Headlines News :
Home » » Salah Paham Antara Pengendara Grab Dengan Petugas Lalu lintas Berujung Damai

Salah Paham Antara Pengendara Grab Dengan Petugas Lalu lintas Berujung Damai

Saturday, July 13, 2019



Jakarta, Cakrabhayangkara News--Lagi-lagi terjadi Insiden antara pengendara roda dua dengan polisi lalu lintas. Seperti yang dialami Brigadir Bayu Aditya Nugroho,  Anggota Patwal Sat Lantas, Jakarta utara dengan salah seorang pengendara roda dua Bayu Setiawan, pengendara Grab, Ojek Online (Ojol), lantaran menolak untuk digilang oleh petugas lalu lintas. 

Kejadian ini terjadi di Puteran Tanco Jl Yos Sudarso, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung  Priok, Jakarta Utara, Sabtu, 13/07-2019.

Berdasarkan Kronologis kejadian, yang diketahui bahwa kejadian kesalahan pahaman ini berawal dari pengendara Grab, Bayu Setiawan melakukan pelanggaran lalu lintas, yang diketahui melawan arus lalu lintas, sehingga dilakukan penindakan hukum (Tilang) Petugas Brigadir Bayu Aditya Nugroho, terhadap Pengendara Grab Bike tersebut. 

Namun pengendara Grab tersebut menolak untuk dilakukan penilangan, karena pengendara Grab merasa dirinya baru saja di tilang di wilayah Fly Over Senen Jakarta Pusat. 

Hal inilah yang membuat kekhawatiran pengendara yang menganggap apabila di tilang lagi di Wilayah  Puteran Tanco Jl Yos Sudarso, Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara bahwa nantinya kendaraan akan di tahan.



Muasal kesalahan pahaman ini terjadi pada saat petugas melakukan penindakan tilang, tanpa sengaja / reflek pulpen petugas mengenai tangan kanan pengendara grab, saat pengendara grab bike meminta agar tidak di tilang. 

Akibat kesalah pahaman tersebut pengendara merasa tidak puas dan melakukan konsultasi ke Polsek Kelapa Gading untuk di selesaikan. 

Setelah tiba di Polsek Kelapa Gading, pengendara grab di terima oleh Kanit Intelkam Akp Purwo Widodo SH, Piket Provost dan Piket Intelkam, untuk memediasi permasalahan tersebut. 

Kemudian petugas lalu lintas Brigadir Bayu Aditya Nugroho, dipanggil ke Polsek Kelapa gading guna untuk dimintai penjelasannya atas peristiwa tersebut. 

Akhirnya setelah mendengar penjelasan dari kedua belah pihak, maka disepakati untuk melaksanakan kesepakatan damai. 

Kesepakatan damai keduanya dinyatakan dengan membuat Surat Pernyataan damai yang ditandai tangani oleh Kedua Belah Pihak.(Marni)


Share this post :

Post a Comment