Selamat Hari Raya IDUL FITRI 1 Syawal 1441 H - Mohon Maaf Lahir dan Batin

Headlines!

Irigasi Rp 5,6 M Baru Dibikin Rusak Lagi

Posted by: On April 06, 2020



DONGGALA, Cakra Bhayangkara News -  Baru saja dibuat  kendati tidak rampung,  proyek irigasi Tonggolobibi Kecamatan Balaesang,  Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), rusak kembali. Terjangan banjir beberapa waktu lalu itu tidak  hanya merusakkan bendungan irigasi,  tapi juga sempat menghancurkan tanaman warga di sekitar Dusun VII lantapan dan sekitarnya.

Informasi yang diterima NJI dari salah satu penduduk Tonggolobibi bernama DAR, kerusakan yang ditimbulkan akibat hantaman banjir itu, menyebabkan lantai bendung seperti tikar yang digulung. Rusak berat pak," lapor DAR kepada NJI,  Senin,  (6/4).

Dalam catatan  NJI, pekerjaan proyek rehabilitasi  irigasi di wilayah Pantai Barat Donggala tersebut, dibangun diatas tanah berlumpur. Bentangan lama bendung  utama hanya   dilapisi laburan  semen di bagian atasnya saja. 

Sepanjang 1.050 meter saluran sekunder -- dari beberapa saluran  yang ada -- hanya sekitar 300 meter  yang  dikerjakan.  Sisanya tidak diselesaikan. 

Sebagian saluran masih tertutupi rumput dan  lapisan  tanah tebal yang sudah  mengering. Di salah  satu  titik saluran, endapan lumpur campur bebatuan juga  tidak sama sekali disentuh  pekerjaan. Intinya, kesan tidak maksimal, buru-buru, belepotan dan awut-awutan, tergambar  pada proyek APBD (Penugasan) bernomor kontrak : 600.02-0301/KONT/VI/2019.

Kontraktor pelakana proyek  CV.  Rizky  Utama  Mandiri (RUM) tidak menyelesaikan pekerjaan dan meninggalkan  bengkalai. Maka, irigasi yang direhab dengan  total anggaran Rp.  5,9 miliar,  tidak bisa difungsikan.

Masyarakat  terpaksa mengumpul  uang  perorang Rp.  20 ribu. Mereka membendung  alur  sungai. Mengisi karung-karung  plastik dengan  batu  dan pasir,  agar air bisa  dialirkan  ke sawah mereka. Mengapa?  Karena  irigasi hanya  jadi  "monumen" yang  tidak memberi  azas  manfaat buat  para  petani. 

Irwan  selaku kontraktor pelaksana yang pernah dikonfirmasi beberapa  waktu lalu, mengatakan bahwa pekerjaan  tersebut  sudah  diputus  kontrak sejak Desember 2019. Selanjutnya, semua urusan sudah  dilimpahkan ke  Kabid  SDA Dinas  PUPR Donggala. "Silahkan  ke Kabid. Saya  sudah diputus kontrak  pada Desember saat posisi  fisik 60 persen. Semuanya sudah ditangani  Pak Syarif,"  kata  Irwan

Kepala  Bidang SDA PUPR Donggala Syarif ST yang dikofirmasi NJI secara terpisah belum lama ini mengaku bahwa pekerjaan tersebut setelah dilakukan opname lapangan,  prosentasenya  fisiknya hanya 50 persen. "Pembobotan yang dicapai di lapangan hanya sekitar 50 persen," aku Syarif." - jaya marhum.(Red)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »