Headlines News :
Home » » PT. NIEP Akan Membangun Tangki Timbun BBM Di 30 Lokasi Di Indonesia

PT. NIEP Akan Membangun Tangki Timbun BBM Di 30 Lokasi Di Indonesia

Saturday, October 13, 2018

Jakarta, Cakrabhayangkara News-
PT. Nusa Inti Energy Prima (NIEP) adalah sebuah Perusahaan Nasional yang bergerak di bidang usaha perdagangan BBM Solar atau HSD.

Dalam waktu dekat ini, NIEP berencana untuk membangun tangki timbun di 30 lokasi di seluruh Indonesia.
“Rencana membangun tangki timbun didasari pengalaman kami dalam berusaha di bidang perdagangan solar selama ini”, kata Deddy A. Mandagie, Presiden Direktur NIEP.

Dalam release yang diterima media ini, Sabtu (14/10/2018), dijelaskan bahwa beberapa kali kegagalan distribusi ke daerah-daerah terkendala oleh ketiadaan tangki penampungan, hingga mengakibatkan kapal pembawa BBM harus berlabuh lebih lama dari seharusnya.

Deddy juga memaparkan, Rencana pembangunan tangki timbun dimulai sejak tahun 2015, yang terus menerus dikoreksi dan diperbaiki sebelum kemudian menjadi perencanaan yang matang. Hal ini dimaksud untuk memperkecil tingkat kegagalan usaha, serta meningkatkan kualitas pelayanan NIEP kelak.

Salah satu hal yang menjadi perhatian utama dalam perenncanaan, adalah pelaksanaan pembangunan yang harus dapat dilakukan dalam waktu kurang dari 1 tahun, bahkan beberapa pihak menyatakan proyek ini sepantasnya di sebut “Proyek Bandung Bondowoso”, mengacu pada kisah pembangunan seribu candi di masa lalu.

"Oleh karena itu pelaksanaan proyek ini kami bagi-bagi menjadi beberapa bagian proyek yang lebih kecil dan sederhana, dimana para kontraktor hanya akan mengerjakan 1 pekerjaan spesifik yang sesuai dengan keahlian dan kemampuan kerja mereka”, katanya menjelaskan jawaban atas tantangan yang diperkirakan akan dihadapi oleh NIEP dalam proyek ini.

Lanjutnya, Sampai saat ini jumlah kontraktor yang menandatangani kontrak kerja dengan NIEP mencapai 198 perusahan untuk melaksanakan 330 pekerjaan. Sementara pemasok yang telah menandatangani kontrak sebanyak 67 perusahaan. Selain itu NIEP juga sudah mengadakan hubungan dengan berbagai pabrikan di dalam dan luar negeri untuk menjamin pelaksanaan proyek ini sesuai dengan target waktu yang direncanakan.

Proses pembayaran dari NIEP kepada kontraktor dan pemasok, sebahagian besar dilaksanakan dengan mengggunakan instrumen perbankan, dan membatasi penggunaan likuiditas atau uang kartal secara maksimal. Hal ini dimaksud agar Proyek yang dirancang untuk menjadi salah satu pendukung percepatan pembangunan di Indonesia, justru menjadi pengganggu atau justru menjadi perusak sistem perekonomian, karena adanya penarikan dana dari Bank dalam jumlah besar dalam waktu yang hampir bersamaan.

Perencanaan proyek ini dilakukan secara komprehensif di segala bidang, termasuk penghormatan terhadap adat dan budaya setempat, pada bagian façade (tampak) dari bangunan akan mengadopsi ragam budaya sebagai aksen, dan saat ini sudah beberapa kali dilakukan upacara adat oleh Perwakilan NIEP di daerah, yaitu saat akan dimulainya pembahasan tentang rencana NIEP untuk membeli lahan pada lokasi yang direncanakan.

Penyertaan unsur daerah ke dalam proyek ini, selain untuk penghormatan terhadap keberadaan adat istiadat suku setempat, juga dimaksud untuk membangkitkan kebanggaan masyarakat terhadap adat budaya nya, yang kemudian akan berujung pada semangat untuk membangun daerahnya masing-masing.

NIEP berharap dengan adanya proyek ini, selain akan lebih mendorong laju peningkatan upaya masyarakat untuk menuju ke arah kehidupan yang lebih sejahtera, juga diharapkan akan menggugah semangat untuk menjaga adat istiadat dan budaya luhur yang pernah menjadi identitas masyarakat di setiap daerah.

Derivatif dari proyek ini lebih banyak yang bersifat peningkatan kualitas dan kuantitas sarana pendukung pengembangan usaha ekonomi masyarakat, salah satunya adalah rencana penyerahan pembangkit listrik, yang direncanakan akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, yang untuk itu akan didorong agar dapat terbentuk Badan Usaha Desa untuk mengelolanya.

Penyerahan pembangkit listrik yang akan dikelola oleh masyarakat di desa sekitar proyek, dimaksud untuk menghapus timbulnya kecemburuan sosial, akibat penggunaan tenaga listrik yang sangat besar pada proyek NIEP, sementara masyarakat sekitar masih tinggal dalam kegelapan.

Proyek derivatif lainnya yang akan diserah kelolakan kepada masyarakat sekitar diantaranya adalah dukungan fasilitas usaha perikanan yang modern, hal ini guna meningkatkan kualitas hasil tangkapan nelayan sekitar proyek, tidak lagi sekedar menjadi ikan yang dijual di pasar tradisional, namun diharapkan dapat memasuki pasar ekspor.

Pembangunan fasilitas pendukung usaha perikanan yang disertai peningkatan kualitas teknis penangkapan ikan bagi nelayan tradisional, akan dilakukan guna dapat memenuhi syarat-syarat industri makanan (food grade quality), sebagaimana yang dipersyaratkan untuk dapat memasuki pasaran ekspor.

Demikian juga dengan pembangunan industri garam, yang diarahkan agar dapat mampu mencapai tingkat diatas 90%, hingga dapat memasuki pasar garam industri dan kesehatan, pembangunan industri garam yang akan diserah kelolakan pada masyarakat, juga dimaksud untuk menjawab ironi bangsa kita, yang memiliki panjang pantai terpanjang di dunia, namun harus mengimpor garam dari Luar Negeri.

Sebagaimana halnya air di danau, dimana setiap gerakan sekecil apapun akan menimbulkan riak di seluruh bagian danau. NIEP juga berharap dengan adanya proyek tangki timbun untuk BBM ini, akan menimbulkan riak pergerakan ekonomi masyarakat di seluruh negeri.

Hal ini sebenarnya bukan sekedar harapan, karena pada saat ini telah terjadi riak-riak positif di berbagai tempat, khususnya di lokasi-lokasi yang akan di bangun tangki timbun oleh NIEP telah terjadi pergerakan naik harga tebusan lahan sekitar, yang saat ini ada yang telah mencapai 3 kali dari harga semula.

Riak bahkan gelombang telah terjadi pada pasar tenaga kerja dan penyewaan lahan untuk galangan pembangunan kapal-kapal yang dipesan oleh NIEP, demikian juga untuk pasar tenaga kerja di bidang-bidang lain yang terkait dengan pembangunan yang akan dilaksanakan oleh NIEP.

Ia juga menjelaskan, proses pelaksanaan pembangunan fisik sangat lama dengan tanggal penanda tanganan kontrak kerja dikarenakan persiapan pelaksanaan proyek yang lebih baik.
Jauh lebih baik kami terus menerus memeriksa kembali dan melengkapi berbagai hal terlebih dulu  dibandingkan memaksa segera melaksanakan pembangunan fisik, namun kemudian hari harus terganjal oleh hal-hal yang sebenarnya sangat sepele.

Ada adagium yang berlaku di dunia militer,”lebih baik mandi keringat saat latihan, daripada mandi darah saat pertempuran”. memang mengkoreksi dan menyempurnakan sesuatu rencana kerja harus dilakukan, namun bukan untuk mencapai kesempurnaan, tetapi guna mencapai titik dimana proyek dapat dilaksanakan dengan kondisi yang paling optimal.

“Kami sangat berharap bahwa proyek ini, bukan hanya menjadi sarana usaha perdagangan NIEP, tetapi juga akan bermanfaat bagi upaya bersama untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.” tutupnya.(Red)

Share this post :

Post a Comment