4th ANNIVERSARY CAKRA BHAYANGKARA NEWS ** Media Cetak dan Online

Headlines!

Pangkogasgabpad Mengecek Kesiapan Pemulangan 238 WNI

Posted by: On Februari 14, 2020



Natuna, Cakra Bhayangkara News --Pangkogabwilhan I Laksdya TNI Yudo Margono, S.E., M.M. selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) Operasi Bantuan Kemanusiaan Natunamengecek kesiapan 238 WNI yang akan dipulangkan ke kampung halamanannya masing-masing, sebelumnya sudah diobservasi selama 14 hari di Lanud Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (15/2/2020)








 

Autentikasi:

Papen Kogabwilhan I, Kolonel Mar Aris Mudian

 

Kogasgabpad Sosialiasasi Penanganan Virus Corona di Natuna

Posted by: On Februari 12, 2020



Kab. Natuna, Cakra Bhayangkara News --  Pangkogabwilhan I Laksdya TNI Yudo Margono, S.E., M.M. selaku Pangkogasgabpad Operasi Bantuan Kemanusiaan Natuna dalam  hal ini diwakili Asintel Kogabwilhan I Laksma TNI Bambang Wahyudi melaksanakan sosialisasi penanganan Virus Corona  dan  Peran Kogabwilhan I serta pelatihan meningkatkan kecerdasan, bertempat di gedung Sri Serindit, Kab. Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (12/2/2020)

 

Kegiatan tersebut dihadiri mayarakat Natuna lebih kurang 450 orang yang terdiri dari aparat Pemkab  Natuna, para guru, TNI-Polri, Ibu-ibu IKKT PWA, Guru Pembina dan Pelajar se-Kecamatan Bunguran Timur, Bupati yang diwakili oleh Asisten Perekonomian Pembangunan Bp. H. Tastif S. Sos, M.M. 

 

Sosialisasi untuk memahami penanganan virus corona dijelaskan oleh Ipda Mardalis dari Polda Riau, sedangkan peran Kogabwilhan oleh Papen Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian. Kemudian pelatihan untuk meningkatkan kecerdasan oleh Kolonel Laut (P) Filda Malari.

 

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut peserta mendapat penjelasan mengenai penanganan psikologi bagi masyarakat, dan peran Kogabwilhan I dijelaskan bagaimana yang sampai saat ini yaitu organisasi Komando Tugas Gabungan Terpadu dalam melaksanakan operasi Bantuan Kemanusiaan bagi WNI dari Wuhan China, serta pelatihan bagaimana mengoptimalkan kemampuan otak kanan maupun otak kiri.

 

Pada acara tersebut  juga dibagikan bantuan buku dan tempat alat tulis dari Panglima TNI yang secara simbolis diserahkan oleh Asintel Kogabwilhan I mewakili Pangkogabwilhan I kepada masyarakat kepada Asisten Perekonomian Pembangunan mewakili Bupati Natuna serta seluruh peserta sosialisasi.

 

Autentikasi:

Papen Kogabwilhan I, Kolone

Natuna Jadi Tempat Isolasi WNI dari Wuhan, China

Posted by: On Februari 01, 2020



Banten, Cakra Bhayangkara News --  Untuk memastikan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Wuhan, China, tampak sehat dan bebas dari Virus Corona, mereka terlebih dahulu akan diisolasi di Natuna, Kepulauan Riau. Demikian dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (1/2/2020).

 

Dipilihnya Natuna sebagai tempat isolasi, karena pulau tersebut jauh dari pemukiman penduduk. Selain itu, Natuna juga dipilih karena merupakan pangkalan militer dan memiliki fasilitas rumah sakit yang dikelola tiga matra TNI yakni Darat, Laut dan Udara.

 

Jarak landasan (runway) pangkalan militer ke RS tempat isolasi juga sangat dekat. RS tersebut mampu menampung hingga 300 pasien. Sedangkan jarak dermaga ke lokasi RS tersebut juga relatif jauh sekitar 5-6 kilometer.

 

TNI mendukung proses pemulangan warga Indonesia dari Wuhan menuju Indonesia, dengan memberikan sarana dan prasarana untuk mendukung protokol kesehatan yang dijalankan pemerintah.

 

Di lokasi yang terisolasi tersebut, kesehatan WNI dari Wuhan akan terus diobservasi oleh Kementerian Kesehatan dan instansi terkait. Lokasi itu memenuhi syarat protokol kesehatan sebagai tempat transit sementara sampai WNI dengan dinyatakan bebas, bisa bertemu dengan keluarga.

 

Panglima TNI menjelaskan proses pemindahan dari Wuhan menuju Natuna, Indonesia terus dipantau melalui frekuensi militer yang diberikan operator kepada pilot sehingga dapat memonitor sejak keberangkatan hingga sampai pendaratan tiba di Indonesia.

 

Upacara pelepasan tim evakuasi dilakukan Menteri Luar Negeri Retno L. P Marsudi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.  Evakuasi akan menggunakan pesawat komersial Batik Air A-330. Tim evakuasi berjumlah 42 orang terdiri atas unsur Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, TNI dan kru pesawat Batik Air. Total WNI yang akan di evakuasi dari Wuhan 250 orang, terdiri dari 245 orang WNI 5 orang tim advance dari kesehatan.

 

Autentikasi:

Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman