4th ANNIVERSARY CAKRA BHAYANGKARA NEWS ** Media Cetak dan Online

Headlines!

Ungkapan klinik ilegal Kasus Penyuntikan Stem Cell Terbongkar

Posted by: On Januari 16, 2020



Jakarta, Cakra Bhayangkara News - Terbongkarnya Kasus Mall praktek Penyuntikan Stem Cell.dengan Menggunakan Alat farmasi  Yang tidak sesuai Standar ketentuan oleh dokter yang tidak memiliki ijin Praktek
Terbongkar.

Subdit 1 Kaneg Fit Reskrum Polda Metro Jaya Menggelar Jumpa Press Kamis 14/1/2020)

Dalam keterangannya Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menjelaskan.


Tiga tersangka kasus terapi Stem Cell Ilegal  di kawasan Kemang telah ditahan penyidik Sub Direktorat Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Dokter sekaligus pemilik klinik sel punca ilegal juga ditahan setelah polisi melakukan penggerebekan klinik tersebut, 

"tiga orang sudah diperiksa inisial Y, O, dan L. Statusnya dinaikkan sebagai tersangka dan sudah dilakukan penahanan terhadap yang bersangkutan di Polda Metro Jaya," 

Penyidik Sub Direktorat Keamanan Negara pada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menyegel sebuah klinik yang beralamat di Ruko Bellepoint, Jalan Kemang Selatan VIII, Jakarta Selatan, lantaran menjalankan praktik suntik stem cell ilegal.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Polisi Suyudi Ario Seto, juga  mengatakan, pengungkapan klinik ilegal itu berawal dari laporan masyarakat mengenai praktik kedokteran ilegal dengan modus penyuntikan sel punca tanpa dilengkapi izin edar dari BPOM.

"Selanjutnya ditemukan hasil bahwa badan tersebut ilegal. Padahal telah beroperasi selama tiga tahun di Indonesia," kata Suyudi dalam keterangannya.

Saat penyelidikan berlangsung, petugas kemudian mendapat informasi mengenai adanya penyuntikan sel punca terhadap seorang pasien pada hari Sabtu. Penyidik kembali mendapatkan informasi akan adanya penyuntikan sel punca kepada pasien di daerah Kemang, yaitu di H Klinik. "Kemudian penyidik melakukan operasi tangkap tangan saat kegiatan tersebut berlangsung,"imbuhnya

Penyidik Polda Metro Jaya mengamankan beberapa orang dalam operasi tersebut serta menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni YW (46) selaku manajer klinik, LJ (47) selaku manajer pemasaran dan dr OH selaku dokter umum sekaligus pemilik klinik yang bertugas melakukan tindakan suntik kepada pasien.

Dalam operasi tangkap tangan itu, petugas menyita sejumlah barang bukti seperti sel punca produk asal Jepang yang tidak berizin, selang infus, alat suntik, alat antiseptik dan registrasi pasien.

Praktik Terapi sel Punca terapi atau stem cell ilegal ini diduga telah melanggar Pasal 204 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Pasal 201 jo Pasal 198 jo Pasal 108 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau Pasal 8 ayat (1) huruf a UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. dan Tersangka terjerat kurungan maksimal 15 th.

Turut hadir direktur pelayanan kesehatan Kemenkes RI yang  dokter sulung mulia putra ,dokter Ratna Irawati pengawasan dari badan POM dokter Anda Handayani juga dari badan POM pungkasnya (Teguh )

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »