Headlines News :
Home » » Diduga Adanya Permainan ketetapan Konsinyasi Yang Dilakukan Oleh PN Jakarta Timur Dan Merugikan Warga

Diduga Adanya Permainan ketetapan Konsinyasi Yang Dilakukan Oleh PN Jakarta Timur Dan Merugikan Warga

Friday, March 15, 2019

Jakarta, Cakra Bhyangkara News- Proyek becakayu Kalimalang tinggal beberapa persen penyelesaiannya namun masih menyisakan persoalan  pembebasan lahan yang sampai pada saat ini belum terselesaikan karena ada pihak-pihak yang merasa dirugikan atas ketetapan konsinyasi yang dilakukan oleh PN Jakarta Timur dimana semua itu berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh PUPR bukan berdasarkan putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap.

Wartawan Investigasi Cakra Bhayangkara News saat mengkkarifikasi masalah ini langsung ke Dirut Operasional Toll Becakkayu cuma diberikan pernyataan yang seakan-akan tidak mau tahu mrnahu menyangkut hal permasalahan tersebut.

Pernyataan yang dsampaikan direktur  Operasional Tol Becakayu yang mana menyatakan bahwa pertanyaan yang dilontarkan kepadanya salah sasaran, bahkan beliau menjelaskan bahwa hal ikwal terkait  dana pembebasan lahan becakayu menurutnya, pengelolah akan membayar langsung kepada pemilik apabila tidak ada masalah dengan kepemilikan, namun kalau ada sengketa maka anggaran pembebasan sudah dititip ke PN Jakarta Timur.

"Silahkan tanyakan ke PN jakarta Timur karena dana tersebut sudah di konsinyasi," ucap Dirut Ops.Tol Becakayu.

Kemudian berdasarkan keterangan dan penjelasan dari Dirut Operasional Tol Becakayu tersebut, wartawan Investigasi CBN mencoba melakukan penelusuran langsung ke bagian Humas PN Jakarta Timur, namun menurut humas PN Jakarta Timur bahwa berkas putusan yang dimaksud harus diprlajari dulu.

Selanjutnya setelah melalui beberapa tahapan Investigasi di lapangan, tim Investigasi CBN bukti lain dan keterangan dari pihak-pihak yang nenurut dugaan terkait dengan permasalahan ini.

Pihak-pihak yang diduga ada kaitannya dengan masalah ini, diantaranya adalah AHENG dan rekannya HELMI yang berdasarkan Informasi dari mereka bahwa dan beberapa sumber yang dapat dipercaya bahwa Otak Intelektual dari permasalahan ini adalah AFFANDI yang telah melakukan lobi-lobi terhadap pihak PN Jakarta Timur sehingga pembayaran itu bisa jatuh kepada Ny. Jenni tjsin yang Notabene sebagai pengugat rekonvensi dan eksepsi gugatannya ditolak oleh pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dalam perkara no.133/pdt.g/2018/PN.jaktim.

Namun dalam kenyataannya dia menerima pembayaran uang konsinyansi PUPR ke PN jakarta timur, sehingga diduga ada pelangaran atau pesekongkolan yang dilakukan oleh Oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dan juga duduga telah terjadi praktek-praktek mafia peradilan di PN Jakarta Timur.

Sampai sejauh ini kami belum bisa mengkonfirmasi kepada pihak yang menerima Konsensyi dari PN Jakarta Timur, Ny.Jenny tjsin, dan atas hasil penulusaran dan bukti serta keterangan para saksi bahwa Ny.Jennt tjsin merupakan pihak yang seharusnya bertanggung jawab.

Saat Affandi dihubungi, dia menyatakan kalau dirinya tidak terlibat sama sekali dengan permasalahan ini.

Namun berdasarkan Informasi dari rekan-rekan Affandi bahwa ternyata Affandilah aktor dibalik permasalahan ini.

Ketua Panitera PN Jakarta Timur, Rina saat beberapa kali akan di temui untuk dimintai Klarifikasi dan penjelasan terhadap ketetapan yang dibuat oleh PN jakarta timur, menyangkut permasalahan ini ternyata tidak dapat ditemui dengan alasan dinas luar. 

Kasus ini telah ditindak lanjutin dengan laporan Pengacara Yohanes budiman saudara Mario ramanda putra, S.H.,M.H dari kantor MRP & associates yang telah melayangkan surat Nota keberatan dan aduan kepada KPK dan badan pengawas mahkamah agung agar supaya kasus ini bisa mencapai titik terang  dengan mengungkapkan siapa aktor intelektual dibalik kasus ini.

Pembangunan harus tetap berjalan namun kalau masih ada pihak-pihak oppurtunis  yang main dilingkaran ini maka akan menyisahkan persoalan baru bagi keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia harapannya biar pemerintah bisa hadir dan menjadi pelindung bagi rakyatnya.(Djon/cbn)

Share this post :

+ comment + 1 comment

March 17, 2019 at 7:09 PM

Mantappp bang mario lawan terusss...

Post a Comment