4th ANNIVERSARY CAKRA BHAYANGKARA NEWS ** Media Cetak dan Online

Headlines!

Minimalisir Penyebaran Corona, LPSK Laksanakan Rapat Koordinasi Melalui Konferensi Video

Posted by: On Maret 16, 2020



Jakarta, Cakra Bhayangkara News —Sekretaris Jenderal Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Noor Sidharta melakukan rapat koordinasi dengan Sekretaris Jenderal Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan Ainun Na’im beserta jajarannya melalui konferensi video, Senin pagi, (16/3). Rapat digelar guna membahas kerja sama kedua lembaga terkait layanan psikososial bidang pendidikan bagi korban tindak kejahatan.

Noor Sidharta menjelaskan bahwa LPSK hingga saat ini tetap menjalankan aktivitas seperti biasa ditengah ancaman penyebaran virus corona atau Covid-19, hanya saja agar penyebaran virus tidak semakin meluas, LPSK mengantisipasinya dengan cara inovatif. Salah satunya adalah menggelar rapat secara virtual.

“Selain untuk mengurangi potensi penularan virus corona, hikmah lainnya adalah membuat kami lebih kreatif. Rapat dengan video selain tetap efektif, juga lebih efisien dari segi waktu dan sumber daya” ujar Noor

Terlepas dari sedang maraknya penyebaran Covid-19, Noor berharap ke depan, aktivitas semacam ini bisa menjadi contoh dan lifestyle setiap lembaga maupun instansi dalam berkoordinasi agar muncul akselerasi pengambilan keputusan.  

Dalam rapat koordinasi itu sendiri, LPSK meminta pihak Kemendikbud untuk turut membantu memberikan bantuan rehabilitasi psikososial dalam bidang pendidikan, kepada sejumlah anak yang menjadi korban tindak pidana seperti korban terorisme dan kekerasan seksual. 

Setidaknya ada lima permohonan yang dilayangkan LPSK, diantaranya kemudahan bagi korban untuk mendapatkan akses Program Indonesia Pintar, permohonan beasiswa, kemudahan bagi korban untuk berpindah sekolah, bantuan alat penunjang belajar hingga akses pendidikan melalui program Kejar Paket A dan B.

Selain itu, dalam kesempatan ini LPSK menyampaikan sejumlah informasi kerja sama yang telah dilakukan antar kedua instansi, diantaranya kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan LPSK ke kampus-kampus, terutama di Papua.

Menanggapi hal tersebut, Ainun menyambut positif permohonan LPSK. Dirinya mengatakan pihaknya akan mengakomodir permohonan bantuan psikososial kepada sejumlah korban yang masuk dalam kategori pelajar atau mahasiswa. Ainun juga mengatakan pihaknya sangat mendukung kegiatan LPSK yang menyasar kampus-kampus.

“Mohon agar data (korban) bisa dikirimkan ke kami, semuanya bisa mulai dilaksankan pada awal tahun ajaran baru” pungkasnya

HUMAS LPSK
Jalan Raya Bogor KM 24 no 47-49, Jakarta Timur 13750
Email : lpsk_ri@lpsk.go.id  
Facebook : Lpsk RI 
Twitter : @infolpsk  
Instagram : Info LPSK
Website : www.lpsk.go.id 
Call Center : 148

(Red)

Sastrawati Ayu Utami : Ancaman Bukan Dari Pemerintah Tapi Dari Civil Society

Posted by: On Maret 01, 2020



Jakarta, Cakrq Bhayangkara News -  Sastrawati Ayu Utami mengatakan ancaman saat ini bukan dari pemerintah namun dari civil society yang mengatasnamakan agama. Dulu Indonesia bangsa yang sangat toleran dan bisa mengolah intoleran dengan damai. Namun saat ini seperti kehilangan cara untuk menangkal radikalisme
Oleh sebab itu Ayu Utami mengajak masyarakat untuk menggunakan kearifan Nusantara untuk tangkal radikalisme yang selalu mengatasnamakan agama tertentu.


Hal tersebut terungkap dalam bincang seni dan budaya dengan tema “Tangkal Radikalisme Melalui Sastra Dan Budaya di Teater Utan Kayu Jakarta, Sabtu 29/2/2020.

Sastrawati Ayu Utami mengatakan berdasarkan risetnya penyatuan pertentangan tanpa mengubah pertentangan sama dengan DNA Nusantara. Dengan begitu, Kearifan Nusantara dapat menjadi kekuatan Indonesia untuk dapat menangkal ancaman radikalisme yang selalu mengatasnamakan agama dengan kelompok tertentu.

Menggali kearifan nusantara dengan mencari batin nusantara dapat mempersatukan pertentangan tanpa mengubah pertentangan, ujar Ayu.

Konsep “Rasa” dengan melakukan “Jihad Rasa”, dapat menjadi solusi bagi masyarakat untuk dapat secara bersama – sama melawan radikalisme yang menjadi keprihatinan bangsa Indonesia saat ini, kata Ayu.


Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Restu Gunawan mengatakan kebudayaan merupakan kekuatan yang memiliki pengaruh besar sehingga dapat digunakan untuk menangkal radikalisme di Indonesia.

Berdasarkan data tahun 2018 kementerian pendidikan dan kebudayaan, sekitar 34 juta pelajar mengakses konten negatif di media sosial termasuk konten tentang radikalisme, ujar Restu.


Dengan begitu, pentingnya kebudayaan menjadi salah satu solusi untuk dapat menangkal radikalisme yang mengatasnamakan agama agar Indonesia tetap kuat dengan keanekaragaman yang ada.

Kekuatan budaya Indonesia terdiri dari 4521 tradisi lisan, 7444 pemgetahuan tradisional, 8224 bentuk kesenian, 21406 institusi budaya, dan 19113 infrastuktur budaya, tutup Restu.(JD)

Pangdam II/Sriwijaya Bersama Forkopimda Provinsi Babel Sambut Kedatangan Wakil Presiden RI Dan Rombongan

Posted by: On Februari 26, 2020



Pangkalpinang, Babel, Cakra Bhayangkara News - Wakil Presiden (Wapres) RI KH. Ma'ruf Amin melakukan kunjung ke Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung dalam rangka meresmikan pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia VII Tahun 2020 di Ballroom Novotel Bangka Hotel and Convention Center, Rabu (26/2/2020)

Dalam kesempatan tersebut, Wapres didampingi Ibu Wury Ma'ruf Amin terbang dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur menggunakan Pesawat Khusus Kepresidenan Boeing 737-400 TNI AU.

Wapres dan rombongan tiba di Bandar Udara Depati Amir, Bangka Belitung dan disambut langsung oleh Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M. Hum.,  Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi Rosman dan Kapolda Babel serta beberapa unsur Forkopimda Kep. Bangka Belitung, Rabu (26/2/2020) pukul. 14.00 WIB.

Tidak menunggu lama, rombongan Wapres pun langsung berangkat menuju Balitong Resort, Pantai Pasir Padi untuk mengikuti kegiatan Dialog Program Pencegahan Stunting. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan peninjauan Bumdes dan UMKM.

Selanjutnya Wapres beserta Ibu Wury Ma'ruf Amin dan rombongan beranjak ke Novotel Bangka Hotel Jalan Soekarno Hatta, Pangkal Pinang, Kabupaten Bangka Tengah untuk menghadiri acara Kongres Umat Islam Indonesia VII Tahun 2020.


Wapres juga akan membuka secara resmi Kongres Umat Islam Indonesia VII Tahun 2020 sebagai agenda lima tahunan yang akan merumuskan arah baru perjuangan umat Islam Indonesia di berbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan, hukum, filantrofi, dan beberapa hal lainnya.

Acara kongres yang bertajuk "Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia dalam Mewujudkan NKRI yang Maju, Adil, dan Beradab" ini dihadiri sekitar 800 orang peserta kongres yang terdiri dari Dewan Pimpinan Pusat MUI dan Dewan Pertimbangan MUI, Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, Kanwil Kementerian Agama se-Indonesia, Pondok Pesantren, dan lembaga filantropi.

Dalam kunjungan kerja ke Bangka Belitung, turut mendampingi Wapres di antaranya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Muhammad Oemar dan beberapa Staf Khusus Wapres serta Tim Ahli Wapres.

Sekitar 1.000 personil gabungan TNI-Polri Kepulauan Bangka Belitung disiapkan dalam rangka pelaksanaan pengamanan kunjungan kerja Wapres RI dan rombongan di Pangkal Pinang, Kep. Babel..(Romi)

*--------- o0o --------*

Menteri SYL Pacu Sektor Pertanian Terapkan Hasil Penelitian

Posted by: On Februari 25, 2020



Bogor, Cakra Bhayangkara News -Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo kembali mengukuhkan dua professor atas keberhasilan menjadi Profesor Riset, masing-masing dalam bidang hama dan penyakit tanaman untuk inovasi teknologi pengendalian tikus dan teknologi proses pascapanen buah tropis untuk standart eksport. Mentan juga turut menantang para professor untuk menerapkan hasil riset sehingga berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani kita.

"Saya memberikan tantangan kepada Saudara Prof. Dr. Ir. Setyadjit, M.App.Sc, untuk dapat menyusun rancangan program dalam meningkatkan produksi dan kualitas buah tropis kita sesuai standar ekspor yang berlaku, dan pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani kita" kata Syahrul dalam sambutannya di Auditorium Utama Ir.Sadikin Sumintawikarta Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor,Selasa (25/02/20).

Menurut SYL, research menjadi sangat penting karena pertanian dan pemuliaan bibit menjadi bagian-bagian terpenting untuk bisa mendapatkan hasil pertanian yang maksimal. Kita mempunyai penduduk 267 juta orang yang membutuhkan seluruh komoditi pertanian kalau kita tidak mau impor dan lain-lain sebagainya adalah kita harus bijak. 

"Salah satunya adalah terus memperbaiki hasil research kita sehingga kita mendapatkan kualitas-kualitas dan penyisihan-penyisihan agroklimat dari masing-masing potensi lahan yang kita miliki. Itu membutuhkan research,"ucap Mentan.

Syahrul mengungkapkan bahwa acara orasi pengukuhan tersebut bertepatan dengan dua momentum yang sangat penting dalam kebijakan IPTEK Nasional, terutama terkait penataan kelembagaan strategis. Sebagai implementasi dari UU No.11/2019 tentang Sistem Nasional IPTEK, pemerintah telah membentuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 

"Sesuai dengan Perpres No. 74 /2019 yang kemudian diubah dengan Perpres No.95/2019 BRIN mempunyai tugas menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi yang terintegrasi,"ucap SYL.


Syahrul juga mengharapkan Profesor Riset yang baru dikukuhkan dapat lebih berperan aktif menjadi pembina dan motivator bagi para peneliti yang lebih muda, baik dalam bidang kepakaran, maupun dalam pengembangan jati-diri, integritas serta profesionalisme mereka.

"Saya sampaikan penghargaan dan selamat kepada jajaran keluarga kedua Profesor Riset, yang telah memberikan kontribusi dan pengorbanan yang besar dalam mendukung karir dan pencapaian prestasi para Profesor Riset yang dikukuhkan,"ungkapnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si mengatakan jika inovasi yang dilakukan terkait pengendalian hama tikus dapat mengurangi losis dengan pasca panen. Sehingga hasil riset terkait inovasi teknologi pengendalian tikus sangat penting untuk diterapkan oleh masyarakat.

"Bertani itu sekarang kan dibeberapa daerah ada yang terserang tikus dan salah satu terobosan yang disampaikan Dr. Sudarmaji tadi jadi salah satu solusi memecahkan masalah pengendalian tikus secara bioekologi. Dan ini sudah lama kita lakukan tinggal menunggu dilakukan secara masif dilapangan,"ucap Fadjry.

Menurutnya paling penting melakukan antisipasi atau early warming system. Bagaimana bisa mendeteksi secara cepat sehingga sebelum serangan itu sudah dilakukan pengendalian dan hal tersebut juga sudah dimulai dengan Dirjen teknis Kementerian Pertanian.

"Sehingga paling tidak jangan cepat penyebaran serangan tikus ini, kita bisa lebih awal mengendalikan ini," ucapnya.

Terkait inovasi teknologi proses pascapanen buah tropis ditujukan untuk memperpanjang daya simpan buah tropis. Menurutnya pertanian punya potensi buah tropis yang sangat melimpah di Indonesia, persoalannya daya simpannya tidak lama. Selain itu, semua produk pengiriman lewat kapal laut dan perlu waktu dua minggu sampai satu bulan supaya barang diterima.

"Sehingga memang perlu ada teknologi bagaimana memperlama daya simpan sehingga sampai negara tujuan itu kualitasnya masih terjaga, mutunya masih bagus sehingga nilai jualnya masih bagus. Ini yang tadi dibicarakan itu,"tukas Fadjry.

Sekedar informasi kedua professor yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Ir. Setyadjit, M.App.Sc untuk inovasi teknologi proses pascapanen buah tropis untuk pemenuhan standar ekspor dan Prof.Dr.Drs.Sudarmaji,MP untuk inovasi teknologi pengendalian hama tikus terpadu berbasis bioekologi untuk pengamanan produksi padi nasional.(Teguh)

Mentan Ajak Forum Rektor Gelorakan Kedaulatan Pangan

Posted by: On Februari 25, 2020



Bogor, Cakra Bhayangkara  News - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak Forum Rektor Indonesia (FRI) menggerakan seluruh komponen bangsa agar turut serta dan terlibat langsung dalam gerakan pembanguan pertanian nasional. Hal ini disampaikan Mentan saat menghadiri Fokus Grup Diskusi Aliansi Kebangsaan yang digelar di Auditorium Andi Hakim IPB Dramaga Bogor, Selasa, 25 Februari 2020.

"Sebenarnya saya mau dengar apa sih yang menjadi keinginan rektor untuk membangun pertanian yang lebih baik ini. Kalau begitu kita harus bersama-sama membangun pertanian ini sebagai sebuah gerakan bersama," kata Mentan Selasa pagi.


Menurut Mentan, gerakan bersama wajib dilakukan karena sektor pertanian sangat erat dengan kebutuhan pokok yang menjadi konsumsi masyarakat Indonesia sehari-hari. Disisi lain, pertanian juga berkaitan langsung pada penyelesaian angka pengangguran karena adanya lapangan pekerjaan yang pasti.

"Dan saya berharap IPB membackup kami (Kementan) di lima tahun ke depan. Sebab, sektor pertanian itu membuat orang pasti tidak akan miskin. Pertanian tidak ada yang gagal jika kita tidak salah manajemen," katanya.

Untuk diketahui, saat ini Kementan memiliki kelembagaan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) dan Agriculture War Room (AWR) sebagai pusat data dan pusat gerakan yang ada di setiap Desa.

"Keduanya bisa kita gunakan sebagai alat gerakan bersama. Apalagi kita sudah menggunakan online sistem, digital sistem dan teknologi canggih lainya. Sebab kalau tidak, kita akan susah mengurai masalah yang ada di bangsa ini," katanya.

Rektor IPB, Arif Satria mengaku siap untuk terlibat langsung pada gerakan tersebut. Kata Arif, gerakan pertanian sangat dibutuhkan untuk mendukung berbagai upaya pemerintah dalam memenuhi kecukupan pangan nasional.

"Saya kira isu pangan adalah isu yang uptudate, juga isu yang abadi dan harus kita bangun bersama melalui gerakan pertanian. Apalagi Kementan sekarang memimi AWR untuk menguatkan data kita agar semakin kuat. Tentu kita ingin membangun government government yang lebih baik dengan berbasiskan data yang lebih baik," tandasnya.(Teguh)

Diskusi Publik IPB, Mentan SYL: Pengetahuan Mahasiswa Pertanian Harus Berguna Di Desa

Posted by: On Februari 25, 2020



Bogor, Cakra Bhayangkara News - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta perguruan tinggi untuk bersinergi membangun pertanian, salah satinya dengan pengetahuan dari para mahasiswa pertanian dapat berguna hingga sampai di level desa. Selain itu, mahasiswa juga harus diajak menjadi bibit petani milenial dengan membangun pertanian menggunakan teknologi yang semakin hari semakin canggih sehingga ilmu yang didapatkan dari kampus bisa dipraktekan di lapangan.

"Dengan resolusi yang dekat dari satelit yang kita yang kita miliki maka kita bisa lihat sebenarnya daerah mana yang akan panen berapa bulan lagi, seperti apa kemampuan hara yang ada di daerah dan ini semua harus dipelajari IPB. IPB harus ada di setiap desa , kampus pertanian harus ada disetiap tiap daerah minimal ilmunya bisa berguna di desa," kata Syahrul dalam acara Diskusi Publik Dalam Penguasaan dan Pengembangan Inovasi Teknologi Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional, di Auditorium Gedung Andi Hakim Nasoetion IPB, Selasa(25/02/19).


Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini menjelaskan penguasaan dan pengembangan inovasi teknologi pertanian yakni sangat penting meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Sebab, bicara pertanian adalah langsung menyangkut aspek dasar menghidupkan masyarakat yang maju dan rumah tangga yang sejahtera. 

"Bicara pertanian juga menemukan solusi harapan dan kebutuhan pangan, tidak hanya tugas pemerintah tapi melibatkan semua pihak. Dengan begitu, pertanian merupakan sebuah gerakan bersama membangun kebutuhan bangsa dan menyadarkan semua orang yang memliki kepentingan publik untuk sama-sama membangun pertanian," jekasnya.

Oleh karena itu, SYL sangat berharap adanya konsep pembangunan pertanian modern dari perguruan tinggi. Diskusi publik ini sangat penting untuk menemukan solusi dan harapan baru dalam membangun pertanian berbasis teknologi modern untuk menyediakan kebutuhan pangan bagi bangsa dan negara secara berdaulat.

"Cara membangun pertanian tidak boleh lagi menggunakan cara sebelumnya, tapi harus memakai cara berbasis teknologi digital, dan mekanisasi yang canggih," ujarnya.

*Peran Perguruan Tinggi*

SYL menegaskan perguruan tinggi terhadap pertanian harus mampu menjawab tantangan pertanian saat ini. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama perguruan tinggi pertanian harus melakukan perubahan yang lebih baik dalam meningkatkan produksi pangan. Pasalnya, masalah pertanian dan paradigma-paradigma pertanian sudah bergeser dan harus menemukan cara-cara baru.

"Ada tiga aspek agenda besar yang bisa dilakukan pertanian. Pertama agenda mindset dengan akademik intelektual sesuai tantangan era dan yang harus terjadi antara lain dengan menggunakan online sistem, digital sistem, frekuensi titik-titik dan mekanisasi baik," tegasnya.

"Artificial intelijen, internet of thinking sistem dan segala macam sistem yang harus ada," tambahnya.

Menurut SYL, Agenda management harus berubah. Dengan demikian, tujuan pertanian harus makin maju, mandiri, makin modern. Tantangan untuk Indonesia adalah produksi, distribusi, logistik yang tinggi karena di antara pulau. 

"Tantangan ini harus bisa kita peroleh jalan keluarnya dengan kemampuan lain. Produk pertanian kita harus ditingkatkan dengan cara ini dimana agenda intelektual dimainkan lebih kuat manajemen agenda kita coba lebih ke bawah ke lapangan jangan terlalu banyak teorinya lapangannya kemudian mendorong KUR untuk investasi yang besar," ungkap Syahrul.

Di kesempatan tersebut, Rektor Institut Pertanian Bogor, Arif Satria sangat mengapresiasi langkah-langkah Kementan di bawah komando Syahrul Yasin Limpo dalam memperbaiki basis data sebagai salah satu upaya meningkatkan produksi hasil pertanian. Menurutnya adanya AWR yang saat ini berada di Kementan menjadi langkah terupdate dalam membantu pemantauan permasalahan pertanian hingga kecamatan dan desa.

"Isu pangan selalu update, karena isu yang abadi di dunia adalah soal pangan. Ada indeks ketahanan pangan, isu kemiskinan, isu kelaparan dan regenerasi petani. Dengan data yang baik, bisa turut menghasilkan keputusan yang baik. Keseimbangan antara teknologi dan aliansi bisa lebih baik sehingga bisa membangun pertanian lebih baik," terangnya.

Selain itu, Arif Satria pun mendukung penuh penerapan program Pertanian Masuk Sekolah (PMS) yang dijalankan Kementan sebagai jalan keluar atas minimnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian. Program tersebut, bisa menjadi kunci majunya pertanian Indonesia yang berjalan secara mandiri dan modern.

"Memang seharunya program PMS itu ada dimana-mana karena kalau bicara pertanian tidak boleh berada di menara gading yang terlalu asik dengan teori dan diskusi. Akan tetapi, anak-anak kita juga harus belajar konsep, teori dan definisi praktek di lapangan," 

Arif Satria pun mengapresiasi kelembagaan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) dan pusat data Agriculture War Room (AWR) yang dibangun Kementan secara singkat. Menurutnya, dari aspek intelektual, kedua terobosan ini patut diapresiasi karena erat kaitannya dengan dunia teknologi yang sedang dikembangkan kampus IPB.

"Saya melihat, hitung-hitungan area lahan melalui satelit dan artificial intelligence itu adalah agroklimat yang sangat bagus karena bisa membaca data secara cepat tentang berbagai hal. Misalnya soal berapa area lahan, kapan hujan sampai dengan persediaan pupuk bisa kita lihat dari satu ruangan. Ini sejalan dengan teknologi yang sedang dikembangkan IPB," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Ketua Forum Rektor Indonesia diwakiki sekjen Dr. Darsono,MBA, dan rektor perguruan tinggi negri dan Swasta serta mahasiswa Institut Pertanian Bogor.(Teguh)

BNPB Terapkan Inovasi Teknologi Dengan Pendekatan Ekosistim Dalam Prnanggulangan Bencana Berbasis Kearifan Lokal

Posted by: On Februari 24, 2020



Jakarta, Cakrabhayangkara News - Seminar yang di selenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  Utan Kayu Pramuka pada 24 February 2020 Di Graha BNPB Utan Kayu Pramuka mengajak seluruh elemen bangsa untuk berkerjasama dalam menyikapi bencana alam baik itu pemerintah, masyarakat maupun suatu lembaga untuk bisa berkolaborasi dalam mengantisipasi bencana alam  baik itu sebelum atau sesudah serta penanggulangan bencana yang belakangan ini rawan terjadi banjir dan longsor di daerah-daerah. 


Ir.B.Wisnu Widjaja,M.Sc Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB mangatakan "di era informasi ini kita sangat membutuhkan sharing dari berbagai pihak baik pemerintahan, masyarakat ataupun lembaga usaha untuk kolaborasi tentang informasi rawan bencana agar kita bisa mengantisipasi suatu daerah rawan bencana sebelum bencana itu terjadi dan penanggulangannya sehingga kita bisa meminimalisir korban atau kerugian akibat bencana alam tersebut, tapi ironisnya di lapangan masih belum terpadu,karena ada juga beberapa lembaga yang enggan memberikan informasi rawan bencana yang mereka punya,dengan alasan itu data mereka dan tidak boleh di berikan,tambah Ibnu Widjaja. 


Di era informasi ini BNPB sudah banyak melakukan hubungan kerjasama dengan beberapa instansi pemerintah ataupun swasta seperti Mendikbud, Mendagri,Kemen ESDM,Kemen ATR, BMKG,Kemenkes,Kemen PU, Lapan,BIG,BPS,KLHK dengan menggunakan InaRisk yang berbasis web dan smartphone / Aplikasi HP sistem informasi resiko bencana dan peta resiko bencana agar bisa di ketahui dengan cepat dan tindakan penanggulangannya. 


Berdasarkan analisis para Agil bencana yang disebabkan oleh fenomena Alan di seluruh dunia 45% itu terjadi di kawasan Asia, "Oleh karena itu paradigma kebencanaan harus di pahami secara kolektif bahwa bencana merupakan urusan bersama termasuk pemerintah, akedemisi, industrial, komunitas dan juga media yang menjadi faktor Kunci terkait dengan manajemen bencana di Indonesia" kata salah satu praktisi aktif dari kelima unsur pentahelix tersebut. 

Peran aktif masyarakat dalam media sosial juga sangat membantu dalam memberikan informasi bencana alam namun kesadaran masyarakat juga di tuntut untuk mendisiplinkan diri untuk tidak sembarang membuang sampah yang bukan pada tempatnya,di akhir avatar seminar di tutup dengan acara photo bersama para petinggi BNPB dan penyerahan Pelakat kepada narasumber yang hadir dalam acara tersebut.(Gery S. Hadi)

Proyek Waduk Sunter Selatan Rampung, Dinas SDA Apresiasi Warga DKI

Posted by: On Februari 19, 2020



JAKARTA, Cakra Bhayangkara News  – Waduk Sunter selatan sisi kiri yang dibangun Pemerintah provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta sejak 23 Agustus 2019 lalu oleh pelaksana kerja perusahaan kontraktor PT Sinar Mardagul senilai Rp 45.802.024.403 telah rampung dikerjakan. Hal itu dikatakan Yose Rizal selaku PPK Dinas Sumber Daya Air Pemprov DKI Jakarta saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (19/2/2020).

Yose yang juga didampingi Sudirman dan Subur dari Staf PPK khusus Dinas SDA Jakarta menyatakan pembangunan Waduk Sunter selatan sisi kiri telah rampung dikerjakan hari ini.

"Sudah rampung dikerjakan perhari ini tadi, dan kita berharap waduk tersebut dapat memberikan manfaat bagi orang banyak sebagai objek wisata air di DKI Jakarta," jelas Yose.

Dia menambahkan bahwa sebelumnya tersiar kabar terkait proses pelaksanaan pembangunan waduk tersebut telah melewati masa kontrak pekerjaan di tanggal 15 Desember 2019, namun pihaknya merujuk pada aturan addendum kontrak Perpres Nomor 16 Tahun 2018. 

Ditambahkannya, bahwa PPK dalam hal ini menilai tim pelaksana mampu menyelesaikan pekerjaannya. "Kita melihat itu, meski adanya berbagai hambatan dalam keadaan force major, maka kami memberikan kesempatan kepada pelaksana untuk menyelesaikan pekerjaannya 50 hari kedepan sampai tanggal 3 Februari 2020 lalu," paparnya.

Keterlambatan penyelesaian pekerjaan waduk menurutnya, disebabkan ada beberapa faktor, salah satunya keadaan force major yang terjadi diluar kemampuan manusia dan tidak bisa dihindari, yakni tingginya curah hujan sejak Januari hingga pertengahan Februari 2020, sehingga pelaksanaan proyek sedikit tersendat.

Meski demikian, Dinas SDA DKI Jakarta telah merinci berbagai faktor lainnya, termasuk batasan waktu yang telah ditetapkan penyelesaian pekerjaan kepada pihak kontraktor/pelaksana. Sesuai dengan aturan addendum Perpres Nomor 16 tahun 2018, maka sikap Dinas SDA DKI Jakarta telah menjalankan aturan tersebut dengan melakukan pemberian sanksi berupa denda Rp 8.000.000 per hari dengan lama keterlambatan 56 hari, sehingga pelaksana pekerjaan tersebut bisa disimpulkan wanprestasi bagi pelaksana.

"Kami sudah berikan sanksi denda kepada pelaksana, nilainya delapan juta perhari, dan itu sudah kita rinci keterlambatannya selama 56 hari, ( jadi) total dendanya Rp 448.000.000," papar Yose.


Sebagai pemegang amanah dalam program pengendalian banjir dan abrasi pembangunan waduk, pihak Dinas SDA DKI Jakarta, telah membuka dan memberikan transparansi proyek. Selain itu Dinas SDA juga memberikan apresiasi kepada warga DKI Jakarta, khususnya warga di wilayah Sunter, Jakarta Utara yang telah menyambut baik hingga rampungnya proyek Waduk Sunter selatan sisi kiri sebagai persiapan mengantisipasi ancaman banjir. (Red/ Monty)

Mentan Syahrul Yasin Limpo Dinilai Menteri Berkinerja Baik Versi Survei Indo Barometer

Posted by: On Februari 17, 2020



Jakarta, Cakra Bhayangkara News - Kinerja apik Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo selama 100 hari pemerintahan presiden dan wakil presiden Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, membuahkan penilaian positif masyarakat. Mentan SYL masuk dalam jajaran menteri yang dinilai berkinerja baik masyarakat. 

Lembaga survei Indo Barometer mengungkap hasil survei yang dilakukan pada 9-15 Januari 2020. Survei melibatkan sebanyak 1.200 responden yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia.

Dalam rilis survei yang dilakukan di Jakarta, Minggu (16/2/2020), Peneliti Indo Barometer M Qodari menyebut pihaknya mengukur penilaian publik terhadap kinerja selama 100 hari dari menteri Jokowi. 

“Pertama Prabowo Subianto, Sri Mulyani, Erick Tohir, Mahfud MD, Nadiem Makarim, Basuki Hadi Mulyono, Syahrul Yasin Limpo, Tito Karnavian, Muhadjir Effendi, dan seterusnya,” kata Qodari seperti dilansir dari laman iNews.id

Kuntoro Boga Andri, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan menyatakan bersyukur atas apresiasi masyarakat terhadap kinerja Mentan SYL. Penilaian positif ini menunjukkan dalam 100 hari, Mentan berdama jajarannya telah bekerja keras memenuhi harapan masyarakat. 

"Beliau bekerja keras memenuhi harapan petani Indonesia, dan tentu sebagai tim kerja Presiden Jokowi. Banyak target on going yang beliau garap. Insyaallah beliau konsisten berjuang untuk petani," jelas Kuntoro.

Indo Barometer merinci, responden survei adalah WNI yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Survei memiliki margin of error sebesar ± 2.83%, pada tingkat kepercayaan 95%.(Teguh)

Kemendikbud Lakukan Perubahan Mekanisme Penyaluran Program BOS Reguler 2020

Posted by: On Februari 14, 2020



Cakra Bhayangkara News - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka mendukung program Merdeka Belajar melakukan beberapa perubahan mekanisme program BOS Reguler tahun 2020.

Permasalahan yang dihadapi selama ini adalah sekolah sering terlambat menerima penyaluran dana BOS yang dapat menyebabkan terganggunya proses pembelajaran siswa.

Mekanisme pelaksanaan program BOS reguler tahun 2020 diatur secara rinci pada Permendikbud nomor 8 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler.

Salah satu pokok-pokok kebijakan BOS reguler tahun 2020 adalah pada proses penyaluran dana BOS langsung ke rekening sekolah.

Perubahan dalam mekanisme penyaluran dana BOS untuk satuan pendidikan negeri dan swasta, dimana mulai Tahun 2020 penyaluran dana BOS akan dilakukan langsung oleh Kementerian Keuangan melalui KPPN ke rekening sekolah.

Sehubungan dengan hal tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 0271/C/KU/2020 Tentang Pemberitahuan Pre Cut Off BOS Tahun 2020.

Surat ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota, Kepala LPMP, dan Kepala Sekolah seluruh Indonesia.

Beberapa poin penting dalam surat edaran tersebut adalah disampaikannya hal-hal yang harus dilakukan sekolah, dinas pendidikan dan LPMP sebagai persiapan untuk penyaluran dana BOS Tahun 2020, yaitu melakukan verifikasi data rekening yang digunakan untuk BOS serta verifikasi jumlah siswa dari setiap satuan pendidikan.

Kami sampaikan apresiasi kepada sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan Provinsi, serta LPMP yang telah melaksanakan intruksi tersebut dengan baik sehingga pada saat ini telah terbit Kepmendikbud Nomor 231/P/2020 tentang Satuan Pendidikan Penerima Bantuan Operasional Sekolah Reguler Tahap I Gelombang I tahun 2020

Dari hasil penarikan data pada tanggal 13 Februari 2020 melalui laman bos.kemdikbud.go.id, diketahui beberapa kondisi data yang perlu mendapat perhatian sebagai berikut:
1. Masih terdapat sekolah yang belum melakukan update data melalui laman bos.kemdikbud.go.id (daftar sekolah terlampir)
2. Sekolah dengan rekening terdeteksi ganda (daftar sekolah terlampir).
3. Rekening sekolah tidak valid (daftar sekolah terlampir), dapat disebabkan:
a) Rekening tutup
b) Rekening tidak terdaftar di Bank

Sekolah dengan rekening tidak valid harus segera menghubungi bank penyalurnya dan selanjutnya melakukan update data rekening validnya melalui laman bos.kemdikbud.go.id. Update data rekening valid pada laman bos.kemdikbud.go.id paling lambat dilakukan pada tanggal 18 Februari 2020 pukul 23.59 WIB.

Dan apabila sampai dengan tanggal tersebut belum melakukan update data rekening valid, maka BOS TIDAK DAPAT DISALURKAN.

Diharapkan Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi dan juga LPMP sesuai dengan kewenangannya untuk mendorong sekolah di daerahnya segera melakukan verifikasi dan update rekening yang valid sebelum tanggal 18 Februari 2020 pukul 23.59 WIB.(Red)

Sumber : Admin Dapodikdasmen
  

Survey Alvara : Kepuasan Publik terhadap Polri Peringkat ke-2 satelah TNI

Posted by: On Februari 13, 2020



Jakarta, Cakra Bhayangkara News - Lembaga Survei Alvara Research Center merilis data kepuasan publik terhadap kinerja lembaga negara di 100 hari kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan survei Alvara pada Agustus 2019, KPK berada di posisi kedua tertinggi, sedangkan pada Februari 2020 mereka berada di peringkat kelima.

"Bila dibandingkan dengan survei Agustus 2019 terdapat penurunan yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) turun dari peringkat 7 ke peringkat 8," 

Sementara itu posisi pertama diduduki oleh TNI dengan tingkat kepuasan 85,2 persen. Posisi kedua duduki Polri dengan tingkat kepuasan 72,7 persen papar CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali melalui keterangan tertulis, Rabu (12/2/2020).

Posisi ketiga dan keempat masing-masing diduduki Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK) dengan tingkat kepuasan masing-masing 72,7 persen dan 72,4 persen.

Sedangkan peringkat ketujuh hingga kesebelas diduduki oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) (65,3 persen), KPU (63,3 persen), Partai Politik (60,8 persen), MPR (60,2 persen) , dan DPR (53,7 persen).

"Peringkat terbawah masih ditempati oleh lembaga lembaga legislative (DPR, MPR), dan Partai Politik," ujar Hasanuddin Ali.

Untuk diketahui, survei ini didasarkan pada hasil survei yang dilakukan Alvara pada akhir Januari hingga awal Februari dengan 1.000 responden dan margin error 3,16 persen, serta Tingkat Kepercayaan 95 persen.

Adapun data diperoleh melalui wawancara tatap muka yang dilakukan dengan multistage random sampling di 13 provinsi Indonesia.(Red/Bidhumas)

Mentan Syahrul Operasi Pasar Bawang Putih dan Cabai di Solo

Posted by: On Februari 12, 2020



Jakarta, Cakra Bhayangkara News -Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan langkah kongkret menstabilkan harga bawang putih dan cabai di seluruh daerah. Beberapa hari lalu dilakukakan juga operasi pasar di 22 pasar DKI Jakarta, kali ini Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersama Wakil Walikota Surakarta, Ahmad Purnomo dan Anggota Komisi IV DPR RI Luluk Nurhamidah melepas Operasi Pasar bawang putih dan cabai di Pasar Gede Surakarta, Kamis (13/2/2020). 

Operasi Pasar di Solo raya ini dilakukan secara serentak di 5 Pasar, yakni pasar Gede, Rusukan, Ledoksari, Harjodaksino dan Pasar Gading. Bawang putih yang dilepas sebanyak 12 ton dengan harga Rp 30 ribu per kg, cabai rawit merah dan cabai besar sebanyak 10 ton dengan harga masing-masing Rp 35 ribu per kg dan Rp 30 ribu per kg. 


Mentan Syahrul mengatakan Operasi Pasar ini merupakan bentuk nyata tugas negara dalam menyediakan kebutuhana pangan masyarakat dengan harga terjangkau dan stabil. Ketika terjadi kenaikan harga pangan tidak wajar, negara turun cepat bersinergi dengan pemerintah daerah, Polisi dan TNI untuk menyelesaikan bahkan tidak main-main untuk menindak tegas oknum yang mempermainkan pangan. 

"Tugas negara hanya satu yakni mengurusi rakyat, bagaimana negara ini makin aman terpenuhi kebutuhannya, salah satunya soal pangan. Inilah menjadi tujuan Operasi Pasar hari ini, peran negara menyediakan pangan dengan harga normal. Ini perintah Bapak Presiden Jokowi, jika ada masalah langsung turun menyatu dengan pemerintah daerah, kekuatan negara dan stakeholder," demikian ditegaskan Syahrul saat melepas Operasi Pasar di Pasar Gede Surakarta.

Menurut Syahrul, kenaikan harga bawang putih saat ini hingga mencapai Rp 80 ribu per kg bukanlah disebabkan karena kekurangan stok karena pada faktanya stok dalam negeri mencukupi. Namun demikian diakibatkan karena faktor psikologis dari masifnya pemberitaan virus corona sehingga besar kemungkinan terjadi penahanan stok ke pasar oleh distributor.

"Mau ada dan tidak virus corona stok bawang putih kita tetap aman. Stok saat ini ada 84 ribu ton sampai 120 ribu ton. Jadi kenapa terlalu panik. Mungkin panik karena distrubutornya kasih keluar sedikit-sedikit agar harga makin mahal. Kalau begitu, itulah gunanya negara hadir, kalau ada yang timbun tangkap saja," ujarnya.

"Dan saya perintahkan dua dirjen saya, Dirjen Hortikultura dan Kepala Badan Ketahanan Pangan, dua bulan ini jangan urus yang lain, tapi fokus urus bawang putih dan cabai. Saya mau harganya normal. Kepala dinas, Bulog dan Bank mari kita bersama-sama bantu rakyat," pinta Syahrul.


Oleh karena itu, Syahrul mengajak pemerintah daerah, TNI, Polri, perbankan dan asosiasi petani untuk turun tangan bersama menjamin kelancaran ketersediaan pangan. Dalam meningkatkan produksi, Kementerian Pertanian siap membantu petani dan pelaku usaha dengan menyediakan Kredit Usaha Rakyat dengan bunga 6 persen. 

"Asosiasi, pedagang dan Bulog mari kita sama-sama turun. Pak Walikota juga kita turun, mau KUR berapa saya siapkan. Dengan KUR kita juga bisa bangun jembatan atau penampung hasil produksi petani agar ke depan stok pangan kita aman, harga tidak lagi dimainkan," ujarnya.


Lebih lanjut Syahrul menegaskan stok bawang putih bulan Februari hingga ke depannya aman. Sebab di akhir Februari hingga Maret terjadi panen raya yang menghasilkan bawang putih sebanyak 50 ribu ton. Bahkan Kementan pun menjamin 10 pangan pokok lainnya.

"Kalau begitu sampai dua hingga tiga bulan ke depan aman, tidak masalah. Mudah-mudahan juga virus corona selesai. Kalaupun virus corona terus terjadi di Cina, kita sudah hitung tidak hanya mengambil dari tempat virus, kita bisa datangkan dari India dan Amerika. Jadi mengurus rakyat itu harus total," terangnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Surakarta, Ahmad Purnomo sangat mengapresiasi upaya nyata Kementan dalam menstabilkan harga bawang putih dan cabai di Kota Surakarta dengan melakukan Operasi Pasar. Ia pun sepakat dengan Mentan Syahrul bahwa kenaikan harga bawang putih saat ini disebabkan karena bukan karena kekurangan stok, namun adanya berita hoax terkait virus corona.

"Untuk bawang putih, Solo raya itu umumnya konsumen, tidak ada produsen. Stok bawang putih sebenarnya masih cukup, namun kenaikan harga saat ini karena adanya berita hoax yaitu virus corona," katanya.

Kemudian terkait cabai, Purnomo menyebutkan produksi petani sebenarnya masih cukup, sehingga kenaikan harga saat ini disebabkan karena rantai pasok dari petani ke pengepul lalu ke pasar yang cukup panjang.

"Jadi untuk antisipasi gejolak harga, kami usulkan agar di Kota Surakarta dibangun Dolog sebagai penampung hasil panen petani. Ke depan stok dan harga aman, petani, konsumen dan pegadang sama-sama diuntungkan," tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Ketahan Pangan, Agung Hendriadi menuturkan Kementan konsisten melakukan stabilisasi harga pangan. Sejak 30 Januari sampai sekarang, Kementan telah menggelar Operasi Pasar di DKI Jakarta, Sumatera Barat dan kali ini di Solo. 

"Bawang putih Operasi Pasar kali ini 12 ton bisa penuhi pasar hingga 5 hari. Cabai rawit merah dan cabai besar 10 ton. Operasi Pasar ini sebenarnya tidak hanya mencukupi kebutuhan di Solo, tapi juga sampai ke Yogyakarta. Yang diinginkan dari Operasi Pasar ini adalah harga terus menurun hingga stabil," sebutnya.(Teguh)