4th ANNIVERSARY CAKRA BHAYANGKARA NEWS ** Media Cetak dan Online

Headlines!

Waduh!! Kepala Inspektorat Kabupaten Tanggamus Enggan Temui Perwakilan Warga Desa Tanjung Agung

Posted by: On April 09, 2020



Tanggamus, Cakra Bhayangkara News - Kinerja Pemerintah Kabupaten Tanggamus khususnya Inspektorat  mendapat sorotan tajam.

Dimana Kepala Inspektorat Kabupaten Tanggamus melalui para Kasi maupun Kabid dinilai dalam penempatan pejabat tidak sesuai kemampuan dan kapasitas.

Jangan karena kedekatan atau ada yang membisikan dirinya untuk menduduki satu jabatan hingga tidak mengukur kemampuan seseorang itu namun didudukan pada satu jabatan yang tidak berdasarkan di siplin ilmu kemanpuannya, ujar salah satu warga saat mendatangi kantor Inspektorat Kabupaten Tanggamus kamis 09-04-2020.

Ia menumpahkan kekecewaanya pada saat mendatangi kantor Inspektorat utuk klarifikasi terkait penyelewengan Dana Desa tahun anggaran 2018-2019 yang di lakukan oleh oknum Kakon SUBHAN.

Dia menuturkan Kepala Inspektorat Kabupaten Tanggamus melalui Staf nya mengatakan Kepala Inspektorat sedang ada rapat .

Nah disini warga bertanya tanya ada apa dengan Kakon SUBHAN dengan Kepala Inspektorat?

Warga lainya juga mengatakan menyayangkan kinerja Inspektorat Kabupaten Tanggamus yang takut pada Kakon SUBHAN luar biasa ungkap warga lainya.

Padahal sudah jelas memenuhi unsur lapdu Namun yang saya lihat hari ini terjadi di kantor Inspektorat Kabupaten Tanggamus tidak berani menemui beberapa perwakilan warga masyarakat Tanjung Agung untuk klarifikasi sejauh mana perkembangan penyelidikan terhadap Kepala Desa Tanjung Agung yakni Kakon SUBHAN.

Kakon SUBHAN yang ketidak mampuannya menciptakan keharmonisasi di lingkungan pemerintah yang di pimpinnya dan banyaknya keluhan dari masyarakat, olehnya itu berharap Bupati Tanggamus melalui Inspektorat harus segera mengaudit Kepala Kakon SUBHAN geramnya. 

Menurutnya, dirinya bersama beberapa Tokoh masyarakat Desa Tanjung Agung sudah melaporkannya dan sudah di Terima tanda buktinya namun sayang beribu sayang Kinerja Inspektorat Kabupaten Tanggamus takut pada Kepala Desa Tanjung Agung ada apa dengan Inspektorat Kabupaten Tanggamus??

Kami terima atas ketakutan Inspektorat Kabupaten Tanggamus pada Kepala Desa Tanjung Agung hingga kami hanya bisa menelan walau pahit kondisi itulah yang ada sekarang, ujarnya

Lebih jauh dia mengatakan kewibawaan jabatan Kepala Inspektorat Kabupaten Tanggamus hilang bagaimana tidak contoh masa sekelas Kepala Inspektorat Kabupaten Tanggamus takut pada Kepala Desa Tanjung Agung ada apa?

Senada FIKRI YANTO.SH selaku juru bicara warga yang turut mendampingi mengatakan Pejabat tersebut membiarkan perwakilan warga Desa Tanjung Agung yang ingin konfirmasi soal pengaduan masyarakat sampai sejauh mana perkembangan penyelidikan dugaan Penyelwengan Dana Desa tahun anggaran 2018-2019 yang di lakukan Kakon SUBHAN,dibiarkan menunggu terlalu lama tanpa ada penjelasan sedikitpun.

Sebagai warga masyarakat Desa Tanjung Agung yang datang hendak konfirmasi ke kepala Inspektorat daerah kabupaten Tanggamus, yakni perwakilan warga masyarakat mendapati ketidak pastian dan seakan berbelit juga susah sekali untuk ditemui.


Sekitar kurang lebih dua jam lamanya menunggu di kantor Inspektorat daerah kabupaten Tanggamus ,demi mendapatkan kepastian hukum dan hasil audit Kepala Desa Tanjung Agung.

FIKRI YANTO.SH bersama perwakilan warga masyarakat Desa Tanjung Agung hendak mengkonfirmasikan atas dugaan tindakan penyelewengan yang dilakukan Kakon SUBHAN sebagai Kepala Desa Tanjung Agung, ternyata tidak seperti yang saya bayangkan ucap FIKRI YANTO. SH

FIKRI YANTO.SH selaku juru bicara warga masyarakat Desa Tanjung Agung pagi tadi turut datangi kantor Inspektorat Kabupaten Tanggamus guna konfirmasi.

Hal terkait aduan masyarakat tentang adanya penyelewengan dana Desa tahun anggaran 2018-2019 yang di lakukan oleh Kakon SUBHAN.

Namun saat berada di kantor Inspektorat Tanggamus usai menyampaikan maksud dan tujuannya, datang ke salah satu staf Inspektorat tidak ada pemberitahuan yang jelas akan tindak lanjut maksud kedatangannya.

FIKRI YANTO.SH juga menambahkan,ada beberapa staf mengatakan bapak/Ibu Kepala Inspektorat sedang rapat dari awal kedatangannya,beberapa saat berikutnya staf lain mengatakan akan dipanggilkan, lama menunggu tidak ada kabar padahal Kepala Inspektorat Kabupaten Tanggamus ada di kantor bahkan di parkiran terlihat mobil pribadi nya ada. 

FIKRI YANTO.SH juga menyampaikan sikapnya atas institusi Inspektorat terkait susahnya menemui kepala Inspektorat dan mekanisnya yang ribet,kepada perwakilan warga masyarakat Desa Tanjung Agung .

FIKRI YANTO.SH mengatakan harusnya sebagai institusi pemerintah yang mempunyai kewenangan penindakan dan teguran maupun pembinaan terhadap salah satu Kepala Desa Tanjung Agung yakni Kakon SUBHAN yang di duga terindikasi penyelewengan Dana Desa tahun anggaran 2018-2019.

Seharusnya lebih mudah untuk ditemui perwakilan warga masyarakat Desa Tanjung Agung tegas FIKRI YANTO. SH. 

Inspektorat sebagai pengawas seolah tidak mau diawasi dan enggan menemui Beberapa perwakilan warga masyarakat Desa Tanjung Agung .

Untuk itu bilamana ada warga yang hendak menemui, guna konfirmasi seharusnya jangan terkesan ribet,padahal warga hanya minta kejelasan itu guna konfirmasi dan klarifikasi terkait perihal baik temuan dilapangan maupun menerima pengaduan dari masyarakat.

Inspektorat harus paham akan hal itu,ujar FIKRI YANTO. SH selaku juru bicara warga masyarakat Desa Tanjung Agung tersebut pungkasnya.

Penulis : Tim libas

Editor   : Red

Personel TMMD 107 Berikan Penyuluhan Bela Negara Kepada Masyarakat Kampung Epem

Posted by: On April 09, 2020




Merauke, Cakra Bhayangkara News --  Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-107 Kodim 1707/Merauke memberikan penyuluhan Bela Negara kepada masyarakat Kampung Epem, Distrik Citak Mitak, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua, Kamis (9/4/2020).


Penyuluhan Bela Negara yang dihadiri oleh Kepala Kampung Epem Bapak Yusak Wairu, dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran warga masyarakat akan bela negara, sehingga setiap saat siap berbhakti dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Selain untuk meningkatkan kesadaran Bela Negara, kegiatan tersebut juga untuk menumbuhkan semangat serta cinta tanah air sehingga dalam kehidupan sehari-hari dapat menjalankan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945 serta berbuat yang terbaik bagi Negara dan Bangsa,” tutur Serda M. Imron.

Menurut Serda M. Imron, manfaat dari Bela Negara tersebut selain untuk membentuk sikap disiplin waktu, aktivitas dan kegiatan sehari-hari, membentuk jiwa kebersamaan dan solidaritas antar sesama juga membentuk mental fisik yang tangguh dalam menanamkan rasa kecintaan kepada Bangsa dan Negara.

“Dengan melaksanakan kewajiban Bela Negara, maka menjadi bukti nyata bagi seluruh warga negara untuk menunjukkan kesediaannya dalam berbhakti pada Bangsa dan Negara,” katanya.

Autentikasi :
Satgas TMMD ke-107 Kodim 1707/Merauke

Polres Metro Jakarta Timur bersama Kodim 0505/JT berikan Bantuan sembako

Posted by: On April 09, 2020



Jakarta, Cakra Bhayangkara News – Kapolres Metro Jakarta Timur bersama Kasdim 0505/JT melaksanakan kegiatan sosialisasi Physical Distancing dan Stat At Home serta memberikan bantuan sebanyak 250 (dua ratus lima plug)  paket sembako kepada warga RW. 03 Kelurahan Kampung Melayu Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (09/04/2020).


Dandim 0505/JT yang diwakili Kasdim 0505/Jakarta Timur Letnan Kolonel Arh Jimmy Hutapea mengatakan, “kegiatan pemberian sembako bersama Kapolres Kombes Pol Ari Ardian Sik, kepada warga masyarakat RW. 03 yang dilaksanakan ini merupakan wujud bentuk kepedulian TNI/Polri dalam mengatasi serta mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran Covid 19 ,serta pemberian sembako dan himbauan terhadap warga masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan sandang pangan akibat dampak pandemi wabah Covid 19.


Kasdim 0505/Jakarta Timur pada kesempatan pemberian bantuan sembako bersama dengan Kapolres Metro Jakarta timur, secara langsung menyampikan maklumat Kapolri serta Intruksi Gubernur DKI, agar warga masyarakat patuhi apa yang di Intruksikan Gubernur DKI Jakarta dengan menggunakan masker setiap harinya, tidak bersalaman, cipika/cipiki, hindari kerumunan warga Serta lebih baik dirumah Saja. 

“Beberapa orang warga yang menerima bantuan sembako terlihat kegembiraannya karena bagi warga masyarakat disaat sekarang ini Bantuan sembako sangat bermanfaat dirasakan warga.


Tampak hadir Kapolres Metro Jakarta Timur, 
 Dandim 0505/JT di wakili Kasdim 0505/JT
, Danramil di wakili Wadanramil, Wakapolsek Metro Jatinegara, Kaur Komsos Kodim 0505/JT Dan  Ketua RW 03 Kelurahan kampung Melayu.


 Bantuan sembako bagi warga yang terdampak pandemi Covid-19. Yang menerima bantuan sembako, dalam rangka untuk mengantisipasi dampak Covid-19 Pemberian bantuan dalam bentuk paket sembako langsung, diterima oleh warga Rw.03 Kelurahan Kampung melayu pungkasnya.(Romi)

@pendim jt.

Dana Proyek TA 2013 dan 2015 Rp79,574 Miliar, Diduga Terjadi TPPU, PPK Mendadak Kaya Raya

Posted by: On April 09, 2020



PEKANBARU, Riau, Cakra Bhayangkara News - Menemui Presiden RI Joko Widodo dan Kapolri sangat mudah dan tidak menghindari Wartawan saat ada hal yang hendak dikonfirmasi. Berbeda dengan Pejabat Kementerian Cipta Karya seperti Pimpinan Satker Pembangunan Kawasan Permukiman dan Perbatasan (PKPP) Riau, ASY dan PPK, EP serta PPK AR yang begitu sulit ditemui karena selalu menghindari para Wartawan yang akan melakukan konfirmasi berita.
Tidak sedikit Wartawan yang merasa kesulitan menemui Kasatker PKPP Riau yang pernah merangkap sebagai PPK, ASY dan PPK-nya, EP karena sangat jarang terlihat di kantor. Para Wartawan mencari Kasatker PKPP Riau ASY dan 2 (dua) orang PPK-nya,  EP dan AR adalah untuk melakukan konfirmasi terkait pelaksanaan proyek PKPP & PPIP Riau dari dana APBN Tahun Anggaran 2013 dengan total anggaran Rp14,182 miliar.
Selanjutnya, dana proyek yang bersumber dari APBN T.A.2015 ini sebesar Rp65,391 miliar. Diduga kuat ada salah satu Paket proyek fiktif seperti yang terjadi di wilayah Dumai-Riau, hal itu menjadi temuan salah satu LSM dan sudah dilaporkan ke Tipikor Polda Riau pada Tahun 2016 lalu yang ditangani melalui Kasubdit III Tipikor Polda Riau, AKBP.Deni Okvianto, S.Ik.MH.
Sayangnya, kasus itu hingga saat ini mengendap dan senyap begitu saja tanpa ada ekspose kasus itu dari Tipikor Polda Riau, dengan otomatis kasus ini tidak disampaikan ke Kejaksaan Tinggi Riau untuk dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Pekanbaru. Sementara Kasubdit III Tipikor Polda Riau, Deni Okvianto yang menangani kasus ini, pada awal Tahun 2018 lalu dimutasi ke Polres Kampar sebagai Kapolres yang kemudian dimutasi lagi ke Mabes Polri hingga saat ini.
Kasus dugaan proyek fiktif di Dumai ini pernah dikonfirmasi Wartawan kepada PPK EP, diakui EP hal itu benar, namun sudah diberitahukan kepada Dirjen Cipta Karya. “ Saya akui proyek yang di Dumai itu memang tidak terlaksana. Namun kami sudah menginformasikannya ke Kementerian. Kalau saya ada masalah, saya cepat-cepat menyelesaikannya, karena saya tidak mau repot dan tidak mau berurusan dengan hukum,” kata E kepada Wartawan Tahun 2018 lalu.
Namun EP tidak mau menceritakan secara detail tentang proyek fiktif di kawasan Guntung, Pelintung dan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai itu dengan anggaran Tahun 2015 Rp3 miliar. Kapan menyampaikan info ke Kementerian PUPR, apakah sudah mengembalikan anggarannya, kapan dilakukan transaksi dan mana buktinya semua?
Tidak berhenti begitu saja, awak media juga melakukan konfirmasi via WhatsApp kepada mantan Kasubdit III Tipikor Polda Riau, Deni Okvianto pada bulan Februari 2018 lalu. Namun sangat disayangkan karena Deni mengalihkan informasi yang dinilai mengelabui Wartawan dengan mengarahkan Wartawan untuk menghubungi Kasat Reskrim. “Silakan hubungi Kasat Reskrim, maaf saya minta waktu, masih rapat di Istana tentang Karhutla,” kata Deni. Tepat Pkl 10.47.WIB pagi saat itu.
Merasa kurang tepat arahan yang disampaikan Deni, lagi-lagi Wartawan kembali menanyakan kepada Deni, Kasat Reskrim Polres mana yang Bapak maksud? Kita tunggu jawabannya Komandan. Kemudian Deni membalas dengan kembali mengarahkan ke Reskrimsus Polda Riau. “Atau lebih tepat Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda,” jelas Deni yang tidak mau menjelaskan secara detail kronoligis penanganan kasus dugaan korupsi proyek fiktif tersebut dan sampai ditingkat mana penyidikkannya.
Sedangkan dana Proyek PKPP Riau dan PPIP Riau dalam 2 (dua) Tahun anggaran ini mencapai Rp79,574miliar. Diduga tidak terlaksana semuanya karena dinilai terjadi kejanggalan di lapangan. Mulai dari pemindahan lokasi proyek yang sebelumnya telah ditetapkan dalam Pos Anggaran oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya berdasarkan hasil survey, perencanaan dan atau musrembang dari masig-masing daerah tentunya.
Misalnya, salah satu Paket di wilayah Desa Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu, tepatnya pada ruas Jalan/Gang Kayu Aro. Namun karena diduga suatu kepentingan justeru pelaksanaannya dipindahkan ke wilayah lain atau dengan RW berbeda, tepatnya dikawasan Perumahan Panorama atau di Gang Jalan tepat di rumah PPK EP. Tentu hal ini dinilai telah melanggar ketentuan hukum karena Kasatker dan PPK PKPP Riau memindahkan Pos Anggaran tanpa dasar hukum yang ada. Tentu hal ini harus dipertanggung jawabkan dalam proses hukum ke depan.
Selain PPK EP, juga ada PPK AR yang menangani proyek Konsultan Mamajemen Kabupaten (KMK-33) dan KMK-76) PPIP dalam APBN-P dengan Kasatker yang sama yaitu ASY. Sedangkan ASY sendiri, selain menjabat sebagai Pimpinan KAsatker juga juga merangkap langsung sebagai PPK, tentu ini sangat tidak relevan dan cenderung ada kerakusan jabatan demi suatu kepentingan untuk memperkaya diri sendiri, sekelompok orang dan atau korporasi.

Salah satu di antarea para PPK pada pelaksanaan proyek yang didanai dari APBN sejak TA.2013 sebanyak 15 Paket dan 2015 sebanyak 43 Paket tersebut, terlihat kaya raya karena memiliki beberapa Rumah, Ruko, Tanah dan sejumlah unit Mobil. Bayangkan saja, hanya dalam beberapa Tahun belakangan ini, seorang PPK ini memiliki sejumlah Mobil dan gonta ganti Mobil.
Bahkan sampai saat ini ada 3 (tiga) unit terparkir Mobil pribadinya di rumahnya dengan Nopol 1613, 1238 dan 1003. Kemudian dalam minggu kemarin diduga kembali membeli Mobil baru jenis Sedan dan Innova dengan Nopol 1919 dan 1904 hingga tidak muat di Garasi rumahnya. Informasi ini didapat dari warga dan RT yang meminta namanya tidak dipublikasi di media. Kekayaan PPK ini tidak sesuai dengan hasil kerjanya atau dari gajinya karena tergolong Eselon rendah.
“ Sepertinya kalau kami perhatikan, kekayaannya sangat fantastis. Sejak Tahun 2013 dia membeli beberapa Mobil, beberapa Rumah, bangun Ruko dan membeli Tanah. Dia suka ganti-ganti mobil, belakangan ini aja datang lagi mobil baru, Sedan dan Innova entah dari mana saja kekayaannya itu. Tapi sayang, dia selalu menutup pintu rumahnya karena sosialnya kepada warga kurang, paling setiap Lebaran saja dia buka pintu untuk syukuran, tapi Tahun ini tidak lagi. Jangan ditulis nama di media ya pak,” ungkap sumber kepada media ini pada pertengahan Tahun 2019 lalu. 
Kapolda Riau, Irjen. Pol. Agung Setya Imam Effendi, SH, S.Ik, M.Si melalui Kabid Humas Polda Riau, Kombes. Pol. Sunarto saat dikonfirmasi pada Selasa, (07/04/2020), Pkl 11.54.WIB via WA, meski WA telah diterima dan terbaca olehnya namun hingga saat ini belum memberikan keterangan Pers terkait bahan konfirmasi yang diajukan Wartawan tentang dugaan korupsi pada proyek diduga fiktif di Dumai 2015 lalu.

Diperkirakan atau tidak tertutup kemungkinan indikasi kecurangan dan penyimpangan di lokasi lain diduga terjadi karena proyek ini tersebar di beberapa Kabupaten/Kota di Riau. Saat ini masih dalam pengumpulan Informasi dan Data oleh Team Investigasi di daerah sebagai bahan yang akan disampaikan kepada pihak penegak hukum berikutnya.
Menanggapi hal ini, salah satu warga Riau yang merupakan Ketua Lsm Gerak Indonesia, Emos Gea, yang sudah beberapa kali berupaya menemui Pimpinan Satker PKPP Riau, ASY untuk melakukan konfirmasi sejak Tahun 2013 namun tidak pernah ketemu karena ASY selalu tidak berada di kantor. Namun belakangan mendapat keterangan dari dalam Dinas PUPR dan juga dari LSM dan juga dari warga sekitar bahwa, setelah 2016 pihak PKPP Riau tidak lagi berkantor di Kantor PUPR jalan SM.Amin No.92 Pekanbaru.
“Kalau tidak salah, setelah Tahun 2016 mereka tidak lagi berkantor di sini, kadang mereka terlihat gabung di Kantor Dinas yang ada di Jalan Arifin Achmad, namun jarang mereka berada di kantor itu karena mereka ada juga kantor sembunyi-sembunyi di luar seperti Kawasan Perumahan Elite. Mereka tidak terlihat seperti ASN atau PNS karena kantor itu tidak ber Merk dan mereka tidak mengenakan Baju Dinas resmi. Mereka pandai, apa bila mereka ketahuan di kantor itu, mereka langsung berpindah kantor, dan hal itu sudah beberapa kali mereka lakukan,” terang Aktivis ini mengutip keterangan sumber sebelumnyanya.
Emos meminta dengan tegas dan berharap, supaya Kapolda Riau melalui Tipikor agar membuka dan menindaklanjuti kembali penanganan kasus ini sesuai Laporan Pengaduan yang pernah disampaikan oleh salah satu LSM Tahun 2016, Laporan Informasi Tahun 2017 dan Sprint Tahun 2017. Kepastian hukum harus jelas dan tidak membiarkan kasus ini berlama-lama elemen masyarakat tidak bertanya-tanya.
“Mestinya Polda Riau sudah melimpahkan kasus ini kepada Kejati Riau untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di Pekanbaru. Mengingat dana proyek ini cukup besar hampir Rp80 miliar dan mustahil jika tidak ada korupsinya, apa lagi sudah dilaporkan salah satu LSM terkait dugaan proyek fiktif di Dumai sebesar Rp3 miliar, maka melalui inilah pintu masuk Polda Riau melakukan Lidik dan sidik. Semoga Polda Riau bekerja professional dan transparan dalam melanjutkan proses hukumnya,” harapnya saat dimintai tanggapannya, Senin, (06/04/2020) lalu.
Ditambahkannya bahwa, ada beberapa cara untuk mengungkap kasus ini, yaitu dengan meminta keterangan LHP atau hasil Audit maupun Uji Petik dari BPK RI Perwakilan Riau, juga meminta keterangan atau dukungan dari PPATK tentang transaksi keuangan antara Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Kasatker PKPP Riau, Rekanan Kontraktor pelaksana dan PPK selama proyek tersebut berjalan.

Termasuk permintaan LHKPN kepada Kasatker dan para PPK oleh KPK RI untuk mengetahui dari mana saja hasil kekayaan mereka, siapa tau terjadi indikasi TPPU dengan memperkaya diri sendiri. Jadi semua bisa jelas dan terang benderang. “Mari kita percayakan proses hukum kasus ini kepada Polda Riau, kita yakin dan kita percaya kepada Polda Riau bahwa mampu mengungkap kasus ini secara professional dan transparan. Tidak mungkin Presiden RI Jokowi dan Kapolri turun tangan dalam kasus ini,” tutupnya. (Red/Tim)

Cegah Penyebaran Pandemi Covid-19,  Ditsamapta Polda Banten rutin Patroli Dialogis

Posted by: On April 09, 2020



Banten, Cakra Bhayangkara News - Dengan menggunakan kendaraan Roda 4 personel Ditsamapta Polda Banten melakukan Patroli dialogis keliling kota serang dengan menyasar tempat-tempat yang rawan terjadi tindak pidana curas dan curat, Rabu (08/04/2020) pukul 20.00 wib.

Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Agung Sabar Santoso, S.H., M.H melalui Plt Dirsamapta Polda Banten AKBP Achmadi menjelaskan kegiatan patroli dilaksanakan dengan cara Mengunjungi Polsek Kragilan dan berkoordinasi dengan anggota Piket Polsek Kragilan mengenai wilayah yang rawan terjadi tindak pidana Curas, Curat dan Curanmor di wilayah polsek Kragilan..


“Dengan adanya Patroli R4 Ditsamapta Polda Banten ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat ditengah pandemi Covid-19,” ungkap Achmadi.

Lanjut Achmadi, petugas juga mengunjungi SMKN 1 Kragilan, mengontrol situasi di sekolah guna mengantisipasi tindak kriminalitas pembobolan sekolah di malam hari dan menghimbau kepada petugas penjaga sekolah agar tetap waspada dan selalu menjaga kebersihan diri guna mencegah penyebaran virus corona atau Covid 19.

Lebih lanjut, Achmadi juga menyampaikan, selain melaksanakan patroli, anggota patroli juga menyampaikan pesan Kamtibmas dan membacakan maklumat Kapolri tentang kepatuhan terhadap pemerintah untuk penanggulangan Covid-19.


"Tim juga Berdialog dengan warga Desa Selikur (Kragilan) dan menghimbau untuk selalu menjaga jarak minimal 1 meter guna mengantisipasi penyebaran virus Covid 19," kata Achmadi.


Sementara Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menambahkan, dengan adanya patroli tersebut, Edy berharap kepada masyarakat supaya cerdas dalam melaksanakan sesuatu, pastikan keamanan diri dan lingkungan.


“Situasi lokasi dan jalur yang dilalui regu Patroli aman terkendali dan tidak ditemukan adanya kriminalitas atau kejahatan jalanan saat Patroli. Masyarakat yang sedang berkumpul pun mengerti dan paham apa yang disampaikan oleh petugas dan akhirnya membubarkan diri,” tutup Edy.(Red)

Polda Banten Laksanakan PAM VIP Kunker Menteri Pertanian di Cilegon

Posted by: On April 09, 2020



Cilegon, Banten, Cakra Bhayangkara News - Kepolisian Daerah (Polda) Banten dan jajarannya lakukan pengamanan VIP kunjungan kerja Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo ke wilayah hukum Polda Banten. Rabu (8/4/2020)


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Aster Panglima TNI Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit, Wakapolda Banten Brigjen Pol Drs. Tomex Kurniawan, Danrem 064/MY Kol Inf Windiyatno, Dirkrimsus Polda Banten, Dir Lantas Polda Banten, Anggota DPR RI Komisi IV, Pimpinan Pusat PT Angels Products, Kapolres Cilegon, Kepala BKP, Kepala Badan Karantina, Kepala Badan Litbang, Staf Khusus Menteri, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Dandim 0623/Cilegon, Kabag Ops Polres Cilegon, Kasat Intelkam Polres Cilegon, Kapolsek Bojonegara dan Camat Bojonegara


Kunjungan Menteri Pertanian RI dalam rangka memastikan ketersediaan dan stabilisasi harga bahan pokok selama pandemi Covid-19 di Provinsi Banten khususnya bahan pokok gula, dalam agenda kegiatannya Mentan RI di sambut oleh Wakapolda Banten Brigjen Pol Drs. Tomex Korniawan dan meninjau langsung ke pabrik gula PT. Angels Products Sugar Refinery Bojonegara Kabupaten Serang


Dilokasi berbeda Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi melalui awak media menyampaikan bahwa kunjungan kerja Menteri Pertanian RI ke pabrik gula PT. Angels Products Sugar Refinery Bojonegara Kabupaten Serang mendapatkan pengawalan dan pengamanan ketat dengan melibatkan personel TNI, dan personel Polda Banten beserta jajarannya.

"Ya, pengamanan tersebut kami perketat guna mengantisipasi adanya gangguan keamanan, personel yang terlibat dalam pengamanan di perintahkan agar terus tingkatkan kewaspadaan dan jangan lengah dalam melaksanakan pengamanannya" ucap Edy Sumardi


“Pengamanan jalur melibatkan PJR Ditlantas Polda Banten, Polres Cilegon dan jajarannya, Kita siapkan juga pengamanan VIP di lokasi kegiatan” imbuhnya.(Red)

OTG (Orang Tanpa Gejala) ADALAH PEMBUNUH POTENSIAL

Posted by: On April 09, 2020



Jakarta, Cakra Bhayangkara News - Salah satu penyebab  cepatnya penularan Covid19  yang paling susah diantisipasi   adalah   Orang Tanpa Gejala (OTG).  Orang Tanpa Gejala (OTG) merupakan orang yang  sudah  terinfeksi Covid19 namun tidak menunjukkan gejala sakit.  OTG ini bagaikan penyebar maut dan pembunuh potensial yang mengancam setiap orang yang kontak dengannya, terutama kelompok rentan. Oleh karena itu harus dilakukan upaya  guna menghentikan penyebaran  penularan Covid-19 dengan selalu menjaga jarak aman antar orang dan cuci tangan dengan sabun secara disiplin.

Demikian  dinyatakan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Munardo,  dalam arahannya kepada Pati dan Pamen TNI  yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19  bertempat di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, pada Selasa  malam (7/4-20). 

Saat ini seluruh dunia sedang menghadapi   permasalahan Covid19. Musuh yang dihadapi adalah penyakit yang disebabkan oleh  virus atau Covid19 yang tidak  kelihatan secara kasat mata. Salah satunya solusinya adalah dengan segera  memutus rantai penyebaran Covid19 di masyarakat. Adakan isolasi mandiri  dengan melibatkan eleman masyarakat yang ada di wilayah masing-masing. Isolasi mandiri juga dilakukan dengan memisahkan kelompok rentan (manusia usia lanjut, dan orang dengan penyakit bawaan) untuk mencegah penularan Covid 19.  Jika tidak maka korban akan bertambah banyak. Kita tidak boleh kerja sendiri-sendiri melainkan dengan budayakan  Gotong Royong yang merupakan warisan  bangsa Indonesia, ujarnya.

Unsur TNI diharapkan dapat menjadi bagian kampanye nasional untuk mengingatkan masyarakat yang berpotensi  sebagai OTG dan membahayakan  kaum rentan, memutus mata rantai penularan dan melindungi rakyat agar tidak tertular.

Dalam pertemuan tersebut Doni Munardo berharap penuh kehadiran sejumlah Perwira TNI yang telah tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 untuk  bekerja lebih optimal . 


Autentikasi: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19
Komunikasi Publik: Kolonel. Inf. Kristomei Sianturi, S.Sos, M.Si.
Paraf: Letkol. Inf. Abidin Tobba, M.Si.(JD)

RSD Wisma Atlet Kemayoran Siaga Menangani Covid 19

Posted by: On April 09, 2020



 Kemayoran Jakarta Pusat, Cakra Bhayangkara News - ​Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet kemayoran merupakan rumah sakit bentukan yang berada dibawah Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) khusus menangani pasien virus korona covid-19.

Kogasgabpad merupakan gabungan dari beberapa lembaga ( TNI, POLRI dan lima Kementerian) bergabung menjadi satu kesatuan untuk bekerja sama menangani pasien Covid-19, Satgas ini langsung dipimpin oleh Panglima Kogasgabpad Mayjen TNI Eko Margiyoyo dengan dibantu Tiga Wakil Panglima Kogasgabpad yaitu Brigjen TNI M. Saleh Mustafa, Brigjen Pol Hendro Pandowo dan Bpk Dendi Tegar Daninto. (Rabu 8 April 2020).

Organisasi ini tersusun dengan sedemikian rupa sehingga setiap pelaksanaan tugasnya tidak terdapat tumpang tindih dengan fungsi masing - masing kelembagaan. Para dokter dan tenaga relawan medis berada dibawah pimpinan Kepala Puskes TNI Mayor Jenderal TNI dr. Bambang Dwi Hasto, Sp.B., Fina Cs., M.Si. dan pelaksana lapangan Brigjen TNI Agung sebagai garda terdepan dalam penanganan covid-19, selalu siap siaga 1 x 24 jam tak mengenal lelah menangani pasien dari berbagai usia dan kalangan masyarakat, kesabaran dan pelayanan terbaik serta selalu memberikan semangat, pasien merupakan kunci sukses bagi para tenaga medisuntuk kesembuhan di RSD Wisma Atlet Kemayoran. Walaupun jumlah pasien positif covid 19, ODP dan PDP setiap hari jumlahnya naik turun namun tidak sedikit pasien yang diperbolehkan kembali dan dinyatakan negative dari Covid-19.


Pos Komando dibawah Kolonel Inf Prabowo Setiaji mencakupi berbagai bidang staf siap mendukung seluruh kegiatan agar dapat berjalan dengan tertib aman dan lancar. Tak kalah penting dapur umum juga berperan aktif guna mendukung logistik bagi pasien, tenaga medis maupun personel pendukung lainya untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imun).“ Tetap semangat dalam bekerja, jaga kesehatan, kebersihan dan jaga jarak selama di wisma atlet ikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” tegas Kolonel Inf Prabowo Setiaji.

Satgas pengamanan yang terdiri diri dari TNI, Polri dan unsur kelembagaan lain juga tidak luput setiap saat mengawasi lalu lintas orang  dan kendaraan yang keluar masuk ke dan dari wisma dengan pengecekan ketat, bagi pasien masuk melalui jalur khusus yang disebut dengan zona merah dan bagi non pasien melalui pintu zona hijau (aman).

Demikian sekilas suasana kesibukan yang  dilaksanakan oleh Komando tugas gabungan terpadu operasi penanganan pasien covid-19 wisma atlet kemayoran (Kogasgabpad), semoga Pendemi ini segera berlalu dan kita dapat bersama - sama kembali membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini untuk mencapai Indonesia Maju.(JD)

Satgas " Stop Corona Virus " Desa Betaua Siap 24 Jam.

Posted by: On April 08, 2020



TOUNA, Sulteng, Cakra Bhayangkara News -  Kepala Desa Betaua kecamatan Tojo, kabupaten Tojo Una una, Sulawesi Tengah Ridwan Tawalili mengatakan bahwa, dengan memperhatikan Surat Edaran Nomor 8 tahun 2020, tentang Desa Tanggap COVID 19, dan penegasan padat karya tunai Desa dari Mentri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, itu sudah sangat jelas dan seksama tentang  dari latar belakang, maksud dan tujuan, serta Ruang lingkup," ujar Ridwan Tawalili.

Dia juga menjelaskan selain itu terkait langkah langkah dan upaya  tindakan Preventif oleh Pemdes dan  Satgas, tentu  mengacu dan berpijak pada Surat Edaran ( SE )  dari Kemendes tersebut, sebutnya.
Selain  dari latar belakang,maksud dan tujuan ,serta ruang lingkup, juga termasuk  Dasar Hukum ,padat karya Tunai Desa ( PKTD ), dan Desa Tanggap COVID 19,  yaitu membentuk Relawan Desa Lawan COVID  19, dengan struktur  dan tugas  yang berdasarkan dari Surat Edaran Nomor 8 tahun 2020 tersebut, tentang Desa Tanggap COVID 19, ungkap Ridwan Tawalili.

Menurutnya bahwa dalam rangka menjalankan Tupoksi dari Satgas Stop Corona Virus Desa Betaua kecamatan Tojo, kabupaten Tojo Una una Sulawesi Tengah,  harus  dapat di laksanakan selama  kurung waktu 24 jam, dan satgas siap di Posko masing masing, yang terdiri dari dua ( 2) ,yakni Posko Bomba Lestari Dusun Transmigrasi dan Posko Satgas Desa Induk, " tandasnya ".

Terkait pembiayaan Satgas Desa Tanggap COVID 19 di Desa Betaua, Ridwan Tawalili mengatakan telah dilakukan Perubahan APBDes, Desa Betaua Tahun 2020, sesuai petunjuk yang ada, dan telah di sepakati bersama sama dengan Badan Permusyawaratan  Desa ( BPD) " ujar Ridwan.

Lebih lanjut dia mengatakan, sebagai langkah dan upaya pencegahan menularnya ,COVID 19, saat ini pihaknya telah menyiapkan segala sesuatunya berupa penggadaan , Mesin Semprot Alkom,pompa tangki manual, baju septy COVID 19, Dinas Satgas, Anti Septy, handcull, dan Vitamin untuk orang Dewasa,  Vitamin khusus para Lanjut Usia ( lansia) merk super Exster, helem pengaman, dan sepatu septy,,,dan juga termasuk konsumsi makan dan minum bagi Satgas.

Selain itu juga, mengingat ketersediaan stok masker  yang sudah mulai langkah  di temukan dipasaran saat ini, maka pihak Pemerintah Desa Betaua ,kecamatan Tojo melakukan pemesanan khusus, hal ini mengingat  merupakan kebutuhan  yang harus dapat di siapkan demi kepentingan masyarakat pungkasnya.. ( Darma).

Walau PDP  Bertambah - Di Sulteng Ada Yang Sembuh

Posted by: On April 08, 2020



PALU,  CAKRA BHAYANGKARA NEWS (CBN) - Pasien  Dalam  Pengawasan atau  PDP baru di Provinsi Sulawesi  Tengah (Sulteng) bertambah tujuh orang. Terkonfirmasi dari hasil lab, satu orang yang dirawat di RS  Madani negatif,  satu pasien lainnya di  RSUD  Undata Saat ini positif. Maka berdasar data  tabulasi Selasa, (7/4) dimana PDP hanya 30 orang, telah bertambah menjadi 35 pada update data Tabulasi Pusdatina Covid  19,  Rabu petang, (84).

Demikian penjelasan Humas dan  juru bicara Pusdatina Covid 19 Pemprov Sulteng Drs.  Haris Kariming Rabu Petang, (8/4) di  Palu. 

Menurut Haris,  dari 30 PDP yang kemudian bertambah menjadi 35 itu,  kini tengah menunggu hasil tes  swab tahap pertama. 

Sementara, orang Dalam Pemantauan (ODP) baru  bertambah menjadi 15 orang dari yang terupdate Rabu, (8/4) petang. 

Menurut Haris,    jumlah ODP  per-7/4,  ada 356 orang. 31 ODP, telah selesai menjalani karantina secara mandiri sesuai hasil pemeriksaan medik, dan telah dinyatakan sembuh. "Sehingga jumlah ODP pada  hari Rabu,  (8/4) petang, menjadi 340 orang, seperti yang sudah dijelaskan diawal.

Satu orang terkonfirmasi positif dan dirawat di  RSUD Undata Palu tersebut  jelas Haris, merupakan pasien rujukan dari RSUD  Bungku,  Morowali  5 hari  yang lalu. Sedangkan yang terkonfirmasi negatif,  masih menunggu hasil lab swab tahap dua. "Apabila hasilnya tetap negatif,  berarti pasien tersebut dinyatakan sembuh," tutur Haris  Kariming.

Kendati begitu,  ada dua PDP yang sebelumnya telah menjalani perawatan di RSUD undata Palu, telah dibolehkan pulang ke rumah  masing-masing. Kedua PDP yang sembuh tersebut,  yakni pasien 01 berinisial  H serta pasien 02 berinisial E. 

Lebih jauh Haris menjelaskan, tentang delapan orang asal Sulteng (Kabupaten Morowali Utara -red) yang ramai dipublish melalui Medsos ataupun WA, barulah  info lisan dari dokter yang merawat pasien. Pihak Dinkes Sulteng sendiri belum menerima surat resmi dari Kemenkes Regional Makassar,  Sulsel.  Begitupun dari dokter yang merawat langsung kedelapan orang tersebut. "Kits masih menunggu surat pemberitahuan resminya," tukas  Haris. (Jaya marhum)

Cegah Corona, Korem 045/Gaya Bagikan Sembako dan Masker untuk Ratusan Warga

Posted by: On April 08, 2020



Namang, Bangka Tengah, Cakra Bhayangkara News – Korem 045/Gaya memberikan bantuan sembako langsung untuk masyarakat kurang mampu ataupun yang terkena dampak secara ekonomi akibat pandemi virus Corona (COVID-19). Jumlah bantuan yang disalurkan sebanyak 500 paket beras dibagikan kepada masyarakat sekitar Makorem 045/Gaya, Namang Kab Bangka Tengah , Kamis (9/4/2020).


Plh Kasrem  045/Gaya Letkol Inf Suhardi, mengatakan pemberian bantuan ini bentuk kepedulian kita kepada masyarakat sekeliling yang terdampak mewabahnya virus corona/Covid-19, baik diberikan kepada masyarakat yang sedang melintas di depan Makorem, masyarakat petani ataupun masyarakat kecil lainnya.


Kegiatan ini merupakan kontribusi kami untuk ikut meringankan beban masyarakat terdampak COVID-19 sertu membantu kesulitan masyarakat sekelilingnya. ,” ungkap Plh Kasrem


Diterangkan Plh Kasrem pula, bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif dari Komandan Korem 045/Gaya Kolonel Inf Dadang Arif Abdurrahman,  ini adalah tanggung jawab kita untuk selalu hadir dalam mengatasi kesulitan rakyat  serta menindaklanjuti arahan pemerintah dan komando atas dalam melaksanakan social distancing dan physical distancing sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19


Tak hanya membagikan ratusan paket sembako, pada kesempatan yang sama dibagikan pula puluhan masker kepada pengguna jalan.(Romi)

Bupati Kotabaru H.Sayed Jafar,SH,Luncurkan Perdana Suplay Air 36.000 Ltr/Jam

Posted by: On April 08, 2020



Kotabaru, Kalsel, Cakra Bhayangkara News -Bupati Kotabaru. H.Sayed Jafar, SH.Rabu 8-04-2020 di Pelabuhan Perikanan/ Pangkalan Pendaratan Ikan ( PPI ) Kotabaru, resmi meluncurkan Perdana Suplay air milik PDAM untuk Kapal Kapal Nelayan yg sandar di Pelabuhan PPI dan Kapal Luar yang Sandar di Pelabuhan Perusahaan.


Bupati Kotabaru, di dampingi Kepala SKPD. dan rombongan lain, di katakannya, dengan resmi peluncuran Suplay air ini, berarti PDAM satu langkah lebih maju untuk Pengembangan Usahanya, dibuktikan dengan adanya Start Stock air di Area di Pelabuhan Perikanan/ Pangkalan Penderatan Ikan ( PPI ) Kotabaru ini.

Di katakannya lagi, nanti usaha ini berjalan lancar dan baik, berarti PDAM sudah bisa mandiri untuk mengelola usahanya, tanpa keterkaitan dengan Pemerintah atau tidak pakai modal Pemerintah Kabupaten Kotabaru lagi, " Ucap Sayed.


Menjawab beberapa wartawan, Suplay air PDAM ini adalah untuk pelayanan kapal nelayan yang sandar di Pelabuhan PPI ini, dan Kapal Kapal Besar yang sandar di Pelabuhan Perusahaan, seperti Perusahaan, Golden Houfe, PT. Pertamina dan Palindo Kotabaru.

Lanjut Sayed Jafar, SH.  menghadapi musim Kemarau, untuk memenuhi kebutuhan suplay air, Solusinya, Pemerintah Kabupaten Kotabaru sudah menetapkan anggaran tahun 2021 untuk pemasangan Pipanisasi lukasi SERATAK menuju pusat Kota Kabupaten Kotabaru.

"Panjang pipa itu kurang lebih 20 Km, pipa yang di gunakan berukuran 30 cm. ini persiapan pe nyaluran kantung kantung debet debet air ke pipa induk ini, " Kata bupati.


Ada puluhan kantung debet air disepanjang 20 Km itu, seperti yang ada didesa Sarang Tiung dan  tempat lain, semuanya kantung debet ini akan konek ke pipa induk ini, " Jelas Bupati.

Sayed Jafar melanjutkan lagi, kedepan didaerah kita ini tidak ada embung lagi, yang ada tangki tangki seperti Pertamina,  untuk penampungan air.

Saat ini kekuatan Pumpa milik PDAM 36.M3 .atau 36.000.ltr perjam, inilah salah satu solusi Usaha Suplay air untuk  menghadapi musim kemarau.

Berkaitan dengan pengusaha yang sudah berjalan pelayanan suplay ke kapal kapal, "Silahkan jalankan terus usahanya, lebih banyak pelayanan lebih baik, PDAM kapasitas pelayanan Suplay hanya kapal kapal yang sandar di Pelabuhan, seperti yang saya jelaskan tadi bukan kelaut, silahkan juga  ke Prusahaan PT.Smart dan PT.Inducement Tarjun, " Ucap Sayed.


Mengakhiri, PDAM Kotabaru kedepan mengembangkan lagi usahanya, dengan membangun Kemasan yang ukuran 20 ltr dijual kepada masyarakat umum, " Tutup.Bupati Kotabaru. ( Syafruddin ).