4th ANNIVERSARY CAKRA BHAYANGKARA NEWS ** Media Cetak dan Online

Headlines!

06 April s/d 19 April 2020, Polres Serang Akan Menggelar Operasi Keselamatan Kalimaya TA. 2020

Posted by: On April 04, 2020



Kabupaten Serang, Banten, Cakra Bhayangkara News -  Satuan Lalulintas Polres Serang akan menggelar dan melaksanakan Operasi Kepolisian secara mandiri ke wilayahan dengan sandi "Operasi Keselamatan Kalimaya T.A 2020".

Dikatakan oleh Kasatlantas Polres Serang AKP Nengkulo Pujo Winoto, Operasi Kepolisian ini akan berlangsung selama 14 (empat belas) hari di seluruh wilayah hukum Polres Serang, dalam bentuk kamseltibcarlantas yang mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif guna meningkatkan simpati masyarakat terhadap Polisi Lalulintas, dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Lebih lanjut Kasat Lantas menuturkan, walaupun ada toleransi tersebut, masyarakat tetap di wajibkan memenuhi standar keselamatan dan kelengkapan berkendara, sebab nantinya akan ada tim patroli Satlantas Polres Serang yang juga akan menindak tegas pelanggar yang berkendara yang kasat mata melakukan pelanggaran di jalan raya.

"Operasi Keselamatan Kalimaya T.A 2020, kami kedepankan adalah fungsi Lalulintas. Dan akan digelar mulai tanggal 06 April s/d 19 April 2020," terang AKP NP Winoto, Sabtu (04/4/2020).

Sementara itu, Kapolres Serang AKBP Mariyono, menambahkan, Operasi Keselamatan Kalimaya T.A 2020, sifatnya berupa himbauan serta tidak adanya target tilang, kecuali yang membahayakan keselamatan umum di jalan raya.

Menurutnya, operasi Keselamatan Kalimaya ini, salah satu upaya cipta kondisi (cipkon) menjelang Idul Fitri tahun 2020 di tengah mewabahnya virus Covid-19, sehingga masyarakat diharapkan dapat berperan aktif untuk mematuhi peraturan dan rambu-rambu Lalu Lintas di jalan raya, ketika berkendara.

Lanjut Mariyono, pada tanggal 15 Maret 2020, Provinsi Banten oleh Gubernur Banten ditetapkan  status KLB tentang penyebaran virus Covid-19. Dan di Indonesia pasien kasus virus Covid-19 masih terus meningkat jumlahnya. Kami himbau, agar masyarakat tetap berada di rumah dan tidak keluar di jalanan.

"Kalau tidak ada hal yang sangat penting, masyarakat jangan keluar rumah dahulu,  hal tersebut merupakan bagian dari arahan pemerintah pusat agar masyarakat tetap berada di rumah dan menerapkan pola physical distancing," ujar AKBP Mariyono.

*Info Divisi Humas Polri*


Kapolri pastikan Operasi Ketupat tetap terlaksana di tengah pandemi Covid-19

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si., memastikan Operasi Ketupat akan tetap terlaksana, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan lalu lintas saat periode mudik lebaran 2020, Jakarta.

Operasi Ketupat kali ini terdapat skenario tambahan berupa kontingensi, dikarenakan adanya imbauan dari pemerintah agar warga tidak mudik di pandemi Covid-19 (virus corona).

"Skenario itu telah kami siapkan. Jadi bila tiba-tiba ada perubahan kami sudah siapkan rencana kontingensi. Yang terpenting sekarang bagaimana 470 ribu personel Polri dalam keadaan sehat, kemudian dua pertiga kami akan siapkan, baik itu untuk pengamanan apabila nanti akan tetap ada mudik. Sebab 42 hari ke depan kita akan menghadapi pengamanan lebara," ucap Kapolri.(Red/Agus)

Rapid Test, 300 Siswa Setukpa Polri Positif, Sudah Isolasi Mandiri

Posted by: On April 01, 2020



Sukabumi, Jabar, Cakra Bhayangkara News -  Seluruh siswa Setukpa Polri yang yg berjumlah 1.550 menjalani Rapid Test (tes massal) . Hasilnya, sebanyak 300 siswa dinyatakan positif.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan, saat ini ke 300 siswa tersebut telah menjalani isolasi mandiri di Sekolah Pembentukan Perwira Lembaga Pendidikan Polri (Setukpa Lemdikpol), Sukabumi, Jawa Barat. 

“300 siswa melakukan isolasi mandiri dan diberikan suntik vitamin C serta melakukan olah raga ringan, dan dilakukan rontgen,” kata Argo di Setukpa Polri, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (1/4). 

Argo menambahkan, ke-300 kondisi siswa yang dinyatakan posotif dari  rapid tes saat ini dalam keadaan baik dimana hasil rontgen menunjukan normal.


Sementara, sambung Argo, siswa lainya yang dinyatakan negatif telah dikembalikan ke daerahnya masing-masing untuk melaksanakan cuti dan tetap diwajibkan menjalani isolasi mandiri di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda masing-masing siswa didik dengan pengawasan. 

“(Yang negatif) melaksanakan cuti dan mereka tetap menjalankan Isolasi mandiri yang dilaksanakan di SPN Jajaran selama 14 hari kedepan,” jelas Argo. 

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menjelaskan, awalnya sebanyak tujuh siswa yang lebih dulu dinyatakan positif dari hasil Rapid Test. Mereka, kata Argo mengeluh demam kemudian dirujuk ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan pemeriksaan. 

“Sampai saat ini perkembangannya sangat bagus,” pungkas Argo. (Romi/PenmasPolri)

TNI, Polri, Forkompinda Lakukan Penyemprotan Serentak di Wilayah Hukum Polres Serang

Posted by: On Maret 31, 2020




Kabupaten Serang, Banten, Cakrq Bhayangkara News - Jajaran Kepolisian Resor Serang bersama TNI dan Pemerintah Daerah Kabupaten Serang, melakukan penyemprotan massal serentak di wilayah hukum Polres Serang, Selasa (31/03/2020).

Adapun kendaraan yang digunakan dalam rangka penyemprotan disinfektan untuk pencegahan penyebaran virus Covid-19, sebagai berikut:

- 3 unit mobil BPBD Kabupaten Serang
- 1 unit mobil Armour Water Canon (AWC) Polres Serang
- 1 unit mobil Pemadam Kebakaran Modern Cikande
- 1 unit mobil Pemadam Kebakaran Kabupaten Serang
- 1 unit mobil Pemadam Kebakaran PT. Nikomas Gemilang


Pada kesempatan tersebut, arahan dari Kapolres Serang AKBP Mariyono, mengatakan, hari ini kita akan melaksanakan penyemprotan secara massal di wilayah hukum Polres Serang, yang mana kita akan melaksanakan penyemprotan serentak se Indonesia sesuai perintah Wakapolri.  

"Ada 17 Kecamatan di wilayah hukum Polres Serang yang akan dilaksanakan penyemprotan disinfektan," kata AKBP Mariyono.

Lanjut, KapolresSerang, adanya penyemptoran disinfektan ini sebagai bentuk upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 di wilayah hukum Polres Serang. Adanya di wilayah hukum Polres Serang yang terdapat Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang mana dalam hal ini meminta untuk tetap waspada dan tidak panik.

"Laksanakan tugas dengan rasa tanggung jawab dan ikhlas yang mana kegiatan ini merupakan untuk operasi kemanusian dalam rangka pencegahan penyebaran virus Covid-19 di wilayah hukum Polres Serang," ucap AKBP Mariyono.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan penyemprotan disinfektan secara massal dengan sasaran lokasi/ tempat di wilkum Polres Serang sebagai berikut:

- Pasar ciruas
- Jembatan Kragilan
- Pasar Tambak
- Pasar Cikande
- Stasiun Cikeusal
- Stasiun Catang
- Pasar Dukuh
- Depan Kawasan Modern
- Pasar Cikande permai
- Simpang Asem
- Stasiun Jambu Baru
- Pasar Petir
- Pasar Pontang
- Jalan Protokol ( Ciruas s/d Asem Cikande)


*Divisi Humas Polri*

Menindaklanjuti Maklumat Kapolri dan Surat Tergram yang ditandatangani Wakapolri Nomor ST/1008/III/KES.7/2020 tanggal 27 Maret 2020 tentang penyemprotan disinfektan secara massal.

Dalam rangka mendukung keselamatan masyakarat diperlukan gerakan preventif secara masif dan serentak untuk meminimalisir tingkat penyebaran virus Covid-19.

Maka Kepala Satuan Kerja, Kepala Satuan Wilayah, para Kapolres dan Kapolda se-Indonesia beserta seluruh jajaran fungsional Brimob, Sabhara dan Lantas akan melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan secara serentak pada hari Selasa, 31 Maret 2020 mulai pukul 09.00 WIB/10.00 WITA/11.00 WIT.


Polri Akan Lakukan Penyemprotan Disinfektan Serentak di Seluruh Indonesia Cegah Pandemi Covid-19

Wakapolri Komjen Pol Dr. Gatot Eddy Pramono, M.Si., menugaskan seluruh jajaran Polri untuk melakukan penyemprotan disinfektan cegah pandemi covid-19 (virus corona), secara massal dan serentak pada tanggal 31 Maret 2020, mulai pukul 09.00 WIB atau 10.00 WITA atau 11.00 WIT, Jakarta, Senin (30/3). penyemprotan disinfektan melibatkan seluruh satuan kerja serta instansi terkait lainnya, Instruksi tersebut tertuang dalam surat telegram bernomor ST/1008/III/KES.7./2020 tertanggal 27 Maret 2020  ditandatangani Wakapolri.

"Dalam rangka mendukung keselamatan masyarakat diperlukan gerakan preventif secara masif dan serentak untuk meminimalisir tingkat penyebaran virus corona.  Bersama dan bersinergi kita minimalisir penyebaran virus Corona dan dengan menggunakan seluruh kendaraan dinas Polri seperti kendaraan water cannon dan KBR atau memanfaatkan kendaraan dinas lain seperti mobil pemadam kebakaran dan sarana pendukung lainya," ucap Komjen Pol Dr. Gatot Eddy Pramono.(Red/Agus)

Polri Keluarkan Telegram Penyemprotan Disinfektan Serentak Seluruh Indonesia 31 Maret

Posted by: On Maret 28, 2020



Jakarta, Cakra Bhayangkara News - Menindaklanjuti maklumat Kapolri tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus corona alias Covid-19. Dan Telegram Kapolri bernomor ST/868/III/KEP./2020 tentang antisipasi perkembangan pandemik virus corona.


Telegram bernomor ST/1008/III/KES.7/2020 tertanggal 27 Maret 2020 yang memerintahkan  penyemprotan disinfektan secara massal yg ditanda tangani oleh Wakapolri Komjen Pol Dr Gatot Eddy Pramono Msi.

“Dalam rangka mendukung keselamatan masyarakat diperlukan gerakan preventif secara masif dan serentak untuk meminimalisir tingkat penyebaran virus corona (Covid-19),” kata Wakapolri dalam surat Telegram yang diterima redaksi, Sabtu (28/3). 

Untuk itu, sambung Wakapolri, diperintahkan kepada Kepala Satuan Kerja (Kasatker) dan Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil)..para Kapolres dan kapolda se Indonesia  beserta seluruh jajaran fungsionalnya seperti Brimob, Sabhara dan Lantas  melaksanakan  penyemprotan cairan disinfektan secara serempak


Kegiatan ini tentunya  dilakukan Bersama-sama dengan Rekan-rekan TNI dan Pemda setempat serta instansi lainnya.

' Bersama dan bersinergi kita minimalisir penyebaran virus Corona, dan dengan menggunakan seluruh kendaraan dinas Polri seperti kendaraan watercanon dan KBR, atau memanfaatkan kendaraan dinas lain seperi mobil pemadam kebakaran dan sarana pendukung lainya,” papar Gatot. 

Gatot menyampaikan, penyemprotan secara massal dan serentak ini, dilakukan pada Selasa 31 Maret 2020 mulai pukul 09.00 WIB atau 10.00 WITA atau 11.00 WIT. (Romi)

Kapolri : Keselamatan Rakyat Merupakan Hukum Tertinggi

Posted by: On Maret 26, 2020



Jakarta, Cakra Bhayangkara News - Kapolri Jenderal Idham Azis melalui maklumat yang dikeluarkannya secara tegas melarang agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri. 

Maklumat bernomor Mak/2/lll/2020 itu juga sebagai bentuk kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Virus Corona (Covid-19). 

Kapolri Jendera Idham Azis mengatakan, bahwa Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat senantiasa mengacu kepada keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi. 

“Salus Populi Suprema Lex Esto, keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi,” kata Kapolri Jenderal Idham Azis dalam keteranganya, Kamis (26/3). 

Usai maklumat tersebut dikeluarkan, dalam rangka menekan laju penyebaran virus yang belum ditemukan vaksinya itu, jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah melakukan pembubaran 1.371 kerumunan massa yang ada di seluruh Indonesia. 

Bahkan lebih dari itu, jika masyarakat bersikeras dan tidak mengindahkan himbauan aparat untuk tidak berkerumun  diancam sanksi pidana dengan pasal berlapis mulai Pasal 212, 216 dan 218 KUHP hingga pasal 14 UU No 4/1984 Tentang Wabah Penyakit Menular dan pasal 93 UU No 6/2018 Tentang Karantina Kesehatan. (Romi)

41 Kasus Hoax Corona Ditangani, Polri : Saring Sebelum Sharing

Posted by: On Maret 23, 2020



JAKARTA, Cakra Bhayangkara News - Polri tengah menangani 41 Kasus pemberitaan bohong atau hoax yang beredar di tengah masyarakat berkaitan dengan merebaknya Virus Corona atau Covid-19. Patroli Siber akan terus digencarkan selama 24 jam non stop

"Kita 24 jam melakukan patroli siber, bergerak semua, dan sudah 41 kasus hoax tentang virus Corona ini kita proses," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal, Senin (23/3/2020).

Irjen Iqbal menghimbau agar masyarakat tidak begitu cepat percaya dengan informasi yang diterima, apalagi menyebarkannya. Polri meminta masyarakat untuk teliti terlebih dahulu sebelum disebar.

"Kami melakukan imbauan, kontra narasi, hingga terwujud edukasi pada masyarakat, khususnya netizen," ucapnya.

Polri sebelumnya mengungkapkan ada 22 kasus hoax ysng tengah ditangani pada 17 Maret 2020. Dari 22 Kasus itu 1 tersangka ditahan karena tak kooperatif saat diperiksa.

22 kasus itu terdiri dari Polda Kalimantan Timur mengamankan 2 tersangka, Polres Bandara Soekarno Hatta mengamankan 1 tersangka dan Polda Kalimantan Barat mengamankan 4 tersangka. Kemudian, Polda Sulawesi Selatan mengamankan 2 tersangka, Polda Jawa Barat 3 tersangka dan Polda Jawa Tengah 1 tersangka.

"Polda Jawa Timur 1 tersangka, Polda Lampung 2 tersangka dan Polda Sultra 1 tersangka. Polda Sumatera Selatan 1 tersangka, Polda Sumatera Utara 1 tersangka dan bareskrim 3 tersangka," paparnya.(Romi/PemasPolri)

Polri: Ada Sanksi Pidana Jika Masyarakat Membandel Tetap Berkumpul Di Luar Rumah

Posted by: On Maret 23, 2020



JAKARTA, Cakra Bhayangkara News - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Idham Azis secara resmi mengeluarkan maklumat 
tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus corona baru alias Covid-19. 

Dalam maklumat yang dikeluarkan pada Kamis (19/3) itu, secara tegas melarang agar tidak membuat kegiatan-kegiatan yang menjadi tempat berkumpulnya massa dalam jumlah banyak di tempat-tempat umum maupun di lingkungan sendiri. 

“Ini sebagai langkah konkrit secara baik cepat dan tepat agar penyebaran virus ini tidak meluas dan berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Kaidv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Senin (24/3). 

Iqbal menekankan, kebijakan dalam maklumat Kapolri tersebut untuk memberikan pengayoman dan perlindungan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang senantiasa mengacu pada asas keselamatan rakyat. 

“Saya ulangi asas keselamatan rakyat yang menjadi hukum tertinggi nya,” tekan Iqbal. 

Untuk itu Polri, kata Iqbal, akan melalukan pembubaran terhadap masyarakat yang masih berkerumun terlebih hanya kongkow-kongkow di jalan yang dikhawatirkan dapat menyumbang penyebaran virus corona baru alias Covid-19. 

Iqbal menekankan, ada sanksi pidana jika pembubaran oleh petugas yang mengedepankan persuasif dan humanis tak diindahkan oleh masyarakat. 

“Kami akan proses hukum. Pasal 212 KUHP barang siapa yang tidak mengindahkan petuga yang berwenang yang saat ini melaksanakan tugas dapat dipidana, kemudian pasal 214, dan 216 intinya bisa dipidana,” pungkas Iqbal. 

Adapun pasal 216 ayat (1): Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana; demikian pula barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.

Dan pasal  212 KUHP berisi tentang "Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat, dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Lalu dalam pasal 214 KUHP (1) Paksaan dan perlawanan berdasarkan pasal 211 dan 212 jika dilakukan oleh dua orang atau lehih dengan bersekutu, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. (2) Yang bersalah dikenakan: 1. pidana penjara paling lama delapan tahun enam bulan, jika kejahatan atau perbuatan lainnya ketika itu mengakibatkan luka-luka; 2. pidana penjara paling lama dua belas tahun, jika mengakibatkan luka berat; 3. pidana penjara paling lama lima belas tahun, jika mengakibatkan orang mati. 

Kaitannya dengan pasal 214 KUHP, jika hal tersebut dilakukan oleh dua orang atau lebih maka ancaman pidananya maksimal tujuh tahun penjara.(Romi/PenmasPolri)

Polri : Pembubaran kerumunan Massa Kedepankan Upaya Persuasif dan Humanis

Posted by: On Maret 23, 2020



JAKARTA, Cakra Bhayangkara News  - Kapolri Jenderal Idham Azis telah mengeluarkan maklumat pelarangan berupa larangan menggelar acara yang sifatnya mengumpulkan orang atau keramaian. Maklumat ini dikeluarkan mengikuti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menerapkan sosial distancing (menjaga jarak sosial).

Maklumat itu dikeluarkan Kapolri dengan nomor Mak/2/lll/2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Virus Corona (Covid-19) pada tanggal 19 Maret 2020.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal menjelaskan maklumat ini sifatnya adalah himbau. Polri tidak segan untuk membubarkan bila masyarakat menggelar acara yang sifatnya mengumpulkan massa. Namun, pembubaran ini tetap mengedepankan asas persuasif dan Humanis.

"Kami melakukan tindakan-tindakan kemanusiaan mengedepankan upaya persuasif dan humanis untuk menyampaikan kalimat-kalimat menyampaikan himbauan-himbauan kepada seluruh lapisan masyarakat yang masih terlihat berkumpul," kata Irjen Pol Mohammad Iqbal, Senin (23/3/2020).

Irjen Iqbal mengatakan kerumunan Massa seperti yang sudah dijelaskan dalam maklumat Kapolri, mulai dari kegiatan festival, bazar, resepsi pernikahan atau bahkan nongkrong di cafe dengan jumlah banyak.

"Kerumunan massa walau hanya sekedar ngopi di cafe, duduk-duduk nongkrong-nongkrong di persimoangan dan sebagainya ini bahaya penyebaran virus Covid-19 sudah sangat berkembang," ujarnya.

Lebih lanjut, Iqbal memastikan bahwa seluruh personel Polri mengerahkan seluruh kemampuan untuk menjalankan instruksi Kapolri. Tidak hanya Polri, demi mencegah penyebaran Virus Corona makin masif, TNI dan stakeholder lain juga dilibatkan.

"Pada prinsipnya, Bapak Kapolri ingin keselamatan publik itu terwujud. Kami seluruh personel Polri 465.000 seluruh Indonesia dan ditambah dengan rekan TNI dan seluruh stakeholder yang saya sebutkan tadi bergerak tanpa henti untuk menghimbau, membubarkan bila diperlukan dengan tegas demi keselamatan publik," pungkasnya.

Berikut 6 poin maklumat Kapolri dalam upaya mengawal kebijakan Pemerintah untuk pencegahan penularan Covid-19:

Bahwa untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, Polri senantiasa mengacu asas keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto) dengan ini Kepala Kepolisian Republik Indonesia mengeluarkan maklumat :

1. Tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik ditempat umum maupun di lingkungan sendiri, yaitu : 
a. Pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, dan kegiatan lainnya yang sejenis ;

b. Kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran dan resepsi keluarga 

c. Kegiatan olah raga, kesenian dan jasa hiburan

d. Unjuk rasa, pawai dan karnaval, serta 

e. Kegiatan lainnya yang sifatnya berkumpulnya massa

2. Tetap tenang dan tidak panik serta lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing dengan selalu mengikuti informasi dan himbauan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah 

3. Apabila dalam keadaan mendesak dan tidak dapat dihindari, kegiatan yang melibatkan banyak orang dilaksanakan dengan tetap menjaga jarak dan wajib mengikuti prosedur pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19 

4. Tidak melakukan pembelian dan/atau menimbun kebutuhan bahan pokok maupun kebutuhan masyarakat lainnya secara berlebihan.

5. Tidak terpengaruh dan menyebarkan berita-berita dengan sumber tidak jelas yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, dan

6. Apabila ada informasi yang tidak jelas sumbernya dapat menghubungi kepolisian setempat. (Romi / PenmasPolri)

Polri Terjunkan 30 Tenaga Medis Dan Siapkan 52 RS Bagi Pasien Corona

Posted by: On Maret 22, 2020



Jakarta, Cakra Bhayangkara News  —Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan 30 tenaga medis untuk membantu menangani pasien yang dinyatakan positif virus corona baru alias Covid-19. 


Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono menyampaikan, 30 tenaga medis itu nantinya tergabung dalam gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 yang disiagakan di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Ada 30 orang terdiri dari satu dokter ahli Paru, empat dokter umum dan 25  paramedis yang disiapkan untuk menangani pasien terpapar virus corona," kata Argo dalam keteranganya, Minggu (22/3). 


 Ditambahkan Argo, Semua tenaga medis ini dipimpin langsung Kapusdokkes Polri, Brigjen Pol dr Musyafak.

"Mohon doanya dari masyarakat agar tenaga medis kita diberi kesehatan dan musibah ini cepat berlalu," ujarnya.

Selain itu, Argo menambahkan, sebanyak 52 RS milik Polri yang tersebar di seluruh Indonesia siap digunakan bagi pasien yang terpapar Covid-19. 

Argo menjelaskan, 52 RS itu yaknk kelas I,II dan III denga kapasitas total sekitar 2.000 kamar yang disiapkan. 


Seperti di DKI Jakarta di mana Polri menyiapkan RS Brimob dengan 200 kamar dan RS Polri Raden Said Sukanto, Kramatjati 
50 kamar.

Argo mengatakan, RS tersebut telah dilengkapi fasilitas alat bantu pernapasan dan alat kesehatan (alkes) lainnya yang dibutuhkan oleh tenaga medis yang menangani pasien terinfeksi corona.(Monti/PenmasPolri)

Kabaharkam : 52 RS Polri Siap Tangani Pasien Corona

Posted by: On Maret 22, 2020



JAKARTA, Cakra Bhayangkara News  - Kepolisian RI (Polri) memastikan sebanyak 52 rumah sakitnya yang tersebar di seluruh Indonesia siap menangani pasien terpapar virus corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto.

"Ada 52 rumah sakit yang sudah disiapkan di seluruh jajaran kepolisian. Ada klasifikasi I, II, III untuk melayani masyarakat, sekitar ada 2.000 kamar yang disiapkan mendukung warga masyarakat terhindar dari bahaya Covid-19," ujar Agus di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (22/3/2020).

Agus mencontohkan seperti di wilayah DKI Jakarta, di mana Polri menyiapkan RS Brimob dengan 200 kamar dan RS Polri Raden Said Sukanto, Kramatjati yang menyiapkan 50 kamar khusus bagi pasien Covid-19.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa rumah sakit tersebut telah dilengkapi fasilitas alat bantu pernapasan dan alat kesehatan (alkes) lainnya yang dibutuhkan oleh tenaga medis yang menangani pasien terinfeksi corona.

"(Polri) Sudah siap dengan fasilitas respirator dan sebagainya," ujar Agus.

Jajaran kepolisian kata Agus, akan melakukan Operasi Aman Nusa sebagai langkah penanggulangan Covid-19 terhadap wilayah yang terjangkit virus asal Wuhan, China tersebut.

"Kita akan berkoordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 yang ada di sana, serta dibantu pula dengan TNI," tandasnya.(Romi/PenmasPolri)

Kabaharkam Polri Cek Kesiapan Wisma Atlet Untuk Isolasi Pasien Covid-19

Posted by: On Maret 22, 2020



Jakarta, Cakra Bhayangkara News -Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Drs Agus Andrianto SH, MH, sebagai Kepala Operasi Terpusat Aman Nusa II Percepatan Penanganan Covid-19, lakukan pengecekan sarana dan fasilitas Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, yang akan digunakan untuk tempat isolasi pasien positif penyakit virus Corona baru (Covid-19), Minggu, 22 Maret 2020.

Dalam kesempatan ini Kabaharkam Polri didampingi oleh Kakorsabhara Baharkam Porli, Kapusdokkes Polri, Karorenmin Baharkam Polri, serta Dirsamapta dan Dirpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri.


Saat rombongan Kabaharkam Polri tiba di lokasi, ternyata telah hadir sejumlah pejabat negara seperti Mentri BUMN Erick Thohir, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Kepala BNPB Doni Monardo, Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono, dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Tampak hadir juga Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya.

Menurut Kabaharkam Polri, pengecekan yang dilakukan meliputi kondisi fisik dan kebersihan wisma atlet beserta fasilitas pendukung lainnya, ketersediaan air bersih dan dukungan pemadam kebakaran, Posko pengamanan pendukung yang disiapkan Polda Metro Jaya di Wisma Atlet lengkap dengan personel pengamabannya, dan kesiapan alat pelindung diri (APD) bagi petugas yang diperbantukan di Wisma Atlet.

"Pengecekan ini menindaklanjuti hasil rapat koordinasi bersama melalui video conference yang dipimpin oleh Menteri PMK, hari Jumat tanggal 21 Maret 2020, serta menindaklanjuti instruksi Presiden RI bahwa seluruh kekuatan pemerintah, kekuatan negara, dan bangsa bergerak untuk mengatasi masalah penyebaran virus Corona," terang Komjen Pol Agus Andrianto.

Sementara itu, sebagai Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menjelaskan adanya peningkatan jumlah masyarakat positif terinfeksi membuat pemerintah saat ini mengambil langkah prioritas dengan mengoptimalkan sumber daya nasional baik yang ada di pusat maupun di daerah. Pemerintah pusat berkomitmen akan mendukung penuh kebutuhan di daerah.

"Kami membutuhkan seluruh partisipasi publik saling bergotong-royong, bahu-membahu, dalam bentuk operasi kemanusiaan baik menyiapkan logistik, membantu mobilisasi baik tenaga dan peralatan medis," kata Doni Monardo.

Untuk mendukung hal itu, lanjut Kabaharkam Polri, jajaran kepolisian melaksanakan operasi kontijensi Aman Nusa II dalam rangka penanganan virus Corona di jajaran pusat hingga daerah dengan berkerja sama dengan gugus tugas dan unsur TNI yang ada di daerah.

"Sesuai perintah Kapolri, kami menyiapkan Rumah Sakit Bhayangkara Brimob sebanyak 200 kamar dan Rumah Sakit Kramat Jati sebanyak 50 kamar sudah siap digunakan untuk pasien Corona," kata Komjen Pol Agus Andrianto.

Perkembangan situasi, hingga Sabtu (21 Maret 2020), mengacu pada data resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dirilis melalui situs covid19.go.id, tercatat total 450 kasus positif Covid-19, di antaranya 20 kasus dinyatakan sembuh dan 38 kasus meninggal dunia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo berharap upaya percepatan penanganan Covid-19 dapat dilakukan melalui langkah-langkah cepat, tepat, fokus, terpadu, dan sinergis antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

"Seluruh kekuatan pemerintah, kekuatan negara dan bangsa, bergerak untuk mengatasi kesulitan ini, baik soal kesehatan maupun masalah sosial ekonomi yang mengikutinya," kata Presiden Jokowi.(Red)

Biro SDM Polda Banten, Gencar Laksanakan Sosialisasi Penerimaan Terpadu Calon Anggota Polri T.A 2020 Diperpanjang

Posted by: On Maret 21, 2020



Kota Serang, Banten, Cakra Bhayangkara News - Kabar gembira bagi Anda putra putri Indonesia yang ingin bergabung menjadi bagian dari Kepolisian Republik Indonesia. Pendaftaran Online penerimaan terpadu calon anggota polri T.A. 2020  diperpanjang.

Paursubbagdiapers Bagdalpers Biro SDM Polda Banten Iptu Rezki Parsinovandi, S.I.K,  menuturkan, Kepolisian Daerah Banten membuka kesempatan bagi putra-putri Indonesia untuk menjadi anggota Polri melalui penerimaan dan pendidikan Taruna Akpol, Bintara Polri dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2020 dan waktunya diperpanjang dari 7 Maret 2020 hingga 6 April 2020. 

“Ini kabar baik bagi putra-putri Indonesia, Kepolisian Daerah (Polda) Banten membuka kesempatan kalian untuk menjadi anggota Polri melalui penerimaan (rekrutmen) dan pendidikan Taruna Akpol, Bintara Polri dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2020, waktunya diperpanjang mulai tanggal 7 maret hingga 6 April 2020,” ucap Iptu Rezki Parsinovandi, kepada awak media, Sabtu (21/03/2020).

Bintara Polri yang dibutuhkan terdiri dari Bintara Polisi Tugas Umum, Bintara Polair, Bintara Teknologi Informasi (TI), Bintara Musik, Bintara Penerbangan, Bintara Penyidik Pembantu, Bintara Olahraga, Bintara Agama, Bintara Tata Boga, Bintara Perawat, Bintara Bidan, Bintara Pramugari.

“Pendaftaran penerimaan Taruna Akpol, Bintara Polri dan Tamtama Polri T.A. 2020 dengan cara mendaftar secara online melalui website www.penerimaan.polri.go.id, yang selanjutnya melakukan registrasi sesuai dengan pilihan (Akpol, Bintara Polri  dan Tamtama Polri) dan verifikasi akan dilaksanakan di panitia daerah yaitu Polda Banten. Dan dilanjutkan dengan tahapan tahapan seleksi,” ungkapnya.

Persyaratan Umum Sesuai Pasal 21 (1) UU Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia yaitu
a. Warga negara Indonesia.
b. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
c. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
d. Pendidikan paling rendah SMU/Sederajat.
e. Berumur paling rendah 18 tahun (pada saat dilantik menjadi anggita Polri).
f. Sehat jasmani dan rohani.
g. Tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan (dibuktikan dengan SKCK dari Polres setempat).
h. Berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela.

Calon anggota Polri menyiapkan berkas administrasi (Rikmin Awal) pendaftaran KTP (ortu & peserta) & Kartu Keluarga, Akte Lahir, semua ijazah dan transkip nilai yang dimiliki, SKCK (di buat pada Polres sesuai domisili ), surat keterangan sehat, pas foto berwarna (4 X 6) 10 Lembar.

“Setelah pemeriksaan administrasi (Rikmin) dinyatakan lulus calon anggota Polri mengikuti Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes Awal), lalu tes psikologi, ujian akademik secara Computer Assisted Test (CAT), jika lolos melanjutkan kembali dengan tes jasmani, setelah itu melanjutkan dengan PMK (Penelusuran Mental Kepribadian), selanjutnya melakukan tes psikologi 2, selajutnya Pemeriksaan Kesehatan akhir dan yang terkahir adalah pemeriksaan administrasi akhir,” kata Iptu Rezki.

Selanjutnya, Iptu Rezki menjelaskan, bahwa penerimaan terpadu calon anggota Polri tidak dipungut biaya sepeserpun, masyarakat diminta untuk tidak percaya kepada oknum yang menjanjikan atau menjamin kelulusan calon pendaftar dengan membayar sejumlah uang.

“Penerimaan Polisi dilaksanakan dengan prinsip BETAH (Bersih, Transparan Akuntabel dan Humanis), tidak dipungut biaya sepeserpun, bagi masyarakat jangan percaya dengan adanya oknum yang menjanjikan kelulusan,” tutup Iptu Rezki Parsinovandi.

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi di nomor 087875999361, ataupun media social Instagram : penerimaan_polri_polda_banten Facebook : Bamin Dalpers Banten YouTube : Bag Dalpers Biro SDM Polda Banten dan Twitter : Bagdalpers Biro SDM Polda Banten.(Agus/Red)