Headlines!

Satpam Tewas Digigit Ular, Warga Donasi 32 Juta

Posted by: On Agustus 23, 2019



Tangerang, Cakra Bhayangkara News - Warga Cluster Michelia dan lintas cluster, Gading Serpong, diwakili oleh Michael Zimbalist memberikan bentuk kepedulian kepada keluarga korban gigitan ular dimana berdampak wafatnya seorang satuan pengamanan bernama Iskandar dalam tugasnya, kepedulian di diterima langsung istri dari korban, di saksikan ketua RW 02, bertempat di Kampung Cihuni, Pagedangan, Jumat siang (23/08/2019).



Dalam acara tersebut, warga memberikan kepedulian uang sebesar Rp 32 juta dan akan menanggung biaya sekolah 2 anak korban selama satu tahun. 

Abdullah sebagai ketua RW setempat mengucapkan terima kasih atas kepedulian para warga yang telah membantu keluarga korban.

"Saya sebagai ketua RW, mengucapkan banyak-banyak terima kasih, mungkin ini sudah nasib, kita tidak bisa merubah nasib" ujar Abdullah.



Demikian dengan kakak ipar korban, sahroni, merasa ikhlas atas kejadian ini namun sedih mengingat ketiga anaknya.

"Saya sebagai kakak kandung Siti Raudoh yaitu istri almarhum, sudah menerima kejadian ini, saya ikhlas namun saya sedih terutama terhadap tiga anaknya" pungkas Sahroni.

Selain ketua RW dan keluarga korban, perwakilan warga dari lintas cluster, Michael Zimbalist menegaskan bahwa ini adalah sebuah kepedulian pengurus, warga Cluster Michelia dan lintas cluster atas kejadian ini.

"Ini adalah satu tanda kepedulian pengurus dan warga Michelia bahkan sampai lintas cluster yang peduli atas kejadian ini" ucap Michael.

Kepedulian ini diharapkan dapat membantu keluarga korban dalam memenuhi kebutuhan harian.



"Saya berharap uang kepedulian yang digalang bisa berguna untuk kelangsungan hidup atau biaya lainnya yang diperlukan oleh keluarga almarhum" tambah Michael.

Selain kepedulian berupa uang tunai, Pengurus Michelia akan menanggung biaya sekolah 2 anak almarhum.

"Kami dari Pengurus Michelia, juga peduli kepada anak-anak almarhum, ada 2 anak yang masih sekolah, Kami sebagai Pengurus Michelia akan menanggung biaya sekolah selama satu tahun" lanjut Michael.

Michael berterima kasih kepada para donatur dari warga Michelia dan lintas cluster.

"Kami ucapkan terima kasih kepada warga yang telah menyaksikan berjalannya penyerahan kepedulian ini dan terima kasih kepada seluruh donatur" tutup Michael. 

Diketahui bahwa Iskandar, meninggal dunia setelah hampir 12 jam terkena gigitan seekor ular berbisa jenis Welang atau Banded Krait, pada Selasa 20 Agustus 2019 lalu.

Saat itu, Iskandar berusaha menangkap ular dengan peralatan seadanya ketika ada warga Cluster itu memanggil dan meminta tolong agar menangani ular yang berkeliaran di area taman perumahan tersebut.

Iskandar dan rekannya bernama Jaelani yang saat itu sedang berjaga mendatangi lokasi ditemukannya ular. Laporan warga mereka terima sekitar pukul 18.30 WIB. Sesampai di lokasi, Iskandar menangkap ular itu dengan peralatan seadanya, yakni gagang sapu lidi.



Iskandar mampu melumpuhkan ular itu dengan cara menjepit kepala ular Welang dengan tongkat gagang sapu lidi. Namun, saat ia akan menangkap dengan memegang bagian kepala, ular itu mendadak langsung mengigit jari telunjuk kirinya.

Tidak lama, Iskandar langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida. Di rumah sakit itu tidak tersedia serum anti bisa ular. Korban tersengat ular berbisa itu akhirnya dilarikan ke RS Umum Kabupaten Tangerang, namun meninggal dunia sekitar Rabu pagi, 21 Agustus 2019 pukul 05.50 WIB.(Riswandi) 

Ada Apa Dengan SPBU Wangurer ?

Posted by: On Agustus 23, 2019



Bitung, Sulawesi Utara, Cakra Bhayangkara News - Salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Kota Bitung, tepatnya di Jalan R.W. Monginsidi Kelurahan Wangurer Barat, Kecamatan Madidir dalam Pembinaan PT. Pertamina (Persero).

Terpantau oleh sejumlah media pada Jumat 23 agustus 2019 terpasang spanduk dari PT. Pertamina (Persero) di halaman SPBU. Dengan adanya spanduk yang bertuliskan “SPBU ini dalam pembinaan PT.Pertamina (persero)”, SPBU tersebut tidak disuplai BBM subsidi jenis Solar dari Depot PT. Pertamina.

Tidak disuplainya BBM jenis Solar terhadap SPBU ini dibenarkan oleh salah satu koordinator operator yang ada di SPBU yaitu Azis.

“Kena sanksi dari Pertamina selama 2 bulan tidak disuplai Solar,” ujar Azis kepada sejumlah media pada Jumat 23 Agustus 2019.

Azis pun mengungkapkan bahwa dengan tidak disuplainya BBM jenis Solar ini selama 2 bulan kedepan, diperkiran pendapatan pihak SPBU berkurang sekitar 120 juta. “Kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi, sebelumnya juga pernah terjadi seperti ini,” katanya

Pembinaan seperti ini menurut sumber terjadi bukan hanya ditempatnya, tetapi setahunya juga di SPBU lain pernah dapat pembinaan dari Pertamina.

Sementara itu, Sanksi yang diberikan PT. Pertamina kepada SPBU ini dari penelusuran sejumlah media, diduga didasari oleh adanya kegiatan SPBU yang tertangkap tangan oleh Pertamina.

Pelanggaran yang dilakukan di duga karena melakukan penjualan BBM kepada kendaraan yang tangki BBMnya sudah dimodifikasi, sehingga dapat menampung BBM yang lebih banyak dari biasanya dan di jual kembali ke agen minyak untuk di jual kembali ke industri.(Agusfiandi) 

PT. Arutmin Indonesia Kotabaru, Berikan Bantuan Dana Sebesar 30 Juta Rupiah Kepada Mahasiswa KKN UGM

Posted by: On Agustus 19, 2019



Kalsel, Cakra Bhyangkara News--  PT.Arutmin Indonesia Kotabaru, Kalimantan Selatan, mengutus Karyawannya menghadiri pelepasan KKN Mahasiswa Univeraitas Gajah Mada, yang telah selesai melaksanakan tugas KKN di pulau sembilan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, sekaligus menyerahkan bantuan yang bertempat di Oprom Pemda Kotabaru, Kalimantan Selatan, Jumat, 16/08-2019. 



Sekda Kotabaru Drs.H.Said Ahmad, MM. dalam sambutannya mengatakan kebanggaan Pemerintah daerah Kabupaten Kotabaru atas kehadiran 50 orang Mahasiswa dan Mahasiswi UGM, yang telah selesai melakasanakan tugas KKNnya selama 43 hari di Marabatuan Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan.

Said Ahmad juga mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing yang berhasil melaksanakan tugas dan Peogram UGM.



Ucapan yang sama di-sampaikan Kepada PT.Arutmin Indonesia Kotabaru Kalimantan Selatan yang telah memberikan bantuan berupa keuangan dan bantuan lainnya kepada Mahasiswa UGM sehingga KKN yang diprogramkan tercapai dengan baik dan sukses, sehingga masyarakat Marabatuan dan Maradapan, drastis dapat merubah teradisi yang tadinya berdampak negatif menjadi positif, sebagai contoh sebelumnya masyarakat membuang sampah kelaut, namun dengan kehadiran Mahasiswa KKN UGM,  telah membuat masyarakat sadar untuk tidak membuang sampah lagi ke laut, tapi mereka membuangnya pada tempat yang sudah di siapkan, " Ucap Sekda Kotabaru.



Norkholis merupakan salah satu utusan Karyawan PT. Arutmin Indonesia yang berdomisili di Sarang Tiung, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, sempat ditemui oleh Wartawan Cakrabhayangkara News di ruang acara, menjelaskan bahwa PT. Arutmin Indonesia banyak Cabangnya di Kalimantan Selatan, diantaranya di Kabupaten Kotabaru, di Kabupaten Tanah Bumbu, juga di Kabupaten Tanah Laut.



PT.Arutmin Indonesia punya kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar dan juga kepada siapa yang memerlukan bantuan, seperti kegiatan KKN Mahasiswa UGM ini,  " ucap Norkholis.



Selain Mahasiswa UGM, PT. Arutmin juga membantu kegiatan Mahasiswa lain, seperti Mahasiswa Institut Agama Islam  Negeri (IAIN) Bajarmasin Kalimantan Selatan.

Hari ini PT.Arutmin Indonesia Kotabaru memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp. 30.000.000. ( Tiga Puluh Juta Rupiah ) kepada Mahasiswa UGM yang telah selesai melaksanakan tugas KKN nya, bantuan itu kami serahkan melalui dosen Pembimbingnya ( Fitri Fatrialis) ," Jelas Norkholis.



Selain itu Cabang-cabang  PT.Arutmin juga pernah memberikan bantuan sosial dan bantuan bencana kepada masyarakat, diantaranya   (1).PT.Arutmin Tambang Batulicin berikan bantuan Logistik dan Evakuasi korban banjir di Tanah Bumbu bersama aksi cepat tanggap (ACT) Juni 2019. 

(2). Tanah longsor di Pendulangan Karang Intan Kal.Sel. 

(3).PT.Arutmin Kabupaten Tanah Laut berikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp. 69.000.000. ( Enam Puluh Sembilan Juta Rupiah ) untuk Keperluan Pelaksanaan  Kejuaraan Nasional Panjat Tebing bulan Juli 2019, yang mana bantuan tersebut di serahkan kepada bupati Kabupaten Tanah Laut bulan Mei 2019,  "terang Norkhis. ( Syafruddin ).

Dosen Pembimbing Fitri Fatrialis Minta Untuk KKN Lagi di Kabupaten Kotabaru

Posted by: On Agustus 19, 2019



Kalsel, Cakrabhayangkara News- Dosen Pembimbing Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) mahasiswa UGM selesai dilaksanakan selama 43 hari, Jum'at, 16/08/2019.

Saat ditemui Wartawan CBN di Oprom Pemda Kotabaru, dalam acara Ekpose KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat  Universitas Gajahmada Periode ke-2 di pulau Marabatuan Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Kotabaru, 



Fitri Patrialis Dosen Pembimbing KKN mahasiswa UGM, menjelaskan bahwa jumlah Mahasiswa UGM yang KKN berjulah 50 orang, terdiri Mahasiswa dan Mahasiswi di berbagai Jurusan, lamanya KKN 43 hari, KKN yang dilaksanaka  ini adalah yang ke-2 ditempat yang sama, " jelas dosen.

Hadir dalam Forum Ekspose KKN Mahasiswa UGM, diantaranya Sekda Kabupaten Kotabaru, Drs.H.Said Akhmad, MM. para Asisten, beberapa Staf Ahli Bupati Kotabaru, Kepala SKPD, Kepala dinas lingkungan Pemda Kotabaru, Dosen Pembimbing, Mahasiswa UGM, PT.Arutmin Indonesia ( Nor Kholis ), wartawan lokal, Nasional Media Cetak dan online, dan Para Undangan.



Program KKN Mahasiswa UGM ini berkesinambungan, selain itu juga Mahasiswa dapat  memperaktekan ilmu yang diperoleh selama di perkuliahan, dengan adanya praktek dilapangan itu, agar mahasiswa memahami dan meyadari bahwa ilmu itu bukan hanya teore saja, tapi utk dipraktekan ditengah masyarakat luas dan lingkungannya.

Dosen Pembimbing Fitri Fatrialis berharap kepada Pemerintah Kotabaru, dengan selesainya  KKN Mahasiswa UGM yang Ke-2 ini, dapat  selalu  bersenergisitas dan lebih terjaga lagi, karena kehadiran KKN ini ada 3 Stegholder, yaitu , UGM, Mahasiswa dan Dosen Pembimbing.



Ke-3 Stegholder ini harus betul-betul bersenergi secara utuh menghadapi dan Solusi seperti Lokasi sasaran KKN, Permasalahan atau persoalan persoalan apa yang terjadi di lokasi KKN, dan Potensi Potensi apa yang harus digali, " terang Fitri.

lanjut Fitri lagi, yang diperkuat 3 sinergi itu bisa berjalan lancar, mulus, serta  informasi Pemerintah kotabaru, potensi-potensi apa yang harus didapatlan oleh Mahasiswa UGM.

Mahasiswa dapat memberikan sumbangsih  ilmu dan prngabdian kepada masyarakat, juga  bisa mengenalkan ilmunya kepada masyarakat, itulah yang kami harapkan, sehingga sinegisitas antara Mahasiswa UGM dengan Pemerintah Kotabaru dapat terjalin dengan baik, berlanjut dan berkesinambungan, " harap Fitri. 



Tujuan KKN adalah  untuk memberdayakan masyarakat dan tranafer ilmu yang diberikan kepada masyarakat dan dapat terlihat keberhasilan ilmu yang diberikan itu, tegas Fitri. 

Masyarakat Marabatuan terlihat akan kesadaran manusianya terutama Sanitasi sampah, karena masyarakat Marabatuan selama ini buang sampah kelaut, " ujar Fitri. 



Program Mahasiswa UGM adalah, Yang dicapai adalah perubahan sekalipun perubahan itu tidak 100 % signipikan, karena untuk mencapai 100 % itu tidak mudah apalagi hanya waktu KKN 43 hari saja, tapi semua program yang dilaksanakan dan yang diberikan Mahasiswa kepada masyarakat Marabatuan dan masyakat Maradapan, mereka lebih perduli terhadap sanitasi, kebersihan, dan masyarakat sudah paham tentang Pendidikan yang Tinggi. 

Masyakat Marabatuan dan Maradapan sudah mengerti tentang Pertanian yang baik, Bagaimana berkebun yang baik, mereka sudah mengerti tentang mengolah hasil kebun, bukan hasil kebun pisang itu dijual pisangnya, tapi mereka sudah mengerti hasil perkebunan itu diolah sebagai hasil home industri, "  Jelas Fitri. (Syarifudin) 


Ekspose KKN, Mahasiswa UGM Periode Ke-2 di Pulau Laut Muara Batuan, Kota Baru

Posted by: On Agustus 19, 2019



Kalsel, Cakrabhayangkara News-- Pemerintah Daerah Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan gelar Ekapos Kuliah Kerja Nyata ( KKN ), Jum'at 16/08/2019 bertempat di Oprom Pemda Kotabaru.

Ekspose KKN Mahasiawa Universitas Gajah Mada ( UGM) adalah Pebelajaran Pemberdayaan Masyarakat Muara Batuan Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan.

Acara dihadiri selain Sekda Kotabaru, Drs.Said Akhmad, MM. juga hadir Para Asisten, Kepala SKPD dan Kepala Dinas lingkungan Pemda Kotabaru, Perusahaan PT.Arutmin Indonesia, Dosen Pembimbing, Mahasiswa dan Mahasiawi UGM di berbagai Jurusan, Para wartawan lokal, Nasional Media Cetak dan online, serta para Undangan.

Sekda Kotabaru dalam kata sambutannya menyampaikan, pertama sekali diucapkannya termakasih selesainya KKN yang dilaksanakan oleh ade2 Mahasiswa UGM yang berjumlah 50 orang selama 43 hari di tempat yang  sangat jauh sekali dari Kota Kabupaten Kotabaru,  salah satu pulau dari banyak pulau dalam Kabupaten Kotabaru, yaitu di Marabatuan Kecamatan Pulau sembilan Kabupaten Kotabaru.

Berkaitan dengan minimnya penerangan listrik yang disampaikan oleh ade Mahasiswa tadi, yang melihat dan merasakan langsung, betapa  Sulitnya jangkauan Internet ( tidak ada signal), tidak adanya Pelabuhan atau Dermaga,  ini semuanya benar apa yang dilaporlan oleh ade Mahasiswa ini. inilah kenyataannya Kondesi Pulau Sembilan.



Pt.PlN. hanya bisa melayani di pusat Kecamatan saja, Solusinya Pemda sudah memprogramkan untuk desa dalam Kecamatan Pulau sembilan dan Kecamatan Pulau Laut Tengah yang belum bisa terjangkau aliran listrik, segara dipasangkan Listrik Tenaga Surya di tiap tiap buah rumah penduduk.

Liatrik Tenaga Surya sudah ada jumlahnya ribuan buah, ini akan di serahkan pembagiannya oleh Bupati Kotabaru, H.Sayid Jafar SH. , " jelas Sekda.

Lanjut Said Akhmad, berkaitan dengan Internet dan Pelabuhan atau Dermaga di Marabatuan adalah, Jaringan Internet ini di pasang oleh pihak swasta, pihak swasta usaha Kumersil, jadi kalu jumlah permintaan dari masyarakat itu kecil dia tdk mau pasang jaringan, perusahan swasta dia cari Profit,  untuk mendirikan satu buah Menara itu besar sekali biayanya, " ujar Sekda .

Pelabuhan atau Dermaga sampai sekarang belum dibangun, permasalahannya adalah, Kecamatan Pulau sembilan itu seluruh adalah kewasan hutan lindung atau Cagar alam, ini dikatan oleh Kementrian ke Hutanan RI. bukah perkataan Pemerintah Daerah.

Jadi Proyek ini tidak  bisa dibangun karena arenya termasuk Cagar Alam, untuk membangun Pelabuhan atau Dermaga itu harua sesuai aturan dan  pasti menggunakan APBD dan APBN, bila dipaksakan juga membangunnya, itu melanggar Hukum ( tindak pidana) melanggar Undang Undang nomor 1 Tentang Kehutanan, " Terang Sekda.



Penerapan kebijakan itu Pemerintah Pusat tidak melihat permasalahan dan Kondesi yang dihadapi  oleh Pemda Kabupaten/ Kota, Cagar alam berdampak sekali terhadap kehidupan masyarakat di daerah.

Lanjut Sekda lagi, berkaitan dengan Wisata, sangat diharapkan sekali ade2 Mahasiswa untuk turut serta mempromusikan pulau2 yang ditemukan selama menjalankan tugas sebagai KKN. ade2 kan sudah bikin Videonya, Promosikanlah ke youtobe, " harap Said Akhmad.

Untuk membangum wisata dengam baik dan yang bisa melakukannya adalah hanya pihak swasta, kalu  Pemerintah tidak mampu untuk membangunnya dalam Kab.Kotabaru ini, karena terlalu banyak aturan yang harus dipenuhi.

Jadi untuk peromosi lewat youtobe para swasta yang berminat untuk ber infestasi mambangun wisata di Kabupaten Kotabaru sangat mudah mendapatkandata itu, " harap said.

Mengakhiri sambutan, untuk menjawab pertanyaan dosen Pembimbing KKN Mahasiswa UGM ( Fitri Fatrialis ), bisakah UGM melaksanakan KKN lagi ke daerah Kabupaten Kotabaru ini, jawabanya, bisa dan sangat terbuka siapa saja atau mahasiswa mana saja silahkan datang ke Kotabaru untuk KKN, untuk UGM tidak perlu lagi titik lokasinya di Kecamatan Pulau sembilan, di Pulau lain masih ada yang lebih baik dari pulau sembilan, trumbu karangnya sangat baik/ indah sekali, signal internetnya ada, transportasinya mudah dan dekat dari pusat Kabupaten Kotabaru.

Jalan tranaportasi menuju lokasi wisata bisa lewat darat juga bisa lewat laut, Lokasinya, Pulau Teluk Tamiyang Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar, di pulau Kerasiyan Kecamatan Pulau Laut Kelulauan.

 Di pulau ini ada satu pulau yang nama Pulau CINTA, " papar Sekda Kotabaru. ( Syafruddin ).

Ketua FPII Setwil Lampung Aminudin, Minta Polisi Tahan Kades Mada Jaya

Posted by: On Agustus 18, 2019



Pesawaran, Lampung, Cakra Bhayangkara News - Dugaan telah terjadi penganiayaan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh  Oknum Kepala Desa Mada Jaya, Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran berisial NS pada hari Senin(12/8).

Anak yang diduga telah dianiaya HC (14 tahun), M (16 tahun), dan Rhm (14 tahun), kejadian tersebut bakal berbuntut panjang, pasalnya dari hasil gelar perkara di Polres Pesawaran Sabtu (17/8) disampaikan, oknum kepala desa NS terindikasi telah melakukan dugaan penganiayaan.

AKBP Popon Aridianto Sunggoro SIK, SH Kapolres Pesawaran di sela sela kegiatan memperingati HUT RI yang Ke-74 mengatakan, "Hasil pemeriksaan saksi dan korban serta hasil visum dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pesawaran ada indikasi NS telah Melakukan penganiayaan terhadap anak di bawah umur warganya sendiri, "Paparnya.

“Kalo melihat hasil visum ada dugaan bahwa oknum Kades benar telah melakuan pemukulan, berkaitan dengan hal itu NS akan kena undang undang nomor 35 tahun 2014 Pasal 80 tentang perlindungan anak yang  bisa diancam hukuman tiga tahun enam bulan serta denda tujuh puluh dua juta rupiah serta  dan di tambah UU KUHPidana pasal 351 ayat (1) tentang Penganiayaan.

"Perbuatan NS ini masuk dalam perkara pidana murni bukan merupakan delik aduan. Maka berkemungkinan nanti akan ada penahanan. ”Lanjutnya.



“Intinya proses penyelidikan ini biarkan berjalan dulu, kami dalam menindak lanjuti  perkara ini On the trek Dan juga kita berharap jangan sampai ada yang mengganggu proses penyelidikan ini, "Tutupnya.

Menyikapi pernyataan Kapolres Pesawaran, Aminudin ketua setwil ( Forum Pers Independent Indonesia ) FPII Provinsi Lampung, menyampaikan, "Jika perkara ini sudah terlihat indikasinya bahwa NS telah melakukan dugaan tindak kekerasan, maka jangan ragu pihak kepolisian langsung bisa lakukan penahanan terhadap terduga" "Pintanya.

"Kenapa kami FPII mendesak hal ini, agar masyarakat lega jika adanya kepastian  hukum ditengah masyarakat Kabupaten Pesawaran.

"Kita juga berharap hukum tidak pandang bulu, apa lagi pelaku penganiayaan anak dibawah umur ini tidak bisa ditorelir.

"Kepada Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam hal ini Bupati, kami berharap bisa memberhentian oknum Kades Mada Jaya karena kuat dugaan sudah melakukan tindakan yang tidak dibenarkan UU. "Harapnya. (Red CBN) .

Persitara Jakarta Utara Mengalahkan  ABC Wirayudha Dalam Kompetisi Liga III Asprov DKI

Posted by: On Agustus 18, 2019



Jakarta Utara, Cakra Bhayangkara News-- Asprov DKI Jakarta melaksanakan Kompetisi Liga tiga  Sepak bola yang bertempat di Stadion Tugu, Jln Raya Logistik, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Minggu, 18/08-2019.

Adapun Pertandingan yang digelar hari ini mempertandingkan laga seru antara Persitara Jakarta Utara, menggunakan seragam Biru Biru VS ABC Wirayudha menggunakan seragam Kuning Hijau.



Bertindak selaku Wasit adalah Irfan Mutaqin, AW 1 Endi Prayoga, AW 2 Randa Prakasa, Wasit Cad Alene Tresia, serta Pengawas Pertandingan Sutiono, dengan jumlah penonton kurang lebih 500 orang. 



Pertandingan berakhir dengan score 2-0 untuk kemenangan Kesebelasan Persitara Jakarta Utara.



Pengamanan dari Polsek Koja, dan melibatkan sebanyak 60 personil yang di Pimpin Kompol Basroni.

Pertandingan hari ini, berakhir dalam keadaan Kondusif. (Marni) 


Final Turnamen Sepak Bola, Piala Camat Koja Cup-2019

Posted by: On Agustus 18, 2019



Jakarta Utara, Cakra Bhayangkara News-- Dalam rangka memperingati HUT RI Ke-74, Tiga Pilar Kecamatan Koja, Jakarta Utara, melaksanakan kegiatan Final Turnamen Sepak Bola Camat Koja Cup 2019 yang berlangsung di Stadion Rawa Badak,  Jl. Alur Laut, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Minggu, 18/08-2019. 

Hadir dalam kegiatan Turnamen Final Sepak bola Camat Cup 2019, diantaranya Camat Koja, Ade Himawan, Kasatlak Olah Raga Kecamatan Koja, Ketua Panitia Murtana SE ME, serta 50 penonton, Tim Wasit Zaenudin, Abdulah Muchlisin, Cadangan Nanang.



Adapun hasil pertandingan Turnamen Final Sepak bola memperebutkan Piala Camat Cup sebagai berikut, Kesebelasan Jakarta Nort City (JNC) Vs Persema score akhir 3 : 2 untuk kemenangan JNC,  Kesebelasan Malaka Selection Vs Rehan FC, Score 1:0 untuk kemenangan Malaka selectiion. 

Juara 1 Malaka selectiion mendapatkan Tropi dan uang pembinaan sebesar 5 juta rupiah, 

Juara II Rehan Fcmendapatkan Tropi dan uang pembinaan  sebesar 3 juta rupiah, Juara III Nort City (JNC)mendapatkan Tropi dan uang pembinaan  sebesar 2 juta rupiah

Selesai penyerahan tropi, Camat Koja mengucapakn banyak terimakasih kepada ketua pelaksana bahwa kegiatan berlangsung sesuai apa yang diharapakn yaitu mengenalkan olah raga kepada masyarakat dan bisa mengolahragakan masyarakat Koja. 

Secara keseluruhan rangkaian kegiatan turnamen  selesai dengan aman kondusif.(Marni)


Warga Kelurahan Jati, RT. 11, RW. 01 Gelar Malam Tasyukuran HUT RI Ke-74

Posted by: On Agustus 18, 2019



Jakarta Timur, Cakra Bhayangkara News, Warga Kelurahan Jati, RT. 011,RW 01, melaksanakan kegiatan malam tasyukuran Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang bertempat di halaman rumah warga, Suyanto, RT. 011 RW. 01, Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu, 18/08-2019. 



Pengagas acara malam Tasyukuran tersebut di prakasai oleh Warga RT. 011, sebagai bentuk ucapan Syukur kepada Tuhan yang maha esa atas pertambahan usia Negara Indonesia yang Ke74, pada tanggal, 17/08-2019, kemarin. 



Acara tersebut juga dihadiri oleh Lurah Jati, Santivo, para Ketua RT.  Ketua RW, Tokoh Masyarakat, serta seluruh warga RT.011.RW. 01.

Dalam sambutannya Lurah Jati, Santivo, terlebih dahulu mengucapkan banyak terimakasih dan penghargaan yang sebesar- besarnya atas peran serta seluruh warga masyarakat RT.011.RW. 01, yang telah melaksanakan acara ini sebagai bentuk nyata dalam mengisi kemerdekaan republik Indonesia yang Ke74, tahun ini, pungkasnya.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan di selingan dengan hiburan.(Suyatno)

Gebyar Kemerdekaan RI, Fredi Beri Bonus Atlet Peraih Emas Lindu Aji

Posted by: On Agustus 18, 2019



Semarang, Jawa Tengah, Cakrabhayangkara News - Ketua Yayasan Sosial Lindu Aji Fredi Gondo Wardoyo memberikan bonus dan penghargaan bagi atletnya yang berprestasi. "Kami sangat mengapresiasi . Ini berkah dan gebyar  kemerdekaan, makanya kami memberi uang pembinaan", ujar Fredi di semarang kemarin, minggu 17/8/19                                    

Sebagaimana dimaklumi, dari 7 atlet Yayasan Lindu Aji yang berlaga pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Muaythai di Semarang,  tercatat 4 atlet yang meraih medali  meraih emas dan 2 medali perak. Sementara satunya gagal meraih medali apa pun.

Mereka yang meraih medali emas atas nama Agape Putra Susilo (kelas 75 kilogram senior), Pratiwi (kelas 60 kilogram senior putri), san dua medali dari Jovan (kelas 51 kilogram yunior dan shallom kelas 54 kilogram yunior).  Sedangkan medali perak dipersembahkan Riski di kelas pemula 30 kilogram dan Jordan di kelas pemula 27 kilogram.



''Para atlet yang kami bawa merupakan hasil seleksi dari mereka yang mengikuti latihan di Lindu Aji RRI," ungkap pelatih Muaythai Gunawan. 

Kejurda Muaythai ini berlangsung di GOR Satria Semarang selama tiga hari, 7-10 Agustus 2019.

Berkat prestasi tersebut, Yayasan Sosial Lindu Aji,  memberikan penghargaan berupa bonus uang pembinaan. Proses penyerahan diserahkan langsung oleh pengurus Yayasan Sosial Lindu Aji seperti Ketua Pembina Yayasan Sosial Lindu Aji  Ikhwan Ubaidillah,  Ketua Yayasan Sosial Lindu Aji Fredy Gondo Wardoyo dan Sekretaris Pembina Yayasan Lindu Aji Untung Budiarso.

Bonus diserahkan kepada para atlet yang berhasil memperoleh medali di kediamannya Perum Griya Rahardja Nomor 26 A, Kalicari, Semarang.  

''Kami mengucapkan terima kasih kepada para atlet yang telah mengharumkan nama Lindu Aji di kejurda Muaythai dengan memperoleh medali. 

Ketua Pembina Yayasan Sosial Lindu Aji, Ikhwan Ubaidillah berharap ke depan prestasi ini bisa terus ditingkatkan lagi.

Dia juga  akan merubah sistem pembinaan atlet yang selama ini dirasa kurang optimal.  Nantinya dengan model baru ini para atlet akan mendapatkan gaji bulanan oleh Yayasan Sosial Lindu Aji.  

Menurut Ikhwan, penerapan sistem ini, karena dipandang konsentrasi dan fisik atlet tidak akan maksimal di dalam pertandingan jika mereka harus berlatih sambil kerja. 

"Melalui pemberian gaji bulanan ini diharapkan para atlet akan lebih matang sebelum mempersiapkan diri sebelum pertandingan. Jadi nanti kerjaan mereka para atlet  hanya latihan dan latihan,'' ujarnya 

Untuk mendukung sistem tersebut Yayasan Sosial Lindu Aji bakal menggandeng beberapa perusahaan guna menjadikan atlet tersebut sebagai anak asuh.  

Selain itu, pihaknya juga akan membuat tatanan manajemen yang mengelola para atlet secara lebih profesional. "Melalui sistem baru ini, diharapkan dapat kembali mengibarkan bendera Lindu Aji dikancah olahraga yang sekarang dirasa agak menyusut soal prestasinya,'' tandasnya.(Red CBN) 

Bhakti Sosial Polres Serang, Bantu Masyarakat Desa Domas dan Wanayasa Pontang Peroleh Air Bersih

Posted by: On Agustus 18, 2019



Kabupaten Serang, Banten, Cakra Bhayangkara News-- Rangkaian peringatan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, tak melulu menggelar upacara bendera maupun perlombaan. Di hari kemerdekaan ini Satuan Samapta Polres Serang juga melakukan kegiatan bhakti sosial dengan menyalurkan air bersih untuk warga Desa Domas dan Wanayasa di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Sabtu (17/8/2019). 

Polres Serang, Melakukan pengiriman air bersih ini dengan menggunakan 4 (empat) kendaraan taktis Armor Water Canon (AWC) Sat Samapta Polres Serang dan bantuan kendaraan pemadam kebakaran. Kecamatan Pontang yang terletak di pesisir utara Kabupaten Serang yang Wilayah ini merupakan salah satu daerah yang terdampak musim kemarau.  

Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, Sik mengatakan, apa yang dilakukan oleh Polres Serang dengan mengirim bantuan air bersih adalah salah satu bagian dari kegiatan bhakti sosial. Upaya ini sebagai wujud kepedulian Polri kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih.



"Pengiriman bantuan air bersih merupakan bagian dari kegiatan bhakti sosial Polres Serang Polda Banten. Mudah-mudahan bantuan air bersih ini dapat membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih," kata AKBP Indra Gunawan.

Tambah, Kapolres Serang mengatakan, pembagian air bersih tersebut merupakan program berjenjang hasil dari deteksi daerah yang dinilai kekurangan air bersih karena kemarau panjang. Ia memastikan program tersebut akan terus berjalan, karena Polres Serang juga akan melakukan pemetaan di titik lain yang membutuhkan air.

"Kebetulan kami punya fasilitas kendaraan taktis AWC dengan kapasitas 5000 liter. Kita enggak punya kendaraan tangki khusus untuk menyalurkan air, tetapi kami mendapat bantuan kendaraan dari Pemkab Serang untuk mengatasi pengiriman air lebih banyak," kata Kapolres Serang, saat di lokasi distribusi air bersih tersebut.

"Jika membutuhkan distribusi air, masyarakat bisa menghubungi personel  Bhabinkamtibmas atau bisa datang langsung ke Mapolsek setempat. Nantinya, personel Polsek atau Bhabinkamtibmas akan melaporkan ke Kapolsek untuk diteruskan ke Mapolres Serang. Kami siap mengirimkan bantuan ke lokasi yang membutuhkan," terang AKBP Indra Gunawan.

Terlihat, warga Desa Wanayasa nampak membawa berbagai macam tempat penampungan air mulai dari ember kecil hingga drum plastik berukuran puluhan liter. Meski demikian, pembagian air bersih yang dilakukan Polres Serang berjalan lancar, tidak terjadi saling serobot dan tertib.

Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi saat di minta komentarnya, menyatakan bahwa Kapolda Banten sangat mengapresiasi Upaya upaya kapolres dalam menanggulangi permasalahan kamtibmasy dan kesulitan masyarakat yang sangat mendasar ini. Edy mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada pak indra yang telah tergerak hati bersama anggotanya untuk bersama pemerintah setempat membantu mendistribusikan air bersih dengan menggunakan sarana kendaraan mobil dinas Polres Serang, untuk kepentingan warga masyarakat. Semoga layanan ini sangat bisa dirasakan oleh rakyat kita.(Red CBN) 

Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-74 Kota Bekasi Diadakan diAlun-alun

Posted by: On Agustus 18, 2019



Bekasi Raya, Cakra Bayangkara News -Peringatan detik-detik Proklamasi kemerdekaan RI yang ke 74 Kota Bekasi yang diadakan di alun-alun, berlangsung begitu hikmat selaku inspektur upacara dipimpin oleh Walikota Bekasi Rahmat Effendi selaku pimpinan upacara Kapten Infanteri Subiyanto Danramil 08 Jatiasih dalam upacara detik-detik peringatan kemerdekaan RI. Hadir dalam acara ini Kapolres, Dandim Kepala Kejaksaan, ketua DPRD kota Bekasi dan juga dihadiri oleh para tamu undangan baik dari pemuka Agama  tokoh-tokoh dan juga pimpinan pimpinan Ormas.

Dalam pengibaran duplikat sang saka merah putih dipercayakan para siswa-siswa terbaik Kota Bekasi yakni yg membawa baki duplikat sangsaka merah putih dipercayakan kepada Alinda  Chitra Nurainie  siswa dari SMAN 8 kota Bekasi dan sebagai pasukan penggerek bendara di Percaya kan kepada 3 siswa yakni Havryan Jayadi SMAN 6 kibra bentang, Bagas Dewantoro SMAN 6 kibra tengah dan Rafi Ahmad Hidayat SMAN 7 kibra kerek. 



Sebagai peserta upacara hadir dari seluruh komponen baik TNI Polri para Guru yg terhimpun dalam PGRI petugas Damkar petugas kebersihan Badan penanggulangan bencana Daerah juga di ikut oleh beberapa Ormas nasional  maupun Ormas lokal.

Selaku pembaca teks Mukadima UUD 45 pada acara ini di daulatkan kepada Kejari membacakan teks Proklamasi dan Pancasila dibacakan oleh ketua DPRD kota Bekasi dan serta Mukadima UUD 45 dibacakan oleh Dandim1057 kota Bekasi. 

Dalam sambutan dalam detik detik Proklamasi Walikota rahmad  Effendi menceritakan sejarah singkat perjuangan pejuang pejuang Bekasi yang di pimpin oleh KH Noer Ali yang namanya dipakai disalah satu nama jalan kota Bekasi



Noer Ali sebagai seorang suhada yag berani melakukan tindakan Pembantaian terhadap pasukan  Jepang di kali Bekasi tanpa surat tugas dari presiden sukarno Noer Ali dengan pemuda pemuda Bekasi melakukan eksekusi terhadap pasukan pendudukan Jepang sehingga kali Bekasi yang bening menjadi berubah merah darah.

Sebagai rasa hormat dan penghargaan terhadap perjuangan KH. Noer Ali pemkot Bekasi akan mendirikan Museum di kediaman Noer Ali tutur Rahmad Effendi 

Selain itu Walikota Bekasi juga menyinggung  tentang peningkatan SDM kota Bekasi merunut apa yang disampaikan presiden Jokowi sesuai dengan tema peringatan detik detik Proklamasi 17 agustus tahun ini yakni "SDM unggul Indonesia Maju"terdapat 2 sesuai arahan presiden RI Joko Widodo terdapat 2 karakter yang harus dibangun

Pertama, SDM harus  kompotitif dalam karakter yaitu pekerja keras jujur, kolabiratif solitif dan wirausaha

Kedua, SDM harus kompetitif, dalam penguasan ilmu pengatahuan dan ketrampilan dengan menguasai ketrampilan baru dibutuhkan pasar. Sambut 

Selanjut acara peringatan detik detik peringatan Proklamasi 17 Agustus 2019 diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh kepala dinas kantor agama kota Bekasi dan pemberian remisi kepada para narapidana. (dj-on)