Selamat Hari Raya IDUL FITRI 1 Syawal 1441 H - Mohon Maaf Lahir dan Batin

Headlines!

Usai  Tadarus Warga Desa Pelindung Jaya Ditodong Pakai Pisau, Pelaku Disikat Polisi

Posted by: On Mei 02, 2020



Lampung Timur, Cakra Bhayangkara News - Tim Tekab 308 bersama Tim Opsnal Polsek Gunung Pelindung Polres LampungTimur, berhasil meringkus 1 dari 3 penodong Hp di wilayah desa Pelindung Jaya, RT 24 Dusun 7 Kecamatan Gunung Pelindung, Rabu (29/4/2020) malam

Pelaku yang berinisial Sl (20) dan dua temanya ISM dan SHR asal desa Nibung ini melakukan pencurian dan kekerasan dengan cara menodongkan pisaunya kepada salah satu warga Desa Pelindung Jaya yang sedang bermain Hp di teras masjid selesai tadarus.

Melihat kejadian tersebut, teman korban yang berinisial DM (23) dan RG (14) langsung masuk kedalam masjid dan langsung berteriak menggunakan toa masjid “Tolong tolong ada maling”.

Setelah itu pelaku gugup dan melarikan diri keluar dari masjid dan mengendarai sepeda motor miliknya ke arah Way Mili.


Kemudian dilakukan pengejaran Anggota Polsek Gunung Pelindung yang sedang patroli dan salah satu pelaku yang menggunakan sepeda motor Vega ZR.warna biru hitam terjatuh dari motor dan langsung diamankan ke Lolsek Gunung Pelindung,

Kapolres Lampung Timur AKBP Wawan Setiawan melalui Kapolsek Gunung Pelindung Iptu Nelson Siahaan SE saat di konfirmasi di ruang kerjanya menjelaskan kronologi Curas tersebut yang dialami Warga Pelindung Jaya.

Pada Rabu 9 April 2020 sekitar pukul 22.30 Wib di Masjid Jami’ Nurul Iman Dusun VII Desa Pelindung Jaya, Kecamatan Gunung Pelindung telah terjadi TP pencurian dengan kekerasan.

Ketika korban selesai mengaji dimasjid dan sedang duduk diteras masjid bersama temannya, tiba-tiba datang 3 orang dengan menggunakan 2 sepeda motor yang diparkir di luar pagar masjid.

Kemudian 2 orang pelaku mendatangi korban dan langsung menodong korban dengan menggunakan pisau kepada korban sambil berkata meminta hp milik korban.

Setelah itu korban lari kearah teman-temannya yang sedang mengaji dan temannya korban berlari kedalam dan langsung berteriak menggunakan toa masjid “Tolong-tolong ada maling”.

Setelah itu pelaku gugup dan melarikan diri keluar dari masjid dan mengendarai sepeda motor miliknya ke arah Way Mili.

“Kemudian dilakukan pengejaran Anggota Polsek Gunung Pelindung yang sedang patroli dan salah satu pelaku yang menggunakan sepeda motor Vega ZR warna biru hitam terjatuh dari motor dan langsung diamankan ke polsek gunung pelindung,” jelas Kapolsek

“Untuk 2 pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan kami tetapkan sebagai DPO,” imbuh kapolsek

Adapun Barang Bukti (BB) yang diamankan berupa, 1 unit sepeda motor Yamaha Vega ZR warna biru hitam nopol BE 3918 NE, 1 Unit Hp Xiomi Redmi Note 4 dan 1 buah kaos warna hijau

“Untuk sementara ini masih kami lakukan pengamanan terhadap tersangka mengamankan BB, menerima laporan polisi, memeriksa saksi-saksi, melengkapi mindik dan sidik,” tuntas kapolsek

(Cecep Rusdiono)

Unit Reskrim Polsek Pesisir Utara Ungkap Kasus Perjudian

Posted by: On Februari 17, 2020



Lampung Barat, Cakra Bhayangkara News - Unit Reskrim Polsek Pesisir Utara Polres Lampung Barat  dipimpin Ps Kanit Reskrim Bripka M. Razak ungkap non TO Operasi  Cempaka sebanyak 3 orang laki-laki yang diduga telah melakukan tidak pidana perjudian.

Kapolsek Pesisir Utara AKP Suhairi mendampingi Kapolres Lampung Barat AKBP Rachmat Tri Hariyadi,S.IK.,M.H. Melalui kanit reskrim Bripka M. Razak mengatakan  ada sebanyak 3 orang laki-laki dengan inisial SY(40),CH(39), dan DS (39) yang kami amankan karena melakukan tindak pidana perjudian.

“Pada saat kami sedang melakukan giat operasi cempaka karakatau 2020 di wilayah hukum Polsek Pesisir Utara bertepatan di sebuah rumah makan di pekon pemancar Kecamatan Pesisir Utara kami melihat kerumunan orang di samping rumah makan kemudian anggota melakukan lidik dan ditemukan 3 orang yang sedang melakukan perjudian jenis ludo dengan menggunakan handphone,” Jelas Kanit Reskrim.

“Kami pun kemudian mengamankan 3 pelaku beserta barang bukti berupa 1 unit handphone jenis vivo yang digunakan alat bermain judi ludo, Uang kertas 295 ribu rupiah dengan rincian : 5 lembar pecahan uang 50 ribu rupiah , 1 lembar pecahan uang 20 ribu rupiah ,2 lembar pecahan uang 10 ribu rupiah  , dan 1 lembar pecahan uang 5 ribu rupiah ,” Terang Kanit Reskrim.

Kejadian tersebut terjadi di Pekon Pemancar Kecamatan Pesisir Utara Kabupaten Pesisir Barat. Dan Guna mempertanggung jawabkan perbuatanya, ketiga pelaku bisa terjerat dengan Pasal 303 KUHPidana jenis perjudian.(Cecep Rusdiono)

Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Gagalkan Aksi Curanmor di Jalan Trans Papua

Posted by: On Februari 04, 2020



Merauke, Cakra Bhayangkara News -- Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Batayon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa (Yonif MR 411/Pdw) Kostrad Pos Barki, berhasil menangkap pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dalam pemeriksaan yang dilaksanakan di jalan Poros Trans Papua, Distrik Sota, Kab. Merauke, Papua, Senin (3/2/2020).

 

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., menjelaskan bahwa penangkapan pelaku curanmor pada hari Senin (3/2) pukul 11.45 WIT, berawal dari laporan warga Kampung Sota, di Pos Kout yang menyampaikan bahwa sepeda motornya telah dicuri dan dibawa kabur pelaku melalui jalan Poros Trans Papua, Kab. Merauke.

 

Informasi tersebut langsung diteruskan Pos Kout melalui sambungan radio ke jajaran Pos Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad, yang berada di jalur Trans Papua, Kab. Merauke untuk segera dilaksanakan pemeriksaan kendaraan yang melintas.

 

“Pemeriksaan kendaraan yang dilaksanakanpun membuahkan hasil, yakni personel Pos Barki yang dipimpin oleh Danki Satgas (Danpos Barki) Lettu Inf Lukman Nurhuda, S.T.Han., bersama 8 anggotanya berhasil menghentikan satu orang terduga pelaku curanmor, sesuai dengan ciri-ciri yang telah diberikan,” ujar Dansatgas.

 

Selanjutnya, satu orang pengendara sepeda motor dengan gerak-gerik yang mencurigakan serta sesuai dengan ciri-ciri yang telah diinformasikan dibawa ke dalam pos untuk diperiksa dan dimintai keterangan.

 

“Setelah dilakukan interogasi, terbukti bahwa pengendara berinisial DW (35 th) tanpa identitas, yang mengaku warga Merauke adalah pelaku pencurian sepeda motor jenis Yamaha X RIDE warna Hitam milik warga Kampung Sota berinisial PW (40 th), selanjutnya pelaku dan barang bukti diserahkan kepada Polsek Sota untuk diproses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.

 

Sementara itu, usai menerima penyerahan pelaku dan barang bukti, Wakapolsek Sota, Ipda I Wayan Sudarsana menyampaikan ucapan terima kasih kepada Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad khususnya personel Pos Barki, yang telah menggagalkan aksi pencurian sepeda motor yang dibawa kabur dalam pemeriksaan yang dilaksanakan.

 

Bapak Purwanto (40 th) pemilik sepeda motor yang hilang menyampaikan ucapan sangat berterimakasih kepada Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad yang telah menggagalkan dan menangkap pelaku tidak lama setelah menerima laporan darinya. “Terimakasih banyak Bapak-bapak TNI dari Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad khsususnya Pos Barki yang telah menangkap pencuri motor saya,” ucapnya.

 

Ditemui usai menyerahkan pelaku dan barang bukti di Polsek Sota, Lettu Inf Lukman Nurhuda, S.T.Han., mengatakan bahwa apa yang telah dilakukan oleh Pos Barki merupakan bentuk komitmen Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad untuk membantu kesulitan warga, dan Sinergitas TNI-Polri dalam memberantas aksi kejahatan di wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.

 

Autentikasi :

Pasi Intel Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad, Lettu Inf Asep Saepudin, S.T. Han.

Nafsu Bejat Ayah Kandung, Hamili Anak Sendiri Hingga Melahirkan 1 Orang Anak

Posted by: On Januari 09, 2020



Kotabaru, Kalimantan Selatan, Cakra Bhayangkara News - Salah seorang perempuan Penduduk desa sigam Kotabaru Kalimantan Selatan, dihebuhkan dihamili oleh ayah kandung sendiri, haingga lahirkan anak dan hamil lagi yang kedua kalinya. 

Kapolres Kotabaru Kalimantan Selatan AKBP Andi Adnan Syafruddin, SH.S.I.K., M.M. di dampingi wakapolres Kompol Doly M.Tanjung, S.IK.dan Kasat Reskrim Iptu Imam Wahyu Pramono laksanakan Press Conference, mengatakan, 2 tahun yang lewat telah terjadi pada bulan Februari tahun 2027 sampai Desember 2019, telah terjadi hubungan persetubuhan ayah dengan anak Kandung sendiri.

Perbuatan bejat moral dan tercela ini dilakukan oleh ayah terhadap anak kandungnya sendiri, persetubuhannya dilakukan rutin 3 sampai 5 kali dalam 1 minggu, hingga melahirkan seorang anak,   sama pai desember 2019 sudah ber usia1 tahun, dan anak kandungnya itu sekarang hamil lagi, usia kandungannya sudah 5 bulan.

Lanjut Kapolres, Kronologi terjadinya adalah, pelaku telah terjadi perceraian dengan isterinya, korban anak Kandung pelaku tinggal bersama ibunya, ibu korban berangkat keluar negeri sebagai Tenaga Kerja Wanita ( TKW ), Korban bernama DS ini dititipkan  utk tinggal bersama neneknya.

Tidak lama kemudian neneknya itu mendapat sakit, "si korban diserahkan kepada ayah kandungnya untuk tinggal bersama dalam satu rumah, perempuan korban sudah berusia 16 tahun, " kata Andi.

Kapolres Kotabaru melanjutkan, tahun 2017 sekitar bulan Januari Korban mendapat sakit sesak napas dan sakit didada, si korban minta tolong dengan ayahnya, minta tolong kepada pelaku utk diobati sakitnya, ayahnyapun berusaha membantunya.

Dengan pengobatan tradisional, pelaku mengambil beberapa lembar daun sersak, pelaku minta kepada anaknya untuk membuka bajunya, setelah itu pelaku meng ules-uleskan, digosok - gosokan daun sersak kedada anaknya yang sakit, pada saat itulah napsu bejat pelaku ber glora, membara "melihat tubuh anaknya yg terbuka, pelaku dengan memaksa anaknya agar bisa melayani napsunya itu, akhirnya terjadilah hubungan persetubuhan ayah dengan anak kandung sendiri, "ucap Andi.

Ironisnya perbuatan tercela ini dilakukan dirumah palaku dengan berulang kali.

Dengan ancaman pelaku kepada korban dengan mengacungkan sebilah pisau kedepan korban, korban akan dibunuh bila berceritra kepada orang, dengan rasa ketakutan terhadap ancaman, korban pasrah dlm. Keadaan terpaksa untuk melayani kemauan napsu ayahnya , persetubuhan dilakukan rutin 3 sampai 5 kali dalam 1 minggu, hingga korban hamil dan Korban melahirkan anak, sekarang anaknya berusia lbh 1 tahun.

Korban bernama DS pada saat ini hamil lagi yang kedua kalinya, usia kandungannya sudah 5 bulan," jelas Andi.

Kapolres Kotabaru AKBP.Andi Adnan, SH, S.I.K., M.M. melanjutkan lagi, pelaku berhasil diamankan di Polres Korabaru setelah mendapat laporan, pada saat penangkapan pelaku berada dirumahnya tanpa perlawanan.

" Pelaku mengaku didepan wartawan, tega benar melakukan persetubuhan dengan anak kandung sendiri, hingga melahirkan anak

Pada awalnya pelaku mengaku karena pengaruh minuman keras dan nonton Video porno, pelaku juga mengaku mengancam korban apa bila  sampai kejadian ini diketahui oleh orang atau sampai diceritrakan kepada orang lain, " kata Andi.

Sebelum mengakhiri informasi yang disampaikan kepada puluhan wartawan, Kapolres Kotabaru mengatakan, " pelaku melanggar pasal 81 ayat 1 dan 3 jonto 76 hurup D no 17 tahun 2016 yang dirubah dengan Undang Undang no.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan makaimal 15 tahun, " trang Kapolres. (Syafruddin).

Diduga Ada Bekingan Orang Kuat, Penambangan Liar Dikawasan Terlarang DAS dan Hutan Lindung Kabupaten BELINYU, Dilakukan Secara Terang-terangan

Posted by: On Desember 29, 2019



Belinyu, Bangka, Cakra Bhayangkara News - Tampaknya aparat penegak hukum (APH)  di Bangka Belitung tidak berdaya menghadapi  para pelaku penambang timah ilegal, bahkan para penambang ilegal dengan gagah berani dan terang-terangan melakukan aktivitas penambangan timah dikawasan terlarang baik di daerah aliran sungai (Das), hutan lindung dan konservasi.


Ketidak takutan para pelaku penambang timah ilegal terus merambah kawasan terlarang tersebut, lantaran penertiban penambangan ilegal oleh salah satu APH yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Provinsi Kepulauan (Prov.Kep) Bangka Belitung yang beberapa waktu lalu dikenal peristiwa 'SIJUK' yang dijadikan contoh. 

Pasalnya, tidak ada penindakan yang tegas atas tindakan kekerasan dan perusakan yang dilakukan oleh para pelaku penambang timah ilegal yang tidak menerima saat dilakukan penertiban oleh APH.

Diketahui, saat peristiwa 'SIJUK' di Belitung sejumlah aset Negara seperti kendaraan dinas Wagub, satpol PP dirusak, bahkan sampai tindakan intimidasi dan  kekerasan terhadap Wagub Babel Abdul Fattah, Kasat PoL PP dan anggota satpol PP oleh para pelaku penambang timah ilegal tidak diproses secara hukum  justru berakhir dengan damai. 

Padahal saat itu Wagub Babel dan Satpol PP sedang melaksanakan  tugasnya melakukan penertiban penambangan ilegal di daerah Sijuk Kabupaten Belitung. 

Upaya tersebut dilakukan dalam rangka penegakan hukum agar para penambang ilegal tidak melakukan kegiatan tambangnya dikawasan terlarang/hutan lindung.


Ketidak berdayaan APH untuk menertibkan para pelaku penambang ilegal, sehingga tak heran apabila kegiatan penambangan timah ilegal dikawasan hutan lindung/konservasi di wilayah Kelapa Hutan Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu saat ini masih terus berlangsung dengan santai bahkan terkesan menantang APH.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh  Wartawan dilapangan, disinyalir ada oknum warga yang mengkoordinir kegiatan penambangan timah ilegal dengan sistem TI Rajuk yang merasa 'Kebal Hukum', dan berhembus ada sejumlah Rembang Pati (Rupiah--red) dan diduga mengalir yang disetor oleh oknum warga ke oknum APH di Bangka Belitung.

Dan Penambangan timah ilegal dengan sistem TI Rajuk di wilayah Kelapa Hutan Desa Riding Panjang saat ini terus berlangsung tanpa ada rasa takut, bahkan saat operasi Peti beberapa hari yang lalu berakhir,  nyatanya benar - benar penambangan timah ilegal TI Rajuk didaerah  Kelapa Hutan tidak terjamah oleh tim operasi Peti Kabupaten Bangka, seolah-olah para penegak hukum terkesan tutup mata.

Pantauan terakhir Wartawan dilapangan saat ini terlihat masih adanya kegiatan penambangan timah dengan mengunakan sistim TI Rajuk yang diduga ilegal dan sudah banyak menimbulkan gejolak ditengah masyarakat. 

Pasalnya masyarakat yang  kontra sudah mulai gerah adanya aktivitas penambangan TI Rajuk  di wilayah Kelapa Hutan Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka.

Ada puluhan ponton TI Rajuk yang saat ini masih  beraktifitas di Daerah Aliran Sungai (DAS) Perimping Kecamatan Riau Silip, dan merambat hingga ke wilayah Desa Riding Panjang, Sehingga warga seputaran dusun Kelapa Hutan dengan mayoritas nelayan sudah merasa resah adanya aktifitas penambangan TI Rajuk, dikarenakan mengganggu keluar-masuk  (hilir mudik--red) perahu nelayan yang ingin melaut.

Akhirnya warga setempat secara  bergantian mendatangi Surya Darma  Kepala Desa (Kades)  Riding Panjang Kecamatan Belinyu, walaupun  Surya Darma baru beberapa hari  dilantik namun warga berharap adanya keberanian dari Kades melaporkan Oknum APH yang ada di Bangka Belitung, bahkan kalau dianggap perlu dilaporkan kepada Presiden RI Jokowi.

Saat di wawancara Wartawan di kediamannya di Simpang Garut Kecamatan Belinyu, Minggu pagi (29/12/19), Surya Darma Kades Desa Riding Panjang mengatakan "bahwa pihaknya telah meninjau secara langsung ke lokasi penambangan bersama aparat lainnya, dan nyatanya aktifitas penambangan masih terus berlangsung.

" Memang benar, ini aktifitas sudah lama dari sebelum saya jadi Kades juga sudah ada, jadi menanggapi gejolak yang dialami warga, Kemarin hari jum'at saya bersama Babinsa Koramil Belinyu, Bhabinkamtibmas Polsek Belinyu, BPD dan Tim Kehutanan, datang langsung memantau banyak pontonnya bro, dan itu beroperasi," kata Surya. 

Diungkapkannya, " Baru juga 10 hari saya ni dilantik, sudah banyak warga yang datang untuk meminta agar memberhentikan aktifitas tersebut," ungkapnya.

Bahkan dipertegas olehnya, bahwa diketahui para pekerja tambang TI rajuk mayoritas warga pendatang, namun di koordinir oleh oknum  yang mengaku  tokoh warga  Belinyu.

" Yang kerja itu banyak orang luar, koordinator nya sih yang saya tahu, warga sini lah kak J, warga Belinyu," ungkapnya

Selain itu, menurut salah satu Nara sumber warga setempat yang tidak mau  disebutkan namanya, mengatakan bahwa aktifitas di aliran DAS tersebut yang diduga ilegal dan backingi oleh oknum APH dan kebal hukum.

" Katanya sih ti rajuk itu dibelakangnya orang kuat yang gak takut sama siapapun makanya kebal hukum," pungkas warga.

Surya Darma Kepala Desa (Kades) Riding Panjang  sudah memperingatkan kepada para penambang ilegal TI Rajuk yang berada di aliran sungai Kelapa Hutan agar menghentikan aktifitas penambangan, dan bahkan sudah meminta kepada koordinator lapangan agar aktifitas penambangan tersebut segera dihentikan.

"Saya ini sudah berapa kali minta tolong, minta tolong ini yaa, bahkan sampai ke koordinatornya saya ngomong, untuk menghentikan aktivitas itu, karna kita selaku pemerintah desa otomatis melayani permintaan warga lah," Ungkapnya.

Selain itu, Surya juga sudah menemui dan melaporkan kepada Camat Belinyu, agar ada solusi dan penindakan supaya aktifitas penambangan TI Rajuk ilegal dapat dihentikan, mengingat warga yang melaporkan/mendatanginya  mayoritas adalah nelayan, bahkan dampak dari penambangan kondisi air di perairan tersebut sudah mulai keruh dan terjadi sendimentasi lumpur.

"Saya harap aktifitas bisa di hentikan, kasian warga-warga sudah banyak ngeluh, itu air nya juga keruh, apa lagi saat surut keliatan keruhnya," Pungkas Kades Riding Panjang.

Sementara itu, aparat kepolisian saat dihubungi melalui pesan WhatsApp (WA-red) Kapolsek AKP Surya Dharma Putra menyatakan, agar mengkonfirmasi langsung Kepada Dit Polair Polda Kepulauan Bangka Belitung, menurutnya kewenangan penegakan hukum karena aktifitas penambangan TI Rajuk merupakan wilayah perairan.

"Langsung ke Kasat Polair saja itu wilayah perairan, demikian untuk dimengerti," Ujar Kapolsek Belinyu melalui pesan WAnya, Minggu malam (29/12/2019).

Saat berita ini dipublish, upaya dari Wartawan untuk menghubungi Kasat Polair dan pihak-pihak yang berkompeten dalam menangani masalah ini untuk di konfirmasi, belum juga mendapat jawaban.( Red) 

Diduga Melakukan Penghinaan Kepada Wartawan MPP, Pemilik Akun Dina Ratu Dilaporkan Ke Polisi

Posted by: On Desember 16, 2019



Jakarta, Cakra Bhayangkara News - Wartawan Media Cetak dan Online Purna POLRI, Yusak Langga secara resmi melaporkan pemilik sebuah akun Facebook (FB) bernama Dina Ratu, yang diduga telah melakukan Penghinaan & Pencemaran Nama Baik serta Meleceh Profesinya sebagai seorang Wartawan.

Yusak melaporkan dan menyerahkan sejumlah bukti ke Polda NTT pada hari Minggu (15/12/2019).


Laporan tersebut langsung diterima oleh Bripka Hamud A DJ Alkatri diruang Ditreskrimsus Polda NTT dengan nomor laporan, NOMOR :  STPLI/103/XII/2019/Ditreskrimsus.

Dalam laporan tersebut menerangkan telah terjadi tindak pidana Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik terhadap Pelapor sehubungan dengan dugaan perkara Kejahatan/Pelanggaran ITE melalui media sosial, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1) jo. Pasal 27 ayat (23) UU No 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.


Tak terima dibilang wartawan gadungan Yusak menunjukkkan legalitasnya sebagai seorang wartawan resmi dari Media Purna POLRI di hadapan awak media. ID Card Pers dan Surat Tugas resmi yang melekat pada dirinya tidak boleh diremehkan oleh siapapun.

"Saya tidak terima jika ada yang anggap saya ini gadungan dan lecehkan harga diri saya senilai Rp 100.000, saya akan pidanakan dia. Jika tidak percaya dengan legalitas saya sebagai wartawan silahkan tanya ke Redaksi di pusat. Kita ini resmi, bukan abal-abal." Tandasnya.

Seperti pada sebuah kiriman screenshoot yang diperoleh awak media, memperlihatkan akun Dina Ratu tersebut memposting status dan berkomentar di berbagai grup Facebook dengan menggunakan kata-kata yang tak pantas dan mengarah pada unsur penghinaan serta pencemaran nama baik.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Pencemaran Nama Baik di media sosial ini diatur khusus dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE :

"Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)."

Menyikapi hal ini Pimpinan Umum Media Purna Polri Noven Saputra, saat dihubungi wartawan melalui telepon seluler menyatakan  benar Atas Nama Oscar dan Yusak Adalah anggota wartawan Media Purna Polri di Wilayah NTT, dan terkait permasalahan yang sedang Viral di Sosial Media Facebook bahwa adanya kata-kata penghinaan terhadap Profesi Wartawan yang dilakukan oleh pemilik akun Dina Ratu yang saya duga itu adalah akun palsu yang dibuat oleh oknum untuk manufer jikalau sekelompok mereka merasa terganggu.

"Jangan karena Media yang tidak terverifikasi Dewan Pers di anggap dan bisa di bilang Media Ilegal atau Abal-abal dan wartawannya di bilang wartawan gadungan," tegas Noven, yang juga sebagai Ketua Deputi Organisasi Forum Pers Independent Indonesia (FPII) 

Lanjutnya, Media kami memiliki legal yang jelas dan berpedoman kepada UU Pers No.40 Tahun 1999 dimana di dalam UU Pers tersebut tidak ada tertulis bahwa di Negara Indonesia ini semua Media harus dan wajib terverifikasi, kami Independent dan kami tergabung di Organisasi Forum Pers Independent Indonesia (FPII) dan bernaung di Dewan Pers Independen.

" Saya meminta kepada Polda NTT untuk membantu dan bertindak tegas terhadap pelaku yang sudah melakukan penghinaan terhadap profesi Wartawan." tutupnya.(Red)

Sumber : MPP/Deputi Jaringan FPII

Rumah Warga Pura Bojong gede Dibobol Maling , Uang dan Surat-Surat Kendaraan turut Lenyap

Posted by: On Desember 04, 2019



Depok, Cakra Bhayangkara News - Rumah seorang Pengawai Negeri Sipil (PNS) di Perumahan Pura Bojonggede, Bogor, Jawa Barat, dibobol maling saat ditinggal pergi sekeluarga. Uang sejumlah Rp 2 juta beserta surat-surat kendaraan BPKB mobil dan motor ikut raib digondol maling. Minggu, (01/12/19)

Muhammad Farid Firdaus (38) bersama istri dan dua orang anaknya pergi berkunjung ke rumah orang tuanya di Depok Timur pada Sabtu (30/11). Kondisi rumah saat ditinggal dalam keadaan terkunci rapat.

"Hari Sabtu, saya istri dan anak-anak biasa pergi keluar rumah. Seringnya main ke rumah Eyang nya anak-anak, juga kadang makan di luar," ujar Farid kepada awak media, Senin (2/11). 


Menurut pria yang kesehariannya berdinas di kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu, sejak hari Sabtu (30/11) memang menginap di luar, hingga kembali ke rumah pada Minggu (1/12) malam. 

"Begitu sampai di rumah sekitar jam 11.00 malam, anak dan istri saya masuk duluan lalu terdengar treakan sangat kencang karena melihat kondisi rumah sudah berantakan. Awalnya saya kira ada ular masuk rumah. Karena rumah saya sebelahan dengan danau dan semak, ternyata benar kita kemalingan" kata Farid. 

Keduanya sempat mengecek kondisi seluruh rumah hingga ke belakang, ditemui semua barang seperti lemari di kamar dalam kondisi acak-acakan. Kemudian ketika memeriksa pintu belakang rumah, didapati kuncinya dalam keadaan rusak, akibat dicongkel dari luar.

Farid dan istri spontan menduga ada orang masuk ke dalam rumah, mereka pun bergegas lari ke rumah tetangga dan pengurus lingkungan untuk memberitahukan kejadian tersebut. 

"Saya langsung lapor ke rumah Pak RT dan Pak RW. Setelah kumpul kami semua sama-sama melihat kondisi rumah saya di dalam," jelasnya. 

Setelah dicek sedemikian waktu, akhirnya dapat dipastikan uang yang disimpan dalam lemari sebesar Rp 2 juta beserta surat-surat BPKB mobil Toyota Kijang Inova, dan 2 BPKB motor Honda Supra dan Suzuki Skydrave hilang digondol pelaku. 


"Selanjutnya, saya didampingi Ketua RT dan RW segera meluncur ke Polsek Bojonggede untuk melaporkan peristiwa pembobolan rumah rumah saya," kata Farid, seraya menunjukan lembar Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi dengan nomor STPL/763/K/XII/2019/PMJ/RESTA DEPOK/SEK. BOJONGGEDE. 


Sementara itu Kapolsek Bojonggede ketika dikonfirmasi awak media mengatakan, menyangkut situasi keamanan di lingkungan Kecamatan Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, Kapolsek Bojonggede Kompol Priyadi, SH. menuturkan 

"Hal yang akan dilakukan dalam upaya menjaga keamanan di lingkungan, terkait maraknya para pelaku tindak pidana yang berusia dibawah umur maka kami dari pihak kepolisian sektor bojonggede telah bekerja sama dengan Balai Pemasyarakatan (BAPAS) untuk melaksanakan bimbingan kemasyarakatan. Sesuai dengan Undang-undang no 12 tahun 1995 yang tercantum dalam pasal 2 ayat 1". Tuturnya

terkait adanya pembobolan rumah warga dalam wilayah yuridisnya, pimpinan Polsek Bojonggede itu mengatakan sejumlah barang berharga korban digondol maling, antara lain uang tunai sebesar Rp. 2 juta beserta 1 BPKB mobil dan 2 BPKB motor. 




Tim Polsek Bojonggede sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi terkait kasus pencurian itu. Sejauh ini polisi masih memburu pelaku. 

"Terlapor masih dalam penyelidikan Untuk kasus pembobolan rumah yang terjadi beberapa waktu lalu, semua masih dalam proses penyelidikan. Karena kami pada hari Selasa (03/12) baru saja menangkap 4 pelaku curas dari beberapa TKP di wilayah Bojong Gede dan kasus tersebut masih kami dalami apakah ada sangkut pautnya dengan pembobolan rumah yang terjadi di puri bojonggede pada hari minggu kmarin atau tidak! ,”pungkas Kapolsek.

Dengan adanya laporan tersebut, Farid dan keluarga beserta masyarakat setempat berharap agar Polisi segera memburu para pelaku kemudian diproses secara hukum yang berlaku. 

Agar kejadian serupa tidak terulang, mereka berharap aparat dan pengurus lingkungan untuk meningkatkan keamanan lingkungan, mengingat belakangan beberapa kali terjadi peristiwa pencurian.(Teguh)

Diduga Sebagai Bandar Narkoba, H. Samsul Bin Bacok (Alm) Diamankan Polsek Sebulu

Posted by: On Desember 03, 2019



Kukar, Kaltim, Cakra Bhayangkara News – Polsek Sebulu telah mengamankan seorang pelaku an. Sdr. H. SAMSUL Bin BACOK (Alm) Pada hari Senin  (2/12/2019) sekira  jam 15.00 WITA, di Samping rumahnya di RT.18 kampung ledok Sp 1 Desa Sumber Sari Kec.Sebulu Kab. Kutai kartanegara.


Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Andrias Susanto Nugroho,. S.Ik,. M.Si  melalui Kapolsek Sebulu  Iptu Ishaq, SH, membenarkan bahwa awal mula kejadian Pada saat anggota Polsek Sebulu mendapat laporan dari warga bahwa di sebuah rumah di RT.08 kampung ledok sering terjadi transaksi narkoba, anggota melihat seseorang  dengan gerak gerik mencurigakan  di samping rumah dan ditanya bernama H.SAMSUL kemudian dilakukan penggeledah badan  di temukan di dalam  kantong celana pendek yang di pakainya di sebelah kiri bagian samping depan di dapat 3 poket kecil yang diduga sabu dan di dalam kantong celana samping kanan di temukan uang sejumlah Rp.1.860.000,- 


Di akui tersangka uang hasil penjualan sabu kemudian atas kejadian tersebut anggota polsek Sebulu mengamankan Pelaku  bersama barang bukti berupa : 
- 3 (tiga)  poket shabu dalam bungkus plastik bening, bungkusan kecil poket pertama berat kotornya 0,49 gram dan paket ke 2 berat kotor 0,38 paket ke 3. Berat kotor 0,35.

-  Uang tunal hasil penjualan Rp. 1.860.000 ( Satu juta Delapan ratus enam puluh Ribu Rupiah)  
Selanjutnya Tersanhgka dijerat pasal 114 ayat (1) Jo pasal 112 ayat (1) Joo Pasal 127UURI No. 35 thn 2009 tentang Narkortika. (Monti)

MR (27) dan DS (28) Diamankan Polsek Kota Bangun, Karena Miliki Sabu

Posted by: On Desember 03, 2019



Kukar, Kaltim, Cakra Bhayangkara News – Polsek  Kota Bangun telah mengamankan laki laki yg diduga sebagai tersangka berinisial DS (28) dan MR (27) Pada Hari Minggu tanggal 01 Desember 2019 sekitar Pukul 22.00 Wita yang di duga memiliki, menyimpan, menguasai, mengedarkan Narkotika Jenis Sabu.                                                                                                              
Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Andrias Susanto Nugroho,. S.Ik,. M.Si  melalui Kapolsek Kota Bangun AKP  Subari,. SH, membenarkan bahwa  Awal mula kejadian bahwa Anggota Reskrim Polsek Kota Bangun mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Ds. Liang Ulu Rt. 001 di Rumah tersangka dicurigai digunakan untuk transaksi Narkoba.

Kemudian anggota Reskrim membentuk Tim melakukan penyelidikan di TKP, Setelah itu dilakukan penggeledahan di Tkp dan ditemukan Narkotika Jenis Sabu sebanyak 1 poket sabu ukuran sedang yang di simpan di atas Jendela Rumah tersangka.


Selanjutnya kedua orang tersangka dan barang bukti berupa :
- 1 ( Satu )  poket shabu ukuran sedang seberat 3,5 gram
- 2 ( dua ) poket shabu ukuran kecil
- Seperangkat alat hisap shabu/ bong.

Tersanga dijerat pasal 114 ayat (1) Jo pasal 112 ayat (1) Joo Pasal 127 UURI No. 35 thn 2009 tentang Narkortika. (Monti)

Sat Reskrim Polresta Palopo Amankan Residivis Kasus Pencurian

Posted by: On November 28, 2019



Palopo, Sulsel, Cakra Bhayangkara News Satuan Reskrim Polres Kota Palopo Berhasil mengamankan DB Alias Ateng (20) Yang merupakan residivis kasus pencurian, Jumat (29/11/2019) Dini Hari.


Ateng (20) seorang pengangguran, merupakan warga lorong lembaga kota Palopo, di ciduk petugas di lapangan salobulo kota Palopo berdasarkan Laporan Korbannya Edwar Rahman dengan Laporan Polisi : LPB / 08 / I / 2018 / SPKT.

Adapun kasus pencurian terjadi saat Terduga pelaku masuk kedalam rumah korban Dengan cara memanjat pagar dan naik ke lantai 2, selanjutnya Terduga Pelaku mencungkil jendela rumah korban dan kemudian pelaku mengambil barang barang milik korban berupa uang tunai sebesar Rp 4.000.000 (empat juta ribu rupiah), 3 (tiga) unit handphone dan 2 (dua) buah celana panjang merk levis.
Dihadapan Petugas, Terduga Pelaku mengakui semua Perbuatannya.

Kapolres Palopo AKBP Alfian Nurnas saat dikonfirmasi wartawan meembenarkan perihal pengkapan tersebut, Munurutnya, Pelaku bersama barang bukitnya sudah di amankan di mapolres Palopo Guna untuk kepentingan Hukum Lebih Lanjut.” Ungkap Kapolres Palopo AKBP Alfian Nurnas.

” Pelaku sudah kita amankan, adapun pelaku bersama barang buktinya kini di amankan di Mapolres Palopo Guna untuk kepentingan Hukum Lebih Lanjut.” Tutupnya. (Monti)

Polres Tasikmalaya Ungkap Kasus TP Pencurian Dengan Pemberatan di Minimarket

Posted by: On November 28, 2019



Tasikmalaya, Jawa Barat, Cakra Bhayangkara News- 
Bertempat di Mako Polres Tasikmalaya Polda Jabar telah dilaksanakan Kegiatan Konferensi Pers Ungkap Kasus Tindak Pidana Pencurian Disertai Dengan Kekerasan di Minimarket Kec. Salawu Kab. Tasikmalaya.




Kegiatan dipimpin oleh Kapolres Tasikmalaya Polda Jabar  AKBP Dony Eka Putra, S.I.K., dan dihadiri oleh Wakapolres Tasikmalaya, Kasat Reskrim, Kanit Resum, Kanit Tipidter. 

Diketahui identitas Tersangka  AN alias DI Bin (alm) MN, Laki-laki, 44 Tahun, Buruh, Kp. Sukamanah Rt 05 Rw 08 Desa Rancaekek Wetan Kec. Rancaekek Kab. Bandung dan tersangka DW Bin (alm) AH, Laki-laki ,37 Tahun, Karyawan swasta, Kp. Sukapura Rt 004 Rw 004 Desa Sukapura Kec. Cilincing Kota Jakarta Utara.

Waktu dan tempat kejadian perkara Hari Minggu tanggal 10 Nopember 2019 sekira jam 03.15 Wib, di Alfamart Salawu Kp. Salawu Rt 07 Rw 03 Desa Salawu Kec. Salawu Kab. Tasikmalaya. Modus operandi merusak kunci pintu Alfamart Salawu Kab. Tasikmalaya.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menginformasikan kronologis perkara yaitu pada Hari Minggu tanggal 17 Nopember 2019 tim unit 1 Resum Sat Reskrim Polres Tasikmalaya dan Unit Reskrim Polsek Salawu, berhasil mengamankan seorang laki – laki yang bernama Tsk. AN alias DI Bin (alm) MN di Kp. Ciguling Rt 01 Rw 09 Desa Pasanggrahan Kec. Sumedang Selatan Kab. Sumedang. Tsk. AN alias DI Bin (alm) MN mengaku telah melakukan pencurian bersama Tsk. DW Bin (alm) AH dan Tsk. JA.

Pada hari Selasa tanggal 19 November 2019 Tim Unit 1 Resum Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Polda Jabar bersama Unit Reskrim Polsek Salawu dan di back up Tim Opsnal Unit 5 Subdit 4 Ditreskrimum ( JATANRAS ) Polda Metro Jaya berhasil mengamankan Tsk. DW Bin (alm) AH di daerah Kp. Sukapura Rt 004 Rw 004 Kel. Cilincing Kota Jakarta Utara.

Tersangka DW Bin (alm) AH mengaku melakukan pencurian dengan Tsk. AN alias DI Bin (alm) MN dan Tsk. JA.

Barang bukti yang berhasil disita dari  tangan pelapor Sdr. NURHIDAYAT  yang ditemukan di TKP adalah 1 (satu) buah dus handphone merk SAMSUNG GALAXY TAB A, warna hitam, 1 (satu) buah dus handhone merk SAMSUNG KEYSTONE 3, 1 (satu) buah kunci gembok yang sudah rusak, 4 (empat) buah kaca nako.

Yang berhasil disita dari tangan pelaku Tsk. AN alias DI Bin (alm) MN yaitu 1 (satu) potong kaos merk RDM warna biru dongker dengan bertuliskan NEVERMORE MANUFACTURING, 1 (satu) potong celana panjang merk LAXADO warna abu – abu, 1 (satu) unit kipas angin merk SONUS warna putih, 1 (satu) unit magic com merk NIKO warna putih – merah, 1 (satu) unit dispenser merk MIYAKO  warna putih + galon merk aqua ukuran 19 liter, 1 (satu) unit handphone merk SAMSUNG GALAXY KEYSTONE 3 warna hitam, 1 (satu) buah kaleng susu merk NUTRILON ROYAL ukuran 800 gram, 1 (satu) unit handphone merk SAMSUNG GALAXY TAB A warna hitam.

Disita dari tangan pelaku Tsk. DW Bin (alm) AH berupa alat bantu untuk melakukan pencurian yaitu 1 (satu) buah tang / gegep, 9 (sembilan) buah besi pencongkel, 3 (tiga) buah linggis pendek, 1 (satu) buah kunci inggris, 2 (dua) buah obeng yang ujungnya sudah dibengkokan,4 (empat) buah kunci leter L, 1 (satu) buah pahat, 1 (satu) buah Obeng, dan 1 (satu) buah Palu.

Hasil pencurian yang disita adalah 1.330 ( seribu tiga ratus tiga puluh ) bungkus dari berbagai merk rokok, 10 (sepuluh) dus SUSU MORINAGA CHILD SCHOOL, 14 (empat belas) dus SUSU LACTOGROW, 7 (tujuh) dus SUSU BEBELAC, 4 (empat) dus SUSU DANCOW 1+, 1 (satu) dus SUSU PEDIASURE, 1 (satu) Dus SUSU PROMIL S-26 TAHAP 2, dan 2 (dua) Dus SUSU PROCAL S-26.(Monti)

KEPALA DIVISI PENINDAKAN BNN DAN  WAKAPOLDA JABAR PIMPIN KONFERENSI PERS UNGKAP KASUS PENGGEREBEKAN SEBUAH RUMAH YANG DIDUGA TEMPAT MEMPRODUKSI NARKOBA BERUPA PIL PCC

Posted by: On November 27, 2019




Tasikmalaya, Jawa Barat, Cakra Bhayangkara News - TKP Gununggede Rt. 002/008 Kel. Gununggede Kec. Kawalu Kota Tasikmalaya  telah dilaksanakan konferensi pers penggerebekan oleh Tim gabungan BNN Pusat dan Direktorat Narkoba Mabes Polri. Penggerebekan dipimpin oleh Kepala Divisi Penindakan BNN Irjen Pol. Arman Depari, Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus S.I.K., M.M., M.S.I., Wadir Direktorat Narkoba Mabes Polri Kombes Krisno Siregar. 
Rabu (27/11/2019).

Konferensi pers tersebut  berkaitan dengan operasi  (penggerebekan) sebuah rumah  milik Sdr. Undang (Ukis) yang dilaksanakan pada Hari Selasa tanggal 26 November 2019 dipimpin oleh Kombes Pol Ana dari BNN Pusat, dimana rumah tersebut disalahgunakan pelaku untuk memproduksi narkoba jenis Paracetamol Cafein  Carisoprodol (PCC) dengan jumlah produksi ± 120.000 butir/hari.

Adapun barang bukti  yang diamankan oleh BNN yaitu 7 (tujuh) unit mesin  untuk proses produksi/pembuatan Pil PCC, beberapa bahan baku kimia cair dan padat, Pil PCC yang sudah jadi sebanyak kurang lebih 2 juta butir. 1 unit mobil jenis Daihatsu Grandmax (Blindvan), 1 unit mobil jenis Daihatsu Luxio, 1 unit mobil jenis Mitsubishi Delicia, dan 1 unit mobil jenis Honda HRV.

Adapun tersangka yang diamankan sebanyak 9 orang dari TKP Kawalu dan Cilacap yaitu MJ alamat Cilacap, TW alamat Banyumas, SU alamat Sambongjaya Mangkubumi,  DP alamat Cilacap, EC alamat Cilacap, YE alamat Cilacap, NU alamat Demak, SE alamat Cilacap, dan AM alamat Bandung.


Rumah milik Sdr. Undang (Ukis) yang digunakan untuk produksi narkoba jenis PCC tersebut dikontrak oleh Sdr. YE asal Cilacap selama 5 tahun dan baru berjalan ± 2 tahun, yang sepengatahuan pemilik  bahwa rumah  tersebut dijadikan sebagai pabrik pengolahan bambu/sumpit. Diperkirakan produksi sudah berjalan selama 1 tahun, dan bahan baku utama berupa Carisprodol tidak dibuat di Indonesia, kemungkinan di import dari luar negeri.  Efek yang ditimbulkan dari narkoba jenis ini yaitu Halusinogen, Stimulan dan depresan.

Selanjutnya tersangka dan barang bukti diamankan oleh BNN untuk diproses lebih lanjut. (Monti)