, yaitu Menyusun Kebijakan Nasional di Bidang Keamanan dan Keselamatan di Wilayah Perairan Indonesia dan Wilayah Yurisdiksi Indonesia.

Ditegaskan pula dalam Amanat Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Kepada Kepala Bakamla RI Pada Tanggal 9 September 2018, agar Bakamla RI Menyusun Kebijakan Nasional antara lain Cetak Biru/Blueprint Kebijakan Pengamanan Laut Indonesia.

"Fokus dalam penyusunan Blueprint ini adalah kebijakan berkaitan dengan Sumber Daya Manusia; Sinergi dan Intergrasi Pelaksanaan Operasi Keamanan Laut; Intergrasi Sistem Informasi dan Sistem Peringatan Dini; Sinergi Penegakan Hukum serta Sarana dan Prasarana," jelas Laksdya Taufiq.

Menutup sambutannya, Laksdya Taufiq berharap dengan tersusunnya Naskah Akademik Blueprint Kebijakan Pengamanan laut ini dapat di implementasikan dan menjadi pedoman serta bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan di laut, Sekaligus menjawab amanat dari Presiden RI.

Pelaksanaan Round Table Discussion Group dipimpin langsung oleh Direktur Strategi Laksma Bakamla Sandy M Latief.

Turut hadir pejabat Bakamla yaitu Deputi Kebijakan dan Strategi Laksda Bakamla  Drs. Hariadi, S.H, pejabat Eselon II,III dan IV, Tim Perumus dan Perwakilan Kementerian/Lembaga terkait.*red/Humas Bakamla

Autentikasi : Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono

Cegah Pengaruh KKSB, Satgas Pamrahwan Yonif 754/ENK Kostrad Lakukan Patroli di Pedalaman Papua

Posted by: On Desember 04, 2019



Timika, Cakra Bhayangkara News --  Masih dalam suasana siaga satu di wilayah Papua dan untuk mencegah adanya aksi dalam memperingati HUT Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) 1 Desember 2019 lalu, anggota Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) Yonif 754/ENK Kostrad, melakukan kegiatan patroli di sertai anjangsana kepada masyarakat pedalaman di wilayah Kampung Nayaro, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua, Kamis (5/12/2019).

 

Dansatgas Pamrahwan Yonif 754/ENK Kostrad Letkol Inf Dodi Nur Hidayat mengatakan, seperti diketahui bersama bahwa walaupun tanggal 1 Desember sudah terlewati, namun bukan berarti kewaspadaan selama bertugas menjadi menurun. “Tidak sejengkal tanahpun yang aman di wilayah penugasan. Tetap tingkatkan kewaspadaan dan kepekaan terhadap lingkungan yang ada di sekitar kita,” tegasnya.

 

Menurut Letkol Inf Dodi Nur Hidayat, melalui kegiatan patroli dan anjangsana kepada masyarakat merupakan suatu wadah ataupun sarana untuk menciptakan kondisi yang aman dan nyaman bagi masyarakat di wilayah tugas operasi. “Yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana kita tetap harus memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat di sekitar kita,” ujarnya.

 

Sementara itu, Bapak Romawen salah satu masyarakat yang ada di Kampung Nayaro menyampaikan sangat senang dengan kehadiran Bapak-bapak dari Satgas pamrahwan Yonif 754/ENK Kostrad karena selalu memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga yang tinggal di kampung ini.

 

“Terima kasih banyak Bapak-bapak TNI. Kami merasa aman, nyaman karena keakraban dan kedekatan kami bersama Satgas Pamrahwan Yonif 754/ENK,” ucapnya. *red/Puspen TNI

 

Autentikasi :

Papen Satgas Pamrahwan Yonif 754/ENK Kostrad, Letda Inf Rochmadian Perwira Putra

Panglima TNI : Pengembangan Organisasi TNI Sesuai Kebutuhan Pemerintah

Posted by: On Desember 04, 2019



Jakarta, (Puspen TNI), Cakra Bhayangkara News - Dalam mewujudkan postur organisasi yang adaptif (mampu menyesuaikan keadaan), TNI telah melaksanakan pengembangan organisasi sesuai kebutuhan dan disesuaikan dengan Program Pemerintah. Dibutuhkan organisasi TNI yang adaptif dan mampu bersinergi secara lebih erat dan lebih luas dengan berbagai komponen bangsa, seperti Polri, Lembaga-lembaga Pemerintah maupun non-Pemerintah, Lembaga Kemasyarakatan, serta organisasi-organisasi Kepemudaan.


Demikian disampaikan Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P.  saat menutup Pendidikan Reguler ke-46 Sesko TNI TA 2019, yang diikuti 152 Perwira Siswa terdiri dari TNI AD 67 orang, TNI AL 40 orang, TNI AU 26 orang, Polri 12 orang dan Siswa Mancanegara 7 orang, bertempat di Gedung Sarasan Sesko TNI, Bandung, Rabu (4/12/2019).
 
Visi pemerintah dalam lima tahun mendatang adalah meneruskan pembangunan infrastruktur, penyiapan sumber daya manusia, investasi seluas-luasnya, reformasi birokrasi, dan penggunaan APBN secara tepat. “Kelima poin tersebut sejatinya sangat berkelindan dengan pembangunan TNI,” kata Panglima TNI.

“Sesuai dengan 11 Program Prioritas yang saya tetapkan, TNI telah melaksanakan validasi organisasi yang dituangkan dalam Perpres No. 66 tahun 2019. Organisasi-organisasi Staf dan Komando mengalami pengembangan untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) dibentuk untuk membagi tugas-tugas TNI berdasarkan ruang lingkup geografis. Kogabwilhan juga menjadi Komando gabungan permanen yang mengisi kekosongan dalam doktrin Proses Pengambilan Keputusan Militer (PPKM),” jelasnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, seluruh dimensi terlibat dan harus diorkestrasi dengan baik supaya dapat bersinergi dan memperoleh keberhasilan yang tinggi.  “Saya yakin operasi-operasi yang bersifat multi dimensi tersebut akan semakin menjadi kebutuhan di masa mendatang, baik dalam konteks Operasi Militer Untuk Perang (OMP) ataupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP),” katanya.

Panglima TNI mengingatkan bahwa dalam melaksanakan tugas-tugas negara, TNI maupun Lembaga atau organisasi lainnya tidak bekerja sendiri-sendiri. Saat ini kegiatan operasi yang bersifat multi dimensi menjadi hal sangat mengemuka.

“Dalam upaya mengatasi permasalahan, Negara tidak membebankan tugas pada satu instansi saja. Satu persoalan dapat melibatkan berbagai dimensi kelembagaan untuk dapat menjawab dan menuntaskan persoalan tersebut,” tutupnya.

Sumber : Puspen TNI

Peringati Hari Disabilitas Internasional, Satgas Pamrahwan Yonif 754/ENK Kostrad Kunjungi SLB Mimika

Posted by: On Desember 04, 2019



 

Timika, Cakra Bhayangkara News -- Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI), anggota Batalyon Infanteri (Yonif) 754/ENK Kostrad yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) Papua, melakukan kunjungan kasih dan silahturahmi ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Mimika di SP 5, Kab. Mimika, Papua, Selasa (3/12/2019).

 

Komandan Satgas (Dansatgas) Yonif 754/ENK Kostrad, Letkol Dodi Nur Hidayat mengatakan bahwa momentum ini merupakan momentum yang pas bagi kita (satgas) untuk memberikan dorongan semangat serta perhatian kepada adek-adek untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. “Ini merupakan wujud kepedulian satgas kepada adek-adek dan rekan-rekan kita semuanya,” ucapnya.

 

Menurutnya, momentum ini merupakan momentum yang sangat spesial, baik bagi anggota Yonif 754/ENK maupun dari pihak sekolah SLB Negeri Mimika itu sendiri. “Bermacam kegiatan dilakukan pada kunjugan tersebut baik berupa kegiatan mewarnai bersama sampai dengan melatihkan kegiatan PBB dan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama adek-adek yang memiliki kebutuhan khusus,” terangnya.

 

“Semua kegiatan yang dilakukanpun memiliki kesan yang sangat positif, baik kepada para anak-anak tersebut dan para guru yang ikut mendampingi selama berjalanannya kegiatan tersebut,” kata Letkol Inf Dodi Nur Hidayat.

 

Sementara itu, Kepala Sekolah SLB Negeri Mimika Sunardin mengatakan selama kepemimpinanya, baru kali ini ada lembaga yang datang mengunjungi SLB. “Selama saya disini, ini kunjungan yang pertama. Hampir tidak pernah ada yang datang kunjungi sekolah ini, hanya dari Puskesmas Timika saja yang rutin, tapi yang lain tidak ada,” ungkapnya.

 

“Kami sangat berterimakasih atas kunjungan oleh anggota Yonif 754/ENK. Kehadiran mereka sangat berarti buat anak-anak kami,” kata Sunardin.*red/Puspen TNI

 

Autentikasi :

Papen Satgas Yonif 754/ENK, Letda Inf Rochmadian Perwira Putra

Ketum Dharma Pertiwi:  Dibalik Kesuksesan Seorang Suami, Ada Istri Yang Setia Menopang dan Membantunya

Posted by: On Desember 04, 2019



 

Bandung, Cakra Bhayangkara News --Seorang istri menjadi kekuatan penting dalam kehidupan suami, bukan hanya sekedar teman hidup, tapi seorang istri memiliki peran besar bagi kesuksesan suami  dan buah hatinya. Sejarah telah mencatat, dibalik kesuksesan seorang suami selalu ada istri yang selalu setia menopang dan membantunya. 

 

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjajanto saat memberikan pembekalan kepada para istri Perwira Siswa (Pasis) Dikreg Sesko TNI XLVI di Gedung Sarasan Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/12/2019).

 

Menurut Ny. Hadi Tjahjanto, Sesko TNI bertujuan menyiapkan Perwira Menengah senior TNI sebagai Kader Pemimpin TNI di masa yang akan datang. “Istri seorang pemimpin nantinya, dituntut kesiapan untuk mau dan mampu menjadi pendamping suami yang baik,” ucapnya.

 

“Dukungan moril dan motivasi senantiasa meningkatkan kinerja dan keberhasilan tugas suami. Tugas istri pimpinan yaitu menciptakan suasana kondusif, menyenangkan dan bermanfaat bagi setiap anggota yang terlibat di dalamnya,” tegasnya.

 

Lebih lanjut Ketum Dharma Pertiwi mengungkapkan bahwa Allah SWT menempatkan seorang ibu jauh lebih mulia dibanding seorang ayah, bahkan surga pun diletakkan di bawah telapak kaki ibu. Ungkapan itu mengisyaratkan bahwa kesuksesan kehidupan seorang anak, atau keluarga di dunia maupun di akhirat kelak sangat bergantung bagaimana sikapnya pada seorang ibu,” ujarnya.

 

Ny. Nanny Hadi Tjahjanto menuturkan bahwa seorang istri yang memiliki integritas diri yaitu memilih sikap baik dalam berbagai hal, seperti menjaga kehormatan diri ketika ada atau tidak suami di rumah, menjaga suami dari godaan luar yang menjerumuskan, dan selalu taat pada  suami. “Tentunya bukan ketaatan yang buta, namun ketaatan yang berlandaskan nilai-nilai agama dan rasa cinta,” ungkapnya.

 

Ditambahkan oleh Ketum Dharma Pertiwi bahwa pada level istri seorang komandan di satuan tertentu, tentu perannya dituntut menjadi bagian penting dalam unit organisasi, seperti Persit KCK, Jalasenastri maupun PIA Ardhya Garini. “Oleh sebab itu, kepada para suami atau Perwira Siswa diminta pengertiannya untuk mengijinkan dan memberikan dorongan motivasi kepada istri agar dapat mengendalikan organisasi istri prajurit di satuannya,” tuturnya.

 

Di sisi lain, Ny. Nanny Hadi Tjahjanto mengingatkan bahwa setiap istri agar bijak dalam menggunakan  media sosial (Medsos). Menurutnya perkembangan media sosial yang begitu masif merupakan bagian dari perkembangan teknologi yang mengalami kemajuan begitu cepat. “Teknologi informasi di era sekarang ini semakin mempermudah seseorang dalam mengakses berbagai informasi yang diperlukan sehingga tak salah kalau dunia menjadi semakin sempit dan tanpa batas,” katanya.

 

Ketum Dharma Pertiwi juga berpesan kepada Bapak-bapak yang akan menjadi komandan satuan dan para istri yang akan menjadi pimpinan organisasi dan yayasan pendidikan, agar memberikan perhatian lebih kepada sekolah-sekolah milik yayasan tersebut.  “Tingkatkan kualitas tenaga pengajar dan fasilitas pendidikan di sekolah-sekolah tersebut. Jadikanlah sekolah-sekolah yayasan tersebut menjadi pilihan utama bagi prajurit TNI dan masyarakat sekitar untuk anak-anak mereka,” harapnya.*red/Puspen TNI

 

Autentikasi:

Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman

Panglima TNI :  Pengembangan Organisasi TNI Sesuai Kebutuhan Pemerintah

Posted by: On Desember 04, 2019




 

Bandung, Cakra Bhayangkara News -- Dalam mewujudkan postur organisasi yang adaptif (mampu menyesuaikan keadaan), TNI telah melaksanakan pengembangan organisasi sesuai kebutuhan dan disesuaikan dengan Program Pemerintah. Dibutuhkan organisasi TNI yang adaptif dan mampu bersinergi secara lebih erat dan lebih luas dengan berbagai komponen bangsa, seperti Polri, Lembaga-lembaga Pemerintah maupun non-Pemerintah, Lembaga Kemasyarakatan, serta organisasi-organisasi Kepemudaan.

 

Demikian disampaikan Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P.  saat menutup Pendidikan Reguler ke-46 Sesko TNI TA 2019, yang diikuti 152 Perwira Siswa terdiri dari TNI AD 67 orang, TNI AL 40 orang, TNI AU 26 orang, Polri 12 orang dan Siswa Mancanegara 7 orang, bertempat di Gedung Sarasan Sesko TNI, Bandung, Rabu (4/12/2019).

 

Visi pemerintah dalam lima tahun mendatang adalah meneruskan pembangunan infrastruktur, penyiapan sumber daya manusia, investasi seluas-luasnya, reformasi birokrasi, dan penggunaan APBN secara tepat. “Kelima poin tersebut sejatinya sangat berkelindan dengan pembangunan TNI,” kata Panglima TNI.

 

“Sesuai dengan 11 Program Prioritas yang saya tetapkan, TNI telah melaksanakan validasi organisasi yang dituangkan dalam Perpres No. 66 tahun 2019. Organisasi-organisasi Staf dan Komando mengalami pengembangan untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) dibentuk untuk membagi tugas-tugas TNI berdasarkan ruang lingkup geografis. Kogabwilhan juga menjadi Komando gabungan permanen yang mengisi kekosongan dalam doktrin Proses Pengambilan Keputusan Militer (PPKM),” jelasnya.

 

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, seluruh dimensi terlibat dan harus diorkestrasi dengan baik supaya dapat bersinergi dan memperoleh keberhasilan yang tinggi.  “Saya yakin operasi-operasi yang bersifat multi dimensi tersebut akan semakin menjadi kebutuhan di masa mendatang, baik dalam konteks Operasi Militer Untuk Perang (OMP) ataupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP),” katanya.

 

Panglima TNI mengingatkan bahwa dalam melaksanakan tugas-tugas negara, TNI maupun Lembaga atau organisasi lainnya tidak bekerja sendiri-sendiri. Saat ini kegiatan operasi yang bersifat multi dimensi menjadi hal sangat mengemuka.

 

“Dalam upaya mengatasi permasalahan, Negara tidak membebankan tugas pada satu instansi saja. Satu persoalan dapat melibatkan berbagai dimensi kelembagaan untuk dapat menjawab dan menuntaskan persoalan tersebut,” tutupnya.*red/Puspen TNI

 

Autentikasi:

Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman