Selamat Hari Raya IDUL FITRI 1 Syawal 1441 H - Mohon Maaf Lahir dan Batin

Headlines!

Kapal Asing Berbendera Australia Mengalami Kerusakan Mesin Di Perairan Bangka Barat

Posted by: On Mei 09, 2020



Tanjung Kalian Muntok, Bangka Barat, Cakra Bhayangkara News - Kapal berbendera Australia mengalami kerusakan mesin di Perairan Tanjung Kalian Muntok di Wilayah Kabupaten Bangka Barat. 

Sebelumnya Kapal Hoopla jenis yacht tersebut sempat dicurigai karena mendekat ke Pantai Tanjung Kalian Muntok Kabupaten Bangka Barat yang berjarak kurang lebih 1 Mil. (  Sabtu 9/05/2020 )

Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Bangka Belitung Kolonel (P) Dudik Kuswoyo mengatakan kapal Hoopla jenis yacht tersebut dinahkodai oleh satu orang laki-laki yang bernama Thadous , umur 56 tahun , berasal dari Negara Australia.

“Kondisi nahkoda mengalami luka sebelah kanan akibat tidak dapat menarik jangkar dikarenakan sendirian. Kapal Hoopla jenis Yacht tersebut sering masuk lego jangkar di perairan Pelabuhan Tanjung kalian Muntok setiap tahunnya bersama dengan istrinya.Tetapi kali ini dia hanya sendiri dan mengalami kelelahan fisik sehingga tidak mampu untuk mengangkat jangkar dikarenakan  kerusakan mesin,” 


Kapal yang bernama Hoopla jenis yacht yang dinahkodai Thadous berumur 56 tahun tersebut diketahui check point di Marina Batam dengan tujuan Kupang, Nusa Tenggara Timur. Namun saat di Perairan Muntok, Kapal Hoopla tersebut mengalami kerusakan pada 2 mesin penggerak.

“Yang bersangkutan meminta untuk menginap 1 malam dengan menepi didarat untuk beristirahat, memperbaiki mesin dan meminta bantuan makanan untuk 2 minggu. Rencana besok pagi akan melanjutkan pelayaran kembali menuju Daerah Kupang menggunakan layar,” ujar dia.

Namun permintaan Nahkoda Thadous kapal Hoopla jenis yact tersebut, kata dia  hanya permintaan untuk menepi yang tidak dikabulkan oleh petugas Angkatan Laut dan tim Gugus tugas Bangka Barat.

“Rencana besok pagi akan dibantu bahan makanan berupa beras, air mineral dan mie instan oleh tim Gugus Tugas Covid - 19, Selain itu kita juga  membantu mendatangkan mekanik untuk memperbaiki mesin kapal yacht tersebut agar segera melanjutkan pelayaran kembali,” 

 pihaknya bersama Tim gugus tugas Covid - 19 juga melaksanakan protap kesehatan seperti cek suhu yang dilakukan oleh tim Gugus tugas dengan suhu normal 36 derajat dan tetap mewajibkan untuk menggunakan masker.

“Salah satu alasan larangan Nahkoda tersebut menepi atau turun ke darat mengingat situasi dan mencegah adanya penyebaran dan penularan virus Covid-19,”(Irfansyah)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »