4th ANNIVERSARY CAKRA BHAYANGKARA NEWS ** Media Cetak dan Online

Headlines!

Rumah Pelaku Penyerangan dan Penusukan Menko Polhukam Di Geledah Petugas Kepolisian Brebes

Posted by: On Oktober 10, 2019



Brebes, Jawa Tengah, Cakra Bhayangkara News - Pihak Polisi melakukan pemeriksaan rumah keluarga kedua pelaku penyerangan dan penusukan Menko Polhukam, Jenderal TNI Purn. DR. H. Wiranto, SH, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Pandeglang, Banten, tepatnya di depan gerbang Alun-alun Menes, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, pukul 11.55 WIB (10/10).

Salah satu pelaku yaitu Fitria Diana (20) asal Kelurahan Sitanggal RT. 007 RW. 002, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diperiksa oleh anggota Reskrim Polres Brebes. Tampak rumah orang tua Fitria Diana, Sunarto (49) petani, sedang diperiksa Polisi. Kamis siang (10/10/2019).

Dari keterangan Danramil 16 Larangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Dipo Suyatno, bahwa FD telah merantau ke Jakarta pada 2015 lalu untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan mengontrak di Kampung Sawah, Desa/Kecamatan Menes.

Pada saat lebaran tahun 2016, dirinya pulang kampung masih seperti biasa bergaul dengan kawan-kawannya, namun setahun kemudian, saat lebaran pulang kampung sudah berpakaian cadar/bercadar.

“Sejak bercadar, saat pulang kampung yang bersangkutan sudah menutup diri atau tidak bergaul lagi dengan kawan-kawan seperti biasanya,” ucap melalui pesan whatsapp.

Dijelaskannya lanjut, Bulan September 2019, FD pulang kampung lagi namun membawa pacarnya, Syahril Alamsyah (51) alias Abu Rara, untuk diperkenalkan kepada kedua orang tuanya sebagai calon suami.

“Semenjak saudari Fitria Diana dan saudara Syahril Alamsyah datang menemui Pak Sunarto di Sitanggal, Larangan, hingga sekarang belum ada kabar keberadaan mereka. Hingga akhirnya mendapatkan kabar terlibat penusukan terhadap Menkopolhukam,” jelasnya.

Tentunya efek dari kejadian ini, akan menjadi trauma bagi kedua saudara kandungnya dalam pergaulan di lingkungannya, yaitu Kusyanto (28) wiraswasta dan adiknya Jihan Fahira (17) pelajar.

Di tempat terpisah, penggeledahan juga dilakukan kepada keluarga Syahril Alamsyah di Jalan Alfakah VI No. 104, Desa Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara.

Diketahui, Wiranto saat ini masih dirawat intensif di rumah sakit terdekat pasca dilaporkan terkena tusukan pada bagian perut dengan gunting. Sementara Kapolsek Menes, Kompol Dariyanto, SH, MH, mendapatkan luka di bagian punggung dan terakhir H. Fuad, luka tusuk di bagian dada sebelah kiri.

Kini kedua tersangka diamankan di Polres Pandeglang. Untuk pendalaman informasi masih terus dilakukan, termasuk dari keterangan para keluarga tersangka.(Red) 

Running Text Milik Pemerintah Hilang, Diduga Oknum Pemkot Depok Gelapkan Aset BMD

Posted by: On September 24, 2019



Jakarta, Cakra Bhayangkara News- Pada tahun 2011 Pemkot Depok telah melaksanakan proyek pengadaan dan pemasangan running teks berdasarkan Dokumen Pengadaan nomor: 01/PAN-RT/DISKOMINFO/X/2011 tertanggal 14 November 2011, di tiga titik yakni Jl Margonda Raya, Jl Raya Bogor dan Jl Alternatif Cibubur, namun, kini hanya tersisa di Jl Margonda Raya saja.

Sejak awal proyek pengadaan yang disinyalir menggunakan dana APBD senilai kurang lebih Rp 3 Miliar tersebut terdapat beberapa kejanggalan, diduga terdapat persekongkolan tender.

Namun, meskipun banyak pihak yang merasa terdapat kejanggalan dan diduga melanggar hukum dalam proses tender, Proyek pengadaan tersebut tetap berjalan, sampai dengan terpasangnya Running text dibeberapa titik di kota Depok.

Pasca Running text terpasang, saat ini terdapat Pemandangan yang berbeda, setiap orang bisa melihat saat melintas di Kota Depok khususnya di jalan raya byogor dan jalan alternative Cibubur teks berjalan elektronik (running text) telah hilang, dan sampai dengan saat ini baik DISKOMINFO dan atau Pemkot Depok belum menyatakan sikap atas hilangnya teks berjalan elektronik tersebut.

Hilangnya dua Papan running text milik Pemerintah Kota Depok, hingga saat ini masih mesteri banyak masyarakat Depok menilai kasus hilangnya running text yang paling harus bertanggungjawab adalah Dinas Komunikasi dan informasi ( Diskominfo ) Kota Depok.

Ada dugaan unsur kesengajaan melakukan penggelapan Barang Milik Daerah (BMD) dengan cara menghilangkan papan running text yang terpasang di jalan Raya Bogor dan Jl. Alternatif Cibubur.

Sesuai Pasal 5 ayat (1) PP 27 tahun 2014, Gubernur/Bupati/Walikota adalah pemegang kekuasaan pengelolaan Barang Milik Daerah. Sedangkan pada Pasal 5 ayat (3) juga dinyatakan, Sekretaris Daerah adalah Pengelola Barang Milik Daerah.

Sementara Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) adalah Pengguna Barang Milik Daerah. Jadi terkait running text, maka Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadiskominfo) kota Depok adalah selaku pengguna barang.(Red)

Polda Banten Berhasil Amankan Pelaku Pembunuhan Wanita Baduy

Posted by: On September 05, 2019



SERANG, Cakrabhayangkara News - Polda Banten gelar Press Conference terkait penangkapan 3 orang pelaku pembunuhan seorang remaja wanita warga Baduy Luar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten di taman Mapolda Banten, Kamis (05/09/2019) pukul 10.00 WIB.


Press Conference dipimpin lansung oleh Kapolda Banten Irjen Pol Drs Tomsi Tohir Msi yang didampingi oleh Direskrimum Kombes Pol Novri Turangga E MH, Kabid Humas Kombes Pol Edy Sumardi P SIK MH dan Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto beserta jajaran.

"Alhamdulillah, tim Resmob dan tim Jawara Polda Banten beserta Polsek Buay Pemaca berhasil dengan cepat mengungkap pelaku pembunuhan remaja perempuan di Baduy Luar, SW (13) yang terjadi pada Jum'at (30/08/2019) lalu,"terang kapolda.

Irjen Pol Tomsi menjelaskan bahwa 3 pelaku yang diamankan adalah AMS, AR dan FQ. Berawal dari diamankannya tersangka AMS, dilakukan pengembangan dan didapatkan 2 orang tersangka lagi AR dan FQ. 

Motif ketiga pelaku adalah karena tidak bisa menahan nafsu birahinya melihat korban SW menggunakan celana pendek. Karena berniat ingin melakukan perbuatan yang tidak senonoh, SW lansung melakukan perlawanan. Sehingga ketiga orang tersangka membacok korban hingga tidak bernyawa. Dalam kondisi tidak bernyawa, korban di perkosa oleh ketiga orang tersangka tersebut, hingga terakhir melarikan diri. 

"Atas perbuatannya, ketiga orang tersangka dikenakan pasal 338 KUHP dengan kurungan penjara paling lama 15 tahun penjara. Saat ini, ketiga pelaku kita amankan di Mapolres Lebak guna proses penyidikan lebih lanjut,"tutup Kapolda. *red/Ary/Bidhum

Polda Banten Berhasil Ungkap Identitas Mayat Wanita Miss X Yang Ditemukan di Kec.Maja, Lebak

Posted by: On Agustus 25, 2019



Lebak, Banten, Cakra Bhayangkara News-- Polisi Berhasil Mengungkap Teka Teki Identitas Miss X, Seorang mayat wanita yang ditemukan warga Kampung Cigereweuk RT 07 RW 03, Desa Cilangkap, Kecamatan Maja, pada hari Sabtu (24/8) yang akhirnya berhasil di Ungkap Polisi. Korban bernama Asih (45) warga Semangka II RT 12 RW 09 Kelurahan Jati Pulo, Kec. Pal Merah, Jakarta Barat. Minggu (25/8/19)

Kapolda Banten, Irjen Pol Drs. Tomsi Tohir Msi, Melalui Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Edy Sumardi P. SIK.MH  membenarkan jika mayat perempuan yang ditemukan salah seorang warga di semak-semak tersebut adalah warga Kec. Palmerah, Jakarta Barat Prov. DKI Jakarta. Hal itu diketahui dari Hasil identifikasi Tim Inafis Sat Reskrim Polres Lebak dan Tim Polda, Terhadap sidik jari yang dilakukan oleh Tim Inafis Ditkrimum Polda banten bersama Polres Lebak.

“Untuk identitas korban sudah diketahui, atas nama Asih binti Muksan kelahiran Jakarta 6 Oktober 1974. Tercatat sebagai warga jalan Semangka II RT 12 RW 09 Kelurahan Jati Pulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, dan keterangan dari keluarga korban bahwa pakaian korban yang dikenakan pada saat pergi dari rumah sama dengan yang ditemukan di TKP,"ujar Edy".

Menurut Edy dari keterangan yang diperoleh dari keluarga terakhir melihat korban pada 19 Agustus 2019 hendak menuju Depok, Jawa Barat. Saat itu, korban dijemput oleh beberapa orang dengan menggunakan sebuah mobil pribadi.

“Dia izin ke orangtuanya tidak bekerja pada tanggal 19 dan dijemput oleh beberapa orang menggunakan mobil,” ujarnya.

Sebelumnya, warga Kampung Cigereuwek Rt 07/03  Desa Cilangkap, Kecamatan Maja Kabupaten Lebak digegerkan penemuan mayat perempuan membusuk di semak-semak, Sabtu (24/8). Untuk penyebab kematian perempuan yang diperkirakan berusia 45 tahun tersebut masih dilakukan penyelidikan oleh Polres lebak dan Subdit jatanras Ditkrimum Polda Banten.

Edy mengungkapkan mayat perempuan dengan ciri-ciri berkemeja merah, kaos dalam hitam putih, celana bahan coklat, berambut panjang dan menggunakan anting emas, pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang menggembala kerbau.

“Mayat itu pertama kali ditemukan oleh penggembala kerbau pada saat Pulang, sekitar pukul 13.30. Setelah itu dilaporkan ke Kantor Desa, baru laporan itu kita terima dari masyarakat,” katanya.

Edy Sumardi, Juga Menambahkan Bahwa berdasarkan hasil olah TKP dan di perkuat dengan adanya beberapa ciri ciri Fisik korban, Property yang di gunakan korban, Baju, Celana, dll... Polisi Bergerak cepat dengan Berkordinasi dengan Polsek Pal Merah Di Jak Bar, untuk mengunjungi rumah keluarga korban dalam Rangka mencocokkan data data hasil identifikasi Sidik jari akhirnya keluarga korban mengakui bahwa korban adalah keluarganya.

Kabid Humas sesaat menerima laporan resmi dari Kapolres Lebak dan berdasarkan beberapa ciri ciri korban, segera Mempublikasikan ke Media Online, Cetak dan lainnya, dengan Harapan Keluarga korban bisa mengetahui dengan berbekal informasi tentang ciri ciri yang Kami umumkan. 

"Alhamdulillah Sehari Setelah Bid Humas Umumkan di Media, Akhirnya Keluarga Korban Bisa mengenalinya dan Di cocoknya dengan sidik jari korban, sehingga bisa terungkap dengan jelas, identitas korban tersebut. Terima Kasih Rekan rekan2 media yang Sudah membantu Polda Banten Dalam mempublikasikan dan mengedukasi berita untuk masyarakat tersebut, sehingga keluarga korban sudah menjemputnya ke RSUD Lebak, dengan berkordinasi dengan Kapolsek dan Kapolres Lebak."Demikian ujar Edy. (Romi/Humas)

Ketua FPII Setwil Lampung Aminudin, Minta Polisi Tahan Kades Mada Jaya

Posted by: On Agustus 18, 2019



Pesawaran, Lampung, Cakra Bhayangkara News - Dugaan telah terjadi penganiayaan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh  Oknum Kepala Desa Mada Jaya, Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran berisial NS pada hari Senin(12/8).

Anak yang diduga telah dianiaya HC (14 tahun), M (16 tahun), dan Rhm (14 tahun), kejadian tersebut bakal berbuntut panjang, pasalnya dari hasil gelar perkara di Polres Pesawaran Sabtu (17/8) disampaikan, oknum kepala desa NS terindikasi telah melakukan dugaan penganiayaan.

AKBP Popon Aridianto Sunggoro SIK, SH Kapolres Pesawaran di sela sela kegiatan memperingati HUT RI yang Ke-74 mengatakan, "Hasil pemeriksaan saksi dan korban serta hasil visum dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pesawaran ada indikasi NS telah Melakukan penganiayaan terhadap anak di bawah umur warganya sendiri, "Paparnya.

“Kalo melihat hasil visum ada dugaan bahwa oknum Kades benar telah melakuan pemukulan, berkaitan dengan hal itu NS akan kena undang undang nomor 35 tahun 2014 Pasal 80 tentang perlindungan anak yang  bisa diancam hukuman tiga tahun enam bulan serta denda tujuh puluh dua juta rupiah serta  dan di tambah UU KUHPidana pasal 351 ayat (1) tentang Penganiayaan.

"Perbuatan NS ini masuk dalam perkara pidana murni bukan merupakan delik aduan. Maka berkemungkinan nanti akan ada penahanan. ”Lanjutnya.



“Intinya proses penyelidikan ini biarkan berjalan dulu, kami dalam menindak lanjuti  perkara ini On the trek Dan juga kita berharap jangan sampai ada yang mengganggu proses penyelidikan ini, "Tutupnya.

Menyikapi pernyataan Kapolres Pesawaran, Aminudin ketua setwil ( Forum Pers Independent Indonesia ) FPII Provinsi Lampung, menyampaikan, "Jika perkara ini sudah terlihat indikasinya bahwa NS telah melakukan dugaan tindak kekerasan, maka jangan ragu pihak kepolisian langsung bisa lakukan penahanan terhadap terduga" "Pintanya.

"Kenapa kami FPII mendesak hal ini, agar masyarakat lega jika adanya kepastian  hukum ditengah masyarakat Kabupaten Pesawaran.

"Kita juga berharap hukum tidak pandang bulu, apa lagi pelaku penganiayaan anak dibawah umur ini tidak bisa ditorelir.

"Kepada Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam hal ini Bupati, kami berharap bisa memberhentian oknum Kades Mada Jaya karena kuat dugaan sudah melakukan tindakan yang tidak dibenarkan UU. "Harapnya. (Red CBN) .

Modus Penipuan lewat pembelian Tiket konser Boy Band Yang dilakukan oleh Charla Monica mencapai ratusan juta rupiah

Posted by: On Agustus 13, 2019



Bekasi Raya, Cakra Bhayangkara News--Uang tidak mengenal teman uang tidak mengenal sahabat uang tidak mengenal saudara ungkapan ini terjadi atas kedua korban penipuan yang dilakukan oleh Charla Monica yang dialami oleh dua gadis cantik bernama Melisa Afrizal dan Michelle Lawrence. 

Berawal dari hubungan pertemanan  CM menawarkan kepada kedua gadis ini untuk menjual tiket konser boy band luar negeri CM menjamin bahwa ada kerabatnya  (paman) yg bekerja di salah satu promotor penyelenggara konser boy band

Kejadian ini terjadi ketika MA dan ML mengadakan pembelian Tiket konser beberapa grub band dunia seperti  Back street boy, Westlife, super Junior dari korea dan lain lain, atas janji dan jaminan yang diberikan oleh CM utk menyediakan semua tiket konser yang akan berlangsung di BSD, MA Dan ML menyetor sejumlah uang kepada CM  dengan total yang sudah d setor kepada CM sebesar Rp. 370an juta uang yang di setor kepada CM adalah uang pembelian tiket dari para klien. Keadaan ini terungkap ketika 



Pada saat konser West life akan diadakan CM tidak menyetor tiket yang sdh dibayar oleh kedua korban dengan alasan dana tersebut telah dipergunakan untuk keperluan pribadi.

Pada saat confrensi pers (12-8-2019) dilakukan dikawasan summarecon Bekasi MA dan ML didampingi pengacara Jeffry Ruby Tampubolon, SH  menunjukan semua bukti bukti baik berupa sreen shoot percakapan lewat WA dan rekening koran BCA  terindikasi bahwa CM telah melakukan pelanggaran hukum pidana yaitu penggelapan dan penipuan secara sistematis.

Dalam kesempatan yang sama pengacara kedua gadis ini menu jukan surat laporan polisi yang telah dilakukan teranggal 15 Juli  2019 yang ditangani dipolres kota Bekasi karena menurut pengacara Jeffry Ruby Tampubolon, SH bahwa  penyetoran lewat M Banking yg dilakukan oleh MA pada saat berada di kawasan summarecon Bekasi maka proses dilakukan di polres Bekasi kota..

Harapan kedua gadis ini bahwa uang hasil penjualan tiket segera dibalikin  oleh Charla Monica dan masalah hukum secepat dapat di selesaikan oleh Polres Bekasi kota (Dj-on)

Rusdi Bromi (Setwil FPII-Riau) : Bila Perlu Laporkan Langsung Ke Kapolri Tindakan Premanisme Oknum Polisi Di Inhu

Posted by: On Agustus 10, 2019



Pekanbaru,Cakra Bhayangkara News - Disaat Kapolri terus Menggalakkan Promoternya untuk meningkatkan kepercayaan Publik terhadap Kepolisian, masih saja ada oknum Polisi berpangkat Aipda di Sat Narkoba Polres Inhu melakukan kekerasan pada warga, tragisnya lagi korban penganiayaan adalah wartawan di Inhu bernama Mangasa Situmorang yang menyuarakan dugaan Korupsi seorang kades di desa Punti Kayu, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.
Oknum Polisi inisial MP ini memang dikenal warga adalah adik sang Kades desa Punti Kayu, oknum Polisi ini kabarnya ngamuk pada wartawan sekitar pukul 18.05 Minggu, (04/8/19) di Dusun Pino-pino, desa Punti Kayu, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.
Kronologisnya, Aipda MP datang naik motor secara laju dan menghentikan kederaannya secara tiba-tiba dan memainkan gas motornya berulang-ulang "seperti preman" hingga membuat bising telinga warga di depan salah satu warung kopi milik Bapak Rapi Tamba.
Setelah suara motornya membuat bising telinga, Aipda MP langsung masuk ke dalam warung dan menumbuk sebuah meja dan menghantamkan helmnya ke meja seraya berkata, "Oh kau", kata MP, sambil menarik kerah leher baju wartawan Mangasa Situmorang.
"Semua kau lapor-lapor", kata Aipda Marjones sambil tonjok kepala Mangasa Situmorang.
Bahkan saking "premannya oknum Polisi ini" dia mengancam pada Mangasa Situmorang diberi waktu satu Minggu supaya keluar dari Desa Punti Kayu.
Ulah oknum Polisi MP ini disaksikan oleh Romidi Siahaan, Isak Panjaitan, Besly Sianipar, saksi ini melihat insiden tersebut dan telah memberikan keterangan pada Provos Polisi. Kejadian ini juga banyak disaksikan warga MP mengamuk dan mengancam ini.
Atas kejadian ini, Mangasa Situmorang kabarnya pernah melaporkan saudaranya MP seorang Kades Desa Punti Kayu terkait dugaan tandatangan palsu ditemukan di SPJ Dana Desa 2016.
"Tanda tangan yang diduga dipalsukan adalah milik Kadus Serangge Pabrik yang bernama Nazarudin dan anggota BPD yaitu Roni Situmeang. Dan diduga SP seorang Kepala Desa juga pemenang tender pemasok material proyek dengan nama tokonya "Dwi Bersaudara" namun di konfirmasi malah oknum ini yang menjawab dengan ancaman," kata Mangasa.
Merespon kejadian ini, Rusdi Bromi Ketua SETWIL FPII Riau yang akrab disapa "Romi"  Mengecam Keras Aksi Premanisme yang dilakukan Oleh Oknum Polisi tersebut. "Jika Kejahatan ditutupi dengan kejahatan Kapan benarnya dan tegaknya Hukum Di Negara Ini, Kita minta Propan Polda Riau segera Tindak Oknum yang mencoreng nama baik Institusi Polri tersebut Dan Jika Perlu kita laporkan Ke KAPOLRI..!!! ungkap Romi menyesalkan.(red CBN)

Kanit Reskrim Polsek Medang Deras, Ipda. A. Sitorus Bersama Tim Berhasil Menagamankan Salah Satu Pelaku Curat

Posted by: On Agustus 09, 2019



Batubara, Cakra Bhayangkara News--Tim Unit Reskrim Polsek Medang deras yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Ipda A. Sitorus berhasil mengamankan 1(satu) orang pelaku Pencurian dan Pemberatan (Curat), yang dilakukan tersangka berinisial LS alias L (23) warga Dusun Damai, Desa Durian Kecamatan Medang deras, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.
LS alias L (23) melakukan aksinya terhadap korban Roslina Br Pangaribuan, (55), warga Dusun Dalu-dalu, Desa Sei Rakyat, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Selasa, 06/08- 2019 pukul 22:00 Wib.yang lalu.


Berdasarkan keterangan para saksi dan korban bahwa pencurian terjadi pada saat korban tidak ada dirumah, kemudian dengan cara mencongkel jendela samping kiri lalu para pelaku masuk kedalam rumah korban.
Para pelaku berhasil mengambil barang-barang milik korban berupa  :
-.1(satu) buah semprot padi elektrik.
-.1(satu) potong baju Jas.
-.1(satu) buah HP merk China.
-.1(satu) buku Tabungan Bank Sumut.
-.1(satu) buah ATM Bank Sumut.
-.1(satu) buah buku Notes yg berisi Nomor Pin ATM Bank Sumut.
Setelah para pelaku berhasil menguasai hasil kejahatannya kemudian menguras Uang yang ada di ATM milik korban.
Dalam peristiwa ini korban mengalami Kerugian Materil sebesar Rp 25.000.000.-(dua puluh lima juta rupiah).


Mengetahui rumahnya dibobol maling, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Medang Deras.
Mendapat laporan Personil Polsek Medang Deras langsung Turun ke TKP, guna melakukan penyidikan dan penyelidikan.
Dari hasil Penyelidikan melalui CCTV Bank Sumut dan hasil prin out ATM korban,  para pelaku berhasil dikenali sehingga  Personil Polsek Medang Deras berhasil menangkap salah satu dari tiga pelaku.


Selain mengamankan salah satu Pelaku, Polisi juga mengamankan Barang bukti berupa 1(satu) Buku Tabungan Bank Sumut, 1(satu) Buah ATM Bank Sumut, 1(satu) Buah Buku Notes, 1(satu) potong Celana Ponggol Lee warna biru, 1(satu) Potong Bajo kaos lengan panjang warna merah,1(satu) buah dompet warna Coklat. 
Sedangkan Dua pelaku lainnya masih dalam pengerjaan karena melarikan diri, Polsek Medang Deras kemudian membuat Daftar Pencarian Orang (DPO). (Rudi NST)

Polsek Labuhan Ruku Berhasil Mengamankan Dua Pelaku Curas

Posted by: On Agustus 08, 2019



Batubara, Cakra Bhayangkara News-- Polsek Labuhan Ruku. Kabupaten Batubara, Sumatera Utara berhasil mengamankan dua orang pelaku berinisial S (25) dan W (16) dalam kasus Pencurian dan Kekerasan (Curas), yang dilakukan Jalan lintas Sumatera Dusun II sederhana Ds. Binjai Baru, Kecamatan Datuk Datar, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Kamis, 08/08-2019.
Menurut Informasi dari saksi bahwa kedua palaku telah melakukan tindakan pencurian dan kekerasan terhadap seorang ibu,  Fitriani (44) di Jalan lintas Sumatera Dusun II sederhana Ds. Binjai Baru.


Setelah mendapat laporan dari masyarakat, personil Polsek Labuhan Ruku di bawa pimpinan lpda J. Sitinjak, langsung berangkat KTP  melakukan pengejaran, dan berhasil mengamankan S dan W yang melakukan Curas.


Dalam penangkapan terhadap kedua pelaku, personil Polsek Labuhan Ruku juga mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) buah dompet milik korban yang berisi uang Rp 407.000, serta 1(satu) unit sepeda motor yang digunakan pelaku melakukan aksinya.
" Terhadap kedua pelaku kami kenakan pasal 365 KUHP Pidana, ayat (2) ke (2e), dengan lama hukuman diatas 10 tahun penjara," Ungkap Sitinjak. (Rudi NST)

Personil Polsek Labuhan Raka Berhasil Mengamankan Dua Tersangka Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu

Posted by: On Agustus 08, 2019



Batubara, Sumut, Cakra Bhayangkara News-- Personil Polsek Labuhan Ruku berhasil mengamankan 2 (dua) orang terduga pengedar Narkotika jenis sabu, di Jalan Imam Bonjol no 11 labuhan Ruku Kelurahan Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, Kabuoaten Batu Bara, Sumatera Utara, Kamis, 08/08-2019, Pkl. 14.00 WIB.
Kedua pelaku yang sudah menjadi Target Operasi Polsek Labuhan Ruku, berinisial MK dan AF, keduanya warga Dusun Pahang, Kecamatan Talawi, Kabuoaten Batubara.
Berdasarkan Kronologis kejadian diketahui bahwa Pada hari kamis tggl 08 Agustus 2019 sekira pukul 13.450 Wib Personil lidik Polsek Labuhan Ruku mendapat informasi dari Masyarakat yang layak dipercaya bahwa ada seorang pemuda dengan ciri-ciri yang sudah dikantongi petugas sedang memiliki dan menguasai Narkotika jenis Sabu melintas dari Desa kampung Lalang menuju kearah Labuhan Ruku dengan mengendarai Sepeda Motor.
Setelah mendapat Informasi tersebut  Personil lidik Polsek Labuhan Ruku dibawah Pimpinan Kanit Reskrim Polsek Labuhan Ruku Ipda. J. Sitinjak,  melakukan pengintaian dan pengendapan disekitar TKP.


Berselang setengah jam pemuda tersebut melintas yang kemudian dilakukan penyetopan dan penggeledahan serta ditemukan 1 (satu) paket Narkotika jenis Sabu.
Selanjutnya  dari penggeledahan dan penangkapan kepada tersangka pertama, kemudian personil Polsek Labuhan Raka melakukan  pengembangan ke TKP kedua dan  berhasil mengamankan tersangka ke  dua  yang menyuruh pemuda pertama membeli Narkotika jenis Sabu-sabu tersebut.
Adapun barang bukti yang dapat disita personil Polsek Labuhan Ruku yaitu 1 (satu) paket kecil Narkotika jenis Sabu-sabu, kemudian Kedua pemuda tersebut diamankan ke Polsek Labuhan Ruku guna proses lebih lanjut.
Kedua tersangka tersebut telah melanggar UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan dapat dijerat dengan hukuman penjara. (Rudi NST)

Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Berhasil Tangkap 7 Tersangka Jaringan Narkoba Internasional Malaysia-Jakarta

Posted by: On Agustus 08, 2019



Jakarta, Cakra Bhayangkara News- Jajaran Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap pelaku narkoba jaringan Malaysia-Jakarta dengan tersangka 7 orang dan barang bukti 10 kg Sabu pada hari Rabu (10/07/2019) lalu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono bersama jajaran pejabat Ditresnarkoba memberikan keterangan dalam rilis kasus narkoba di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (08/08/2019).
Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan penangkapan ini dari bermula para pelaku yang berusaha mengirimkan barang haram itu dari Malaysia melalui jalur laut ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.


"Tersangka ND mempersiapkan orang untuk membantu mengantarkan sabu yaitu BD dan HND. ND berangkat menggunakan pesawat, sedangkan HND dan BD menggunakan kapal," ujarnya.
Dua tersangka menggunakan kapal sipil yaitu KM Salvia untuk menyeberang dari Malaysia ke Tanjung Priok. Untuk mengelabui petugas keamanan, tersangka membawa sabu dalam 10 bungkus teh China. Pelaku juga berlagak seperti orang biasa untuk menutupi kecurigaan dari petugas.
Sebelum menangkap tersangka yang membawa sabu, polisi lebih dulu membekuk tersangka ND dan BCK. Tidak lama berselang, dua tersangka yang membawa langsung sabu juga dibekuk pada 11 Juli lalu.
Berbekal surat perintah penangkapan, polisi kemudian menangkap kelompok yang sama yang masih tersisa yaitu BBR, PN dan JG di wilayah Pondok Pinang, Kebayoran Lama.
Atas perbuatan tersangka, seluruhnya terancam dikenakan pasal 114 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35/2009 tentang Narkoba. "Tersangka tercancam pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda maksimal Rp10 miliar," terangnya.(Tile)

Oknum Pengawas Lapangan PU Batubara Diduga Lakukan Penyimpangan Dalam Proyek Irigasi

Posted by: On Agustus 08, 2019



Batubara, Cakra Bhayangkara News-- Demi untuk kepentingan pribadi  terkadang oknum- oknum pemerintahan mengambil kesempatan untuk meraih keuntungan yang lebih besar dengan cara yang tidak benar.
Padahal langkah tersebut bukan saja merugikan diri sendiri tetapi ekonomi masyarakat dan keuangan negarapun termasuk di rugikan.


Sebagai mana yang di maksudkan dalam undang-undang NO.31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi dan telah di ubah sebagai UU.No.20 thn 2001, yang  salah  satunya adalah pengerjaan irigasi yang ada di Desa Sei Rakyat, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara.
Berdasarkan hasil temuan dan Investigasi di lapangan yang dilakukan Wartawan Cakra Bhayangkara News, dalam proyek pekerjaan irigasi sumber dana/ TA APBD provinsi sumatra utara yang di duga adanya kecurangan di dalam pekerjaan irigasi tersebut.


Korekan atau galian yang kurang dalam dan lebar sebagai Spec pekerjaan tersebut tidak sesuai sehingga membuat pekerja kewalahan untuk membuang tanah yang begitu banyak, dengan hanya menggunakan alat cangkul atau pacul.
Pekerjaan galian dan pekerjaan irigasi diharuskan menggunakan alat berat beko, sehingga dalam pantauan wartawan Cakra Bhayangkara News tentang adanya galian dan pemasangan irigasi yang mengguna kan matreak padas.


Dari hasil temuan tersebut, Wartawan CBN coba melakukan konfirmasi kepada pengawas lapangan, namun setelah di beberkan tentang temuan tersebut, dengan gampangnya Pengawas lapangan PU menyatakan akan membongkar pondasi yang sudah jadi tapi tidak sesuai dengan Spec.
Hal ini terkesan seperti hal yang biasa-biasa saja, padahal kalau di cermati, dari pelanggaran ini aja masyarakat setempat sudah dirugikan, bahkan negara.


Untuk itu diharapkan kepada pemerintahan Batubara khususnya Dinas Pekerjaan Umum agar segera melakukan pengecekan dilapangan akan Penyimpanan yang dilakukan Oknum Pengawas Lapangan tersebut. (Rudi NST)