Headlines!

Divisi Hukum Mabes Polri Gelar Sosialisasi Peraturan Kapolri Tahun 2019, Di Polda Banten

Posted by: On Agustus 20, 2019



Serang, Banten, Cakra Bhayangkara News-- Kepolisian Daerah (Polda) Banten dan jajarannya menerima sosisalisasi dan penyuluhan hukum yang dilaksanakan oleh Divisi Hukum (Divkum) Polri, di Rupatama Polda Banten,  Rabu (21/08/2019) sekitar pukul 08.00 WIB,

Kegiatan sosialisasi dari Divkum Polri ini diawali dengan doa dan menyanyikan lagu indonesia Raya  kemudian acara secara resmi di buka oleh Kepala Kepolisian Daerah Banten Inspektur Jenderal Polisi Drs Tomsi Tohir yang diwakili oleh Waka Polda Banten Brigjen Pol Drs. Tomex Korniawan. Kegiatan ini di hadiri oleh Ketua Tim dari Divisi Hukum Polri Brigjen Pol Agung Makbul selaku karo suluhkum Divhumas Polri, Kabid Hukum Kombe M. Endro, Para pejabat Utama Polda Banten, serta seluruh peserta sosialisasi dari jajaran Polda Banten.



Adapun hal hal yang disosialisasikan oleh Divkum Polri terkait tiga hal yaitu Perkap No. 1 Tahun 2019 tentang sistem manajemen dan Standar Keberhasilan Operasional Polri, Perkap No. 2 Tahun 2019 tentang Penindakan Huru Hara, dan Perpol No. 3 Tahun 2019 tentang pemberian bantuan pengamanan pada Objek Vital  Nasional dan Objek tertentu.

Wakapolda Banten Brigjen Pol Drs. Tomex Korniawan yang membacakan amanat Kapolda Banten, menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik serta dapat meningkatkan wawasan para personil. 



“Saya berharap semoga sosialisasi dan penyuluhan ini dapat menjadi momentum dan motivasi kita semua untuk dapat meningkatkan kinerja yang lebih baik dalam melaksanakan tugas serta meningkatkan wawasan kepada kita untuk menghadapi tantangan tugas kedepan yang semakin komplek” ucap Wakapolda Banten.

Terakhir, Wakapolda juga menekankan kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan semangat.



“Pahami, dan pedomani apa yang disampaikan oleh narasumber dan sampaikan kepada rekan rekan di satuan kewilayahan tempat anda bertugas,” jelas Wakapolda

Selanjutnya, Brigjen Pol Agung Makbul yang menjabat sebagai Kepala Biro Sunluhkum Polri yang membacakan amanat dari Kadivkum Polri mengungkapkan bahwa materi penyuluhan hukum yang akan disampaikan pada pertemuan hari ini adalah tentang standar keberhasilan operasional kepolisian. 

"Materi penyuluhan hukum yang akan di sampaikan pada pertemuan hari ini adalah tentang standar keberhasilan operasional Kepolisian dalam rangka tugas secara berkesinambungan dengan dilakukan secara terencana, sistematis, sinergis dan terkoordinasi antara fungsi kepolisian Republik Indonesia guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri sesuai dengan tugas pokok yaitu Harkamtibmas, Penegakkan Hukum, dan Melindungi, Mengayomi, melayani," Ujar Brigjen Pol Agung Makbul



"Dalam melaksanakan kegiatan pencegahan dan penanggulangan kejahatan secara profesional, proporsional dan tuntas demi terlaksananya tugas tersebut dengan baik maka Kapolri menetapkan sistem manajemen berstandar keberhasilan operasional,” lanjut Brigjen Pol Agung Makbul.

Sosialisasi ini pun diharapkan tidak berhenti di sini dan dapat disampaikan ke seluruh anggota khususnya anggota yang berada di garis depan sebagai pelayan masyarakat sehingga Polri yang profesional dan terpercaya dapat terwujud,” jelas Brigjen Pol Agung Makbul mengakhiri.(Romi /red ).

Devisi Humas Polri Gandeng Beberapa Pihak Gelar Police Movie Festival Ke-6

Posted by: On Agustus 19, 2019



Jakarta, Cakrabhayangkara News - Divisi Humas Polri menggandeng sejumlah pihak terkait untuk menggelar kembali Police Movie Festival (PMF) yang keenam dengan tema Together We Are Strong. Program film pendek dan animasi yang sudah digelar sebanyak lima kali itu kembali diangkat untuk mendekatkan lagi polisi di hati masyarakat. 

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal mengatakan, program PMF sejauh ini memberikan dampak positif kepada masyarakat tentang citra kepolisian. Dengan program itu, masyarakat bisa melihat secara utuh kehidupan polisi yang tak muncul di permukaan. 



"Kami ingin dapat rasa cinta, kami ingin kepercayaan masyarakat terhadap polisi terus meningkat lewat bidang perfilman ini," kata Iqbal dalam konferensi pers PMF Ke-6 di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Senin (19/8).

Iqbal menyadari gambaran masyarakat tentang polisi yaitu orang yang menegakkan hukum dan menenteng senjata. Gambaran itu melekat dan merupakan amanat konstitusi sehingga membuat polisi terlihat sangar di mata masyarakat. Namun dengan program ini, Iqbal mengharapkan kesan sangar itu gugur sekaligus menciptakan gambaran humanis, di mana kepolisian bisa menjadi sahabat bagi masyarakat. 



"Cinta masyarakat terhadap kepolisian jadi goal kami. Bagaimana kepolisian masa depan akan tampil semakin sipil, walaupun bapak dan ibu tahu, polisi dipersenjatai. Tapi, tujuan kami menggelar ini adalah bagaimana kepolisian mendapat restu menjaga keamanan dengan pendekatan yang humanis," kata dia. 

Mantan Wakil Kepala Kepolisian Jawa Timur ini melanjutkan, program-program sebelumnya mampu menghasilkan citra positif terhadap kepolisian. Bahkan, Iqbal mendapat kabar banyak orang tua yang memimpikan mendapat menantu seorang polisi akibat film tersebut. Dari aspek kedisiplinan, masyarakat juga melihat saat polisi menjalankan tugas dengan sangat berat.

"Mereka berempati kepada polisi. Mereka mencintai polisi, setidaknya berpikir mereka untuk tidak melanggar," kata mantan Kapolres Metro Jakarta Utara. 

Sementara itu, Ketua Panitia PMF AKP Hasby Ristama mengatakan, program ini juga membuat para sineas mengerti akan kerja kepolisian. Dengan memotret sendiri aktivitas kepolisian, sineas melihat secara jelas kehidupan anggota, lalu menyebarkannya ke komunitas mereka dan masyarakat. 

"Kami juga membuka akses untuk merambah go international. Kami menganggap ini pasar yang bagus dan kami menggarap ke sana," jelas Hasby. 

Hasby juga mengatakan, peserta lomba PMF pasti diberikan akses untuk merekam kehidupan kepolisian. Dia menegaskan kepolisian terbuka kepada para sineas untuk memilih konten dan pengambilan gambar baik kegiatan harian di kantor maupun di lapangan. 



Dalam PMF ini, dewan juri yang dilibatkan adalah Sutradara Monty Tiwa, animator sekaligus pendiri Hellomotion Wahyu Aditya dan Chicco Jerikho serta Rio Dewanto sebagai aktor Indonesia. Prilly Latuconsina juga dilibatkan dalam dewan juri. 

Ada dua kategori film yang diperlombakan, yaitu film pendek serta animasi dengan batas waktu yang ditentukan. Pada kategori film pendek, maksimal durasi lima menit sampai tujuh menit, sedangkan film animasi tiga menit. Sineas yang ingin berpartisipasi bisa mendaftar lewat www.policemoviefestival.com, disusul dengan karya film sineas. 

Batas waktu diberikan sampai 1 Oktober 2019. Setelah itu pengumuman 50 besar disampaikan pada 11 Oktober 2019, pengumuman 30 besar pada 13 Oktober 2019 dan pengumuman sepuluh besar pada 20 Oktober 2019. Hadiah yang ditawari mencapai Rp 150 juta.(Monti /Red)

Polda Banten gelar Upacara HUT RI Ke 74 di tebing Tanjung Layar Taman Nasional Ujung Kulon

Posted by: On Agustus 17, 2019



Serang, Banten, Cakra Bhayangkara News - Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, Polda Banten menggelar Kegiatan Pengibaran bendera Merah Putih di  tebing Tanjung Layar TNUK (Taman Nasional Ujung Kulon), Kabupaten Pandeglang, Banten. Sabtu (17/8/2019) pukul 10:00 WIB
sejumlah pihak terlibat dalam upacara pengibaran bendera merah putih di atas tebing Tanjung Layar memperingati HUT perwira bintara Personel Direktorat Binmas, Polres Pandeglang, Bibhumas,  Bidpropam, kepala Balai TNUK, Polsus TNUK, pecinta alam Srikandi Nusantara, tim basarnas , Vertical Rescue Indonesia, Tim Habitat TNUK, dan Polhut TNUK


Pada kesempatan ini Dirbinmas Polda Banten Kombes Pol Oki Waskito, S.H., SIK, M.Si bertindak menjadi Inspektur Upacara pengibaran bendera merah putih 17 Agustus 2019

Dirbinmas Polda Banten Kombes Pol Oki Waskito dalam sambutannya membacakan amanat tertulis Kapolri yang menyampaikan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara yang besar, memiliki wilayah yang terbentang sepanjang lebih dari 5.428 Km, serta memiliki 17.506 pulau, termasuk pulau Peucang serta garis pantai sepanjang 99.093 Km.



Indonesia juga dianugerahi sumber daya alam yang beragam dan melimpah. Mulai dari keanekaragaman
flora dan fauna, bahan-bahan tambang yang bernilai tinggi, serta kekayaan hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, dan kelautan..

"Dengan jumlah penduduk lebih dari 263 juta jiwa,Indonesia menjadi negara berpenduduk terbesar ke empat di
dunia. Indonesia juga memiliki tenaga kerja usia produktif dan masyarakat kelas menengah yang besar. Tidak hanya itu,
ekonomi Indonesia terus berkembang menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Pada tahun 2019, pertumbuhan
ekonomi Indonesia berada pada peringkat ke tiga tertinggi di antara negara-negara G-20,"ujarnya



Sejarah telah menunjukkan, bahwa dalam perjalanan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, kita mampu
mengatasi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Dengan demikian, dalam usia yang ke-74 tahun, Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap kokoh berdiri.

"Dari uraian tersebut, peringatan Hari Ulang Tahun ke-74
Kemerdekaan Indonesia, menjadi momentum bagi kita untuk bersyukur, atas seluruh karunia Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia juga
menjadi momentum bagi kita untuk berterima kasih kepada seluruh pahlawan kusuma bangsa, atas seluruh perjuangan,
pengabdian, dan pengorbanan, kepada masyarakat, bangsa, dan negara," imbuhnya.

Kemudian ia mengatakan dalam Upacara pengibaran bendera dengan ukuran 15 meter kali 10 meter dikibarkan di tebing Tanjung layar oleh 3 orang pecinta alam Srikandi Nusantara dengan cara repling dari tebing.

"Kegiatan ini untuk Meningkatkan semangat perjuangan yang ada pada diri kita masing-masing Meningkatkan rasa nasionalisme dan berkebangsaan, dan untuk meningkatkan kecintaan kita terhadap Taman Nasional Ujung Kulon yang menjadi kawasan lindung pemerintah yang perlu dijaga kelestarian flora dan fauna, serta untuk meningkatkan potensi pariwisata khususnya taman nasional di Ujung Kulon." Jelasnya.(Red CBN)

Kapolri Jenderal Pol Prof.Drs. H. M. Tito Karnavian., Ph.D Jenguk Korban Luka Bakar saat tugas Pengamanan Aksi Unras

Posted by: On Agustus 16, 2019



Jakarta, Cakrabhayangkara News - Kapolri Jenderal Pol Prof. Drs. H. M. Tito Karnavian., Ph.D menjenguk Korban luka bakar saat melaksanakan tugas pengamanan aksi Unras di Cianjur yang dirawat di RS. Pusat Pertamina, Jl. Kyiai Maja, No. 43, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 16/08-2019. 



Dalam kegiatan tersebut Kapolri didampingi dengan Kadiv Humas Polri,  Irjen Pol. M. Iqbal dan Kapusdokkes Polri,  Irjen Pol. Dr. Farley Helfrich Arthur Tampi.

Dalam situasi yang diselimuti rasa prihatin dan berduka cita, Kapolri menyampaikan yang dimana sesuai kejadian pada hari Kamis terdapat anggota Polres Cianjur yang sedang melaksanakan pengamanan aksi unras, tetapi kemudian aksi unras berlangsung anarkis dengan menggunakan kekerasan berupa pelemparan kepada petugas dengan menggunakan bensin yang mengakibatkan anggota terbakar.  



Terdapat 4 anggota yang mengalami luka bakar yang salah satunya adalah Ipda Erwin yang mengalami luka bakar 70 % , 2 anggota yang dirawat di RS Sadikin Bandung mengalami luka bakar 40 % dan 1(satu) Anggota lagi mengalami luka bakar 9%. 



"Dari Organisasi, Polri telah melakukan proses hukum kepada pelaku serta memberikan pertolongan kepada anggota yang awalnya di rawat di RS Polri kemudian dirujuk ke RS PP karena salah satu Rumah sakit terbaik dalam penanganan luka bakar. 

Mari kita semua berdoa untuk Ipda Erwin semoga segera melampaui masa kritis dan segera diberikan kesembuhan", ujar Tito. 



Selain rasa prihatin dan ucapan doa,  Kapolri juga memberikan penghargaan kepada para korban  berupa Kenaikan Pangkat Luar Biasa setingkat lebih tinggi dari pangkat semula sesuai dengan surat telegram Kapolri nomor :STR/505/VIII/KEP./2019. 

Sekali lagi Kapolri berharap dan memohon doa agar para korban segera diberikan kesembuhan sehingga dapat melaksanakan tugas kembali,  hal itu memang merupakan resiko menjadi anggota Polri,  beberapa waktu lalu terdapat anggota Polri yang gugur saat melaksanakan tugas di Papua. 

"Tentunya Polri berduka atas peristiwa ini karena anggota kita yang berusaha menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat yang akhirnya diperlakukan dengan cara cara yang melanggar hukum dan kita tetap akan lakukan proses hukum serta memberikan bantuan,  penghargaan dan doa kepada para korban", tutup Tito. 



Adapun para Korban yang mendapat penghargaan antara lain :

1. Ipda Erwin Yudha WildaNI

2. Briptu Fransiskus Aris Simbolon

3. Briptu Muhammad Yudi Muslim

4. Briptu Anif Endaryanto Pratama

Kegiatan diakhiri dengan pemberian santunan kepada Keluarga Korban.(red CBN) 

Dittipisiber Bareskrim Polri Bekuk Kasus Penjual Data Nasabah dan Kependudukan

Posted by: On Agustus 15, 2019



Jakarta, Cakrabhayangkara News - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang berinisial C, sebagai tersangka tindak pidana penjualan data nasabah dan data kependudukan melalui website dan Whatsapp.

Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Asep Safruddin mengatakakan saat konferensi pers di Gedung Bareskrim mabes polri "Kelengkapan data yang dijual oleh tersangka C ini meliputi nama lengkap, nomor handphone, alamat, NiK, KK, nama bank dan data pribadi lainnya," Kamis (15/8).

Kombes Asep Safruddin  mengungkapkan bahwa pelaku yang berinisial C ditangkap di wilayah Cilodong, Depok, Jawa Barat pada Selasa (6/8/2019). 



Tersangka C (32) menawarkan data nasabah dan data kependudukan tersebut melalui website temanmarketing.com dan jika ada calon pembeli, C (32) melakukan transaksi melalui akun whatsapp dengan nomor 081288103307, terang Asep

Bahwa tersangka tersebut memiliki beberapa pilihan paket pembelian data untuk pembelinya, yang termurah dengan harga Rp 350.000 untuk 1.000 data hingga yang termahal Rp 20 juta untuk 50 juta dana nasabah dan penduduk, Jelas Asep.

Wakil Direktur Tindak Pidana Siber menjelaskan bahwa Setelah harga yang ditawarkan tersangka cocok maka pelaku langsung mengirimkan dua opsi pembayaran. Pembayaran pertama melalui transfer ke nomor rekening Bank Central Asia (BCA) dengan nomor 8800390746 atau melalui top up saldo OVO ke nomor 081288103307.

"Kami akan terus kembangkan kasus ini hingga ke akar-akarnya," 

Dari tangan tersangka, tim penyidik mengamankan barang bukti berupa satu unit ponsel yang dipakai pelaku pada website temanmarketing.com dan ratusan ribu data nasabah serta penduduk.

Atas perbuatannya tersangka C dijerat Pasal 48 ayat (2) Jo Pasal 32 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITe) dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 9 tahun dan atau denda paling banyak Rp3 miliar.

Ditambah Pasal 95A Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 2 tahun dan atau denda paling banyak Rp25 juta. tutup Asep (Monti)

Perjuangan Firlansyah Anak Tukang Ojek Yang Lulus Bintara Polri

Posted by: On Agustus 15, 2019



Serang, Banten, Cakra Bhayangkara News - Meski terlahir dari keluarga kurang mampu, dan ayahnya hanya tukang ojek di wilayah Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Agustian Filansyah tidak patah semangat. Ia akhirnya mampu lolos seleksi Bintara Polri 2019.

Agustian Firlansyah, pemuda asal Kampung Dukuh Mukid RT 19/07, Desa Saketi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, merupakan anak dari pasangan Roni Syahroni (50) dan Iroh Rohayati (42).

Mendadak ia menjadi buah bibir setelah berhasil lolos seleksi Bintara. Pasalnya, selama 20 tahun, tidak ada perwakilan di Kecamatan Saketi yang lolos menjadi anggota kepolisian. Apalagi, Agustian hanya anak dari tukang ojek.

Ketika disambangi di rumah kediamannya, Roni Syahroni sedang menjalankan tugasnya sebagai tukang ojek untuk antar jemput anak-anak SDN Saketi I Kabupaten Pandeglang. Di rumahnya, hanya ada Iroh Rohayati yang tengah menunggu suaminya pulang mengantarkan anak-anak SD tersebut.



Iroh menceritakan, Agustian yang biasa dipanggil Filan lulus dari SMA pada tahun 2019. Sejak kecil, telah bercita-cita sebagai abdi negara sehingga terus berjuang untuk mencapai cita-citanya itu, meski dengan keterbatasan ekonomi.

Anak semata wayangnya itu mengungkapkan keinginannya kepada dia dan ayahnya setelah melihat sebuah tayangan televisi, adanya pembukaan pendaftaran calon Taruna Akpol, Bintara, Tamtama penerimaan Polri Tahun 2019.

Setiap hari, Filan berlari ke sekolah pulang pergi sepanjang 10 kilometer. Tidak ingin anaknya kecewa, Roni Syahroni mendukung penuh keinginan Filan, dan ikut menemani berlari. 

"Memang anak saya suka sekali olahraga, setelah ada pendaftaran polisi, selama lima bulan anak saya tidak lagi naik kendaraan ke sekolah. Setiap hari Filan berlari, mau berangkat maupun pulang. Suami saya juga ikut lari menemani Filan," kata Iroh ketika ditemui di rumahnya.

Ditempat terpisah ketika ditemui di pangkalannya, Roni Syahroni mengaku bangga anaknya lulus menjadi anggota polisi. Saat ini Filan sedang mengikuti pendidikan dan pembentukan (Diktuk) Bintara Polri TA 2019 angkatan XLIV yang dilaksanakan di SPN Mandalawangi Polda Banten, Pandeglang.

 "Alhamdulillah anak saya bisa menjadi anggota Polri, meski kami hanya memberikan dukungan dan doa saja. Saya juga berpesan kepada anak saya, jika sudah jadi polisi jaga amahan dan jangan lupa menjalankan ibadah," katanya.

Sementara itu, Agustian Firlansyah mengaku menjadi anggota polisi merupakan cita-citanya sejak kecil. Selain ingin mengabdi kepada negara, dengan menjadi anggota Polri, dirinya ingin membuat bangga kedua orangtuanya. 

"Ingin mengabdi ke negara dan yang paling utama membanggakan kedua orangtua saya. Selama ini ayah saya hanya bekerja sebagai tukang ojek pengkolan yang penghasilannya Rp50 ribu setiap harinya dan hanya cukup untuk makan sehari-hari," katanya.

Pemuda kelahiran 17 Agustus 2001 itu juga mengungkapkan, masuk polisi gratis, tidak perlu mengeluarkan biaya. Masyarakat cukup mempersiapkan fisik, akademik dan niat yang bersungguh-sungguh.

"Kalau masyarakat bilang masuk polisi bayar, itu bohong. Karena saya sudah membuktikannya," ungkapnya.(red CBN) 

Dittipidsiber Bareskrim Polri Bekuk Kasus Penjual Data Nasabah dan Kependudukan

Posted by: On Agustus 15, 2019



Jakarta, Cakra Bhayangkara News - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang berinisial C, sebagai tersangka tindak pidana penjualan data nasabah dan data kependudukan melalui website dan Whatsapp.

Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Asep Safruddin mengatakakan saat konferensi pers di Gedung Bareskrim mabes polri "Kelengkapan data yang dijual oleh tersangka C ini meliputi nama lengkap, nomor handphone, alamat, NiK, KK, nama bank dan data pribadi lainnya," Kamis (15/8).

Kombes Asep Safruddin  mengungkapkan bahwa pelaku yang berinisial C ditangkap di wilayah Cilodong, Depok, Jawa Barat pada Selasa (6/8/2019). 



Tersangka C (32) menawarkan data nasabah dan data kependudukan tersebut melalui website temanmarketing.com dan jika ada calon pembeli, C (32) melakukan transaksi melalui akun whatsapp dengan nomor 081288103307, terang Asep

Bahwa tersangka tersebut memiliki beberapa pilihan paket pembelian data untuk pembelinya, yang termurah dengan harga Rp 350.000 untuk 1.000 data hingga yang termahal Rp 20 juta untuk 50 juta dana nasabah dan penduduk, Jelas Asep.

Wakil Direktur Tindak Pidana Siber menjelaskan bahwa Setelah harga yang ditawarkan tersangka cocok maka pelaku langsung mengirimkan dua opsi pembayaran. Pembayaran pertama melalui transfer ke nomor rekening Bank Central Asia (BCA) dengan nomor 8800390746 atau melalui top up saldo OVO ke nomor 081288103307.

"Kami akan terus kembangkan kasus ini hingga ke akar-akarnya," 

Dari tangan tersangka, tim penyidik mengamankan barang bukti berupa satu unit ponsel yang dipakai pelaku pada website temanmarketing.com dan ratusan ribu data nasabah serta penduduk.

Atas perbuatannya tersangka C dijerat Pasal 48 ayat (2) Jo Pasal 32 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITe) dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 9 tahun dan atau denda paling banyak Rp3 miliar.

Ditambah Pasal 95A Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 2 tahun dan atau denda paling banyak Rp25 juta. tutup Asep (Monti)

Website PatroliSiber.Id Resmi di Luncurkan Dittipisiber Bareskrim Polri

Posted by: On Agustus 14, 2019



Jakarta, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri resmi meluncurkan website Patrolisiber.id bertempat di Kantor Dittipidsiber Gedung Awaludin Djamin, Lantai 15, Jl. Trunojoyo No.3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, (14/08).



Website Patrolisiber.Id di resmikan Kabareskrim mabes polri Komjen Pol Idam Aziz, dalam sambutannya kabareskrim memuji kinerja Direktur siber ini, Polri meluncurkan webite Patrolisiber.Id untuk menampung laporan kejahatan siber dari masyarakat, situs ini merupakan bentuk pencegahan kejahatan siber termasuk penyebaran hoax.



Jenderal bintang tiga ini mengatakan "Sudah, kita tidak usah melihat kejadian sejak pemilu kemarin. Betapa banyak yang sudah kita lakukan, yang nyata saja tujuh kontainer surat suara, yang nyata saja bahwa KPU diretas. Tapi setelah anak-anak siber turun, semua adalah hoax," 

"Kebijakan saya waktu itu cuma satu, tindak tegas, tidak ada kompromi kepada orang-orang yang melakukan hoax," tegasnya dalam sambutanya.



Dalam peluncuran website Patrolisiber.id dihadiri Kabareskrim Komjen Pol Idam Aziz, Prof Dr. Diah Natalisa dari deputi Menpan RB, sekjen Kemeninfo Dra Rosalita Widiastuti, IIrjen. Pol. Agung Setya Deputi Bidang Intelijen Siber BIN, Brigen Pol A Rachmat Wibowo Direktur Tipidsiber, Ka Seto, Brigjen Pol Dedi Prasetyo Karopemas Polri dan Tamu undangan lainnya



Direktur Tidak Pidana Siber Brigjen Pol. A. Rachmat Wibowo mengakatan kami meluncurkan patrolisiber.id ini agar upaya Polri lebih mempermudah masyarakat dalam hal pelaporan kejadian-kejadian yang menyangkut tidak pidana apa saja misalnya pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan, penyebaran hoax, atau faham radikal yang tentunya dengan mengakses patrolisiber.id dengan memasukan laporan disertai identitas pelapor, tentunya polri akan menyikapi dengan menindak setiap laporan lengkap yang disertai identitas pelapor, dan tentunya penindakan dilakukan oleh tingkat polsek, ataupun polres setempat, dan setiap pelaporan tentunya kami data dan kami tindak lanjuti dan apabila sudah menangkap sipelaku atau yang dilaporkan tentunya kami akan menghubungi pelapor tersebut. (Monti)

Dalam Sebulan Ops. Cipkon Kepolisian Polda Metro Jaya Tahan 243 Tindak Pidana Kriminalitas

Posted by: On Agustus 12, 2019



Jakarta, Cakra Bhayangkara News- Guna dalam menciptakan rasa aman di masyarakat, Polda Metro Jaya terus menggencarkan operasi pemberantasan berbagai tindak kejahatan jalanan seperti perampokan, begal, pencurian kendaraan bermotor dan sebagainya.

Selama sebulan operasi, pada periode 10 Juli - 10 Agustus, Polda Metro Jaya dan jajarannya berhasil menangkap 243 pelaku kejahatan jalanan, dan menembak 4 tersangka karena mencoba kabur atau melawan saat ditangkap.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan, Polda Metro Jaya menggelar setiap hari kegiatan rutin kepolisian, operasi kepolisian, termasuk kegiatan rutin yang ditingkatkan.


"Ini hasil kegiatan rutin yang ditingkatkan, yang dilakukan oleh jajaran baik Polda Metro maupun Polres-Polres. Kegiatan ini berbagai fungsi gabungan, tidak hanya Reskrim saja, Binmas dan lain-lain. Kegiatan patroli, razia dan sebagainya. Dari kegiatan tersebut kita berhasil mengamankan tersangka 243 orang dan 210 barang bukti," ujar Gatot, di Makopolda Metro Jaya, Senin (12/08/2019).



Dikatakan Gatot, empat orang tersangka diantaranya, terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur atau ditembak karena melakukan perlawanan pada saat ditangkap.

"Barang bukti yang disita antara lain, tujuh senpi (senjata api), 26 sajam (senjata tajam), roda dua 52 unit, roda empat 12 unit, handphone 98 unit, laptop 12, ada pula natkotika (172, 39 gram)," ujar Gatot.

Menurut Gatot, pihaknya juga melakukan pembinaan terhadap kurang lebih 200 orang yang tidak terbukti melakukan pelanggaran pidana, diberikan pencerahan dan kemudian dipulangkan.

"Secara terus menerus kegiatan ini akan dilakukan, di samping kegiatan lain. Untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif, masyarakat tidak merasa khawatir dengan gangguan keamanan. Dengan situasi aman kondusif, kita berharap para investor bisa datang, terutama di wilayah Polda Metro Jaya," katanya.

Menurut Gatot, berdasarkan data, tingkat kejahatan di wilayah Polda Metro Jaya terus mengalami penurunan.

"Data dari kita mengalami penurunan. Tentu kita harus jaga terus. Kegiatan antisipasi ini nggak sendiri saja, tapi juga gabungan. Kejahatan ini cenderung kejahatan konvensional, street crime. Paling banyak curat (pencurian dengan pemberatan), anirat (penganiayaan berat) dan lain-lain. Kita lihat mereka akan tawuran kita juga amankan, dilakukan langkah-langkah persuasif. Kita akan kerjakan terus menerus, dari tingkat Polda, Polres bahkan tingkat Polsek," tandasnya.(Tile)

Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto Sik, SH, Msi,Melaksanakan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ruang Pusat Pelayanan

Posted by: On Agustus 09, 2019



Jakarta Utara, Cakra Bhayangkara News - Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto Sik, SH, Msi, melaksanakan Peletakan Batu Pertama Pembangunan ruang pusat Pelayanan Polres Metropolitan Jakarta Utara, bertempat di Basement Polres Metropolitan Jakarta Utara Jl. Yos Sudarso No.1 Kec. Koja Jakarta Utara, Jumat, 09/08-2019.
Kegiatan tersebut dihadiri  para tamu  dan Undangan yang berjumlah kurang lebih 50 orang, diantaranya Ir. Eko ( Pelaksana Pembangunan ) PT. Agung Sedayu Group, Wakapolres Metro Jakut AKBP Adi Vivid A.B, S.iK, M.Hum, M.S.M, Kabag Ops Polres Metro Jakut AKBP Sucipto, Kasat Intelkam Polres Metro Jakut AKBP Drs. Efendi Sirait MM, Kasat Reskrim AKBP Ach. Imam Rifai, SH, S.iK, MPICT, MISS, Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakut AKBP Kurniawan Hartono S.iK, Kasat Samapta Polres Metro Jakut AKBP Wiyono, SH, MH, Kabag Sumda Polres Metro Jakut AKBP Yayuk, Kasat Tahti Polres Metro Jakut Kompol Sutrio, Kasi Propam Polres Metro Jakut Kompol Gampang, SH, Kasitipol Polres Metro Jakut Kompol Suwarno, Kasubag Humas Polres Metro Jakut Kompol HM. Sungkono, Wakasat Intelkam Polres Metro Jakut  Kompol M. Silalahi.SH, KASPKT Polres Metro Jakut Kompol Ni Ketut, Wakasat Binmas Polres Metropolitan Jakarta Utara Kompol Edy. W, Kasikeu Polres Metro Jakut Kompol Andi Sigit.SE, Wakasat Samapta Polres Metro Jakut Kompol Winarno, Wakasat Lantas Polres Metropolitan Jakarta Utara Kompol Wagino, serta Kasiwas Polres Metro Jakut Akp Sukohadi.


Setelah melaksanakan peletakan batu pertama oleh Kapolres Metro Jakut Kombes Pol Budhi Herdi Susianto Sik, SH, Msi, dilanjutkan dengan Pemotongan Tumpeng sekaligus Sambutan oleh Kapolres Metro Jakut Kombes Pol Budhi Herdi Susianto Sik, SH, Msi yang mana Kapolres mengapresiasi Ir. Eko atas bantuan dan dukungannya dalam pelaksanaan pembangunan ruang Pelayanan Polres Metropolitan Jakarta Utara.
" saya sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan Ir. Eko dalam membantu hingga terlaksananya acara peletakan batu pertama pembangunan ruang pusat Pelayanan Polres Metropolitan Jakarta Utara," Ujar Kapolres.
Penilaian Pelayanan kita ( Polres Metropolitan Jakarta Utara ) berada dibawah Polres lain, maka perlu kiranya kita membangun ruang Pelayanan yang lebih baik sehingga masyarakat lebih mudah tidak perlu naik turun tangga yang saat ini di lantai 2, kegiatan ini hasil swadaya Masyarakat, dari Dinas Kepolisian belum ada, alhamdulillah Masyarakat Jakarta Utara mau membantu kita, tambah Kapolres lagi.


Pada kesempatan yang sama Kapolres juga memaparkan rencana pembangunan di wilayah Polres Jakarta Utara yaitu dalam waktu dekat akan di perbaiki barak Dalmas, Pagar dan lain-lain.
" Hal lain yang perlu kita perbaiki dalam waktu dekat ini adalah Barak Dalmas, Pagar dll, Ungkap Kapolres.


kuncinya kita harus dekat dan silahturahmi dengan Masyarakat, Ciptakan sinergitas Polri dengan Masyarakat, mudah-mudahan masyarakat dapat menikmati pelayanan Polri dan kita semakin dekat dengan Masyarakat, Kita akan ciptakan pelayanan Piranti lunak / Elektronik sehingga masyarakat tidak perlu datang ke Polres, Ungkap Kapolres lagi. (Marni)

Lepas Sambut Kapolsek Matraman dari Pejabat Lama Kompol Warsito, SH, Kepada Pejabat Baru Kompol Tedjo Asmoro, SH, Msi

Posted by: On Agustus 08, 2019



Jakarta Timur, Cakra Bhayangkara News – Acara Lepas sambut Kapolsek Matraman dari Pejabat  yang lama Kompol Warsito, SH, kepada pejabat baru Kompol Tedjo Asmoro SH Msi, bertempat di GOR Matraman, Jakarta Timur, Kamis, 08/08-2019.
Acara Lepas Sambut tersebut di hadiri Jajaran Polres Jakarta Timur, para tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Muspika serta  Organisasi Masyarakat, antara lain FKDM, SISKOMMAS dan Ormas ormas di wilayah matraman lainnya.
Dalam acara lepas sambut Pejabat lama, Kompol Warsito, SH, menyampaikan ucapan terima kasih kepada para tokoh Agama dan tokoh masyarakat atas dedikasi kerja samanya dalam menjaga keamanan kantibmas wilayah sektor hukum Polsek Matraman.
Kapolsek Matraman  Kompol Tedjo Asmoro SH Msi, sebagai pejabat yang baru, berharap peran seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga iklim kondusif.


Selain itu, saya mengajak semua elemen masyarakat untuk selalu bersenergi, tetap menjaga kekompakan yang selama ini sudah baik, dan diharapkan untuk tetap menjalin kordinasi keamanan di lingkungan wilayah,  ucap Tedjo.
Kepada Anggota dan Jajaran Polsek Matraman, Kapolsek yang baru menginstruksikan agar dalam menanggapi aduan masyarakat harus lebih cepat di respon karena tugas Polisi melindungi dan mengayomi masyarakat khususnya di wilayah hukum polsek matraman.
Kapolsek Matraman Kompol Tedjo Asmoro, SH, Msi mengharapkan agar   semua Anggota dan Jajaran Polsek Matraman untuk harus bisa bersinergi dengan semua elemen yang ada di masyarakat, agar tercipta suasan yang aman, kondusif dan terkendali di wilayah hukum polsek matraman.(Panggi)



Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Berhasil Tangkap 7 Tersangka Jaringan Narkoba Internasional Malaysia-Jakarta

Posted by: On Agustus 08, 2019



Jakarta, Cakra Bhayangkara News- Jajaran Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap pelaku narkoba jaringan Malaysia-Jakarta dengan tersangka 7 orang dan barang bukti 10 kg Sabu pada hari Rabu (10/07/2019) lalu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono bersama jajaran pejabat Ditresnarkoba memberikan keterangan dalam rilis kasus narkoba di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (08/08/2019).
Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan penangkapan ini dari bermula para pelaku yang berusaha mengirimkan barang haram itu dari Malaysia melalui jalur laut ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.


"Tersangka ND mempersiapkan orang untuk membantu mengantarkan sabu yaitu BD dan HND. ND berangkat menggunakan pesawat, sedangkan HND dan BD menggunakan kapal," ujarnya.
Dua tersangka menggunakan kapal sipil yaitu KM Salvia untuk menyeberang dari Malaysia ke Tanjung Priok. Untuk mengelabui petugas keamanan, tersangka membawa sabu dalam 10 bungkus teh China. Pelaku juga berlagak seperti orang biasa untuk menutupi kecurigaan dari petugas.
Sebelum menangkap tersangka yang membawa sabu, polisi lebih dulu membekuk tersangka ND dan BCK. Tidak lama berselang, dua tersangka yang membawa langsung sabu juga dibekuk pada 11 Juli lalu.
Berbekal surat perintah penangkapan, polisi kemudian menangkap kelompok yang sama yang masih tersisa yaitu BBR, PN dan JG di wilayah Pondok Pinang, Kebayoran Lama.
Atas perbuatan tersangka, seluruhnya terancam dikenakan pasal 114 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35/2009 tentang Narkoba. "Tersangka tercancam pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda maksimal Rp10 miliar," terangnya.(Tile)