4th ANNIVERSARY CAKRA BHAYANGKARA NEWS ** Media Cetak dan Online

Headlines!

Penipu Putri Arab Berhasil di Tangkap Dittipidum Bareskrin Polri

Posted by: On Februari 23, 2020



JAKARTA, Cakra Bhayangkara News  - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri berhasil menangkap Evie Marindo Christina, tersangka kasus penipuan dan penggelapan terhadap Putri Arab, Princess Lolwah binti Mohammed bin Abdullah Al Saud.

Evie Marindo Christina (57) ditangkap polisi di Desilva Bandara Guest House, Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan pada Minggu (23/2).

"Evie akan dibawa ke Bareskrim untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo saat dihubungi, Minggu.

Dalam kasus penipuan dan penggelapan terhadap Putri Arab, polisi menetapkan dua tersangka yakni Eka Augusta Herriyani dan Evie Marindo Christina.

Eka telah lebih dulu ditangkap polisi. Sementara Evie sempat lolos dari kejaran polisi sebelum akhirnya tertangkap.

Dalam kasus ini, tersangka menawarkan investasi pembangunan villa dan pengadaan tanah di Bali kepada Putri Lolwah. Namun setelah perjanjian disepakati dan dana digelontorkan, realisasinya tidak sesuai dengan kesepakatan. Putri Lolwah pun dirugikan lebih dari Rp505 miliar dalam kasus ini.

Bila terbukti bersalah, kedua tersangka dijerat dengan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dan atau pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (M203/Red)

Panglima TNI dan Kapolri Tanam Mangrove di Banten

Posted by: On Februari 20, 2020



Banten, Cakra Bhayangkara News - “Saya sangat bangga kepada Polri, karena ditengah-tengah kesibukan tugasnya menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat, namun tetap memiliki kepedulian yang tinggi kepada kelestarian lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat di pesisir pantai,” Terang Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Kapolri Jenderal Pol Drs. Idham Azis, M.Si., 


Saat menyampaikan sambutan dalam acara “TNI-Polri Peduli Penghijauan Pantai dan Penguatan Ekonomi Masyarakat Pesisir.”



Kegiatan Penanaman mangrove yang serentak dilaksanakn di 34 Provinsi, dipusatkan di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, dan penebaran benih ikan, Jumat (21/02/2020).




Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan sesungguhnya penanaman bakau dan penebaran benih ikan memiliki nilai yang sangat penting, karena keberadaan hutan bakau yang baik dan terpeliharanya ekosistem pantai juga mempengaruhi kehidupan masyarakat yang lebih luas.

"Kehilangan hutan bakau menyebabkan mengurangnya garis pantai, banjir, dan hilangnya ikan. Karena ekosistem ikan rusak, dan ikan hilang dari pesisir," Terang Panglima TNI.


Dalam kegiatan ini Panglima TNI dan Kapolri tak hanya melaksanakan penanaman mangrove sejumlah 360.000 pohon, melainkan juga menebar ikan, udang, dan bandeng, nila.


Turut hadir dalam kegiatan ini Menteri Kelautan dan Perikanan, Bapak Edhy Prabowo, S.E., M.M., M.B.A, Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo, serta segenap pejabat TNI - Polri dan unsur Forkopimda Banten dan Tangerang serta tokoh masyarakat beserta berbagai organisasi kemasyarakatan dan kelompok masyarakat.(JD)

Pankogasgabpad Dampingi Panglima TNI Kunjungan Kerja di Natuna

Posted by: On Februari 13, 2020



Natuna, Cakra Bhayangkara News --  Pangkogabwilhan I Laksdya TNI Yudo Margono, S.E., M.M. selaku Pangkogasgabpad Operasi Bantuan Kemanusiaan Natuna mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam rangka memberikan pengarahan kepada personel TNI-Polri yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) dan Baksos kemanusiaan di Desa Pering Bunguran Timur dan Penagi. Selanjutnya Panglima TNI secara simbolis menyerahkan bahan kontak kepada masyarakat Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (13/2/2020).





 

Autentikasi:

Papen Kogabwilhan I, Kolonel Mar Aris Mudian

Panglima TNI Menyapa Masyarakat Natuna Saat Tinjau Bakti Sosial

Posted by: On Februari 13, 2020



Natuna, Cakra Bhayangkara News --Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Aziz, M.Si. melakukan kunjungan  ke Kabupaten Natuna untuk memberikan motivasi kepada Prajurit TNI yang bertugas melaksanakan observasi terhadap 238 WNI sekaligus menyapa masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah observasi yang juga mendukung observasi di Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (13/2/2020).

 

Kehadiran Panglima TNI bertujuan untuk memberikan semangat dan apresiasi kepada prajurit TNI dan Polri dalam menjalankan tugas kemanusiaan hampir dua minggu yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Paduan (Kogasgbpad).

 

Selain memberikan semangat kepada prajurit TNI dan Polri serta instansi lain yang bertugas, Panglima TNI dan Kapolri meninjau posko bakti kesehatan dan bakti sosial yang selenggarakan oleh TNI  di dua desa yaitu Desa Penagi dan Desa Bungaran Timur untuk menyerahkan bantuan berupa obat-obatan dan sembako kepada masyarakat setempat.

 

Panglima TNI berharap dengan kehadirannya bersama Kapolri di Natuna mampu menjaga situasi tetap kondusif. Kedatangan pucuk pimpinan TNI dan Polri diharapkan  dapat membuat suasana menjadi kondusif antara petugas dan masyarakat yang selama ini telah dirasakan.

 

Sebelumnya, Panglima TNI juga memberikan pengarahan kepada 700 orang yang terdiri dari anggota TNI-Polri, Damkar, Basarnas dan Satpol PP di Lapangan Apel Lanud Raden Sadjad Natuna serta dua lokasi Baksos di desa Pering dan desa Penagi untuk memberikan bantuan makanan, sembako dan obat-obatan serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat.

  

Autentikasi :

Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman

Survey Alvara : Kepuasan Publik terhadap Polri Peringkat ke-2 satelah TNI

Posted by: On Februari 13, 2020



Jakarta, Cakra Bhayangkara News - Lembaga Survei Alvara Research Center merilis data kepuasan publik terhadap kinerja lembaga negara di 100 hari kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan survei Alvara pada Agustus 2019, KPK berada di posisi kedua tertinggi, sedangkan pada Februari 2020 mereka berada di peringkat kelima.

"Bila dibandingkan dengan survei Agustus 2019 terdapat penurunan yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) turun dari peringkat 7 ke peringkat 8," 

Sementara itu posisi pertama diduduki oleh TNI dengan tingkat kepuasan 85,2 persen. Posisi kedua duduki Polri dengan tingkat kepuasan 72,7 persen papar CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali melalui keterangan tertulis, Rabu (12/2/2020).

Posisi ketiga dan keempat masing-masing diduduki Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK) dengan tingkat kepuasan masing-masing 72,7 persen dan 72,4 persen.

Sedangkan peringkat ketujuh hingga kesebelas diduduki oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) (65,3 persen), KPU (63,3 persen), Partai Politik (60,8 persen), MPR (60,2 persen) , dan DPR (53,7 persen).

"Peringkat terbawah masih ditempati oleh lembaga lembaga legislative (DPR, MPR), dan Partai Politik," ujar Hasanuddin Ali.

Untuk diketahui, survei ini didasarkan pada hasil survei yang dilakukan Alvara pada akhir Januari hingga awal Februari dengan 1.000 responden dan margin error 3,16 persen, serta Tingkat Kepercayaan 95 persen.

Adapun data diperoleh melalui wawancara tatap muka yang dilakukan dengan multistage random sampling di 13 provinsi Indonesia.(Red/Bidhumas)

Di Natuna, Panglima TNI Dan Kapolri Beri Bansos Masyarakat Sekitar Tempat Observasi

Posted by: On Februari 12, 2020



Jakarta, Cakra Bhayangkara News- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengunjungi Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau untuk memberikan bantuan sosial terhadap masyarakat yang berada di sekitar Landasan Udara (Lanud) Raden Sadjad. 

Setibanya di Lanud, Panglima TNI dan Kapolri mengecek kesiapan Komando Tugas Gabungan Terpadu Operasi Kemanusiaan Natuna (Kogasgabpad). 

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dalam sambutanya mengatakan, keikhlasan dalam menjalankan tugas operasi kemanusiaan sangat tercermin pada pasukan gabungan ini. 

“Peserta operasi gabungan teman-teman dari TNI dan rekan-rekan Polri maupun dari komponen masyarakat yang lain disini nampak sekali kebersamaannya,” kata Kapolri di Lanud Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (13/2). 

Idham mengingatkan, bahwa untuk menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi oleh bangsa tidak mungkin bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Untuk itu, kepada pasukan gabungan operasi kemanusiaan ia berpesan, untuk senantiasa menjalankan tugas dengan ikhlas sehingga apa yang telah dilakukan dalam dua minggu kebelakang bernilai ibadah di mata Tuhan YME. 

Usai mengecek kesiapan pasukan, rombongan bergerak mengunjungi masyarakat yang ada di desa Panigi, Kabupaten Natuna, sebuah desa yang jaraknya satu kilometer dari Lanud Raden Sadjad yang menjadi tempat observasi WNI dari Wuhan, China. 

Kedua petinggi keamanan ini disambut dengan yel-yel masyarakat di Natuna “Dari Natuna, selamatkan Indonesia, dari Natuna sehatkan bangsa”. 


Disana, Panglima dan Kapolri memberikan bantuan sosial berupa pengobatan gratis hingga memberikan makanan ringan dan minuman seperti susu dan minuman kesehatan lainya. 

“Sekaligus kita ingin menyapa masyarakat disekitar wilayah observasi, masyarakat mendukung kegiatan observasi mereka sangat bangga dan gembira, mudah-mudahan kehadiran Panglima dan Kapolri semua bisa kondusif,” tutup Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.(Romi)

Ini Kinerja Idham Azis di Tiga Bulan Pertama Jadi Kapolri

Posted by: On Februari 11, 2020



Jakarta, Cakra Bhayangkara News - Tanggal 1 Februari lalu, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis sudah 3 bulan menjabat sebagai Tri Brata 1.

Memimpin sekitar 470 ribu orang anggota Polri di seluruh wilayah Indonesia.

Satu hal yang tak berubah dari sosok Idham adalah sikap tegas dan konsistensinya menegakkan hukum.

Leadership atau jiwa kepemimpinannya sangat terpuji.

Idham, tetaplah Idham, yang sederhana, lurus dalam menjalani kehidupan ini dan jujur.

Dalam sebuah kesempatan, ia pernah mengatakan, “Ilmu akan membimbing kita pada kearifan hidup, tanpa harus mengecilkan arti orang lain”.

Itulah sebabnya, Idham secara tegas mengingatkan anak buahnya untuk berlomba mencetak prestasi kerja.

Sehingga, budaya menghadap alias setor muka kepada atasan untuk minta-minta jabatan tidak perlu lagi dilakukan.

Hal ini diungkapkan Idham pekan lalu seusai memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) terhadap 5 anggota Polri berprestasi di bidang olahraga.

“Siapa saja anggota Polri yang berprestasi, saya berharap bapak SDM betul-betul bisa didata dan organisasi Polri harus beri perhatian kepada mereka yang betul-betul berprestasi. Parameter itu harus paling atas. Bukan yang kasak-kusuk, bukan yang menghadap-hadap baru dikasih jabatan,” kata Kapolri di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (6/2).

Menurut Idham, saat ini jumlah personel Polri di Indonesia sebanyak 470 ribu orang, dan yang kerap menghadap-hadap ke pimpinan untuk meminta jabatan presentasenya hanya sekitar 0,01 persen.

“Pertanyaannya, bagaimana yang tidak menghadap, saya betul-betul berharap kepada rekan-rekan di depan saya, ini adalah prestasi dini yang harus dikedepankan,” sambung Idham.

Penghargaan yang didapat anggota berprestasi ini, diharapkan Kapolri menjadi pemicu bagi seluruh anggota Polri lainya untuk meninggalkan cara rajin menghadap pimpinan guna mendapat jabatan atau pangkat. 

Kebijakan Idham yang baru-baru ini juga mendapat apresiasi saat ia memberikan kesempatan bersekolah di Sekolah Inspektur Polisi (SIP) bagi 11 anggota Polri yang menyandang disabilitas (cacat) akibat melaksanakan tugas negara di berbagai operasi.

Adapun ke 11 Peserta tersebut adalah personel Polri telah berjasa menjaga keutuhan NKRI yaitu memberikan pengamanan dalam  Operasi Tinombala (Sulteng), Operasi Cintai Damai (Polda Aceh), Satgas Amole (Papua), Satgas Tegak Rencong (Aceh), Satgas Aman Nusa (Papua), Kontak senjata di Peudada Aceh, dan Laka Lantas dalam rangka pengamnan kunjungan Presiden RI, Satgas Unras di Papua, serta peragaan HUT Brimob.

Kebijakan Idham ini merupakan wujud penghargaan selaku pimpinan Polri dalam memberikan reward alias penghargaan kepada anggota yang telah berjasa melaksanakan tugas Kepolisian dengan mengorbankan jiwa raga.

Ini merupakan pertama kali diberikan kepada para Personel Polri yang menjadi korban dalam Satgas operasi.

Ia juga terus mengingatkan kepada seluruh anak buahnya untuk selalu kerja ikhlas, jujur dan jangan pernah mengabaikan keluarga sebab hanya keluarga tempat terbaik untuk kembali dan mau menerima apa adanya.

Ia juga sering mengingatkan kepada jajaran kepolisian, “Tidak perlu menjadi orang besar, tapi cukup dengan melaksanakan tugas negara dengan sebaik-baiknya”.

Sebab, kata Idham kepada jajaran Kepolisian, sekecil apapun peranmu, itu akan menjadi catatan sejarah yang mewarnai perjalanan karier yang kelak akan diceritakan dengan penuh kebanggaan kepada anak cucu.

Singkat kata, 3 bulan pertama sudah dilewati Idham dalam jabatannya sebagai Kapolri.

Idham sedang terus membuktikan bahwa masa tugasnya yang sangat amat singkat selama 14 bulan menjadi Kapolri, akan terus ia isi dengan melakukan yang terbaik bagi organisasi Polri.

Masih ada waktu sekitar 11 bulan lagi, untuk bisa dimanfaatkan Idham melakukan hal hal baik.

Publik menunggu kinerja baik, terutama prestasi prestasi kerja Polri dibawah kepemimpinan Idham Azis.

Misalnya, menangkap buronan KPK yang masuk DPO yaitu Harun Masiku, dan dapat mengungkap siapa dalang utama di balik penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.(Red/Bidhumas)